
Kuda berpacu dijalanan meninggalkan debu di udara. Menjelang sore rombongan Louisa memasuki kota Leak. Kota itu terlihat sedikit lebih suram daripada terakhir kalinya mereka mengunjungi kota itu.
"Ketua, apa anda tidak merasa ada yang sedikit aneh dengan kota ini?" tanya Shine.
"Seperti nya laporan yang aku terima lebih sedikit dari apa yang terjadi" jawab Louisa
"Yah.. Untuk ukuran sebuah kota, keadaannya memang terlalu sunyi. Sebelum nya bagaimana rupanya keadaan kota ini ?" tanya Deep yang waktu kunjungan Louisa sebelumnya tidak ikut karena melatih prajurit.
"Lebih ramai dan hidup" jawab Marco
"Apa ini ada hubungan nya dengan kekacauan yang ada di tambang tanah liat ?"
"Kemungkinan itu tetap ada. Kita langsung saja pergi ke kediaman kepala kota " kata Louisa
"Baik, Ketua "
Mereka memacu kudanya menuju kediaman Kepala kota.
"Selamat datang, Tuan Puteri serta Tuandan Nyonya" sambut Kepala kota .
"Salam jumpa, Kepala kota" kata mereka serempak.
"Mari masuk, kita berbincang didalam"
Mereka akhirnya masuk ke dalam kediaman kepala kota.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan tambang tanah liat kita, Kepala kota ?" tanya Louisa langsung tanpa basa basi.
"Terjadi kekacauan, Tuan Puteri "
"Seberapa kacau sampai anda memintaku untuk datang?"
"Disiang hari semuanya berjalan dengan normal, Tuan Puteri. Para pekerja melakukan tugas nya masing masing. Tapi ketika malam tiba, ada sekelompok orang yang melakukan perusakan. Aku sudah meminta kepada penjaga kota untuk melakukan pengawasan di lokasi tambang."
"Terus hasilnya?"
"Tenaga penjaga kota sendiri terbatas Tuan Puteri. Saat mereka melakukan pengawasan di lokasi tambang, sekelompok orang itu membuat kerusuhan di dalam kota. Itu membuat kami menjadi kewalahan" kata kepala kota dengan raut muka sedih dan lelah.
Louisa dan lainnya saling berpandangan.
"Jadi sejauh ini, apa yang kalian lakukan untuk mengatasi masalah ini ?"
"Kami mengutamakan tambang, Tuan Puteri. Karena jika tambang terganggu, pembangunan tembok perbatasan juga akan ikut terganggu. Sedangkan untuk kota sendiri, dengan terpaksa saya membuat peraturan baru."
"Peraturan baru ?"
"Benar Tuan Puteri. Bahwa ketika matahari mulai tenggelam, masyarakat dilarang keluar rumah jika tidak dalam keadaan terpaksa. Akibatnya kota menjadi kota mati ketika malam tiba"
"Pantas saja keadaan kota terasa sedikit aneh kami rasakan ketika datang kemari. Jelas kami merasakan perbedaan, dibandingkan dengan kunjungan kami yang terakhir kalinya " kata Light
"Tapi ini juga kurang bagus untuk perkembangan sebuah kota. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus" kata Kepala kota lagi
"Anda benar kepala kota. Untuk tambang sendiri, apakah ada kendala setelah pengaturan yang anda buat?"
"Beberapa kali tetap ada penyerangan, tetapi dihadang oleh pengawal kota"
__ADS_1
" Siapa kira-kira dalangnya? Aku tidak percaya ada orang yang berusaha menghancurkan tambang kita? Bagaimana menurut, ketua?" tanya Shine
" Kepala kota Apakah ada yang pernah kita tangkap?"
" Ada tuan putri. Tapi kita tidak menemukan apa pun dari mereka. Mereka sama sekali tidak mau bicara"
" Itu sangat aneh. Aku curiga ada dalang dibalik semuanya"
" Apa mungkin seperti kejadian waktu pertemuan keluarga Valley?"
" Itu yang kumaksud. Sekarang Apakah ah ah ah ada yang masih ditahan?"
" Ada tuan putri. Kami belum membebaskannya. Jika Tuan Putri mau, besok pagi saya akan mengantarkan untuk menjumpai mereka"
" Maaf kepala kota, bisakah malam ini saja anda menyuruh seorang penjaga kota menemani Shine dan Deep menjumpai mereka?"
" Baiklah jika Tuan Putri menginginkannya, mereka akan pergi setelah makan malam"
Tidak berapa lama Istri kepala kota akan datang bersama beberapa pelayan.
" Tuan Putri hidangan telah tersedia, mari pergi untuk menyantapnya" kata istri kepala kota
" Terima kasih Nyonya" kata Louisa
Bersama-sama mereka menuju ruang perjamuan.. Selesai makan, Kepala kota memanggil kepala penjaga balai kota untuk menemani mereka ke penjara kota.
