
Mereka berbincang sambil bercanda sambil mengenang masa lalu, sampai akhirnya ibu suri Anita menoleh kesekeliling seolah mencari sesuatu.
"Ada apa Anita?" tanya Nyonya Tie
"Dimana cicit tampan kalian yang datang ke istana kemarin? Aku tidak melihatnya?" tanya ibu suri Anita
"Lucio?"
"Iya..."
Dutch Norwey dan Nyonya Tie saling memandang dan tersenyum.
"Sudah pulang kemarin pagi. Kenapa ?"
"Pantas saja dia tidak datang memenuhi undangan minum tehku. Tadinya kukira orang tua ini yang melarang dia dan ibunya datang ke istana." katanya lesu.
"Kenapa menyalahkan ku. Mana mungkin aku berani melarang mereka. Mereka datang kemari karena memang ada keperluan mendesak. Dan harus kembali secepatnya." kata dutch Norwey
"Eh, bagaimana keadaan istana?" tanya Nyonya Tie mengalihkan pembicaraan.
"Hah... semenjak Permaisuri Lorine keluar, tidak ada hal baik terjadi di istana. Ada tiga selir di istana, tapi tidak satupun mampu memberikanku seorang cucu. Sudah bertahun tahun, dan aku juga sudah semakin tua. Aku semakin mencemaskan ahli waris selanjutnya" keluhnya.
"Bersabarlah sedikit lagi. Berdoalah kepada langit, agar bersedia membuka sedikit pintu untuk istana Gordon " hibur Nyonya Tie
"Aku selalu berdoa Tie. Hanya saja malam sebelum aku bertemu cicit kalian di istana, aku bermimpi bertemu bintang pelindung kerajaan Gordon. Aku berpikir, mungkin cicit kalian itulah bintang yang kulihat dimimpiku. Makanya aku ingin bertemu dengan orang tuanya"
Dutch Norwey dan Nyonya Tie terkejut mendengar perkataan ibu suri.
"Tadinya aku bermaksud berdiskusi dengan orang tuanya untuk mengangkat Lucio menjadi anak angkat Peter. Bagaimanapun hubungan darah antara Henry dan Norwey masih satu. Kakak dan adik, mungkin dialah pilihan yang paling tepat untuk menduduki tahta selanjutnya"
Melihat Dutch Norwey dan Nyonya Tie diam mendengarkan, ibu suri Anita melanjutkan.
"Jika orang tuanya setuju, aku ingin Lucio tinggal di istana untuk mendapat didikan seorang calon raja."
__ADS_1
"Jangan terburu buru mengambil keputusan ibu suri. Yang Mulia masihlah muda, dimasa depan mungkin saja beliau akan mempunyai puteranya sendiri. Jika itu terjadi, sementara Lucio sudah dididik menjadi calon raja berikutnya, siapa yang harus dikorbankan? Itu tidak akan adil pada salah satu pihak"
Ibu suri Anita terdiam dan berpikir.
"Yah... kalian benar. Mungkin aku terlalu terburu buru. Tapi mendidiknya dengan pendidikan istana aku kira itu juga bagus baginya. Dia mendapat gelar pangeran, dan jika memang Raja Peter kelak memiliki putera sendiri, Lucio bisa diangkat menjadi paman kerajaan. Itu kedudukan yang cukup bagus bukan? Ia bisa meneruskan posisi leluhur Norwey terdahulu" kata ibu suri Anita dengan mata berbinar senang.
Dia sudah membayangkan Lucio tinggal di istana dan dapat menemaninya minum teh bersama, membuat dia tersenyum sendiri.
"Aih... ibu suri.. Tapi Lucio bukan seorang Norwey" kata dutch Norwey membuat ibu suri Anita terbangun dari angannya.
"Apa maksudmu orang tua? Bukankah Lucio cicitmu?"
"Memang Lucio masih terbilang cicitku. Tapi bukan cicit dalam. Dan bahkan bukan cicit langsung. Dia cicit salah satu sepupu jauhku. Bagaimana mungkin dia menjadi seorang Norwey?"
"Kau sangat pandai mematahkan hatiku orang tua.."
