Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pertemuan Keluarga Besar (2)


__ADS_3

"Tetua, saya Madion. Keluarga kami menjalankan balai pengobatan di kota Agriba. Saya sependapat dengan saudara Kremlin. Semua yang dikatakan nona Besar Lorine sangat bagus jika bisa berjalan. Tapi kita semua juga tahu, pemotongan setengah harga bahan pangan dari kerajaan Gordon tidak berlaku kembali. Untuk menutupi itu saja distrik sembilan pasti sudah kesulitan, apa lagi ditambah dengan sejumlah rencana Nona Besar. Sedang menambah pemasukan dari keluarga cabang, tentu itu akan sangat memberatkan kami tetua"


"Maafkan jika keputusanku membuat keluarga besar resah. Mengenai pemotongan bahan pangan setengah harga, akan saya jelaskan agar tidak mengganjal dihati kita semua. Jika nantinya penjelasan saya kurang meyakinkan, kalian bisa meminta penjelasan kepada paman Mark yang merupakan kepala departemen pendapatan dan pajak." kata Louisa.


"Sebulan terakhir sebelum sidang putus cerai, saya sungguh sungguh mempelajari semua tentang hubungan kerajaan Gordon dengan distrik sembilan. Termasuk didalamnya tentang pemotongan setengah harga bahan pangan yang diberikan kerajaan Gordon."


"Setelah saya hitung dan bandingkan dengan penjualan komoditi kita, ditambah besaran pajak yang harus kita bayar setiap tahunnya maka kita hanya mendapat potongan pembelian bahan pangan sebesar dua puluh persen saja. Mengapa demikian? Di Gordon, sapi yang merupakan komoditi utama kita diberi harga dibawah standar bila kita bandingkan dengan harga pasar kerajaan lain. Sedang kita tidak bisa menjual ke kerajaan lain, karena itu merupakan kesepakatan awal dari pemotongan setengah harga yang diberikan, bahwa sapi sapi kita hanya boleh dijual ke Gordon. Berapa kerugian kita disana? Belum lagi pajak wajib yang harus kita bayar setiap tahunnya. Dengan lepas dari Gordon, berapa jumlah uang yang bisa kita hemat? Silahkan kita semua memikirkan hal ini" kata Louisa memandang mereka dan kemudian duduk dengan wajah marah.


"Saudara saudara, kami tidak meminta tambahan pemasukan dari saudara sekalian. Dengan kondisi kas kita saat ini, kerajaan lembah angin bisa bertahan selama setahun dan mungkin lebih. Lorine tidak asal membuat sebuah rencana tanpa memikirkan biayanya. Yang dia perlukan hanya dukungan dari kita semua. Saudara Willi silahkan dengan laporan keuangan saat ini."kata Landen mengambil alih karena tahu jika Louisa sedang marah.


Will Donzen berdiri. Ia kemudian membacakan laporan keuangan selama setahun terakhir dan akhirnya sampai kepada posisi keuangan terakhir.


"Posisi kas saat ini ada pada angka satu juta tiga puluh delapan ribu sembilan ratus tujuh puluh dua koin emas dan sebelas koin perak serta empat belas koin perunggu. Jumlah kas ini merupakan jumlah terbesar yang kita miliki selama puluhan tahun terakhir. Uang kas sebesar satu juta sebelas ribu koin emas diserahkan Nona Besar Lorine, sebagai kas awal untuk kerajaan Lembah Angin. Terimakasih."


Willi Donzen duduk kembali. Beragam komentar terdengar.


"Sangat banyak. Pantas saja ia begitu berani"


"Mengapa tidak dari dulu uangnya diserahkan, jadi kita tidak perlu bekerja keras untuk membantu keberlangsungan lembah angin"


"Wah...kakak sepupu benar benar telah menguras habis istana Gordon"


"Sola, hentikan. Kakak sepupumu tidak seperti itu"


"Jika memang demikian saya Carlos, keluarga kami menjalankan balai pengobatan di Malwa city kerajaan Malawa mendukung Nona Besar Lorine"


"Saya Pan keluarga Valley dari Curt city kerajaan Fatma juga mendukung rencana Nona Besar Lorine. Jika nantinya sumber daya yang nona katakan betul betul telah diolah maka kami bersedia membantu memasarkannya di kerajaan Fatma."


Dukungan dukungan akhirnya terus berdatangan. Pada akhirnya semua setuju untuk mendukung rencana Louisa.


"Sekarang kita membahas tentang acara penetapan kerajaan. Setelah acara penetapan, akan ada acara pengangkatan raja dan permaisuri. Dimeja ini ada dua kotak berisi mahkota kerajaan. Kotak yang sebelah kanan merupakan mahkota yang dipakai leluhur Valley saat menjadi raja lembah angin. Sedangkan disebelah kiri adalah mahkota yang baru dibuat, yang dihadiahkan Lorine untuk raja dan permaisuri yang akan diangkat. Adapun yang akan menjadi raja Lembah Angin adalah putraku Landen, sedang cucuku Lorine sendiri akan menjadi penasehat kerajaan dengan kedudukan sebagai Putri Kerajaan." terang kakek Franklin, yang membuat suasana kembali sedikit ribut.

__ADS_1


Sebab tadinya mereka menyangka jika Louisalah yang akan menjadi Ratu. Tapi malah memberikan kedudukan itu kepada pamannya Landen.