"Shine, introgasi mereka. Aku mau informasi sebanyak mungkin" kata Louisa
"Baik Ketua" jawab Shine.
"Besok pagi, aku mau laporan lengkap"
Setelah Shine dan Deep pergi Louisa dan lainnya beristirahat di kamar yang telah disediakan isteri kepala kota.
Keesokan paginya...
Tok... tok... tok...
"Tuan Puteri sudah bangun?"
"Iya, tunggu sebentar"
Louisa bergegas membuka pintu. Didepan pintu telah berdiri isteri kepala kota.
"Maaf Tuan Puteri. Sarapan telah siap."
"Baik. Kita pergi. Apakah yang lainnya sudah datang?" tanya Louisa sambil mereka berjalan menuju ruang perjamuan.
"Mereka semua sudah menunggu diruang perjamuan"
Dan benar saja. Dibuang perjamuan telah menunggu semua anggota Louisa, juga kepala kota.
Mereka menikmati sarapan pagi dengan tenang.
"Bagaimana hasil kalian tadi malam, Shine ?" tanya Louisa setelah semua selesai makan sementara piring piring jamuan telah diangkat oleh pelayan .
__ADS_1
"Dugaan kita memang benar, Ketua. Sebagian besar mereka hanya pion. Tapi ada dua orang yang merupakan koordinator mereka. Seharusnya diantara pekerja tambang, masih ada anggota mereka" kata Shine
"Ketua, sepertinya persiapan kita ini telah bocor." kata Deep
"Mungkin juga. Tapi semua itu sangat rahasia. Hanya kalangan istana yang mengetahuinya. Bagaimana bisa bocor? Aku tidak yakin ada yang berhianat"
"Yang dikatakan Ketua benar. Tidak mungkin ada kalangan istana yang berkhianat. Jika ada yang mencoba membocorkan rahasia istana keluar, mereka pasti ketahuan olehku " kata Light
"Maksudmu mantera tintamu?" tanya Marco
"Iya. Lidah mereka akan kaku. Dan tidak akan bisa bicara."
"Kau sangat mengerikan" kata Marco pura-pura ketakutan.
"Apa kau bilang!"
"Sudah. Jangan bertengkar" lerai Shadow. " Ada satu yang mungkin, Ketua"
"Apa itu?"
"Mungkin mereka memang tidak tahu tentang persiapan kita mengenai perang dan bencana kemarau. Tapi mereka memang bertujuan mencegah kita membentengi kerajaan, sehingga jika mereka ada niat menyerang kerajaan Lembah Angin tentu akan lebih mudah jika tidak ada tembok tembok kita"
"Aku juga berpikiran sama dengan Shadow, Ketua. Mereka pasti sangat marah karena rencana licik mereka sebelumnya berhasil kita gagalkan, bahkan Deep mengirimkan cendramata yang sangat indah kepada mereka. Sehingga keinginan mereka mengontrol Lembah Angin seperti boneka menjadi gagal. Tentu saja mereka memikirkan rencana lain" kata Marco
"Dari dua koordinator itu, apa yang kalian dapatkan?"
"Satu orang bertugas merekrut orang untuk mengacau, sementara yang satu lagi bertugas menjadi propokator saat mereka mulai penyerangan."
"Dananya mereka dapatkan dari mana?"
"Menurut keduanya, ada orang lain yang bertugas memberikan imbalan setiap kali mereka menyelesaikan tugas"
"Bagaimana cara mereka bertemu?"
"Orang itu yang mencari mereka. Menurut pengakuan mereka, orang itu selalu berpakaian berwarna hitam dan memakai cadar"
"Jadi perempuan kah ?"
"Menurut mereka seharusnya seorang laki laki. Mungkin sekitar empat puluh sampai lima puluh tahun. Orangnya kurus dan tingginya hampir sama dengan Deep"
"Apa!" seru Kepala kota tanpa sadar.
.
..
...
Hallo ***readers...
Maaf jika laaaaammaaaaa banget baru update. Kemaren itu hpnya author masuk rumah sakit alias rusak...he...he...
Sebenarnya bab bab terakhir season satu kemarin sudah mulai bermasalah. Begitu mulai masuk season dua, pingsan dia. Terpaksa bawa kerumah sakit untuk opname.. alias diservice. Dan hasil akhirnya setelah cukup lama menanti...... tidak tergolong lagi karena biaya perbaikan memerlukan biaya yang cukup mahal bagi author. Dan untuk mengantisipasi surat cinta dari NT yang banyak, terpaksa author buat "end".
Jadi bagaimana menyelesaikan persoalan hpnya? Terpaksa menggunakan cara kedua, apa itu? Merayu suami membeli yang baru... he...he... Hasilnya, berhasil ....yee.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar kalian. Sampai jumpa dichapter berikutnya.
Selamat Tahun Baru semua***....