Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Impian Teola


__ADS_3

"Aku tahu seseorang untuk asistan Landen, tapi untuk Sofia aku tidak punya." kata kakek Franklin.


"Siapa ayah?"


"Namanya Teola. Usianya sedikit dibawah Landen. Sama sepertimu tidak tertarik dengan ilmu pengoban. Jika kamu seorang Jendral, dia seorang ahli tata negara. Dia bekerja sebagai kepala di pusat pelatihan kerajaan Malawa."


"Apa masih keluarga Valley ayah?"


"Tentu."


"Tapi mengapa aku tidak mengenalnya?"


"Dia lahir dan besar di Malwa city"


"Jika begitu, apa mungkin beliau mau mengabdi di Lembah Angin?"


"Pasti Louisa. Mungkin dia satu satunya orang yang langsung bersorak kegirangan saat mendengar Kerajaan Lembah Angin berdiri kembali."


"Mengapa begitu kakek?"


"Biasanya setiap tahun, saat pertemuan keluarga besar Valley diadakan, dia pasti datang. Dan biasanya tidak seperti keluarga besar Valley yang lain yang segera pulang atau paling satu malam tinggal di Hinom city, dia akan tinggal di rumah leluhur setidaknya seminggu."


"Jadi apa yang dia lakukan disini ayah?"


"Membaca buku di perpustakaan leluhur, dan berdebat dengan ayahmu dan Landen."sahut nenek Eliz


"Kau tahu, ia selalu berkata "aku selalu ber mimpi jika suatu hari kerajaan Lembah Angin akan berdiri kembali dan jika saat itu tiba jangan lupa paman ikut sertakan aku didalamnya". Kata kata yang sama setiap tahunnya"


"Tapi waktu pertemuan keluarga Valley beberapa waktu yang lalu yang datang dari kota Malwa...kalau tidak salah bernama paman Carlos kakek"


"Itu adalah kakaknya. Sebelum Carlos pulang dia berkata jika Teola tidak datang karena berencana datang saat perayaan. Dia sangat bersemangat katanya. Bahkan dia sudah mengajukan pengunduran diri dari pekerjaannya saat tahu Kerajaan Lembah Angin berdiri kembali"


"Apa??"


"Begitulah dia..."


"Kukira paman Teola sudah cukup untuk sementara kakek. Nanti kita bisa berdiskusi dengan paman Teola tentang penulisan aturan aturan istana. Dengan adanya aturan baku yang dibukukan, setiap penghuni istana wajib mengetahui tugas dan fungsinya masing masing"


"Maksudmu cucuku?"


"Begini ayah. Maksud Lorine, itu untuk memudahkan setiap orang yang nantinya tinggal didalam istana. Contohnya begini ayah. Di istana Gordon, setiap orang tinggal dan bekerja di istana tahu hak dan kewajibannya. Mulai dari raja sampai tukang kebun sekalipun. Semua dibuat jelas dalam sebuah buku aturan masing masing yang wajib dipelajari saat tinggal diistana"


"Jadi raja dan prajurit memiliki buku yang sama?"


"Tentu tidak nenek. Raja mempunyai aturan dasarnya sendiri, dan ia sudah wajib tahu sebelum ditetapkan sebagai raja. Makanya sepupu Lark ikut belajar bersama paman dan bibi selaku putra mahkota yang akan menggantikan kedudukan paman sebagai raja. Demikian juga seorang pelayan, punya aturan sendiri yang wajib dia ketahui sebelum menjadi seorang pelayan."

__ADS_1


"Jika seorang raja atau calon raja mempunyai guru atau pelatih, bagaimana dengan pelayan atau prajurit?"


"Mereka punya tempat pelatihan tersendiri nenek. Dan mungkin pekerjaan paman Teola salah satu contoh tempat itu."


"Apa mungkin seperti pelatihan calon prajurit yang dilaksanakan Shine saat ini?"


"Benar nenek. Jadi mereka tidak hanya dilatih kekuatan tapi juga pengetahuan dasar aturan seorang prajurit"


"Kita harus membicarakan ini dengan Landen. Kukira kita juga membutuhkan tempat pelatihan seperti itu nantinya di Hinom city" kata kakek Franklin.


"Dan kakek bisa nanti menjadi salah satu guru disana. Iya kan kakek?"


"Apa yang bisa kuajarkan? Ilmu pengobatan?"


