
"Ha...ha... Tidak kusangka kalian ternyata cukup pintar juga. Tidak segera memindahkan kayunya. Ha...ha..." seru seorang pria dengan tubuh paling besar dari antara semua yang menghadang mereka. Sepertinya dialah pimpinan para bandit itu.
"Siapa kalian? Dan apa yang kalian inginkan!" seru kepala pengawal.
"Kami Morcego Pleto. Kami akan membiarkan kalian lewat asal kalian memberikan satu juta keping emas..Ha..ha.."
"Morcego Pleto atau kelelawar hitam. Mengapa mereka ada di wilayah ini? Bukannya mereka ada di perbatasan dengan wilayah kerajaan Mordan?" batin Louisa
"Kau mengetahui kelompok ini?" tanya Landen memandang kearah Louisa
"Tahu Paman. Sebelumnya kelompok ini ada di perbatasan wilayah Gordon dengan kerajaan Mordan. Mereka membuat cukup banyak kekacauan disana. Karena itulah beberapa bulan yang lalu Raja Peter pergi ke kerajaan Mordan, membicarakan kerja sama untuk menumpas kelompok marcego Pleto"
"Apa begitu sulit mengatasinya sampai harus melakukan kerja sama dua kerajaan?" tanya Landen cemas. Dia membayangkan jika raja Peter saja kesulitan, jadi bagaimana dengan mereka?
"Tenang saja paman.. tidak sesulit itu. Aku turun dulu"
"Louisa jangan turun.."kata Sofia cemas takut terjadi sesuatu pada keponakannya.
"Masalah ini tidak akan mampu dihadapi kepala pengawal saja. Yang berdiri didepan hanya paling hanya sepertiga dari anggota mereka. Yang lain sedang menunggu pergerakan kita dengan bersembunyi disekitar pohon disepanjang jalan"
"Jika begitu, aku ikut turun juga" kata Landen cemas.
"Paman cukup di atas kereta saja, jaga bibi."
"Tapi Lorine ..."
"Aku memiliki darah garis keturunan keluarga Bruswick. Paman dan bibi mengertikan maksudku?"tanya Louisa.
Landen dan Sofia mengangguk pasrah, dan akhirnya membiarkan Louisa turun dari kereta.
Keluarga Bruswick, berasal dari benua barat. Selain terkenal sebagai pedagang hebat lintas benua, keluarga Bruswick juga terkenal sebagai keluarga penyihir. Karena memiliki kemampuan sebagai penyihir lah, Lorine mampu menyelesaikan banyak persoalan kerajaan Gordon bahkan sebelum ia menjadi permaisuri.
Louisa berjalan ke kereta kuda yang ditumpangi Reneisme. Reneisme yang sedari tadi mengeluarkan kepalanya dari jendela kereta untuk melihat keadaan, segera turun begitu melihat Louisa berjalan mendekat.
"Nona..."katanya
"Ada berapa orang mereka Bu Ren?" tanya Louisa.
Reneisme memiliki kemampuan yang menakjubkan, ia mampu mendeteksi aura panas tubuh seseorang dalam jarak seratus meter. Sehingga di kelompok the power of night ia dipanggil Pitão atau ular piton.
__ADS_1
"Dua puluh lima orang nona. Sepuluh orang bersenjata gada, sepuluh orang membawa kapak dan ada lima orang bersembunyi diatas pohon memakai panah"
"Ternyata cukup banyak, tiga puluh lima orang. Pantas saja mereka berani menghadang walaupun tahu kita memiliki jumlah pengawal yang banyak" kata Louisa. "Tapi sayangnya mereka berurusan dengan kelompok yang salah"batin Louisa
"Bu Ren, tandai para pemanah"
Reneisme merapal mantra, dan segera lima ekor kunang kunang terbang menuju lima pohon yang cukup tinggi.
"Lightning.."panggil Louisa pada seorang pengawalnya yang bersenjatakan panah.
"Iya ketua"
"Habisi para pemanah yang telah ditandai begitu aku memberikan tanda" kata Louisa yang yakin akan lebih mudah mengalahkan para bandit jika tidak ada kekhawatiran kepala terkena sasaran panah musuh.
"Baik ketua"
Louisa berjalan mendekati kepala pengawal.
"Kepala, bagaimana kepadanya?"
"Mereka belum melakukan apapun. Dari tadi para pengawal kita hanya berhadap hadapan dan saling memprovokasi dengan para bandit. Mereka sepertinya tengah menunggu sesuatu makanya belum menyerang"
"Mereka menunggu hari semakin gelap, karena itu akan semakin menyulitkan kita. Kepala, tarik semua pengawal Lembah angin. Biar para pengawalku saja yang menghadapi mereka"
"Tapi nona..."
