Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Dua hewan bercangkang


__ADS_3

Seminggu setelah upacara pengesahan Kerajaan, Raja Landen mengangkat menteri dan jendral yang akan membantunya.


Para menteri yang diangkat adalah yang sebelumnya menjabat sebagai kepala departement distrik sembilan.


Sedangkan untuk distrik satu sendiri, posisi kepala departement di gantikan oleh wakil kepala departement sebelumnya dengan Xerze yang menjadi kepala distrik.


Roda pemerintahan mulai berjalan. Louisa sendiri mulai menjalankan rencana nya.


Sudah tiga hari Louisa mengajukan lahan kosong yang bisa dibelinya kepada menteri Matt Valley.


Dari beberapa wilayah yang ditawarkan menteri Matt, akhirnya Louisa tertarik kepada satu kawasan yang tidak terlalu jauh dari kota Riack.


Jaraknya hanya setengah hari perjalanan dari kota Hinom.


"Ibu Ren, berapa hari lagi bibit yang kita pesan dari Agriweba datang?"


"Sekitar sebulan lagi harusnya tiba putri. Kita lihat saja dulu lahannya putri..Setelah melihat baru kita pikirkan hal lainnya"


"Ibu, aku hanya berpikir jika aku yang punya rencana saja terjadi kekacauan, bagaimana nantinya para kepala kota?"


"Jangan berpikir negatif dulu.."


Kereta kuda yang membawa mereka memasuki kota Riack. Mereka hendak bertemu dengan kepala kota terlebih dahulu.


"Selamat datang di kota Riack, tuan putri" sambut kepala kota.


"Salam jumpa tuan. Aku langsung saja tuan. Bagaimana dengan permintaanku akan lahan diselatan kota ini tuan.?"


"Menteri Matt sudah mengirim surat, memang benar di desa Alma ada sebuah lahan kosong yang sangat luas. Dan itu milik pemerintah kota Riack. Jika tuan putri ingin membelinya, akan saya minta kepala sub departement wilayah dan kependudukan mengurus surat suratnya."


"Benar tuan. Saya ingin membeli lahan itu. Tolong dibantu administrasinya"


"Tidak ingin mengecek dulu lokasinya tuan putri? Saya takut jika nanti tuan putri menyesal setelah membelinya. "


"Memangnya kenapa tuan?"


"Mmnnn.. saya bingung menjelaskannya tuan putri. Sebaiknya Tuan putri pergi lihat dahulu. Jika setelah melihat, dan tuan putri tidak berubah pikiran, segera surat suratnya saya buatkan"


Louisa berpikir sejenak.


"Apa yang dikatakan kepala kota ada baiknya tuan putri. Kita cek dulu lokasinya, setelah itu baru kita putuskan" kata Reneisme yang melihat Louisa sedikit bingung.


"Baiklah. Apa kah ada yang bisa mengantar kami kesana tuan?"


"Kebetulan hari ini kepala desa Alma datang berkunjung. Tadi saya meminta beliau menunggu sebentar karena tahu tuan putri datang kemari. Biar beliau saja yang mengantar tuan putri."


"Saya setuju tuan"

__ADS_1


Setelah berdiskusi sebentar dengan kepala desa, akhirnya mereka berangkat menuju desa Alma.


Jalan menuju desa Alma hanya muat untuk dilalui satu kereta kuda, dan masih merupakan jalan tanah yang belum di batu, seperti jalan didesa desa diseluruh lembah angin pada umumnya.


Jika ada kereta kuda yang berselisih jalan, maka satu kereta terpaksa berhenti mencari tempat yang agak lebar terlebih dahulu.


Tapi hal itu jarang terjadi, karena yang mempunyai kereta kuda di desa sangat terbatas. Biasanya hanya kepala desa yang mempunyai kereta kuda, karena itu merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah kota atau bisa dikatakan sebagai kendaraan dinas kepala desa.


Louisa melihat melalui jendela. Untuk sampai di desa Alma, mereka harus melewati satu desa lainnya. Disepanjang jalan tampak rumah rumah penduduk yang sangat sederhana tapi cukup tertataa rapi.


Setelah melewati pemukiman , mulailah terlihat Padang rumput yang luas. Dikejauhan terlihat gunung Awan berdiri dengan megah. Sapi sapi tampak merumput dengan tenang. Sungguh pemandangan yang memanjakan mata.


"Apa yang sebenarnya terjadi di lembah angin ini? Mengapa penduduknya sangat miskin, padahal sumber daya alamnya sangat kaya?" batin Louisa.


