
Louisa sangat bersemangat menjumpai kepala keuangan Willi Donzen. Selesai sarapan, ia segera bergegas ke balai kota.
Tap...tap..tap..
Langkah kakinya kakinya terdengar bergema di lorong balai kota. Beberapa pelayan tampak sibuk menghias balai kota untuk persiapan perayaan nanti. Walaupun yang menjadi pusat upacara nantinya adalah alun alun kota, tapi tetap akan ada pertemuan pertemuan penting yang dilakukan di balai kota.
Tok..tok..tok...
"Selamat pagi paman.."sapanya pada kepala Willi Donzen.
"Ah nona sudah datang. Sebentar saya bereskan beberapa berkas, setelah itu kita pergi kediamanku. Saudaraku menunggu disana. Apakah nona tidak keberatan?"
"Tentu tidak paman. Lagi pula, kita menunggu Ibu Ren datang."
"Nona Reneisme ikut?"
"Iya paman. Aku dilarang pergi sendirian. Tadinya mau membawa Light, tapi Light sibuk membantu untuk penempatan pengawal untuk upacara nanti"
Tok...tok...tok..
"Nona Reneisme... silahkan duduk. Sebentar..."kata Willi Donzen agak gugup saat melihat kedatangan Reneisme.
Louisa dapat merasakan kegugupan Willi Donzen, tapi memilih pura pura tidak tahu.
"Sudah selesai. Kita berangkat sekarang" katanya dengan semangat.
Louisa dan Reneisme saling melirik dan tersenyum. Mereka berjalan keluar dari balai kota.
"Sebentar nona nona. Tunggu disini, saya mengambil kereta kuda terlebih dahulu" katanya sambil setengah berlari ke arah belakang balai kota.
Tidak berapa lama, ia datang membawa sebuah kereta kuda. Bahkan kepala Willi sendiri yang menjadi kusirnya. Hal ini menimbulkan tawa Louisa dan Reneisme.
"Paman... kenapa paman yang menjadi kusirnya. Kusirnya kemana?"
"Maaf nona..tadi karena buru burunya, saya lupa membangunkan kusir. Jadi saya membawa kereta kuda dari rumah tanpa kusir. Jadi ijinkan saya yang menjadi kusir kalian"
"Baiklah Paman. Ayo ibu.."
Mereka naik ke kereta kuda dan kepala Willi menjadi kusirnya.
Kediaman kepala Willi memang tidak berada di kompleks keluarga Valley. Karena yang Willi bukan keluarga inti Valley, tapi keluarga Donzen.
Sekitar lima belas menit kemudian mereka sampai dikediaman Willi. Sebuah bangunan lumayan besar dan luas tapi berbentuk sederhana. Di halaman tampak beberapa orang sedang melihat beberapa kotak yang diletakkan diatas sebuah meja.
"Nona nona kita sampai" kata Willi sambil menghentikan laju kereta.
__ADS_1
Segera Louisa dan Reneisme turun dari kereta. Seorang pria datang mendekati mereka.
"Tuan, kukira kereta kudaku hilang. Sebab saat aku bangun, kereta dan kuda tidak terlihat. Untung Nona Willa mengatakan melihat tuan membawanya."
"Maafkan aku Kua. Aku tadi begitu buru buru. Saat kulihat kau masih tertidur, jadi kubawa saja. Itu, bawa kereta serta kudanya ke belakang."
"Baik tuan"
"Nona, mari saya kenalkan dengan saudara perempuan saya "
Louisa dan Reneisme mengikuti Willi menjumpai orang orang yang ada dihalaman rumahnya yang sedari tadi memperhatikan kedatangan mereka.
"Nona, kenalkan ini kakak perempuan saya."
"Salam nona Lorine. Saya Willa kakak Willi. Kami saudara kembar"
"Salam jumpa bibi Willa. Selamat datang di kota Hinom"kata Louisa.
"Dan ini pasti nona Reneisme. Salam kenal nona, adik saya sangat mengagumi anda. Dia banyak bercerita tentang anda, dan yang dia katakan memang benar"katanya sambil tersenyum, kata katanya membuat Louisa dan Reneisme terkejut.
Mereka melihat ke arah kepala Willi yang mukanya sudah memerah.
"Salam kenal juga nona Willa. Senang berjumpa dengan anda."
