Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Rahasia Louisa (2)


__ADS_3

"Bahkan aku juga bertanya pada para pelukis jalanan yang lain, tapi tidak ada yang mengenalnya" kata Louisa sambil menghela nafas.


"Dan lukisan di ruang leluhur istana Gordon adalah lukisan yang sama?"


"Benar ibu. Itu yang membuatku bertanya tanya. Ada apa sebenarnya? Siapa pelukis yang kutemui waktu itu? Menurut ibu suri Anita, pelukis lukisan kerajaan adalah keluarga Picasso. Dan lukisan itu diserahkan ke istana baru beberapa puluh tahun yang lalu."


"Mungkin jika kita bertanya kepelukisnya ia akan dapat menjawab pertanyaan nona. Tapi pelukis Picasso tinggal di benua Utara."


"Bagaimana ibu tahu?"


"Karena yang melukis keluarga Bruswick juga berasal dari keluarga Picasso."


"Apa?? Jadi mungkin ini maksud Lorine memintaku menjumpai keluarga Bruswick."


"Memang nona pernah berbincang dengan Lorine?"


"Mungkin ini juga yang akan menjawab pertanyaan ibu sebelumnya kapan terjadi peralihan Lorine denganku" kata Louisa.


Louisa kemudian menceritakan semuanya, mulai dari penembakan Jhon Muel sampai akhirnya ia terbangun ditubuh Lorine. Juga tentang ingatan ingatan Lorine, dan perbincangan perbincangan mereka di alam mimpi. Serta mantra tornado dan pertemuan terakhir mereka sebelum Lorine menghilang.


"Jadi yang menggunakan mantra tornado beku bukan aku ibu, tapi Lorine. Ia begitu marah saat melihat ibu terluka."


"Ahhh...Lorine. Jadi itu penyebab nona pingsan waktu itu."kata Reneisme pelan.


"Tapi ada satu hal yang membuat aku bingung tentang Lorine ibu.."


"Apa itu?"


"Dia mempunyai banyak harta. Tapi mengapa selama ini ia tidak membantu lembah angin dengan kekayaannya"


"Karena sebenarnya ia bukanlah pribadi yang gampang mempercayai seseorang. Ia takut jika harta yang ia akan berikan, jika tanpa pengawasan orang yang tepat akan disalahgunakan."


"Oh ya? Jadi bagaimana rencananya dengan semua hartanya?"


"Itulah tujuan awalnya ia mendirikan the power of night . Ia ingin menempatkan orang orang the power of night menjadi tangan dan kaki baginya. Menjadi mata dan telinga buatnya. Memastikan setiap sen yang ia berikan berguna untuk kemajuan Lembah Angin."


"Jika demikian, berarti keputusanku hanya membawa dua puluh orang anggota adalah kesalahan ibu. "

__ADS_1


"Menurutku tidak juga. Karena saat ini, tenaga dua puluh orang di lembah angin sudah lebih dari cukup. Disini belum begitu banyak yang bisa mereka kerjakan. Dua puluh orang melatih dua ratus pengawal, itu sudah mubajir menurutku nona."


"Yah, aku juga tahu. Tapi itu agar mereka punya kegiatan. Oh ya ibu, aku berencana membeli sebuah tempat untuk kita gunakan sebagai tempat pelatihan. Bagaimana menurut ibu?"


"Untuk anggota kita ataukah prajurit kerajaan?"


"Keduanya ibu"


"Jika untuk anggota kita, aku setuju. Tapi untuk prajurit kerajaan, itu tidak bijak. Biar kerajaan memiliki tempat latihannya sendiri, semacam tempat pendidikan untuk calon prajurit. Seperti yang ada di Gordon. "


"Baiklah nanti aku mengusulkan hal itu kepada paman Landen. Sangat sayang ayah belum datang, seharusnya hal seperti ini beliau yang mengurusnya."


"Memang benar nona. Aku yakin jika tuan Lucky disini, beliau pasti lebih gampang mengatur tentang keprajuritan kerajaan"


"Biarlah sementara seperti ini dahulu. Oh iya ibu, itu ada dua kotak di meja"


Reneisme bergerak ke meja dan membuka kedua kotak penyimpanan tersebut. Ia mengangguk.


"Menurut ibu, Mahkota dan Tiara itu kita serahkan sekarang atau bagaimana?"