"Tuan Terry, apakah sapi sapi itu milik penduduk?"tanya Louisa


"Tidak semua tuan putri. Sebagian besar merupakan milik kerajaan. Penduduk hanya bekerja sebagai penggembala"


"Jadi pakai sistem upah kah?"


"Benar tuan putri. Satu keluarga memelihara lima sampai sepuluh ekor sapi. Dengan upah satu koin perunggu per ekor sapi. "


"Sangat sedikit tuan"


"Tapi itu masih cukup untuk hidup sederhana. Yang jadi persoalan, jika dalam satu keluarga mempunyai tiga atau empat orang anak yang sudah remaja. Jelas sepuluh ekor sapi tidak cukup untuk pekerjaan satu keluarga"


"Sebagian pemuda terpaksa pergi kekota mencari pekerjaan sebagai buruh kasar. Walaupun terkesan penghasilan mereka lebih besar, tujuh koin perunggu perhari, mereka masih harus membayar uang sewa tempat tinggal dan juga uang makan yang tidak sedikit."


"Tuan Terry benar. Desa Alma memelihara berapa ekor sapi tuan?"


"Desa Alma sendiri memelihara lima ratus ekor sapi kerajaan tuan putri"


"Cukup banyak tuan. Memangnya berapa jumlah kepala keluarga desa Alma tuan?"


"Delapan puluh enam kepala keluarga putri. Kita memasuki desa Alma tuan putri. Tapi lahan yang dimaksud untuk dilihat, letaknya agak jauh dari pemukiman penduduk."


"Berarti kita melewati desa?"


"Benar tuan putri. Itu kediaman saya tuan putri. Apa tuan putri hendak singgah?"


"Nanti saja tuan. Setelah kita melihat lokasi"


"Baik tuan putri."


Kereta kuda terus berjalan melalui pemukiman penduduk. Sesekali kereta kuda yang mereka naiki menjadi perhatian penduduk, karena dikawal empat orang berkuda.


"Kita berhenti disini tuan putri. Mari turun"

__ADS_1


Kepala desa Terry, Louisa, Reneisme turun dari kereta. Shine, Light, Marco dan Shadow yang mengawal mereka juga telah turun dari kuda mereka masing masing.


Didepan mereka terlihat sebuah lahan yang sangat luas. Tidak terlalu jauh, walau samar ada sesuatu yang tidak biasa.


"Tuan, apa itu? Seperti sebuah danau?"


"Benar tuan putri"


"Aku mau melihatnya"


"Mari tuan putri"


Mereka berjalan bersama arah danau itu.


"Tuan, mengapa didalam peta danau ini tidak ada? Dan ada nama danau ini?"


"Danau ini belum memiliki nama tuan putri. Danau ini terbentuk setelah gempa lima belas tahun yang lalu. Awalnya danau ini berupa sebuah telaga kecil yang di gunakan penduduk untuk memberi minum sapi sapi peliharaan."


"Tapi setelah gempa terjadi, airnya semakin banyak dengan jangkauan semakin luas. Dan terbentuklah danau ini."


"Jika demikian, mengapa tidak dimanfaatkan penduduk tuan?"tanya Reneisme heran.


"Mulanya kami manfaatkan nyonya. Tapi semenjak ada hewan hewan aneh yang keluar dari dalam danau, penduduk desa ketakutan. Dan danau ini ditinggalkan"


"Hewan aneh? Seperti apa tuan Terry?" tanya Louisa


"Ada capitnya putri, bercangkang keras. Warnanya agak kehitaman. Belum lagi ada satu lagi hewan yang menempel di tali tali yang ditinggalkan penduduk sebelumnya. Mereka bergerombol, bercangkang keras berwarna agak kehijauan"


"Shadow, coba periksa"


"Baik ketua"


Shadow berjalan mendekati danau, berjongkok di pinggirnya dan merapal mantra. Dia kemudian berdiri dan tersenyum kearah Louisa.


"Bagaimana?" tanya Louisa mendekat.


"Kita akan makan enak tuan putri" katanya tersenyum. "Kepala desa, suruh beberapa penduduk datang membawa ember kemari"


"Baik tuan. Tuan putri saya pergi sebentar" katanya dengan bergegas walau masih sedikit bingung.


"Memang apa itu Senior?"tanya Marco


"Mari saya tunjukkan"



>>Marco benar kan readers??

__ADS_1


>>>Maaf untuk dua hari sebelumnya tidak update. Ada pekerjaan di real life yang tidak bisa ditinggalkan.


__ADS_2