Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Menangkap Pelaku


__ADS_3

"Perempuan? Ha...ha... hanya perempuan tidak banyak yang bisa diperbuatnya. Ini justru akan lebih mudah. Sedikit tekanan dari tuan Peachu, maka kita akan bisa segera bekerja disini"


"Tapi aku tidak bisa bertani Jon"


"Kita nanti sebagai penjaga. Bukan buruh pertanian"


"Kamu yakin tuan Peachu bisa memaksa nona itu?"


"Aku sangat yakin. Sudah ayo mulai bekerja. Mana kayu panjangnya?"


"Ini Jon. Masing masing kayu dipegang tiga orang. Tinggal dorong saja, maka jagung jagung ini akan rebah ketanah."


"Baik kita mulai. Kalian bertiga disebelah sini, kalian ditengah, dan kalian bertiga disebelah kanan. Kerjakan!" perintahnya berlagak seperti bos .


Tiba tiba terdengar bunyi burung hantu.


Kukuuuuu....kukuuuuuu...


Sedikit terkejut, tapi mereka melanjutkan pekerjaan mereka. Tapi tiba tiba ...


Buk!Buk!!


Aahhhh...terdengar suara ringisan.


Kesembilan orang yang bekerja merusak kebun itu terkejut dan menoleh kebelakang mencari asal suara . Dan tidak melihat keberadaan Jon yang tadi ada dibelakang mereka.


Seketika mereka panik.


"Jon....Jon... dimana kau?" panggil mereka.


"Ahh.. kakiku" terdengar suara rintihan di tanah.


Mereka terkejut..


"Apa yang ter....lari...."teriak salah satu orang yang sadar bukan hanya mereka yang ada disana.


Mereka lari kocar kacir, tapi ada satu orang yang kebingungan dengan tingkah teman temannya dan hanya berdiri ditempat.


"Hey ... ada apa dengan kalian?"teriaknya .


Dibelakangnya tanpa dia ketahui telah berdiri seseorang dengan pakaian serba hitam menangkap bahunya dan berkata pelan di dekat telinganya.


"Tentu saja mereka lari karena tidak mau ditangkap karena merusak lahan milik orang lain"


Tubuhnya seketika membeku, dan sadar tidak bisa lari seperti teman temannya yang lain.


"Mau melawan atau ikut kami kami?"


"Ti...tidak melawan .. ya..ya... tidak melawan" katanya ketakutan. Setidaknya ia tidak di pukul seperti Jon, itu yang ada dipikirannya .


Ia berjalan mengikuti Jon, yang berjalan tertatih tatih sambil meringis menahan sakit pada kaki yang pendapat tendangan keras.


Para penjaga memang sengaja tidak membuat luka serius pada nya karena bagaimanapun mereka hanya penduduk desa.


Sementara delapan orang lainnya lari tidak tentu arah. Ada yang semakin masuk kedalam lahan jagung karena paniknya, ada yang lari masuk hutan karena takut nya, dan ada justru lari kearah desa Alma karena salah membaca arah. Mereka dikejar oleh penjaga.


Dua orang yang masuk hutan tidak sengaja menabrak Shadow dan Marco yang membawa burung burung peliharaan untuk berlatih.


"Akhh .... ampun...ampun. Tidak lagi...ampun tidak berani" kata salah satu dari mereka sambil menangis.


Shadow dan Marco saling berpandangan, dan langsung mengerti jika mereka adalah perusak lahan.


"Jadi laki laki jangan cengeng. Berdiri.." kata Marco. "Hei...Wer, Gon ini bawa buruanmu. Mereka disini!!"teriaknya pada dua penjaga yang mengejar keduanya.


"Senior. Terimakasih" kata keduanya

__ADS_1


"Ayo pulang.."kata Shadow.


Mereka berjalan pulang kearah pemukiman pekerja dan ruang kontrol penjaga.


Saat mereka tiba disana telah ada delapan perusak lahan yang lain duduk di lantai dengan ketakutan. Kedua perusak lahan terakhir disuruh duduk juga.


Tidak berapa lama Shine datang. Mukanya datar memandang orang orang itu.


"Siapa pemimpin kalian disini?" tanyanya.


"Dia!" serentak sembilan orang menunjuk ke arah pria yang dipukul kakinya.


Wajah pria pucat pasi. Tidak menyangka aksi mereka akan tertangkap tangan, dan parahnya semua anggotanya juga tertangkap.


"Kau ikut aku" kata Shine sambil berjalan kesebuah ruangan.


Dia mengikutinya dengan ketakutan.


"Duduk" kata Shine menunjuk kesebuah kursi dihadapanya. Ia sendiri duduk dibelakang meja. Mengambil sebuah kertas tulis dan pena .


"Siapa namamu?"


