
Melihat Reneisme yang terluka membuat Louisa marah. Matanya berkilat memandang kepala bandit itu.
"Kau... berani..melukai.. ibuku. Tidak akan kubiarkan"katanya pelan dengan suara bergetar.
Dia mulai merapal mantra, angin dingin tiba tiba berhembus kencang mengelilingi tubuh kepala bandit seperti tornado kecil. Angin menggulung tubuhnya. Tubuhnya terangkat ke udara.
Ia berusaha keluar dari lingkaran tornado yang mengurungnya, tapi tubuhnya terasa kaku kedinginan tidak bisa digerakkan. Kepala bandit terangkat semakin tinggi, ketika berada diketinggian sekitar tiga puluh meter dari permukaan tanah, tubuhnya tiba tiba dihempaskan jatuh ketanah..
Brak!!
"Ahhk...."suara nya terdengar pelan. Tulang tulangnya banyak yang patah, kepalanya terluka mengeluarkan darah. Tak lama kemudian dia diam tidak bergerak, ia jatuh pingsan.
Louisa juga tiba tiba jatuh pingsan. Tenaganya rupanya terpakai habis setelah merapal mantra selama berjam jam, dan puncaknya saat ia merapal mantra tingkat tinggi untuk menciptakan tornado tadi.
Kekacauan seketika terjadi, Landen melompat turun dari kereta kuda berlari kearah Louisa. Sofia mengikuti dengan berlinang air mata.
Pengawal yang bertempur melawan empat bandit yang tersisapun, meninggalkan lawan mereka masing masing dan segera berlari kearah Louisa.
Melihat kekacauan yang terjadi, empat bandit yang tersisa bermaksud memanfaatkan keadaan itu untuk melarikan diri. Tapi baru saja mereka bergerak, lima bayangan tiba tiba muncul di belakang mereka dan memukul kepala mereka sampai pingsan.
"Lorine.."seru Landen.
"Lorine sayang..bangun. Apa yang harus kukatakan pada kakak dan kakak ipar jika terjadi sesuatu padamu.
Bangun, bibi mohon. Hiks...hiks..." tangis Sofia. "Belum lagi pada ibu mertua.. beliau pasti sangat marah padaku karena mengijinkanmu ikut melawan bandit itu. Hiks..hiks..."
__ADS_1
Reneisme yang terluka serius, yang bahkan tidak mampu untuk berdiripun berusaha memaksakan tubuhnya agar bisa bergerak mendekati nonanya.
"Nona.." panggilnya pelan merasa bersalah karena telah gagal melindungi nonanya.
Lima bayangan yang tadi muncul akhirnya menampakkan diri, dan mendekati mereka.
"Tuan Landen, Nyonya Sofia.. Perkenalkan aku Shine, anak buah nona Lorine. Maaf kami datang terlambat"
Landen dan Sofia hanya mengangguk kan kepala mereka.
Shine memandang seorang perempuan disampingnya.
"Light, tolong kau periksa ketua"
"Sepertinya ketua kelelahan dan kehabisan tenaga karena memporsir tenaga yang berlebihan. Kita angkat saja nona ke atas kereta, biar bisa beristirahat lebih baik."
"Iya. Kami terlalu panik sehingga melupakan itu" jawab Landen
Landen hendak menggendong Louisa, tapi ditahan Light.
"Biar saya saja tuan" katanya. Biarpun Light seorang perempuan, tetapi jangan tanyakan kekuatannya. Ia memangku Louisa seperti memangku seekor kucing dan membaringkannya di atas kereta, dan melanjutkan pemeriksaan menyeluruh pada Louisa. Dia merupakan ketua medis pada The power of night.
Sementara Light melakukan pemeriksaan lanjutan pada Louisa, Shine beserta Landen dan Kepala pengawal tengah berdiskusi.
Mereka membagi tugas. Kepala pengawal dan anggotanya mendirikan tenda tenda untuk mereka beristirahat.
__ADS_1
Landen dan Sofia membantu pelayan dan kusir menyiapkan makanan juga obat obatan untuk mereka yang terluka.
Sementara Shine dan seluruh anak buah Louisa, membantu mengobati anggota mereka yang terluka. Setelah itu mengika
para bandit yang masih hidup agar tidak bisa melarikan diri guna diserahkan besok ke pemerintah kota dan mengumpulkan mayat para bandit di satu tempat.
Untuk penerangan mereka menyalakan beberapa obor dan membuat api unggun dimana semua orang berkumpul makan kecuali beberapa orang yang bertugas menjaga kereta kereta barang.
*****
Sementara itu Louisa tengah bermimpi sedang berada disebuah Padang rumput. Tempat dimana ia pernah bertemu dengan Lorine.
Kepalanya menoleh kekanan dan kekiri mencari keberadaan Lorine. Dia akhirnya menemukannya sedang tiduran sambil memandang ke langit yang biru.
"Lorine..." by
"Kau datang?"
"Menurutmu..?"
"Ha...ha... kenapa kau begitu pemarah. Padahal aku hanya bertanya"
"Bagaimana aku tidak marah, kamu tiba tiba saja mengambil alih kesadaranku?"
>Maaf ya readers, hari ini part-nya agak pendek. Dan terlambat update. Besok kita panjangkan lagi..
__ADS_1