"Jika ibu suri mau, aku ada cicit perempuan disini, umurnya baru tiga tahun. Dia suka bernyanyi. Mungkin bisa menghibur hati ibu suri." kata dutch Norwey
"Jika begitu bersabar sedikit, ibunya sedang hamil muda. Semoga nanti yang lahir anak laki laki" kata Nyonya Tie
"Haih.... nanti kita bicarakan lagi jika sudah lahir. Kulihat, ibu suri sangat lelah setiap hari. Selain tentang pewaris, apa lagi yang perlu ibu suri pikirkan" kata dutch Norwey
"Tentu saja harem istana. Semua masih dalam tanggung jawabku, orang tua"
"Tidak adakah diantara tiga selir yang bisa membantu anda?"
"Selir utama Natasha sudah banyak membantu, tapi dia masih dibawah pengawasanku. Aku masih melatih nya secara perlahan. Dia sudah mengambil empat puluh persen pekerjaan. Dia memiliki sifat pemimpin, tapi karena itu, dia paling sering konfrontasi dengan selir ketiga."
"Selir kedua Violet benar benar tipe seorang selir. Tidak ada ambisi, dia sangat mendedikasikan dirinya hanya untuk suaminya. Tak ada yang bisa diharapkan darinya kecuali seorang anak"
"Selir ketiga Diana, dia terlalu ambisius dan serakah. Sebenarnya pekerjaannya cukup bagus, tapi menilai dari sifatnya aku tidak ingin memberi tanggung jawab harem kepadanya. Jika harem ada ditangannya, tinggal menunggu waktu dia akan menyingkirkan dua selir lainnya"
"Selir utama Natasha menurutku juga sangat bagus. Mungkin kelak dia bisa mengambil tanggung jawabmu sepenuhnya. Aku kagum dengan pemikiran cepat ibu suri waktu itu yang melamar Natasha Wolfen untuk menjadi selir utama"
__ADS_1
"Itu bukan pemikiranku sendiri, Tie. Tapi selir utama Natasha adalah selir yang diminta dutchess Lorine sebelum meninggalkan istana. Waktu itu aku tidak mengerti kenapa harus Natasha Wolfen, sampai akhirnya aku tahu ternyata Natasha Wolfen merupakan salah satu sahabat dan juga orang kepercayaan Dutchess Lorine" kata Ibu suri Anita
"Lebih tepatnya salah satu anak buahnya. Dutchess Lorine pasti sudah memikirkan banyak hal sewaktu memutuskan hal itu" kata Dutch Norwey
"Dutchess Lorine, sudah bertahun tahun setelah perceraian itu. Tapi dia tidak pernah datang mengunjungiku, selain beberapa kali mengirimkan salam melalui suratnya kepada Peter atau selir utama Natasha. Mungkin setelah beberapa tahun ini, dia masih marah kepadaku" katanya kembali lesu
"Jangan berpikiran sempit Ibu suri, mungkin keadaan Lembah Angin yang membuatnya sangat sibuk dan tidak bisa berkunjung. Lagi pula seperti kata Ibu suri, beliau masih mengirimkan salam. Itu artinya dia masih peduli dan tidak marah lagi. Dan lagi jika ia bisa berkirim kabar dengan Yang Mulia Raja Peter, tentu dapat dilihat jika beliau tidak marah lagi " kata Nyonya Tie menghibur.
"Lembah Angin sekarang sangat berubah. Aku mendengar pembangunan terjadi dimana mana, juga kecuali yang berbatasan langsung dengan kerajaan kita, mereka sudah membangun tembok perbatasan mengelilingi kerajaan itu. Itu artinya beliau sangat sibuk dan beliau sangat percaya kepada kerajaan kita"
"Iya..ya... kita sudah berbicara sangat banyak hari ini. Aku akan kembali ke istana sekarang."
"Tidak makan siang disini ibu suri?"
"Tidak bisa, mungkin lain kali. Aku sudah ada janji mau makan siang bersama dengan selir utama Natasha."
"Jika begitu, aku tidak akan menahan ibu suri lagi"
Dutch Norwey dan Nyonya Tie mengantarkan minum suri Anita naik ke kereta kuda. Tidak lama kemudian, kereta itu bergerak meninggalkan kediaman Norwey dan kembali ke istana Gordon.
.
.
Di tempat lain diatas kereta kuda...
"Hachuu...haachuu..." terdengar suara bersin.
"Mama flu karena kita bermain terlalu malam?" tanyz Lucio kawatir.
"Bukan sayang. Mama baik baik saja, cuma mungkin ada beberapa orang yang membicarakan mama. Hachuu...hachuu.." kata Louisa disertai bersin kembali.
"Mungkin ibu tua itu sudah datang ke kediaman Dutch Norwey, Lorine"
__ADS_1