
Raja Landen berpikir sejenak.
Perbedaan sepuluh persen bukanlah perkara kecil bagi Kerajaan Lembah Angin. Tapi saat ini, dia sungguh tidak punya pilihan lain. Atau proyek pertambangan itu tidak akan berjalan.
"Tuan Climb, jika kamu menerima pembagian hasil seperti kata anda sebelumnya. Berapa kira kira penghasilan kerajaan pertahunnya?"
"Perkiraan sementara saya sekitar tiga ratus sampai lima ratus ribu koin emas untuk tahun pertama. Sedangkan untuk tahun berikutnya empat ratus lima puluh ribu sampai satu juta Koin emas pertahun."
Semua yang hadir kecuali Louisa terkejut. Mereka menyadari jika uang modal awal seratus ribu koin emas yang diminta Climb adalah angka yang sangat sedikit dibandingkan uang yang akan dihasilkan.
Tapi sekali lagi, keuangan Lembah Angin belum memadai. Dengan terpaksa mereka menjadi pasrah dengan tawaran Climb.
"Tuan Climb, saya selaku raja Kerajaan Lembah Angin setuju dengan pembagian hasil yang anda tawarkan. Kami akan segera mengurus surat surat ijinnya, agar proyek ini dapat segera berjalan."
"Terima kasih Yang Mulia"
"Paman, ayah, sepupu Lark dan paman menteri sekalian. Kita semua telah mendengar besarnya pendapatan kerajaan dari sektor pertambangan. Saya berharap terkhusus sepupu Lark, mempelajari tentang tambang secara sungguh sungguh."
"Mengapa demikian sepupu Lorine?"
"Pertambangan di desa Tov, hanyalah pertambangan awal di kerajaan ini. Beberapa waktu nanti, setelah tambang ini mulai berjalan, yakinlah akan ada tambang tambang baru yang akan dibuka."
"Jika demikian, kerajaan akan memiliki penghasilan tetap yang bisa membuat negeri ini menjadi lebih baik lagi" kata Lark bersemangat.
"Karena itu, aku berharap kita lebih bisa mempersiapkan segala sesuatunya. Agar nanti bisa memiliki posisi tawar yang lebih baik lagi"kata Louisa
"Segala sesuatu apa maksudnya Lorine?" tanya jendral Lucky.
"Ayah dan paman sekalian harus tahu, jika uang modal awal yang diminta kakak Climb sangat sedikit..Jika itu pihak lain yang mengajukan, paling tidak mereka akan meminta modal dasar itu sekitar tiga ratus ribu koin emas "
"Jadi apa kita harus mengumpulkan uang terlebih dahulu baru menyetujui jika ada yang mengajukan proyek baru?" tanya Lark.
"Kurang lebih seperti itu"
Setelah kesepatan terjadi, mereka akhirnya membubarkan diri.
*****
Tiga Minggu kemudian.
Alun alun istana tampak ramai. Kabar lelang perbaikan dan pelebaran jalan mengundang minat banyak orang.
Ada yang memang berniat mencoba peruntungan untuk memenangkan salah satu jalan yang akan dilelang, ada juga yang datang sekedar untuk menonton. Sebab lelang perbaikan jalan baru sekali ini dilaksanakan.
Biasanya perbaikan maupun pelebaran jalan langsung ditangani pemerintah kota atau kerajaan dan bisa juga pihaknya yang ditunjuk langsung oleh pemerintah kota. Sehingga sulit bagi pihak lain untuk ikut terlibat.
__ADS_1
Gong..!! Gong...!!
Gong dipukul tanda acara lelang mulai dilaksanakan.
Tampak Teola berdiri di depan podium yang telah disediakan.
"Selamat datang kepada saudara sekalian pada acara lelang perbaikan dan pelebaran jalan Kerajaan Lembah Angin"
"Saya Teola Valley akan memimpin di swgacara. Tidak menunggu lama acara kita mulai."
"Sesuai dengan pengumuman yang telah dipasang ditiap kota, bahwa untuk lelang kali ini, jalan yang kita lelang adalah yang berada di wilayah distrik satu mulai dari desa perbatasan sampai dengan ke kota Hinom."
"Untuk lelang jalan nomor satu, jalan kerajaan. Perbaikan dan pelebaran, lokasi dari kota Hilton sampai desa Hiro, panjang jalan dua puluh kilometer. Lebar jalan enam meter, pengerjaan selama tiga puluh hari. Perkiraan nilai proyek tiga koin emas perkilometer. Silahkan ajukan penawaran kalian"
"Dua koin emas, sembilan puluh perak" kata peserta nomor sepuluh.
"Dua koin emas , delapan puluh lima koin perak" kata peserta nomor tujuh.
"Dua koin emas, delapan puluh koin perak" kata peserta nomor sembilan belas.
"Dua koin emas, enam puluh lima koin perak" kata peserta nomor sepuluh lagi.
