Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Keputusan Raja Peter yang dipertanyakan


__ADS_3

Setelah empat hari berada di istana Gordon, rombongan kerajaan Kite memutuskan untuk kembali . Tapi Raja Peter meminta penangguhan selama tiga hari lagi.


Ia mengirimkan undangan kepada dewan kerajaan. Saat leluhur Kendrick bertanya, ia hanya mengatakan ingin mengumumkan tentang pencopotan gelar selir dari Diba Renzo.


Karena menurut leluhur itu memang diperlukan, jadi dia tidak mempermasalahkannya.


Acara pertemuan itu juga dihadiri ketiga perwakilan dari Kerajaan Kite. Pangeran Niko, Count Desmo dan Countess Rery. Juga Autum yang duduk dipangkuan Countess Rery.


Kehadiran mereka menjadi pertanyaan dalam hati anggota dewan yang hadir. Tapi mereka menahan pertanyaan mereka didalam hati, dan menunggu penjelasan dari Raja Peter.


Sementara Raja Peter duduk didampingi leluhur Kendrik dan ibu suri Anita.


Setelah acara dibuka, Raja Peter mulai menjelaskan maksud undangan kehadiran para dewan kerajaan.


"Para anggota dewan yang terhormat, adapun maksud dan tujuan pertemuan ini untuk mengumumkan dua hal. Pertama, mencopot gelar selir ketiga kepada Diana Cornor karena ada beberapa penipuan disana sehingga tidak ada kepantasan baginya untuk menyandang gelar tersebut . Nama aslinya adalah Diba Renzo dan merupakan seorang warga kerajaan Kite. Berbeda dengan pengakuan dan token identitas yang dibawanya sebagai warga kerajaan Mordan. Adapun mengenai hukuman yang dijatuhkan kepadanya, selain pencabutan gelar juga pengusiran dari Kerajaan Gordon. Dan selama hidupnya dilarang memasuki wilayah kerajaan Gordon."


Terdengar kasak kusuk diantara para anggota dewan. Beberapa anggota dewan yang tahu penghianatan Raja Peter kepada Permaisuri Lorine mulai mencibir. Terutama beberapa anggota dewan perempuan.


"Yang kedua. Mengenai puterinya Autum. Autum dilahirkan dan dibesarkan didalam istana Gordon. Dan walaupun aku tahu jika Autum bukan putri kandungku , tapi aku sangat menyayanginya. Karna ia kemudian akan diserahkan kembali kepada keluarga ayah kandungnya, aku ingin ia tetap dianggap sebagai salah satu Puteri kerajaan Gordon. Dan dengan ini aku Raja Peter, penguasa kerajaan Gordon memutuskan mengangkat dan memberikan gelar kepada Autum Enland sebagai Puteri kehormatan kerajaan Gordon. Dengan ini telah diputuskan dan tidak akan dapat diubah lagi dikemudian hari" kata Raja Peter


Semua anggota dewan kerajaan terkejut, termasuk perwakilan kerajaan Kite. Leluhur Kendrick berdiri, matanya menyimpan amarah yang sangat besar. Ibu suri Anita cemas melihatnya. Selama berpuluh tahun tinggal di istana Gordon, tidak sekalipun ia melihat tatapan mata penuh amarah leluhur Kendrick yang demikian.


Begitu leluhur Kendrick pergi tanpa permisi, ibu suri Anita segera menyusul setelah mengumpat Raja Peter.


"Dasar anak bodoh. Kau akan segera mengetahui kekacauan apa lagi yang telah kau perbuat. Setelah melepaskan mereka pergi, segera datang ke istana leluhur. Mohon ampun kepada leluhurmu" katanya sambil membungkukkan badan kepada para anggota dewan yang berdebat.


Raja Peter memasang wajah datar walaupun ia tahu apa yang dilakukannya akan mengundang reaksi keras sebagian besar anggota dewan. Tapi dalam hatinya ia sebenarnya sangat khawatir dengan reaksi yang ditunjukkan leluhur Kendrick.


Sebelumnya ia sudah menduga leluhur Kendrick akan marah atas keputusannya, tapi ia mengira hanya akan ada kemarahan kecil. Tapi saat sekilas ia melihat mata penuh amarah leluhur Kendrick, ia tahu itu akan sangat sulit dihadapi.


Setengah jam kemudian, pertemuan selesai. Dan ia mengantarkan perwakilan kerajaan Kite dan juga putri Autum ke kereta kuda yang telah menunggu mereka.

