
Kota Alma
Hari beranjak sore. Sinar matahari yang hampir terbenam menampilkan cahaya yang indah di bulir bulir gandum yang hampir menua, membuat siapapun akan menyempatkan waktunya untuk sekedar menikmati keindahan alam ini jika melihatnya. Jika tidak ada halangan ini merupakan panen kedua setelah bencana kemarau berakhir.
Di gedung administrasi, Louisa masih sibuk memeriksa sejumlah permintaan sejumlah bibit dan bahan pangan dari menteri pertanian yang akan disalurkan ke seluruh penjuru kerajaan Lembah Angin. Light dan Shadow juga terlihat membantunya. Dari ke enam anggotanya, yang aktif ikut dengannya hanya Shine. Sementara Light dan Shadow walaupun membantu di pertanian, tetapi setelah menikah meng
empati kediaman sendiri. Tapi Shine tidak membantu di gedung administrasi, melainkan melatih anggota the power of night dan juga Lucio.
"Nyonya... !" terdengar teriakan seorang penjaga dengan nafas terengah engah memasuki gedung administrasi.
Shadow melihat dengan wajah penjaga dengan wajah yang tidak senang.
"Kemana sopan santunmu..! Apa ada musuh yang menyerang makanya kau masuk tanpa permisi..!" sentak Shadow.
"Maaf senior..." kata penjaga itu ketakutan melihat kemarahan Shadow.
"Katakan ada apa?" tanya Louisa
"Nyonya, penjaga menara mengabarkan sekitar satu kilometer ada pasukan dengan bendera Gordon datang kemari" lapor sang penjaga.
"Kira kira berapa banyak?" tanya Shadow
"Menurut penjaga menara, sekitar 300 sampai 500 orang. Dan ada satu kereta kuda istana"
"Apa mungkin leluhur Kendrick?" tanya Light
"Kukira bukan sayang, leluhur Kendrick selalu datang paling membawa kedua pengawalnya saja. Aku lebih menduga itu Yang Mulia Raja Peter" kata Shadow
"Hmm... bagaimana menurut Ketua?"
"Aku sependapat dengan Shadow. Melihat banyaknya prajurit, apalagi membawa bendera kerajaan juga aku yakin itu Peter. Shadow, pergi ke gerbang utama untuk menyambut kedatangan mereka " kata Louisa
"Baik Ketua. Penjaga ayo ikuti aku..." kata Shadow
"Iya senior.. Nyonya saya permisi"
"Iya pergilah..."
"Ketua, apa anda sudah siap?" tanya Light sambil melihat wajah Louisa dengan serius
"Mempertemukan Peter dengan Lucio? .." tanya Louisa kembali
__ADS_1
"Maksudku bertemu kembali dengan Raja Peter.."
"Hmm... Harus siap. Bagaimanapun juga, mau atau tidak harus tetap bertemu"
"Apakah Ketua yakin kembali ke istana Gordon? Maksudnya kembali menjadi permaisuri Gordon?" tanya Light dengan hati hati
"Aku tidak yakin Light. Sejujurnya aku tidak yakin. Tapi demi Lucio aku ingin mencoba..."
"Aku hanya tidak ingin Ketua kembali menderita, dan saat itu kami tidak lagi ada disisimu. Shadow berencana pulang setelah perang ini selesai. Keluarga di benua Barat sudah mendesak, karena leluhur mereka sedang sakit parah" kata Light dengan sedih.
"Yakinlah aku bisa menjaga diri. Tidak usah mencemaskan aku. Masih ada Shine tempatku berbagi"
"Iya, beberapa waktu lalu aku mendengar pembicaraan senior Shine dengan Shadow. Sepertinya beliau juga ragu jika Ketua kembali memasuki istana Gordon"
"Iya, Shine sudah membicarakannya denganku. Demi Lucio aku ingin memberikan Peter kesempatan sekali lagi. Karena itu saat Lucio nanti kembali ke Gordon, aku ikut untuk melihat keadaan istana Gordon sekarang. Jika ada hal yang tidak memungkinkan, aku akan mundur. Dan aku yakin Lucio juga akan mengerti"
"Iya, Tuan Muda Lucio sangat dewasa pemikirannya"
Saat mereka berbincang di luar mulai terdengar suara derap kaki sepatu kuda. Louisa dan Light dan juga sejumlah pekerja di gedung administrasi keluar dan menunggu di depan pintu masuk.
Tidak lama kemudian rombongan besar itu sampai, dan sebuah kereta mewah dengan lambang kerajaan Gordon berhenti tepat di depan gedung. Tampak Shadow yang memimpin rombongan melompat turun dari kudanya dan menghadap Louisa dan memberikan hormat"
"Kunjungan mereka diterima.." jawab Louisa
Shadow kembali menjumpai pimpinan rombongan kerajaan Gordon.
