
Hari telah pagi.. Ibu Suri telah bangun dari tidurnya. Pelayan setianya Amber telah menyiapkan air hangat untuk mandinya.
"Haih... Aku semakin tua. Tapi baru sebentar menikmati waktu istirahatku sebagai ibu suri anak bodoh itu malah menceraikan istrinya. Membuatku harus lagi lagi mengurus istana ini.. Benarkan Amber?"tanyanya pada pelayannya. Pelayan itu hanya tersenyum, tanpa menjawab.
"Dasar anak bodoh, berlian begitu berharga dibuang. Ntah apa yang akan diperolehnya. Kalau masih mendapat emas masih lumayan, tapi aku lebih percaya dia hanya akan membawa pasir masuk kedalam istana. Mengira itu adalah berlian yang sama berharganya. Benarkan Amber?" tanyanya lagi.
Dan lagi lagi Amber hanya tersenyum. Ocehan ibu suri itu sudah seperti sarapan pagi untuknya. Karena semenjak Raja Peter memutuskan menceraikan permaisurinya, ibu suri akan mengatakan hal yang sama setiap pagi.
Sambil menunggu Ibu Suri Anita mandi, pelayan Amber menyiapkan sarapan pagi berupa segelas susu dan roti.
"Amber, Lorine besok mungkin akan berangkat ke Hinom city. Jadi nanti lewat makan siang aku akan mengunjunginya dikediaman jendral Lucky. Ntah kapan lagi kami dapat bertemu dan minum teh bersama"kata ibu suri Anita begitu keluar dari kamar mandi.
"Perlu kutemani Ibu Suri?"
"Tidak usah Amber. Kamu bantu aku menyelesaikan urusan istana saja. Kemarin koki Geovano mengatakan dapur perlu perbaikan. Nanti setelah aku pergi, coba kamu lihat saja keadaannya"
"Baik ibu suri"
"Sekarang kamu bantu aku mengerjakan tugas tugasku. Banyak sekali berkas berkas yang harus ku periksa..."
"Baik ibu suri ..." Amber mengikuti ibu suri menuju ruang kerjanya.
Siang harinya setelah menyelesaikan makan siangnya, Ibu Suri Anita berangkat menuju kediaman Jendral Lucky ditemani pelayan Bertha. Sebuah kereta kuda membawanya keluar dari lingkungan istana dengan dikawal empat orang penjaga berkuda.
*****
Dikediaman Jendral Lucky Valley.
Margaret yang mengetahui Ibu Suri Anita akan datang berkunjung tidak dapat menahan rasa kesalnya. Sepanjang pagi ia mengoceh tidak jelas kepada semua orang.
"Tidak tahu malu. Menggunakan gelar ibu suri, agar diijinkan berkunjung. Untuk apa lagi ia datang menemui putriku...."
"Sudahlah sayang. Biarkan saja. Ini menunjukkan kalau pihak istana masih punya niat baik"Jendral Lucky mencoba berpikir positif.
"Niat baik apanya.. Tidak ada yang baik dari semua ini"katanya tidak terima
"Ya sudah. Kakak diam saja dikamar kalau tidak mau bertemu dengan beliau"kata Sofia
"Maksudmu aku harus mengurung diriku demi orang lain? Itu bukan sifatku. Lagi pula ini kediamanku"
__ADS_1
Jendral Lucky dan Sofia saling berpandangan dan menggelengkan kepala.
"Dasar keras kepala" gumam Sofia
"Ibu tidak perlu bertemu ibu suri jika tidak mau. Aku sudah berpesan pada ibu Ren agar membawa ibu suri langsung ke taman belakang dari jalan samping. Jadi tidak perlu masuk kedalam kediaman utama dan bertemu ibu"kata Louisa yang tiba tiba muncul diruang keluarga .
"Begitu lebih baik. Bagaimana pembicaraan mu dengan Hendrikus? "
"Sudah selesai ayah. Kami membuat kesepakatan. Dia akan tetap membantuku dari sini. Dan jika lembah angin nanti telah mampu, kita akan membuat semacam tempat pelatihan disana."
"Baguslah jika begitu. Ayah akan pergi ke istana. Ada sedikit urusan disana, dan akan kembali sebelum makan malam. Sayang aku berangkat"katanya sambil berjalan keluar.
*****
Taman belakang
Hari telah lewat siang ketika sebuah kereta kuda kerajaan memasuki kediaman Valley. Kereta kuda itu langsung diarahkan penjaga menuju taman belakang dimana Louisa telah menunggu.