"Jony tuan"


"Asalmu?"


"Desa Akna tuan?"


"Apa kau penduduk asli desa Akna?" tanya Shine menyelidik.


"Benar tuan"


"Jangan bohong!" bentak Shine.


"Be..benar tuan. Ibu saya asli warga desa Akna, tapi ayah saya dari kerajaan Fatma. Tapi kami dari dulu sudah tinggal di desa Akna"


Jony terkejut,


"Beliau kerabat jauh dengan ayah saya tuan"katanya tidak mengelak.


"Jadi pengerusakan lahan adalah perintah Peachu?"


"Benar tuan. Katanya biar kami bisa bekerja disini..kami harus merusak lahan ini. Nanti beliau yang datang kemari agat bisa bekerja sama dengan pemilik lahan."


"Untuk tugas apa yang diinginkannya?"


"Pekerja kebun juga pengawalan tuan"


"Berapa kau dibayar untuk membujuk warga desa agar ikut merusak lahan pertanian kami?"


"Lima koin perak tuan"


"Untuk anggotamu itu?"


"Masing masing lima puluh koin perunggu tuan"


"Dasar bodoh. Jika hanya ingin bekerja di kebun ini, kenapa tidak langsung datang sendiri kemari?"


"Hubungan desa Akna dengan desa Alma tidak terlalu baik tuan. Jika kami datang langsung melamar kerja, takutnya nanti jadi bahan ejekan penduduk desa Alma karena harus mengemis ngemis minta pekerjaan kemari"


"Siapa yang mengatakan hal itu?"


"Tuan Peachu"


"Jadi jika masuk kerja dengan perantaraan Peachu kalian tidak mengemis? Tapi memaksa? Dimana isi pikiran kalian?"

__ADS_1


"Kau, pekerjaan apa yang dijanjikan Peachu padamu?"


"Penjaga lahan tuan"


"Dengan kemampuanmu, kamu belum sanggup menjadi penjaga lahan pertanian disini. Dasar..."


"Apa kau tau siapa pemilik lahan pertanian ini?"


"Tidak tahu tuan. Tapi ada yang bilang Nona Louisa"


"Benar. Pemiliknya Nona Louisa Valley. Kerabat kerajaan.. Kau tahu apa hukuman yang harus kau tanggung karena mengganggu keluarga kerajaan?"


Wajah pria itu semakin pucat, ia tidak berani lagi menjawab kepalanya ditundukkan.


"Ayo keluar" kata Shine.


Mereka keluar dari ruangan itu.


"Kalian semua berdiri. Duduk di kursi itu"katanya menunjuk pada kursi kursi yang berjejer rapi pada sebuah meja panjang yang bisa digunakan oleh penjaga.


Semua perusak lahan itu berjalan kearah kursi itu. Dan masing masing menarik sebuah kursi untuk diduduki.


"Dengarkan aku. Kalian semua telah ditipu oleh orang ini."katanya menunjuk kearah Joni.


"Dan dia ditipu oleh Peachu"katanya melanjutkan.


"Berapa bayaran untuk kalian untuk merusak lahan?"


"Tiga puluh koin perunggu" jawab salah satu dengan percaya diri.


"Kok punyamu sedikit. Aku lima puluh koin perunggu"sahut yang lain.


"Mengapa kalian sangat banyak? Aku cuma dibayar dua puluh koin perunggu" protes yang lain.


Dan terdengar protes di sana sini...


"Cukup." kata Shine. "Itulah mengapa aku mengatakan kalian ditipu. Dia mendapat sepuluh koin perak untuk membujuk kalian mengikutinya. Benarkan Jony?"


Joni menunduk ketakutan.


"Bagaimana ia tahu aku tadi berbohong" pikirnya.


Semua memandang kearah Joni dengan pandangan marah dan kecewa.


"Kau siapa namamu?" tanya Shine menunjuk seorang pria yang paling dekat dengannya.


"Muse tuan"


"Sudah berapa lama kau kenal pria ini?"


"Belum terlalu lama tuan. Sekitar tiga bulan. Tapi kami baru dekat sekitar seminggu ini"


"Kenapa baru tiga bulan?"


"Waktu itu dia datang kedesa kami untuk mencari orang yang mau bekerja dibawah organisasinya tuan. Karena pekerjaan yang dijanjikannya letaknya jauh dari desa, kebanyakan kami tidak mau."


"Apa dia punya hubungan dengan desa Akna?"


"Ibunya berasal dari desa Akna tuan."


"Jadi orang tuanya tinggal di desa Akna?"


"Dulu tuan"jawab salah seorang.


"Maksudmu?"

__ADS_1


"Maksudku sebelum mereka pindah sepuluh tahun yang lalu. Hanya saja sesekali orang tuanya masih datang ke desa"


>>>


__ADS_2