Tidak lama kemudian tampaklah seorang pria tampan dan berwibawa turun dari kereta kuda. Dialah Raja Peter. Sejenak matanya terlihat ia sedikit gugup saat melihat Louisa yang mengenakan cadarnya, tapi ia segera kembali biasa kembali dan tersenyum.
Louisa maju menyambutnya.
"Salam kepada Yang Mulia Raja Peter dari GORDON. Selamat datang di Lahan Pertanian Louisa kami yang sederhana. Ijinkan saya menjamu Yang Mulia..." kata Louisa
"Terima kasih atas sambutannya. Maaf jika kedatangan rombongan kami mengganggu kalian" kata Raja Peter
Sebenarnya Raja Peter sedikit ragu akan identitas Louisa. Informasi yang didapatkannya dari Hinom, Puteri Lorine ada di kota Alma tepatnya dilahan pertanian ini dan berharap jika sang puterilah yang menyambut kedatangannya. Dan samar tadi juga ia mendengar jika Shadow memanggil perempuan bercadar didepannya memanggilnya Nyonya.
Jadi puteri Lorine ada dimana? Itu yang menjadi pertanyaan dibenak Raja Peter.
Louisa membawa Raja Peter yang dikawal Jendral Besar Niko kedalam ruang pertemuan.
"Silahkan duduk Yang Mulia. Silahkan Jendral Besar" kata Louisa
__ADS_1
Raja Peter menjelaskan maksud kedatangannya berkunjung. Selain ingin membahas tentang sistem pertanian terpadu yang diterapkan dilahan pertanian Louisa, ia juga secara luas dan terus terang mengatakan ingin bertemu dengan Puteri Lorine.
"Jika Yang Mulia ingin bertemu dengan Puteri Lorine, nanti saya pribadi yang akan mengantarkan Yang Mulia dan Jendral Besar untuk bertemu" kata Louisa dengan makna tersirat
"Terima kasih Nyonya Louisa " kata Raja Peter tanpa sedikitpun curiga jika orang yang dibicarakan adalah orang yang sama dengan yang ada dihadapannya.
Light dan Shadow yang mendampingi saling berpandangan, dan sedikit heran dihatinya. Dalam hati bertanya tanya mengapa Raja Peter tidak sedikitpun mengenal Louisa. Apakah setelah sekian tahun sosok Puteri Lorine sudah benar benar hilang dari benaknya. Jika Light dan Shadow itu mungkin saja baik Raja Peter atau Jendral Besar Niko tidak kenal karena selama di Gordon mereka selalu memakai cadar hitam agar tidak dikenali.
Saat sedang asik berbincang tiba tiba seorang anak laki laki dengan wajah berkeringat masuk setelah mengetuk pintu..
"Mama aku sudah selesai. Kita pulang?" tanyanya tapi kemudian sedikit terkejut saat melihat tamu ibunya.
"Salam hormat Yang Mulia Raja Peter. Selamat datang di Lahan Pertanian Louisa.. Perkenalkan yang muda ini bernama Lucio, putera Nyonya Louisa" katanya sambil membungkukkan sedikit badannya dan tampak sedikit kerinduan dimatanya.
Raja Peter terkejut dan tersenyum, dan ada sedikit rasa berdesir dihatinya saat melihat Lucio. Jendral Besar Niko melihat Lucio dan entah mengapa ia merasa sedikit familier.
"Salam jumpa Tuan Muda Lucio." balasnya
"Pulanglah duluan dengan kakek Shine. Sampaikan kepada pelayan Jane kita ketangan tamu" kata Louisa
"Baik, Ma. Yang Mulia, saya undur diri. Sampai jumpa dirumah.." katanya sambil kembali membungkukkan badannya dan segera berlari dengan semangat.
Tidak lama kemudian terdengar suaranya diluar
"Kakek Shine, kata Mama kita pulang duluan. Yang Mulia Raja Peter nanti datang berkunjung. Ayo.. kakek... aku harus mandi dahulu...!"
"Sabar... bersikaplah seperti Tuan muda. Ini tingkahmu seperti anak gadis yang gelisah menunggu kekasihnya datang saja, salah tingkah..." terdengar suara Shine
Raja Peter dan Jendral Besar Niko tersenyum mendengarnya. Louisa, Light dan Shadow geleng geleng kepala.
"Maafkan sikap puteraku Yang Mulia. Dia sangat mengidolakan anda makanya sikapnya seperti tadi saat melihat anda" kata Louisa
"Tidak apa apa.. Anda sangat beruntung Nyonya. " kata Raja Peter sambil tersirat sedikit rasa iri dihatinya.
"Iya, saya sangat beruntung Yang Mulia. Lucio anak yang baik dan sangat pengertian" balas Louisa
"Anda mengatakan saya idola putera anda. Dari mana putera anda mengetahui tentang saya?"
.
...
__ADS_1