"Dua koin emas, lima puluh lima koin perak" kata peserta nomor sebelas.
Suasana hening sejenak, tidak ada lagi mengajukan penawaran.
"Dua koin emas, lima puluh lima koin perak yang kedua"
"Dua koin emas, lima puluh lima koin perak yang ketiga. Selamat kepada peserta nomor sebelas."
Akhirnya lelang jalan pertama dimenangkan oleh peserta nomor sebelas. Tampak wajah mengejek dari beberapa peserta lain untuknya.
"Terlalu tipis keuntungan dengan harga yang diajukannya" kata peserta yang satu.
"Mungkin ia ingin kerja bakti" sahut peserta yang disebelahnya.
Tapi peserta nomor sebelas hanya tertawa.
"Jika kalian tidak sanggup, jangan bicara." jawabnya santai.
"Untuk jalan kedua yang dilelang jalan kerajaan. Perbaikan dan pelebaran, lokasi dari kota Hiro sampai desa Hakku, panjang jalan lima belas kilometer. Lebar jalan enam meter, pengerjaan selama tiga puluh hari. Perkiraan nilai proyek tiga koin emas perkilometer. Silahkan ajukan penawaran kalian"
Kembali peserta mengajukan penawarannya masing masing. Tapi peserta nomor sebelas tidak lagi mengajukan penawaran.
Dalam pelelangan ini setiap peserta hanya ijinkan mengambil satu proyek untuk jalan kerajaan, dan maksimal dua proyek untuk jalan daerah.
__ADS_1
Peraturan ini dibuat kerajaan untuk memaksimalkan kinerja pemegang proyek, dan mencegah monopoli satu pihak tertentu. Dan juga agar pengerjaan perbaikan dan pelebaran jalan dapat selesai lebih cepat.
Akhirnya setelah ditawar oleh sejumlah peserta, proyek yang kedua dimenangkan oleh peserta nomor lima.
Waktu terus berjalan, tidak terasa hari telah siang dan semua proyek untuk perbaikan dan pelebaran jalan kerajaan telah selesai, sehingga lelang tahap pertama telah selesai.
Sebelum memasuki lelang tahap kedua, acara dijeda selama satu jam.
Banyak peserta terlihat berwajah gembira karena berhasil memenangkan proyek tertentu, sedangkan sebagian lainnya kecewa karena proyek yang diincarnya dimenangkan oleh peserta lain.
Setelah satu jam, peserta kembali memasuki tempat acara. Teola kembali memimpin acara.
"Untuk lelang jalan nomor satu, jalan daerah. Perbaikan dan pelebaran, lokasi dari kota Hilton sampai desa Wert panjang jalan dua puluh tiga kilometer. Lebar jalan lima meter, pengerjaan selama tiga puluh hari. Perkiraan nilai proyek dua koin emas, delapan puluh koin perak perkilometer. Silahkan ajukan penawaran kalian"
"Dua Koin emas, tujuh puluh lima koin perak"kata peserta nomor dua puluh
"Dua Koin emas, tujuh puluh koin perak"kata peserta nomor tiga puluh tidak mau kalah
"Dua Koin emas, enam puluh lima koin perak"kata peserta nomor dua puluh kembali.
"Dua Koin emas, lima puluh lima koin perak"kata peserta nomor dua belas.
"Dua Koin emas, lima puluh dua koin perak"kata peserta nomor dua puluh kembali tidak mau kalah.
Setelah itu tidak ada lagi yang mengajukan penawaran.
"Dua Koin emas, lima puluh dua koin perak yang pertama"
"Dua Koin emas, lima puluh dua koin perak yang kedua"
"Dua Koin emas, lima puluh dua koin perak yang ketiga. Selamat kepada peserta nomor dua puluh" kata Teola.
Walaupun lebar jalan untuk jalan daerah lebih sempit dibandingkan jalan kerajaan, tapi tingkat kesulitannya lebih besar dari jalan kerajaan.
Hal ini karena jalan kerajaan telah dibatu sebelumnya, sehingga hanya perlu menambah lebar jalan dan perbaikan dibeberapa tempat.
Sedangkan jalan daerah sendiri, banyak jalan yang belum pernah dibatu sama sekali sehingga perlu perkerasan jalan terlebih dahulu dan tentunya memiliki tingkat kesulitan yang lebih besar.
Menjelang malam baru acara lelang berakhir. Menteri Zake seketika menjadi sangat sibuk. Dengan dibantu anak buahnya, mereka mencatat kembali daftar nama pemenang proyek berserta jumlah dana setiap proyek yang harus disediakan pihak kerajaan.
.
.
.. Untuk readers, mohon maaf telah dua hari ini tidak update, author sangat sibuk hingga malam. Saat malam mau nulis, karena terlalu lelah malah tidak bisa konsentrasi sama sekali.
__ADS_1
... Tetap dukung author dengan like dan comment ya. Terimakasih