Franklin kemudian mengeluarkan kedua mahkota dari kotaknya. Semua berdecak kagum memandang keduanya.


"Mahkota leluhur melambangkan kerajaan lembah angin yang berdiri sendiri ketika belum bergabung dengan kerajaan Gordon dengan keanggunannya sendiri. Sedangkan mahkota yang baru melambangkan kerajaan lembah angin yang baru yang berdiri dengan kekuatan tiga wilayah yang disatukan dengan harapan akan kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Silahkan sampaikan pendapat kalian."


Kembali mereka menyampaikan pendapat masing masing dan semua sepakat mahkota yang akan dipakai adalah mahkota yang baru, sedang mahkota yang lama akan disimpan kembali dirumah leluhur, karena bagaimanapun mahkota yang lama melambangkan keluarga Valley sendiri.


*****


Keesokan harinya, sebelum matahari terbit Louisa sudah bangun. Ia memakai baju panjang selutut berwarna hitam lengkap dengan celana panjang berwarna senada. Dengan berlari lari kecil ia keluar rumah leluhur. Dihalaman telah menunggu Light dan Shine yang juga memakai pakaian yang sama.


"Ketua..."sambut mereka serentak.


"Aku ingin melatih kembali tubuhku. Sudah terlalu lama aku tidak berlatih. Mohon bimbingannya" kata Louisa membungkukkan badan.


"Mari kita berlatih di alun alun kota.. Tuan Landen dan tuan muda Lark juga sudah menunggu disana" kata Shine.


"Sepupu, kamu ikut berlatih?"tanya Lark yang sedikit terkejut.


Louisa hanya menganggukkan kepalanya. Sebagai pemanasan untuk hari itu, Louisa berlari mengelilingi alun alun kota sebanyak tiga puluh putaran. Ia berlari bersama Light. Sedangkan Shine melatih Landen dan Lark.


Memasuki putaran ke dua puluh lima, Louisa sungguh merasa letih. Tenaganya terasa habis, tapi ia tetap memaksakan diri menyelesaikan putarannya.


Begitu putarannya selesai , ia duduk dirumput dengan tubuh bersimbah keringat dan nafas yang terputus putus. Sedangkan Light terlihat masih dalam keadaan segar, seolah putaran itu tidak memberikan pengaruh apapun padanya.


"Aku..terlalu.. lama..tidak melatih fisikku"


"Tidak apa apa ketua, besok kita tingkatkan sedikit diatasnya."


Begitulah, setiap hari jumlah putaran yang harus Louisa selesaikan semakin banyak. Dan dia merasa tubuhnya lebih kuat setiap harinya.

__ADS_1


Jika pagi hari ia berlatih, selesai sarapan ia melakukan pengawasan pada calon prajurit dan sore harinya ia mengajari Sofia dan Sola tentang tugas tugas seorang permaisuri.


Untuk calon prajurit sendiri, ternyata yang mendaftar mencapai delapan ratus orang. Mereka dilatih oleh anggota the power of night. Secara perlahan dalam beberapa hari, jelas terlihat ada orang orang yang memiliki kemampuan diatas rata rata. Sehingga akhirnya mereka mendapat pelatihan terpisah dari calon prajurit yang lain.


Dan ada juga yang memiliki kemampuan dibawah rata rata, tapi giat berlatih. Dan orang orang ini juga mendapat pelatihan terpisah.


Jika kemampuan mereka tidak mencapai standar seorang prajurit, maka mereka dipersiapkan menjadi pengawal atau penjaga kota nantinya. Sehingga semua orang yang mendaftar, yang memenuhi syarat umum yang diajukan Louisa diterima dan dilatih.


*****


Seminggu sebelum upacara .


Louisa yang merasa tubuhnya sudah cukup kuat, memutuskan berlatih naik kuda. Hal yang biasa yang dilakukan Lorine dahulu.


Saat latihan berlangsung, Louisa tiba tiba merasa sangat pusing dan mual. Ia memutuskan berhenti berlatih.


Begitu turun dari kuda, tiba tiba pandangannya terasa gelap dan ia pingsan. Deep yang melatihnya terkejut, dan dengan setengah berlari ia menggendong Louisa dipangkuannya membawanya ke rumah leluhur dan membaringkannya di kamar Louisa.


Tidak berapa lama nenek Eliz datang dengan kakek Franklin. Mereka mendapat laporan dari Jen kalau Louisa pingsan saat turun dari atas kuda.


Segera nenek Eliz memeriksa denyut nadinya. Dahinya berkerut, ia memandang ke kakek Franklin meminta penilaian. Kakek Franklin maju, gantian memeriksa denyut nadi Louisa kembali. Memeriksa matanya sebentar kemudian menganggukkan kepalanya kepada nenek Eliz.


"Bagaimana keadaan ketua tuan? Apakah saya terlalu keras melatihnya?" tanya Deep cemas membayangkan amarah Reneisme.


"Dia baik baik saja. Kamu tidak usah cemas. Biarkan dia beristirahat, Jen kamu jaga Lorine. Jika nanti ia bangun tolong panggil saya"


"Baik tuan"


Saat mereka keluar dari kamar, terlihat Reneisme datang tergesa gesa saat mendengar Louisa pingsan.


"Tuan, nyonya, nona besar bagaimana keadaannya?"

__ADS_1


"Ayo ikut aku Ren, ada yang ingin kutanyakan padamu" kata nenek Eliz..


__ADS_2