
Louisa turun dari kereta kuda. Shine juga ikut turun dari kudanya.
"Ada apa Shadow?"
"Sudah sekitar satu kilometer aku melihat sesuatu yang cukup menarik ketua. Aku tidak tahu apakah penduduk desa ini menyadari atau tidak"
"Dari tadi kau hanya membuat penasaran Shadow. Katakan saja ada apa?" kata Shine tidak sabar karena hari telah sore.
"Ah senior ini. Coba ketua lihat semak disepanjang jalan yang kita lewati. Apakah ketua mengenalnya?"
"Hemm.. murbei. Ini peluang yang bagus untuk penduduk desa. Shine kita singgah dirumah kepala desa"
"Baik ketua"
Louisa dan Reneisme kembali naik ke kereta kuda. Shine melompat keatas kuda tunggangannya.
Setelah bertanya kepada beberapa penduduk yang melintas, akhirnya mereka menemukan rumah kepala desa.
Kedatangan mereka tentu saja membuat kepala desa terkejut, terlebih ada lambang kerajaan pada kereta kuda yang dinaiki Louisa.
"Salam tuan dan nyonya. Selamat datang di desa Murbei" katanya sambil membungkukkan badan saat Louisa dan Reneisme turun dari kereta kuda.
"Salam jumpa kepala desa. Perkenalkan saya Louisa, perwakilan kerajaan."
"Ampun Nyonya, apa desa kami bermasalah sehingga perwakilan kerajaan datang kemari?"tanyanya dengan wajah pucat.
"Tenang saja kepala desa. Kami hanya kebetulan lewat hendak ke kota Yuritz dan menemukan sesuatu yang menarik didesa ini. Dan hendak membahasnya dengan anda"
"Oh... mari kita berbincang didalam saja nyonya"
Mereka masuk kedalam rumah kepala desa.
"Nyonya Louisa, apa yang hendak anda bahas dengan saya?"
"Tadi anda mengatakan desa ini bernama desa Murbei. Dan disepanjang jalan juga kami melihat banyak murbei"
"Benar nona. Desa kami memang dikeilingi oleh pohon murbei. Karenanya disebut desa Murbei"
"Sampai sejauh ini bagaimana kalian memanfaatkan pohon murbei?"
"Tidak ada nona. Jika sedang musim berbuah, biasanya anak anak desa suka memanen buahnya untuk dimakan."
"Apakah pada pohon murbei, kalian pernah menemukan ulat yang memakan daun daunya?"
"Tentu nona. Itu terjadi saat daun murbei keluar pucuk muda. Dan saat itu, tidak ada penduduk desa yang berani mendekati pohon pohon itu"
"Tuan, perlu anda ketahui. Ulat ulat itu, merupakan ulat ulat yang sangat berharga. Anda juga berarti pernah melihat kepompong berwarna putih dari ulat ulat itu bukan?"
"Benar nona. Tapi mengapa itu berharga?"
"Tuan, apakah anda melihat baju yang saya pakai?"
__ADS_1
"Tentu nyonya. Terlihat cukup mahal "
"Baju yang saya pakai ini dinamakan kain sutera, dan terbuat dari kepompong ulat yang memakan daun murbei yang dipintal menjadi benang. Dan baju ini saya pesan dari kerajaan Kite dengan harga yang sangat mahal"
"Maksud nyonya?"
"Bukan maksud saya membanggakan pakaian saya, tapi yang saya maksudkan desa ini berpotensi menghasilkan kain kain sutera yang bagus. "
"Tapi Nyonya, kami tidak mempunyai pengetahuan tentang itu"
"Apakah didesa ini ada yang bisa memintal benang?"
"Ada nona. Sebab ada juga beberapa penduduk desa menanam kapuk dan kapas."
"Jika begitu sudah sempurna. Nanti akan ada orang dari kota Yuritz yang memberi pelatihan kepada penduduk desa. "
"Terimakasih nyonya"
"Mengenai pemasarannya sendiri, agar harga tetap stabil seperti program pertanian untuk tanaman pangan ditiap desa akan ada semacam koperasi untuk menampung hasil panen penduduk"
"Terimakasih banyak nyonya. "
"Karena hari semakin sore, kami segera pergi kepala desa. Kami harus melanjutkan perjalanan ke kota Yuritz"
"Baik Nyonya. Hati hati kalian dijalan"
Louisa dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Setelah dua jam kemudian mereka sampai di kota Yuritz.
