
"Mengapa melakukan pengejaran sendiri. Kau tahu itu berbahaya. Walaupun kau sangat kuat, tapi kelompok Bear Arrow tidak bisa dianggap remeh"
"Aku tahu ketua. Tapi saat itu aku tidak punya pilihan. Justru karena aku tahu mereka kelompok Bear Arrow, aku harus tahu dimana markas mereka. Jika aku kembali ke kota mencari bantuan, aku takut akan kehilangan jejak"
"Lanjutkan.."
"Setelah mengikuti mereka sekitar tiga jam, mereka berhenti di sebuah warung, ditepi hutan kabut. Tapi rupanya mereka hanya memberikan kuda kuda tunggangan kepada pemilik warung. Setelah itu, mereka masuk kedalam hutan kabut"
"Hutan kabut ya... kalau tidak salah itu salah satu tempat terdingin di kerajaan Fatma." kata Peachu.
"Kau pernah ke desa Akna, pasti tahu gunung Awan. Bagaimana perbandingan tingkat dinginnya?"
"Jika siang hari hampir sama ketua. Tapi jika malam hari, sepertinya hutan kabut jauh lebih dingin. Mungkin sekitar satu setengah sampai dua kali lipat dari desa gunung Awan"
"Jika demikian, akan lebih sulit dari dugaanku. Apalagi jumlah lawan kita belum tahu pasti."
"Kerahkan saja seluruh anggota kita, ketua"
"Bagaimana menurut Shine?"
"Itu bagus juga. Apalagi yang kulihat, kemampuan anggota kita ini sedikit dibawah standart. Sepertinya mereka jarang berlatih. Jadi kita bisa menganggap ini sebagai suatu latihan untuk mereka"
Mendengar perkataan Shine, semua anggota the power of night yang berada di ruang an itu berkeringat dingin. Mereka tahu pasti betapa kerasnya Shine melatih mereka, dan ini langsung menurunkan mereka ke tengah pertempuran dan menganggap nya hanya sekedar latihan. Shine sungguh keterlaluan...
"Itu juga bagus. Setelah ini semua selesai, aku berencana menarik setengah dari mereka ke desa Alma. Menyelesaikan pelatihan selama enam bulan. Sementara beberapa orang, kirim ke Gordon agar berlatih dengan Hendrikus." kata Louisa
"Ke Gordon rencananya siapa saja ketua?" tanya Marco
"Simon dan Andrew serta tiga orang lainnya. Peachu tetap disini sebagai wakil. Setelah Simon dan yang lain kembali, baru ia ke desa Alma mengikuti pelatihan."
"Jika hanya aku sendiri, terus terang aku tidak sanggup ketua" kata Peachu.
"Siapa bilang kau sendiri. Kalian berangkat, setelah tim pengganti tiba disini"
"Untuk pengganti Simon, siapa rencana ketua?"
"Aku akan meminta Harry kepada Hendrikus. Hanya setengah tahun, aku kira dia tidak akan keberatan"
"Terserah ketua jika begitu"
__ADS_1
"Baiklah. Kalian bersiap siap. Tinggalkan anggota sebanyak lima belas orang saja untuk menjaga gedung dan melayani pelanggan. Sisanya bersiap. Mungkin malam ini kita langsung berangkat"
"Baik ketua"
"Shine, Marco ikut aku ke istana. Yang lain tunggu perintah selanjutnya"
*****
Di istana Fatma. Sesaat sebelum menjumpai raja Tejza.
"Ketua, apa kita melibatkan prajurit Fatma dalam pengejaran?"
"Tentu Marco. Bagaimana pun ini ada kerajaan mereka. Bahkan seharusnya ini tanggungjawab mereka, dan kita hanya pihak yang berusaha membantu"
"Tapi ketua. Sepertinya rumor tentang lemahnya kekuatan militer mereka sepertinya benar. Jika tidak, seharusnya mereka lebih tahu kelompok kelompok bandit seperti ini dibanding kita"
"Mungkin mereka terlena karena secara ekonomi dan pembangunan kondisi kerajaan Fatma cukup mengagumkan. Dan selama ini banyak kerajaan yang cukup bergantung pada kerajaan Fatma, sehingga hampir tidak ada yang berniat berperang dengan mereka."
"Tapi ketua, mungkin ini akan menjadi pelajaran bagi mereka. Bahkan Gordon yang jauh lebih maju dari Fatma, menjadikan kekuatan militer dan keprajuritan sebagai salah satu poin utama untuk penyangga kerajaan mereka" kata Marco.
