Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Mengenai Lorine dan semuanya


__ADS_3

"Banyak pertanyaanku sebelumnya sudah terjawab sekarang. Tadi leluhur mengatakan jika Lorine sudah ditakdirkan kembali ke jamannya. Apa jaman Lorine bukan saat ini? Bukankah tubuh ini adalah miliknya?"


"Hah... Benar. Ini bukanlah saat kehidupan Lorine. Sekali lagi aku mengingatkan bahwa segala kekacauan yang terjadi di kehidupan ketiga kalian ini merupakan konsekuensi dari keputusan yang Louisa ambil saat kehidupan kedua kalian. Aku tidak tahu pasti mengapa Louisa saat itu sangat ingin memutuskan ikatan benang merah antara kalian berdua."


"Yang kuingat waktu itu, setelah meramal tentang renkarnasi ketiga kalian, Louisa memutuskan melarikan diri dari ikatan itu. Ingin melompati satu kehidupan dan lahir di jaman yang berbeda dengan Peter. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, saat merobek hukum ruang dan waktu, bukannya terlahir kembali tapi hanya meneruskan kehidupan sebelumnya."


"Dan parahnya lagi, jiwa renkarnasi ke empat Louisa justeru tertarik ke tubuh renkarnasi ke tiga kalian. Jadi tubuh itu bukan milik Lorine, tapi milik anda sendiri Louisa. Lorine lah yang meminjam tubuh itu. "


Louisa sangat terkejut mendengarnya.


"Jadi katakan padaku leluhur, siapa Lorine sebenarnya?"


"Lorine merupakan renkarnasi Louisa yang keempat. Aku juga tidak tahu mengapa bisa begitu. Hanya saja waktu ibumu sedang mengandung, aku melihat jika jiwa yang ada didalam kandungannya bukanlah milikmu. Makanya saat anda lahir, ketika kakekmu Franklin ingin memberimu nama Louisa, aku langsung menawarkan nama yang berbeda."


"Bukankah sama saja jika hanya nama yang diubah. Dan sekarang aku kembali lagi ke tubuh ini"


"Aku hanya mencoba yang ku terbaik. Kehidupan pertama, kedua, bahkan saat merobek hukum ruang dan waktu bukankah masih menggunakan nama yang sama? Aku hanya berharap, di kehidupan keempat nanti, dengan nama yang berbeda juga membawa nasib yang berbeda pada kalian"


"Terima kasih leluhur. Aku juga berharap demikian. Ada satu yang menjadi pertanyaan dihatiku. Bagaimana leluhur tahu jika aku tidak memasuki siklus renkarnasi sewaktu merobek hukum ruang dan waktu, melainkan kembali menjalani kehidupan dari awal lagi"


"Tidak sengaja aku menemukan jejak perubahan itu. Karena itulah aku tahu, jika apa yang ingin Louisa lakukan tidak berhasil. Karena itulah aku terpaksa memanggil kembali melalui renkarnasi yang ke tiga"


"Pemanggilan kembali?"


"Sekitar delapan puluh tahun yang lalu aku menemukan jejak kegagalan itu. Setelah meramalkan kelahiran Margaret, aku merencanakan selama sepuluh tahun untuk memanggil Louisa kembali melalui pelukis Picaso."


"Jadi lukisan itu sebenarnya..."


"Iya, semacam alat pemanggil jiwa. Tadinya kukira gagal karena yang lahir adalah Lorine."


"Begitu banyak hal yang saling terkait ternyata"


"Apakah Louisa pernah bertemu selir Diana?"


"Tidak leluhur. Saat itu Peter menyembunyikannya di istana bambu hitam dibawah pengawasan Dutch Philips. Kenapa leluhur?"


"Karena aku mengenal jiwanya. Dia juga merupakan bagian masa laku kalian. Hanya saja, dia sepertinya lupa akan kehidupannya sebelumnya"


"Siapa dia?"


"Menurut Louisa, siapa yang memungkinkan selalu hadir ditengah kehidupan kalian dan penuh dendam?"


"Hah...bagaimana mungkin.. Sekarang aku sudah mengerti. Segala sesuatunya berhubungan. Ada sebab dan akibat. Tidak ada yang berubah setelah tiga kehidupan. " desah Louisa saat teringat kakak tiri dikehidupan keduanya yang juga merupakan Permaisuri dari Raja Peter.


"Dutch Norwey mengatakan jika Louisa mempunyai informasi mengenai selir Diana. Dan itu sangat rahasia. Apa benar?"


"Aku pernah memerintahkan anak buahnya mencari informasi tentang selir Diana. Dan itu cukup mengejutkan, tapi untuk kebenarannya sebaiknya leluhur mendatangi langsung seseorang. Saat informasi ini sampai kepadaku, aku bukan lagi Permaisuri Lorine dari Kerajaan Gordon. Jadi aku tidak berhak untuk mengkorfimasi langsung "

__ADS_1


"Apakah berhubungan dengan seorang penguasa?"