"Salam pada Ibu Suri" kata Louisa menyambut ibu suri Anita
"Oh..putriku"kata ibu suri Anita sambil memeluk Louisa.
"Bagaimana kabarmu Lorine?"
"Seperti yang ibu lihat aku baik baik saja. Mungkin besok aku akan berangkat ke Hinom city"
"Aku sudah mendengarnya dari pamanmu. Jadi apa yang akan kamu lakukan disana? Aku tahu kamu tidak tertarik menjadi seorang ratu"
"Menjadi ratu? Itu sama sekali tidak menyenangkan ibu. Mungkin aku hanya akan membantu pemerintahan dari belakang. Meneruskan usaha keluarga sepertinya cukup menyenangkan"
Mereka berbincang bincang sambil minum teh sampai hari menjelang sore. Ketika hendak pulang ibu suri Anita memeluk Louisa erat.
"Lorine, atas nama putraku aku meminta maaf atas kejadian beberapa malam yang lalu. Aku tahu itu sangat memalukan dan tidak patut. Tapi aku berharap, jika hal buruk itu menghasilkan sesuatu yang baik, aku mohon padamu agar jangan membuangnya. Tapi peliharalah dia"katanya dengan maksud tersirat.
Louisa terdiam sejenak sebelum mengangguk.
Saat Louisa hendak mengantar ibu suri Anita menuju kereta kudanya, langkahnya ditahan oleh Reneisme.
"Biar aku saja nona"katanya. "Mari ibu suri..."
__ADS_1
Ibu suri Anita dan Reneisme berjalan menuju kereta kuda. Sesaat sebelum ibu suri Anita menaiki kereta kuda..
"Ibu suri. Ada yang hendak aku sampaikan kepada anda. Aku tahu apa yang anda katakan pada nona kami"
"Maksudmu pelayan Ren?"
"Semua yang terjadi pada Permaisuri Lorine beberapa malam yang lalu bukanlah kebetulan belaka. Tapi sudah terencana dengan baik dan matang. Aku tidak tahu apa maksud anda melakukannya, tapi yang mau aku katakan bahwa anda telah melakukan kesalahan besar. Anda sungguh sungguh telah melukai harga diri Nona kami. Tapi tenang saja nona Lorine sampai saat ini tidak mengetahui keterlibatan anda."
"Mak...maksudmu ..."kata ibu suri Anita tergagap karena terkejutnya.
"Anda tidak perlu tahu darimana aku mengetahuinya. Sekarang yang perlu anda selidiki adalah alasan utama putra anda menceraikan isterinya. Selidiki istana bambu hitam, maka anda akan menemukan jawabannya. Dan mengenai nona kami, aku sendiri yang akan memastikan bahwa ia tidak akan pernah kembali kepelukan putra anda"
Tanpa sadar ibu suri Anita naik ke kereta kuda. Kereta kuda bergerak meninggalkan kediaman Valley menuju istana.
Diatas kereta kuda.
"Bagaimana Reneisme mengetahui keterlibatan ku? Tidak mungkin kepala penjaga menghianatiku. Dan apa katanya tadi? Istana bambu hitam?" batinnya
"Aku akan menyelidikinya. Aku yakin pasti ada sesuatu yang penting dan berhibungan dengan putraku"
Begitu sampai didepan istana.
"Bertha, kamu pergi keruang pertahanan. Katakan kepada petugas yang bernama Shine aku memanggilnya"
"Baik ibu suri.."
Ibu suri Anita kembali ke istana mawar, tempat kediamannya.
Mukanya jelas menunjukkan jika ia sedang gusar. Dengan tidak sabar ia memasuki ruang kerjanya. Amber yang melihat kedatangan ibu suri sedikit terkejut.
"Ibu suri, anda telah kembali? Kenapa dengan wajah anda?"tanyanya bingung. Biasanya jika bertemu dengan permaisuri Lorine, ibu suri akan sangat bersemangat dan wajah gembira seperti baru bertemu sahabat lama.
"Aku seperti orang yang ketahuan menyuruh seseorang mencuri Amber. Dan malangnya orang yang kecurian itu mengetahui sebuah rahasia yang berhubungan dengan pencuri suruhanku, tapi sebagai orang yang sangat dekat dengan pencuri itu aku justru tidak tahu apa apa tentang rahasia itu"kata ibu suri dalam pengandaian.
"Anda kan sudah punya segalanya ibu suri. Tapi mengapa masih menyuruh orang mencuri?"
"Amber...."teriak Ibu Suri tertahan.
>...
__ADS_1