Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Akhir Dendam Empat Kehidupan (5) Selesai


__ADS_3

"Jika Yang Mulia sudah memutuskan kami akan mengikuti" kata para tetua itu serentak.


"Sekarang kita putuskan hukuman untuk pelaku penyerangan. "


"Sesuai dengan hukum yang berlaku di kerajaan Fatma, mereka akan menerima hukuman mati"


"Karena hanya Jhon Muel yang merupakan warga kerajaan Fatma, maka hanya keluarga intinya saja yang ikut menjalani hukuman mati. Sementara keluarga besar Muel, diberikan hukuman larangan memasuki ibukota kerajaan selama lima belas tahun"


"Setuju" jawab para tetua.


"Jika begitu, kita keluarkan perintah penangkapan isteri nya" kata salah satu tetua.


"Tidak perlu" kata raja Tezja.


"Kenapa Yang Mulia?"


"Jhon Muel tidak memiliki isteri saat ini. Ia juga tidak memiliki anak. Orang tuanya sudah meninggal, saudara kandung juga ia tidak punya. Jadi untuk apa menulis perintah penangkapan?" tanya raja Tezja.


"Yang Mulia, setahu hamba Jhon Muel punya isteri bernama Mai. Anak angkat pimpinan serikat pekerja Sorka sebelumnya. Bahkan waktu itu, hamba hadir waktu pernikahan mereka"


"Tetua sekalian tidak mendengar kan dengan jelas yang kukatakan. Jhon Muel tidak memiliki isteri untuk saat ini. Pihak istana sudah menyelidiki hal ini dengan sungguh sungguh. Mai dan Jhon Muel sudah berpisah beberapa tahun yang lalu."


"Tidak mungkin Yang Mulia. Mungkin dia sengaja berbohong untuk menyelamatkan isterinya. Beberapa bulan yang lalu mereka pernah datang ke salah satu pesta yang kuselenggarakan. Dan saat itu Jhon Muel membawa isterinya"


"Benar, aku juga melihatnya" sahut tetua yang lain.


"Itu bukan isterinya. Itu adalah gundiknya. Bahkan tidak terdaftar dalam keluarga besar Muel."


"Tidak terdaftar juga, ia juga tetap pantas dihukum" kata tetua tadi tidak mau kalah.


"Itu juga tidak mungkin" kata raha Tezja lagi.


"Kenapa Yang Mulia?"


"Karena ia telah mati. Besar kemungkinan ia telah dibunuh penyandang dana penyerangan. Tadi malam mayatnya ditemukan disalah satu rumah mewah. Tadi pagi mayatnya dijemput pemerintah kota."


"Bagaimana dengan penyandang dana atau pembunuhnya?"


"Kemungkinan sudah melarikan diri saat Jhon Muel dan anggotanya tertangkap. Dan perempuan itu juga sepertinya telah dibunuh beberapa hari yang lalu"


Semua terdiam.


"Mari kita ambil keputusan" kata salah satu tetua.


"Pertama memberikan hukuman mati kepada Jhon Muel dan anggotanya karena terbukti melakukan penyerangan kepada anggota keluarga istana Fatma."


"Kedua memberikan hukuman larangan memasuki ibukota kerajaan Fatma kepada seluruh anggota keluarga Muel selama lima belas tahun"


"Ketiga organisasi serikat pekerja Sorka dinyatakan sebagai organisasi terlarang di kerajaan Fatma"


"Keempat, hukuman akan dilakukan sore ini di lapangan timur istana"


Setelah keputusan selesai dibacakan semua yang hadir membubarkan diri menunggu waktu menjalankan hukuman.

__ADS_1


Saat Louisa keluar dari ruangan sidang, ia ternyata telah ditunggu oleh Deep dan lainnya.


"Ketua..."


"Kita bicara diruang makan" kata Louisa.


Mereka beriringan menuju ruang makan tamu. Saat mereka memasuki ruangan, pelayan datang membawakan teh dan cemilan.


"Bagaimana?" tanya Louisa.


"Dia telah mati."


"Apa!" kata Louisa terkejut.


"Dia melawan ketua. Ia berusaha menyerang kami. Bahkan melukai salah satu prajurit kerajaan Fatma. Terpaksa lumpuhkan, tapi ternyata ia telah dilengkapi racun. Dia menggigit racunnya dan mati" kata Deep.


"Apa yang kalian temukan"


"Sebuah token khusus. Setahuku itu token hanya ditujukan untuk penjaga bayangan pangeran Hurex. Aku pernah melihatnya sekali beberapa tahun yang lalu di Gordon" jawab Shine.


"Sebenarnya dengan beberapa bukti ini, kita sudah bisa menyatakan perang kepada kerajaan Lingkar Awan. Tapi saat ini kita belum mau berperang. Tetap rahasiakan ini dari raja Tezja" kata Louisa.


"Baik ketua"


"Jadi apa yang akan anda kata kan kepada raja Tezja ketua?"


"Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Tapi tanpa menunjukkan siapa orangnya. Aku yakin raja Tezja pasti akan mengerti apa maksud ku"


"Tapi aku dengar tadi jika raja Tezja mengatakan tiga orang meninggal, kita sama sama tahu jika hanya dua orang yang meninggal. Bagaimana bisa salah informasi?"


"Untuk apa dibawa ke Hinom ketua?"


"Dia orang Mordan. Mungkin beberapa tahun yang akan datang, ia akan berguna bagi kita"


"Terserah ketua"


*****


Sore hari di lapangan timur istana.


Kerumunan warga memenuhi lapangan yang luas itu. Semua begitu antusias ingin melaksanakan bagaimana hukuman dilaksanakan.


Begitu juga dengan semua rombongan Louisa dari Lembah Angin. Kecuali nenek Eliz yang dilarang kakek Franklin melihat hukuman, semua hadir.


"Kenapa kakek melarang nenek ikut?" tanya Sola.


"Sebenarnya ini bukan tontonan yang baik isteri ku. Ini sebuah pembantaian. Kakek mungkin takut, ini bisa menjadi mimpi buruk untuk nenek Eliz" jawab Norbert


"Apa semengerikan itu?"


"Tentu. Hukum penggal untuk dua puluh dua orang, itu bukan sesuatu indah untuk dilihat"


"Bukannya hukum gantung?"

__ADS_1


"Apakah isteri ku melihat tiang gantungan? Hanya dua kemungkinan, penggal atau racun. Tapi yang manapun itu, tetap buruk untuk dilihat"


"Jadi untuk apa kita disini. Ayo pergi.."


"Yakin mau pergi?"


"Hmmm... nanti waktu kepala nya dipenggal aku sembunyi saja ya." kata Soka tersenyum.


"Iya, nanti sembunyi dipelukanku" jawab Norbert sambil tersenyum menggoda Sola.


"Gongggg...." terdengar suara gong dipukul dengan keras


"Acara pelaksanaan hukuman untuk tahanan dengan putusan mati segera dilaksanakan. Sebelumnya kita dengarkan titah Yang Mulia Raja Tejza" kata Jendral Yufra yang bertindak sebagai penanggung jawab acara..


"Tamu undangan dan rakyat kerajaan Fatma sekalian. Di tengah lapangan kira meligat dua puluh dua orang yang hari ini menjalani hukuman mati. Sesuai dengan hukum yang berlaku di kerajaan Fatma."


"Mungkin terlihat kejam. Tapi percayalah, istana sudah berusaha melakukan yang terbaik. Mungkin ada yang berkomentar. Bukankah Puteri Revaline tidak meninggal? Mengapa mereka tetap dihukum mati?"


"Sekarang jika pertanyaan dibalikkan. Dengan luka puteri Revaline yang begitu parah, jika bukan menantuku pangeran Lark berasal dari keluarga tabib yang hebat, akankah Puteri Revaline selamat? Jika hal seperti ini dibiarkan, dikemudian hari, kejadian serupa akan lebih mudah terjadi. Orang-orang akan memandang rendah istana Fatma. Apa yang terjadi hari ini, merupakan peringatan bagi semua orang termasuk kerajaan lain bahwa kerajaan Fatma akan menghukum siapapun yang berani mengusik nya!"


"Hidup Raja Tezja... Hidup kerajaan Fatma..!!"


"Hidup Raja Tezja... Hidup kerajaan Fatma..!!"


"Hidup Raja Tezja... Hidup kerajaan Fatma..!!"


Terdengar sorak sorai menggema di seluruh lapangan timur itu. Rakyat yang semula ada yang ragu menjadi percaya kepada tindakan istana Fatma.


Seluruh tahanan digiring berbaris. Kemudian duduk dengan posisi kepala menunduk. Kepala mereka dibungkus dengan kain hitam, sehingga wajah mereka tidak terlihat oleh masyarakat.


Para algojo juga telah siap diposisi nya masing masing, lengkap dengan kampak ditangan masing masing. Mereka memakai pakaian resmi algojo kerajaan. Hitam dengan gambar timbangan didepan dan kampak di punggung mereka. Mereka memakai penutup kepala juga, sehingga tidak diketahui siapa identitas asli algojo.


"Bersiap...! Dengan ini, hukuman untuk penyerang anggota keluarga istana dilaksanakan!!" teriak Jendral Yufra


Gongg....!! gong.....!! gongggg....!!


Tepat gong ketiga berhenti dipukul, jendral Yufra kembali berteriak lantang..


"PENGGALL....!!"


Slass....


Dua puluh dua kepala mengelinding terlepas dari tubuhnya menyisakan darah yang memuncrat disekitar dua puluh dua tubuh itu.


Tiba-tiba Louisa yang menyaksikan itu merasa semuanya gelap. Samar samar masih sempat didengarnya namanya dipanggil berulang kali.


"Lorine...!"


"Ketua....!"


"Louisa... bangun....!!"


.

__ADS_1


..


... Jangan lupa like dan comment ya.


__ADS_2