"Sebelum hari benar benar gelap kita sudah harus mengalahkan mereka. Jika tidak kita akan habis mereka bantai"
"Baik nona" kata kepala pengawal."Aku sedikit bingung dengan nona Lorine, kenapa begitu takut, padahal bandit-bandit cuma sepuluh orang" pikirnya.
Kepala pengawal memberi kode kepada anak buahnya agar mundur dan menjaga kereta.
Para bandit yang menghadang mereka tertawa terbahak bahak melihat mundurnya sebagian pengawal, dan hanya menyisakan lima belas orang pengawal saja. Mereka berpikir rombongan yang hendak mereka rampok tidak mengetahui para penyergap yang bersembunyi dibalik pepohonan sehingga berani hanya meninggalkan lima belas orang saja untuk melawan mereka.
Tawa mereka semakin menjadi saat melihat dua orang wanita, dimana satu orang memakai cadar berdiri tepat ditengah tengah pengawal itu.
"Hei nona bercadar. Aku yakin wajahmu sangat cantik. Aku akan membatalkan tuntutanku dan melepaskan rombonganmu, asalkan kau mau menjadi isteriku. Bagaimana?"kata pimpinan bandit itu yang diikuti tawa anak buahnya.
"Sekarang!" perintah Louisa yang langsung diikuti dengan melesatnya anak anak panah menuju pepohonan yang telah ditandai oleh Reneisme sebelumnya.
__ADS_1
Bruk!
Satu orang tiba tiba jatuh dari pohon.
Bruk! Bruk!! Diikuti dengan jatuhnya empat orang lainnya.
Gerakan cepat itu membuat kelompok bandit itu terkejut bukan main. Mereka tidak menyangka jika persembunyian anggota pemanah mereka sudah ketahuan.
Serang!! Serang!!!!
Terdengar teriakan berulang ulang dari para bandit yang panik, dan tidak lama kemudian bandit yang semula bersembunyi dibalik pohon mulai menampakan diri sambil mengacungkan senjata masing masing ..
"Shield!" perintah Louisa
Segera anggotanya membentuk posisi bertahan setengah lingkaran , dengan posisi empat orang pemanah sebagai penyerang jarak jauh yang berada di barisan kedua. Keempat pemanah menyerang bergantian, dimana ketika dua orang selesai melepaskan anak panah dan mengambil anak panah gantinya, maka giliran dua orang lainnya melepaskan anak panah. Sehingga seolah olah panah tidak pernah terputus terbang kearah para bandit, yang memberikan mereka jeda untuk menyerang jarak dekat. Itu berlangsung sampai anak panah keempatnya habis.
Dalam waktu sekejab, sepuluh orang bandit tumbang terkena anak panah dibagian vital tubuhnya. Sementara yang lain banyak yang terluka. Hanya pemimpin bandit yang tidak terkena anak panah sama sekali karena menghalau panah yang datang menggunakan pedang ditangannya.
Dan itu membuatnya sangat marah, dan menatap tajam kearah Louisa. Karena dia tahu Louisalah pemimpin rombongan itu.
"Matilah kau wanita jahanam!!! teriaknya sambil berlari kearah para pengawal.
Gerakannya diikuti para bandit lainnya walaupun dengan luka ditubuh mereka, bahkan ada beberapa membiarkan anak panah tetap menancap di tubuh mereka.
Akhirnya pertarungan jarak dekatpun tidak terelakkan lagi.
Trang!!!
Trang!!!
Terdengar suara dentingan suara tajam beradu dimana mana. Pedang beradu dengan pedang, gada beradu dengan gada, dan kapak beradu dengan kapak.
Kekuatan para bandit patut diacungi jempol, dengan tubuh yang terluka mereka mampu memberikan perlawanan yang sengit.
Pemimpin bandit sangat bernafsu untuk membunuh Louisa, tapi terhalang oleh Reneisme dan seorang pengawal yang bekerja sama. Louisa sendiri merapal mantra pengunci gerakan. Sehingga gerakan bandit menjadi terbatas dan memudahkan pengawal melumpuhkannya.
Tiga jam mereka bertempur, meninggalkan lima orang bandit yang masih memberikan perlawanan sengit, termasuk si pemimpin. Reneisme sudah kelelahan, dan saat dia sedikit lengah pedang si pemimpin menebas lengan kirinya meninggalkan luka yang cukup dalam, dan seketika ia terjatuh saat kakinya ditendang keras oleh pemimpin bandit.
"Ibu Ren.....!!"seru Louisa
__ADS_1