"Itu nanti kita buat tempat pendidikan sendiri kakek. Tapi maksudku sebenarnya sejarah kerajaan Lembah Angin"


"Aku setuju dengan Lorine, ayah mertua. Dengan demikian kita semakin meningkatkan kwalitas sumber daya manusia yang ada dilembah angin"


"Nanti akan kita bahas itu semua setelah selesai upacara saja ayah. Ayah tidak terburu buru pulangkan?"tanya Louisa.


"Mungkin sekitar tiga hari setelah perayaan kami juga harus pulang sayang. Ayah harus melatih pengganti ayah. "


"Itu sudah cukup ayah"


"Lorine, apa tidak ada yang ingin kamu katakan kepada kedua orang tuamu?"tanya nenek Eliz memberi kode.


"Apa itu sayang?" tanya Margaret.


"Ayah..ibu aku...aku hamil."


"Apa!!!"


Jendral Lucky dan Margaret saling berpandangan.


"Anak Peterkah?"


"Benar ayah"


"Berarti cerita itu benar."


"Cerita apa sayang?"


"Aku pernah tidak sengaja mendengar dua orang penjaga gerbang bercerita telah melakukan kesalahan pada Lorine. Mereka mengatakan telah membiarkan raja Peter masuk ke kamar Lorine dalam keadaan mabuk. Mereka berdua mengatakan sangat menyesalinya karena tidak mengetahui aturan istana sepenuhnya. Saat ayah hendak bertanya tentang hal itu, jendral besar memanggilku. Dan aku jadi terlupa tentang hal itu"


"Oh putriku... malangnya nasibmu. Mengapa tidak bercerita kepada ibu? "

__ADS_1


"Aku tidak ingin menjadi pikiran ayah dan ibu. Lagi pula aku tidak menyangka akan hamil karena kejadian itu.. Maafkan aku ayah, ibu"


"Siapa saja yang tahu hal itu? Maksud ibu, selain Peter dan penjaga itu"


"Ibu Ren, paman Kurd, kakek, nenek, ayah, ibu. Mungkin ibu suri juga tahu.. "


"Jika demikian kita harus memberitahukan pihak istana."


"Ayah, bisakah hal ini dirahasiakan untuk sementara?"


"Setidaknya ibu suri harus tahu sayang"


"Maafkan saya tuan, Nyonya. Saya yang paling menentang hal itu" terdengar suara Reneisme yang entah sejak kapan ada disana.


"Kenapa Ren?"tanya Margaret.


"Karena...ibu Suri Anitalah yang merencanakan semua itu"


"Maksud ibu? Ibu Suri begitu menyayangiku, tidak mungkin ia berbuat jahat padaku. Ia sudah seperti ibu kedua bagiku"


"Bagaimana jika beliau tidak menganggap itu adalah tindakan jahat nona... Aku sudah tahu nona akan bersikap demikian, makanya hal ini aku rahasiakan dari nona."


"Apa yang dikatakan Reneisme ada benarnya cucuku. Justru kakek merasa karena ibu suri Anita begitu menyayangimu makanya ia bertindak demikian. Dan dia tidak merasa itu sebagai sebuah kesalahan."


"Jika tuan merasa pihak istana harus ada yang tahu, maka itu harus raja Peter sendiri"


"Tapi raja Peter baru dua Minggu yang lalu melamar Natasha Wolfen untuk menjadi selir pertama. Jika ini dikabarkan, aku yakin pasti terjadi kekacauan" kata Margaret.


"Kapan mereka menikah ayah?"


"Sebulan lagi Lorine. Belum lagi wanita itu, kudengar kabar ia akan dinikahi Peter setelah tujuh hari acara pernikahan raja Peter dan Natasha berlangsung."


"Kenapa tidak menunggu empat puluh hari ayah?"


"Karena wanita itu sedang hamil. Dan sepertinya Peter mencemaskan status anaknya kelak."


"Biarkan saja ayah"


"Tapi tetap saja ayah tidak rela jika putri ayah harus membesarkan anak seorang diri"


"Siapa bilang cucuku seorang diri. Disini ada nenek, kakek, juga yang lain. "


"Baiklah jika menurut ayah baik demikian."


Hari semakin sore. Lucky memutuskan kembali menjumpai Landen dan juga menteri Tyson. Sebelum dia pergi...

__ADS_1


"Lorine, ini ada surat dari Raja Peter untukmu..."


__ADS_2