"Menurut pendapat saya, nona saja dulu yang menyimpannya. Tapi coba bicarakan ini pada tuan Franklin, setahu saya mahkota leluhur Valley sendiri masih ada. Agar beliau sendiri tidaj tersinggung"


"Satu juta Koin emas, untuk Lembah Angin mungkin itu sudah cukup banyak. Saya kira angka itu akan membuat banyak pihak cukup tenang, terutama setelah pemotongan setengah harga bahan pangan dari Gordon tidak berlaku lagi."


"Benar, itu yang saya pikirkan ibu. Oh ya ibu, nanti ibu yang mengantarnya ke kepala Wills ya, karena saya ada janji dengan bibi Sofia dan Sola. Pelajaran menjadi permaisuri, saya ingin Sola juga mengetahuinya"


"Benar, agar beliau tahu tugas tugas yang harus beliau emban sebagai permaisuri. Soal kotak itu, biar saya yang mengantarnya. Apa ada lagi nona?"


"Tidak ada ibu."


"Baik saya antar kotaknya. Saya permisi nona"


"Hemm"


"Satu tugas selesai, tugas berikutnya. Dimana aku bisa membeli tanah untuk menjadi milikku sediri ya? Jika aku memakai tanah milik kerajaan, aku takut akan menyulitkan paman Landen nantinya"gumam Louisa pada dirinya sendiri.


Tok...tok...

__ADS_1


"Siapa?"


"Sola kak"


"Sebentar" kata Louisa. Dia bergerak cepat, mengambil kotak yang berisi mahkota dan Tiara kemudian memasukkannya ke dalam lemari dan menguncinya. Sementara kotak penyimpanan besar yang dibawa dari gudang hanya di dorongnya ke bawah tempat tidur. Kemudian membuka pintu.


"Masuk.. ada yang ingin kakak berikan padamu."


"Apa itu kak?"


Louisa mengambil sebuah kotak kecil yang berisi satu set perhiasan dari berlian dan memberikannya kepada Sola.


"Sebenarnya itu hendak kakak berikan sebagai hadiah pernikahanmu setahun yang lalu. Tapi karena Raja Peter waktu itu sedang pergi ke kerajaan Kite, kakak tidak bisa datang ke pestamu. Jadi kakak berikan sekarang saja." setidaknya itu yang Louisa tahu dari ingatan Lorine.


"Kata ayah, waktu itu kakak mengirim sejumlah uang membantu biaya perkawinanku. Kukira itu sudah cukup sebagai hadiah kak" kata Sola.


"Itu tentu berbeda. Uang itukan memang untuk dihabiskan menjadi biaya pesta, sedangkan untukmu sendiri kakak belum memberikan apapun. Bukalah" kata Louisa memberikan kotak kecil itu.


Sola menerimanya,sambil duduk ditepi tempat tidur ia membukanya. Seketika matanya terbelalak..


"Kakak...ini... Ini sangat indah. Kakak yakin ingin memberikannya kepadaku? Harganya pasti sangat mahal.."


"Kau menyukainya?"


"Tentu... Aku sangat ingin memakainya saat perayaan penetapan kerajaan nanti. Tapi sayang..."katanya sedikit lesu


"Kenapa?"


"Suamiku bilang kami akan pulang dua minggu sebelum perayaan. Karena ayah mertua yang akan datang untuk menandatangani bergabungnya distrik delapan menjadi bagian lembah angin, posisi pemimpin Choco city kosong. Jadi kak Norbert yang harus menggantikan. Rasanya menyebalkan kakak.."


"Nah, sekarang kamu mulai mengerti resiko sebuah kedudukan atau posisi bukan? Saat kita menempati sebuah kedudukan penting, kita juga sudah terikat didalamnya."


"Apa karena itu kakak tidak mau menjadi ratu di lembah angin?"


"Bukan. Tapi kakak ada sejumlah rencana kedepannya. Jika kakak menjadi ratu, kakak akan lebih banyak duduk dibelakang meja memeriksa bekas berkas, sedangkan rencana kakak itu memerlukan keterlibatan kakak secara langsung."


"Rencana apa itu kak?"

__ADS_1


"Besok saat pertemuan keluarga besar Valley, kamu akan mendengarnya"


__ADS_2