Mereka memutuskan langsung ke pergi ke penginapan. Setelah mandi dan makan malam mereka langsung beristirahat.
*****
Pagi harinya di balai kota Yuritz.
"Selamat datang di kota Yuritz tuan putri"
"Salam jumpa kepala kota"
"Mari masuk tuan putri, tuan dan nyonya"
Mereka berbincang sejenak, sebelum memutuskan pergi melihat lahan pelatihan dan percontohan kota Yuritz.
Lahan pertanian itu sendiri ada di kota Yuritz. Hanya mengendarai kereta kuda selama setengah jam mereka sampai di lahan yang dimaksud.
Louisa cukup puas dengan lahan pertanian tersebut. Saat berbincang dengan kepala kota, Louisa menyinggung tentang desa Murbei.
Kepala kota sangat senang dengan apa yang diusulkan Louisa tersebut.
"Tapi nona Louisa, aku tidak ada mengenal ada orang yang mengetahui tentang budidaya ulat sutra di kota Yuritz"
"Aku sudah mengirim surat untuk seorang temanku di kerajaan Kite agar datang ke kota Yuritz. Atau jika dia tidak bisa datang mungkin ia bisa mengirim seseorang yang bisa memberikan pelatihan disini."
__ADS_1
"Jika itu juga tidak bisa nona?"
"Dengan terpaksa, kita harus mengirim seseorang untuk pergi belajar ke sana. "
"Baik nona"
"Mungkin dua atau tiga hari lagi kita sudah bisa menerima jawaban darinya. Nantinya aku mengirim pesan lewat burung pengirim pesan kepada anda"
"Baik nona. Jika memungkinkan, bisakah budidaya ulat sutera dikembangkan di wilayah Yuritz? Sama seperti peternakan sapi kita?"
"Itu mungkin saja kepala kota. Tapi walau begitu, program pertanian untuk tanaman pangan harus tetap kita jalankan"
"Tapi bukankah harga pangan bisa kita tutupi dari hasil perdagangan kita yang lain?"
"Persoalannya bukan disana kepala kota. Tapi kita ada persoalan besar menanti beberapa tahun yang akan datang. Dan semua itu terkait dengan pangan"
"Persoalan besar? Apakah kita akan berperang nona?" tanya kepala kota dengan panik .
"Ha...ha... anda ada ada saja kepala kota. Tapi mungkin saja persoalan itu akan mengakibatkan perang. Apa yang menjadi persoalan, nanti saya akan ungkapkan saat rapat tahun pertama anggota dewan kerajaan"
"Berarti ini masalah serius"
"Sangat serius kepala saya sendiri yang turun tangan langsung mengecek lahan lahan pelatihan dan percontohan disetiap kota khususnya di distrik satu"
" Jadi bagaimana dengan distrik lainnya nona?"
"Itu nanti menjadi tugas pertama menteri pertanian kita. Mungkin bulan depan menteri pertanian kita akan dilantik oleh Yang Mulia Raja."
"Bagaimana dengan peternakan kita nona?"
"Itu akan dirangkap oleh menteri pertanian kita. Tapi tentu akan di bantu wakil menteri yang berpengalaman dibidang peternakan"
"Siapa dia nona?"
"Tentu saja putera anda kepala kota. Jackson Mike. Apakah anda keberatan?"
"Tentu tidak nona. Jadi kedatangan anda juga berkaitan dengan hal itu?"
"Tentu kepala kota. Selain untuk mengecek lahan pelatihan, juga untuk bertemu dengan putera anda."
"Jika begitu, tinggallah malam ini di kota Yuritz. Besok baru anda melanjutkan perjalanan kembali. Biar saya mengirim orang untuk menjemput putera saya datang"
"Tentu kepala kota"
Mereka berbincang sampai tidak terasa hari telah menjelang sore.
Saat malam hari, Louisa dan rombongan bersiap menghadiri jamuan makan malam yang diadakan kepala kota.
Hanya Shadow dan Light meminta ijin kepada Louisa untuk tidak ikut, karena mereka memiliki rencana tersendiri. Louisa memberi ijin kepada mereka walau ada sedikit pertanyaan dihatinya.
Saat diatas kereta kuda..
__ADS_1
"Ibu Ren, apakah ada sesuatu tentang Shadow dan Light yang tidak aku ketahui?"