
"Amber....."teriak ibu suri tertahan.
Bercerita pada Amber bukannya mengurangi rasa gusar dihatinya, tapi malah membuatnya semakin kesal. Jelas hubungannya dengan Amber berbeda dengan hubungan Lorine dengan Reneisme. Lorine cenderung terbuka dalam semua hal kepada Reneisme.
Sangat berbeda dengan hubungan Ibu Suri Anita dengan Amber. Walaupun Amber merupakan salah satu orang kepercayaan ibu suri Anita tapi banyak rahasia yang disembunyikannya dari Amber. Salah satunya adalah keterlibatan ibu suri dengan tragedi yang dialami Lorine.
Sama seperti Louisa yang berpikir ibu suri mengetahui tragedi itu dari raja Peter, Amber pun memiliki pemikiran yang sama. Padahal raja Peter tidak pernah bercerita tentang hal itu dan belum memiliki kesempatan untuk sekedar berbincang dengan ibu suri lagi sejak tragedi itu terjadi.
Tok..tok..tok..
Terdengar suara ketukan pintu ruangan, sebelum akhirnya pintu dibuka.
"Ibu Suri aku tidak berjumpa dengan petugas Shine, tapi aku membawa petugas Raven"
"Amber kamu siapkan air mandi dan makan malamku" katanya dengan maksud agar Amber keluar dari ruangan.
"Baik ibu suri"
Setelah Amber keluar.
"Bertha suruh petugas itu masuk"
"Baik ibu suri. Apa aku harus menunggu diluar ibu suri?" tanyanya karena merasa yang mau di bicarakan Ibu Suri adalah hal yang bersifat rahasia.
"Tidak usah Bertha. Kau disini saja"
"Baik ibu suri"
Pelayan Bertha keluar sejenak dan masuk kembali membawa petugas Raven dari departemen pertahanan.
"Perkenalkan namamu ..."katanya begitu pria itu memasuki ruangan, bahkan sebelum pria itu memberikan salam.
"Salam Ibu suri. Perkenalkan namaku Raheem tapi memiliki julukan Raven. Aku sudah delapan tahun menjadi prajurit kerajaan, tapi baru setahun terakhir bergabung dengan departemen pertahanan"
"Aku tadinya mencari Shine. Kemana dia? Ada misi?"
"Bukan ibu suri. Senior Shine telah keluar dari departemen pertahanan. Sejak awal senior Shine adalah petugas perbantuan untuk departemen pertahanan"
"Siapa yang memasukkan dia sebagai tenaga bantuan?"
__ADS_1
"Permaisuri Lorine ibu suri"
"Bagaimana bisa?"
"Senior Shine adalah anak buah langsung Permaisuri Lorine, ibu suri. Artinya dia tidak terikat dengan kerajaan, tapi terikat dengan permaisuri. Jadi begitu permaisuri keluar dari istana, otomatis Senior Shine juga keluar dari istana"
"Apa Lorine membawa semua anggotanya keluar dari istana?" ada kekhawatiran dalam pertanyaannya.
"Tidak ibu suri. Selain sepuluh orang yang memang direkrut sebelumnya dari prajurit kerajaan dan merupakan petugas resmi kerajaan, beliau juga meninggalkan dua puluh orang anak buahnya. Dan sudah diterima resmi oleh Jendral Besar Nico menjadi petugas resmi kerajaan"
Ibu Suri agak sedikit lega mendengarnya, karena ia tahu betul kinerja petugas departement pertahanan. Ibu suri sebelumnya pernah meminta bantuan informasi tapi waktu itu permaisuri Lorine membawa seseorang bernama Shine dan memperkenalkannya sebagai seorang petugas pada departemen pertahanan. Dari situlah ibu suri mengenal Shine, tapi tidak tahu jika itu anggota langsung Lorine. Informasi yang begitu rahasia dapat diperolehnya hanya dalam waktu sekejab.
"Apakah kemampuanmu sama dengan Shine?"
"Mungkin saya tidak secepat Senior Shine ibu suri. Tapi untuk saat ini, di departement pertahanan saya salah satu yang dapat diandalkan"
"Baiklah. Kamu selidiki istana hutan bambu. Apa yang ada di sana, dan bagaimana ada disana. Sebelum matahari beranjak naik besok, aku ingin sudah mendapat kan laporan darimu"
"Baik ibu suri. Saya akan langsung bergerak. Saya permisi.."