"Dia bilang nona Reneisme sangat anggun dan cantik serta..."
"Nona Lorine mari kita lihat pesanan anda"kata Willi memotong pembicaraan karena begitu gugup.
"Ha...ha...ha..." tawa Lorine pecah melihat tingkah kepala Willi yang terlihat malu, ditambah wajah Reneisme pun memerah menjadi pembicaraan.
"Ayo paman..."katanya setelah tawanya reda.
Mereka mendekati kotak kotak yang diletakkan di atas meja di tengah halaman.
Didalam kotak masing masing terdapat dua ekor burung. Satu kotak berisi burung elang, dan yang satunya lagi berisi burung hantu atau Owl.
"Silahkan nona memilih yang nona inginkan."kata Willa
"Tolong jelaskan masing masing bibi."
"Kotak ini berisi burung hantu atau Owl. Yang abu abu ini namanya Strix. Merupakan jenis Owl besar, bisa berburu disiang hari, bisa berenang, juga mempunyai jarak terbang yang jauh."
"Yang abu abu putih namanya Tyto. Dia berburu dimalam hari. Burung ini adalah pemangsa dan penangkap tikus bintang dan vole atau tikus gemuk yang akan sangat berguna bagi petani. Sepasang burung hantu bisa memakan hingga 6.000 tikus per tahun. Kami di Kota Sky bekerjasama memasang kotak-kotak untuk burung hantu agar bisa bersarang. Karena burung hantu tidak bisa membuat sarang"
Louisa mengangguk angguk kan kepalanya mendengar penjelasan Willa.
__ADS_1
"Kotak kedua, berisi elang atau eagle yang bernama Glee. Ini merupakan jenis elang emas. Dia mampu terbang sejauh 360 kilometer dalam sehari."
"Kotak ketiga berisi Peregrine falcon. Namanya Cona. Burung ini juga dikenal sebagai yang tercepat di dunia, ia mampu mencapai kecepatan 200 kilometer per jam saat terbang horizontal. Dalam sehari, peregrine falcon mampu terbang hingga sejauh 1.290 kilometer." kata Willa menutup penjelasannya.
"Sekarang terserah nona hendak memilih yang mana.."
"Menurut ibu Ren yang mana?" tanya Louisa
"Sekarang nona butuh burung burung ini untuk keperluan apa? Dari sana, kita bisa menentukan pilihan"
"Sebenarnya aku butuh pengirim pesan yang cepat. Jarak antar wilayah yang begitu jauh jika ditempuh menggunakan kuda akan membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan terkadang kita butuh pesan itu sampai secepat mungkin"
"Jika dilatih, hampir semua memungkinkan nona Lorine. Hanya saja tingkat kesulitannya tentu berbeda beda."
"Untuk melatih itu, bisakah aku meminta bantuan kalian dari kota Sky?"
"Tentu bisa nona. Sekarang tinggal nona tentukan dimana kami bisa melakukan pelatihan. Nanti aku kirim orang orangku."
"Kita sebaiknya bicara didalam rumah saja nona"kata Kepala Willi menyela.
Mereka memasuki kediaman Willi dan melakukan pembicaraan disana.
Louisa mengatakan ia butuh beberapa puluh ekor sebagai pengantar pesan yang akan diberikan kepada raja dan semua kepala kota. Juga memesan beberapa puluh ekor burung hantu yang akan berguna untuk pertanian yang direncanakannya.
Juga mereka membicarakan biaya yang dibutuhkan untuk itu semua. Setelah itu sebelum kembali ke rumah leluhur...
"Bibi Willa.. bisakah bibi mencari orang yang melatih Strix dan Glee khusus untukku?Glee nantinya hendak kuberikan untuk ayah bawa ke Gordon Empire."
"Berarti butuh dua orang nona. Baiklah nanti sore, aku kirim orang kerumah leluhur serta membawa Strix dan Glee kesana"
"Baiklah bibi. Kami pulang dahulu."
"Kak, kami pergi.."
"Iya. Aku menyukainya juga, tapi aku tidak tahu apakah ia menyukaimu... Ha...ha .."
"Kakak..."
*****
Saat makan siang di rumah leluhur.
"Ibu, sepertinya kepala Willi Donzen menyukai ibu Ren. Bagaimana menurut ibu?"
__ADS_1