"Yang kau katakan ada benarnya Marco. Tapi kondisi Fatma dan Gordon sangat jauh berbeda. Gordon walaupun sebuah kerajaan yang besar, juga dikelilingi oleh kerajaan besar lainnya. Sehingga mereka memerlukan militer dan keprajuritan yang tangguh. Sedangkan Fatma, selain Yard hanya dikelilingi kerajaan kerajaan kecil. Bahkan Lingkar Awan hanya berada diperingkat kerajaan menengah. Dibelakang Lingkar Awan, kerajaan Lembah Angin yang bahkan terhitung sebagai kerajaan muda." kata Shine.
"Sudah jangan dibicarakan lagi. Selama kita tidak punya bukti yang kuat, kita tidak bisa menyerang mereka. Bahkan jika Jhon Muel bicara sekalipun, mereka bisa saja dengan mudah mengingkari nya"
Mereka menuju kediaman Raja Tejza dan melaporkan kedatangan mereka kepada prajurit jaga yang bertugas.
"Tuan Puteri dan tuan tuan sudah dirunggu Yang Mulia Raja Tejza di ruang pertemuan. Ikuti saya" kata seorang pelayan menjemput mereka.
Mereka bertiga mengikuti pelayan itu dan masuk kedalam ruang pertemuan.
"Salam Yang Mulia.." kata mereka serempak.
"Salam kalian aku terima. Silahkan duduk. Tunggu sebentar. Kita sedang menunggu kedatangan Jendral Yufra dan Jendral Lucky. Pelayanku sudah pergi memanggil mereka"
"Baik Yang Mulia"
Tidak lama kemudian Jendral Yufra dan Jendral Lucky memasuki ruang pertemuan.
"Salam Yang Mulia" kata keduanya.
__ADS_1
"Salam kalian aku terima. Silahkan duduk. Puteri Lorine, ada informasi apa saja yang bisa kalian peroleh?"
"Berdasarkan penyelidikan kami, penyerang memang benar kelompok Bear Forest. Disini mereka berada dibawah naungan Serikat Pekerja Sorka, pimpinan Jhon Muel."
"Serikat pekerja Sorka? Bukankah itu...?"
"Benar ayah. Yang mengadu domba desa Alma dan desa Akna."
"Maksud kalian di kerajaan Lembah Angin, mereka juga sudah mengacau?" tanya raja Tejza.
"Benar Yang Mulia. Tapi itu sudah beberapa tahun yang lalu. Menurut pengakuan salah satu penyerang yang kami interogasi, mereka merupakan anggota elit serikat pekerja Sorka. Dan keberadaan mereka hanya diketahui oleh beberapa orang saja di serikat. Dan pengakuan nya ini diperkuat oleh para pekerja di serikat yang kami tanyai"
"Jika keberadaan mereka hanya diketahui segelintir orang, dimana keberadaan mereka?"
"Di hutan kabut Yang Mulia. Marco jelaskan tentang pengejaran yang kau lakukan"
Marco kemudian menceritakan kembali pengejaran yang dia lakukan sampai ia tiba di pinggiran hutan kabut.
"Jika demikian, mungkin akan sulit menyergap mereka..."
"Kenapa Yang Mulia?" tanya Jendral Lucky
"Hutan kabut, merupakan tempat paling dingin di wilayah kerajaan Fatma. Disebut sebagai hutan kabut bukan tanpa alasan. Tapi karena memang demikian keadaan disana. Selalu diselimuti kabut. Akan sulit bagi orang untuk bertahan hidup disana"
"Jika memang sesulit itu, aku yakin mereka tidak akan tinggal disana Yang Mulia. Pasti ada suatu rahasia ditempat itu, yang membuat mereka bisa bertahan disana."
"Ampun Yang Mulia. Tapi aku pernah mendengar sebuah rumor, jika di hutan kabut ada sebuah tempat yang cukup hangat" sela pelayan
"Sebuah tempat yang cukup hangat?"
"Benar Yang Mulia. Aku mendengarnya dari beberapa penduduk yang mencari madu hutan. Jika tidak salah, mereka bilang itu terletak tepat ditengah tengah hutan kabut. Tapi kebenaran nya aku juga tidak pasti Yang Mulia"
"Itu mungkin saja. Pelayan ambil kan peta kerajaan di ruang kerja ku. Minta kepada Putera Mahkota."
"Baik Yang Mulia"
Pelayan itu pergi mengambil peta kerajaan Fatma. Tidak lama ia telah kembali membawa peta itu dan menyerahkan nya kepad Raja Tejza.
"Ini petanya Yang Mulia"(((((
__ADS_1