Sepeninggal Raven, ibu suri ibu suri terduduk dalam diam.
"Bertha, kamu lebih tua dariku. Kamu juga memiliki putra dan putri. Berikan aku jawaban yang jujur menurut pendapatmu. Seberapa bodoh tindakan putraku dengan menceraikan isterinya. Dan seberapa besar kekuatan kerajaan yang hilang dengan kepergian Lorine dari Gordon?"
"Kamu benar Bertha, aku juga merasakan hal yang sama. Aku mau membersihkan diri, setelah itu kamu temani aku makan malam. Aku sedang tidak ingin makan sendiri"
"Baiklah ibu suri"
*****
Besok paginya di ruang kerja ibu suri
Ibu suri sangat gelisah karena belum juga mendapat kabar dari petugas Raven. Semua pekerjaannya diserahkan kepada Amber dan Bertha karena ia sama sekali tidak dapat fokus pada pekerjaannya.
Tok..tok..tok ...
Dengan tidak sabar ia membuka pintu tanpa menunggu Amber yang biasanya membukakan pintu.
"Salam ibu suri..."kata Raven yang sedikit terkejut ibu suri sendiri yang membukakan pintu.
__ADS_1
"Akhirnya kau datang. Masuk"katanya sambil mengambil berkas dan menyerahkannya pada Amber.
"Amber, tolong kamu bawa berkas ini ke petugas Zim. Katakan padanya agar dikirim ke departemen pekerjaan umum. Harus langsung diserahkan kepada kepala departemen, agar segera ditangani"
"Baik ibu suri"
Begitu Amber keluar dari ruangan
"Sekarang laporan mu Raven..."
"Ibu suri, yang tinggal di istana bambu hitam adalah seorang perempuan berusia sekitar dua puluh tiga sampai dua puluh lima tahun. Menurut informasi yang saya dapatkan, perempuan itu bernama Diana Cornor. Ia dibawa Dutch Philip dan diperkenalkan sebagai keponakannya. Tapi saya sedikit ragu tentang hal ini ibu suri karena perempuan itu tidak memiliki tampilan fisik yang mirip dengan Dutch Philip maupun isterinya. "
"Kenapa kamu berpendapat demikian?"
"Dutch Philip maupun istrinya mempunyai kulit berwarna putih khas masyarakat benua tengah pada umumnya dan berambut hitam lurus. Sedangkan perempuan itu mempunyai kulit berwarna kekuningan dengan rambut hitam bergelombang.."
Ibu suri menangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Baik, lanjutkan"
"Perempuan itu datang bersamaan dengan kepulangan Yang Mulia Raja Peter dan Dutch Philip dari kerajaan Mordan"
"Berambut hitam bergelombang, itu memang ciri khas masyarakat Mordan. Tapi warna kulit kekuningan biasanya dari benua timur"
"Dan ada satu lagi informasi yang paling penting. Diketahui Yang Mulia Raja Peter beberapa kali terlihat mendatangi istana bambu hitam, dan ada yang mengaku melihat seorang pria memakai topeng dengan tampilan fisik seperti Yang Mulia mendatangi istana bambu hitam ditengah malam dan pulang menjelang pagi"
"Apa!"teriak ibu suri tanpa sadar. Dadanya terasa sesak seketika.
"Ada yang lain?"tanyanya lagi setelah agak tenang.
"Tidak ada lagi ibu suri"jawab Raven
"Baiklah kamu bisa pergi. Jangan sampai orang lain tahu masalah ini. Ini upahmu"katanya sambil memberikan sebuah kantong penyimpanan uang.
"Saya permisi Ibu Suri" segera petugas Raven pergi dari ruangan itu.
"Ahh ......!!!!"teriak ibu suri marah.
"Tenanglah ibu suri"kata Bertha
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa tenang Bertha. Aku telah melakukan kesalahan besar."
Aku harus menjumpai anak bodoh itu"katanya dengan semangat menggebu gebu menuju ruang kerja raja.