"Iya. Keluarga kerajaan Kite"


"Tapi menurut Peter, mereka bertemu di kerajaan Mordan. Apakah Peter berbohong ?"


"Tidak leluhur." kata Louisa sambil membuka sebuah lemari kecil diruangan itu. Mengambil sebuah gulungan kertas bersegel. Ia kemudian merapal mantera dan memberikannya kepada leluhur Kendrick.


"Tapi Diana melarikan diri ke Kerajaan Mordan. Bahkan skema pertemuan nya dengan Raja Peter sudah ada gambarannya padaku. Peter dijebak waktu itu, tapi tidak menyadarinya. Ini informasinya yang kudapatkan leluhur." kata melanjutkan.


Leluhur Kendrick membuka gulungan kertas itu. Ia membacanya dengan serius dan sangat terkejut.


"Jika ini benar, maka ini sungguh kejahatan besar. Kerajaan Gordon bisa saja dituduh melindungi seorang buronan kerajaan Kite dan bisa memicu peperangan dua kerajaan."


"Aku tahu, makanya yang tahu informasi ini hanya informanku, aku dan sekarang leluhur"


"Jika begitu, hal ini tidak bisa ditunda lagi Louisa. Kami harus sesegera mungkin berangkat kesana. Hah...sungguh kacau"


"Leluhur minum dulu akan kupanggilkan cucu cicitmu. Seharusnya dia sudah selesai mandi" kata Louisa


"Iya... aku ingin melihat wajah bintang keberuntungan itu" katanya dengan mata berbinar.


Louisa berjalan menuju ke kamar Lucio yang ada dilantai dua.


Tok...tok..


"Iya, ma.."


Louisa membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya.


"Sedang apa sayang?"


"Ini kembali mengulang membaca tiga ribu enam ratus peraturan istana Gordon. Ini sangat mengerikan mama. Siapa yang membuat aturan hidup sebanyak ini.." sungutnya


"Ha...ha... menurut mama juga itu hal yang berlebihan. Sudah letakkan dulu. Kita kedatangan tamu.."


"Siapa ma?"


"Leluhur Kendrick Alexander "


"Leluhur tertinggi?"


"Hmm..."


"Ayo... Cio ingin bertemu" katanya dengan bersemangat dengan menarik tangan Louisa.


"Hei... dimana etika seorang putera mahkota?" goda Louisa

__ADS_1


"Tapi ini kota Alma, bukan kerajaan Gordon mama" protesnya.


"Segala sesuatu harus di.."


"Biasakan. Lucio tahu.." katanya dan merubah cara berjalannya dengan lebih beribawa.


Louisa tersenyum melihat Lucio. Dia sengaja membiarkan Lucio menjumpai leluhur Kendrick sendiri, sementara Louisa pergi ke dapur melihat persiapan untuk makan malam.


"Cucu cicit Lucio memberi hormat kepada leluhur"


"Oh...bintang Gordon. Aku bisa melihatmu. Kabut itu akhirnya terangkat.. " kata leluhur Kendrick sambil memeluk Lucio erat.


"Leluhur lepas... Cio tidak bisa... bernapas"


"Ha...ha... pria tua ini terlalu senang. Wajahmu sangat mirip ayahmu, untung saja rambut dan warna matamu ikut ibumu. Ya... ya... siapa nama lengkapmu anak muda?"


"Perkenalkan nama yang muda ini Lucio Patrick Valley Henry, leluhur"


"Apakah kau ingin bertemu ayahmu?"


"Ingin, tapi kata mama nanti. Jika aku sudah bisa mengurus diri sendiri dan tidak merepotkan ayahannda"


"Apakah kamu tidak marah pada ayahmu?"


Lucio mengerucutkan bibirnya.


"Sedikit.." katanya sambil menunjuk ujung kukunya.


"Ha...ha... Ayahmu memang pria bodoh. Makanya walaupun wajah dan postur tubuhmu mirip ayahmu, tapi pria tua ini berharap sifatnya tidak menurun padamu"


"Leluhur sudah bertemu ayah?"


"Sebelum kemari, pria tua ini lebih dahulu menjumpai nya. Karena awalnya, pria tua ini berpikir jika Lucio tinggal di Gordon."


"Tapi leluhur belum bilang ayahannda jika Cio ada bersama mama kan?"


"Belum, biar itu jadi hukuman manis untuknya. Melatih hati dan pikirannya agar lebih cepat tua"


"Kok tua leluhur? Aku belum ada bertemu ayahanda. Jangan cepat cepat beliau tua, nanti kalau tua cepat meninggal" katanya hampir menangis.


"Ha...ha... pikirannya yang tua, anak muda." kata leluhur Kendrick


"Maksud leluhur, lebih dewasa cara berpikirnya Lucio" kata Louisa yang datang dari ruang makan.


"Memang cara berpikir ayahanda selama ini belum dewasa ya, ma?"


"..."

__ADS_1


__ADS_2