__ADS_1


Ia memeluk Autum erat.


"Ayah sudah melakukan apa yang bisa ayah lakukan. Ingatlah, sampai kapanpun Autum tetaplah puteri kesayangan ayah. Dengar yang ayah katakan?" tanyanya sambil memandang wajah Autum.


"Dengar ayah" jawab Autum


"Belajar yang baik. Dengarkan apa kata kakek dan nenek. Di rumah nenek dan kakek, semua akan menyayangi dan mencintai Autum. Jika nanti ayah ada waktu, ayah akan datang mengunjungi Autum"


"Iya ayah"


"Count Desmo dan Countess Rery aku titip Autum. Didik dia dengan benar, agar sifat ibunya tidak menurun kepadanya. Aku berharap suatu saat nanti jika aku bertemu dengannya lagi, sikapnya sudah mencerminkan sikap keturunan Enland yang terhormat" kata Raja Peter


"Pasti Yang Mulia.." jawab count Desmo


Setelah berbasa-basi sebentar dengan pangeran Niko, Raja Peter melepaskan mereka pergi.


Rombongan itu telah menghilang dari pandangan mata, tapi Raja Peter masih berdiri ditempatnya.


"Yang Mulia.." panggil Huber


Raja Peter menoleh.


"Ada apa Huber?"


"Mereka sudah pergi setengah jam yang lalu Yang Mulia"


"Oh.. aku tahu Huber. Ayo Huber kita makan dahulu. Setelah ini aku harus pergi ke kediaman leluhur. Dan mungkin besok pagi baru keluar atau bisa juga sampai beberapa hari Huber. Selama aku dikediaman leluhur, urusan pekerjaan kuserahkan kepadamu Huber"


"Baik Yang Mulia" kata Huber yang mendengar dari anggota dewan apa yang telah dilakukan Raja Peter dan juga tahu kemarahan leluhur Kendrick.


Mereka berjalan masuk kedalam istana, dan Raja Peter memakan makanan dengan lahap seolah itu adalah makanan terakhirnya.

__ADS_1


Huber hanya memandang Raja Peter dengan pandangan iba, dalam hati ia bertanya tanya kapan kebahagiaan akan mendekati tuannya lagi.


.


.


Raja Peter berjalan santai menuju istana leluhur. Kedatangan disambut Lion didepan pintu masuk.


"Yang Mulia... anda tidak diijinkan masuk oleh Tuan. Sebaiknya anda kembali saja. Tunggu kabar dari ibu suri Anita. Beliau masih didalam sedang berusaha membujuk, Tuan. Jangan tambah kesulitan beliau" kata Lion


"Tapi paman, sebagai paman tolong katakan padaku. Apakah yang kulakukan itu salah?"


"Kesalahan yang sangat besar Yang Mulia.. Sepertinya Anda tidak tahu apa yang telah anda lakukan. Tapi aku tidak berhak memberikan penjelasan. Biarkan anda mendengar dari ibu suri atau dari Tuan" kata Lion lagi


"Baik paman. Aku pergi dahulu.." kata Raja Peter dan kembali ke ruang kerjanya.


Kedatangannya disambut Huber dengan keheranan.


"Yang Mulia..."


"Jangan bicara dahulu Huber.." katanya sambil duduk dikursinya kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Ia bekerja dengan sangat serius sampai larut malam dan bahkan melewatkan jam makan malam.


Setelah tubuhnya terasa sedikit lemas, baru ia pergi meninggalkan ruang kerjanya dan masuk kedalam kamarnya. Dua orang pelayan datang membawa makanan hangat kepadanya tapi ia hanya memakannya sedikit sebelum pergi tidur.


Pagi harinya ia bangun dengan lesu. Saat sarapan kedua selirnya memandangnya dengan bingung.


"Yang Mulia, apakah anda kurang enak badan? Anda terlihat sangat lesu pagi ini. Ijinkan aku memanggil tabib istana untuk anda" kata Selir utama Natasha


"Aku baik baik saja Natasha. Tidak perlu memanggil tabib" kata Raja Peter

__ADS_1


"Aku punya resep untuk membuat tubuh lebih segar dan bersemangat. Nanti setelah sarapan aku akan menggodoknya sebentar, dan mengantarkannya je ruang kerja Yang Mulia" kata selir kedua Violet.


"Terima kasih selir Violet"


__ADS_2