
"Oh ya, ayahanda. Tadi aku bertemu dengan seorang pria tua yang mengaku sebagai sahabat almarhum kakek" kata pangeran Natjo
"Hmm... kakekmu sudah lama meninggal Natjo"
"Iya aku tahu. Dan aku sudah katakan kepada beliau. Tapi kedatangan beliau juga ingin berjumpa dengan ayahannda. Ini ada surat resmi permintaan pertemuan yang tadi dititipkan kepadaku" kata pangeran Natjo lagi sambil mengambil surat dari balik saku bajunya dan memberikannya kepada Raja Clould.
"Hmm... dari Kerajaan Gordon.." kata sambil membuka gulungan surat itu.
Raja Clould membaca surat itu sekilas dan seolah olah mengingat sesuatu.
"Natjo, katakan pada ayahanda. Apakah orang itu menunggang seekor harimau putih?"
"Mmm.. sepertinya iya. Aku tidak sempat melihatnya, tapi menurut Hang saat orang itu masuk kedalam penginapan ia melihat sekilas seekor harimau putih berjalan didepan penginapan. Kukira ia salah lihat da menegurnya.."
"Ayah pernah bertemu dengannya saat kakekmu masih hidup. Kau saat itu masih sangat kecil... ya..ya... Beliau memang salah satu sahabat kakekmu"
"Katanya beliau seorang petualang sama seperti kakek.."
"Benar.. Rick, tuliskan surat undangan memasuki istana untuk besok pagi. Atas nama Yang Mulia Kendrick Alexander Henry dari Kerajaan Gordon. " kata Raja Clould kepada salah satu ajudannya.
"Baik Yang Mulia..."
"Natjo utus salah satu prajurit kita untuk mengantarkan suratnya segera setelah selesai dibuat Ricky"
"Baik ayahanda.."
"Ayah pergi dahulu. Ada rapat dengan Putera mahkota serta pamanmu Count Enland"
"Belum ada kabar baikkah?"
"Hah... sejauh ini belum. Karenanya itu mungkin kita akan mencari di kerajaan yang berbeda. Mungkin ada sedikit petunjuk tentang keberadaannya.." kata Raja Clould sambil meninggalkan ruang kerjanya.
.
.
Malam harinya di penginapan Bruswick
Tok...tok...
"Siapa?"
"Tuan, kami utusan dari istana Tapis hendak bertemu dengan Yang Mulia Kendrick Alexander Henry dari Kerajaan Gordon" terdengar suara dari balik pintu.
Leluhur Kendrick segera membukakan pintu. Di depannya berdiri dua orang pria berpakaian prajurit kerajaan Kite.
"Saya Kendrick Alexander Henry..." katanya tegas
"Maafkan ketidak sopanan kami. Ini ada surat dari pangeran kelima Natjo. Mohon diterima" kata salah satu prajurit itu sambil memberikan gulungan surat dengan hormat.
"Terima kasih. Saya memang menunggu surat ini." kata Leluhur Kendrick.
"Pesan pangeran, besok pagi akan ada kereta kuda kerajaan menjemput anda kemari"
__ADS_1
"Sampaikan ucapan terima kasih kepada beliau."
"Baik tuan. Kami permisi"
"Silahkan.."
Setelah kepergian keduanya.
"Ha...ha... langit sungguh memberkati pria tua ini.. " katanya sambil membaca gulungan surat itu.
.
.
Keesokan paginya
Leluhur Kendrick, Hwak dan Lion baru selesai sarapan ketika sebuah kereta kuda berhenti didepan penginapan. Kedatangan kereta kuda kerajaan itu sekilas mengundang perhatian beberapa tamu penginapan.
Sebab walaupun pangeran Natjo sering makan siang di penginapan Bruswick tapi alih alih naik kereta kuda, dia selalu memilih menunggang kuda.
Seorang prajurit berbicara dengan pelayan yang menjaga pintu sebentar sebelum datang menjumpaiku leluhur Kendrick.
"Salam Tuan Kendrick. Kereta kuda kerajaan sudah menunggu Tuan di depan pintu." katanya dengan hormat.
"Pimpin jalannya.." kata leluhur Kendrick
"Mari Tuan..."
Leluhur Kendrick Lion dan Hwak segera menaiki kereta kuda kerajaan. Dan kereta kuda itupun berjalan menuju istana Tapis.
.
.
"Selamat datang di istana Tapis kerajaan Kite, Yang Mulia Kendrick." sambutnya dengan tersenyum
"Terima kasih atas sambutannya pangeran. Orang tua ini tidak menyangka jika pangeran sendiri yang menyambut kedatangan kami"
"Ha...ha... ayahannda sendiri yang meminta Yang Mulia Kendrick. Mari saya antarkan kepada beliau "
"Silahkan Pimpin jalannya, Pangeran.."
Pangeran membawa mereka menuju ruang kerja Raja. Tapi Lion dan Hwak diminta menunggu diruang tamu istana sementara pangeran Natjo membawa leluhur Kendrick masuk.
Tok..tok..
"Ayahannda, saya telah membawa Yang Mulia Kendrick kemari" kata pangeran Natjo.
Raja Clould berdiri dan menyambut leluhur Kendrick sambil tersenyum.
"Selamat datang kembali di istana Tapis, Yang Mulia Kendrick."
"Salam jumpa raja Clould."
__ADS_1
"Sudah delapan belas tahun yang lalu terakhir kali anda datang kemari."
"Iya...ya.. sudah lama berlalu " kata leluhur Kendrick
"Silahkan duduk Yang Mulia."
"Terima kasih "
"Pangeran Natjo, silahkan kembali dahulu. Teruskan pekerjaanmu"
"Baik ayahanda. Saya permisi, ayahannda, Yang Mulia Kendrick" kata pangeran Natjo dan keluar dari sana.
"Maaf aku baru tahu jika sahabatku sudah meninggal" kata leluhur Kendrick membuka pembicaraan
"Sudah lama, paman." katanya mengganti panggilannya.
"Kata puteramu sudah lima belas tahun."
"Benar paman. Setelah kepulauan beliau dari benua Selatan, beliau mengalami sakit yang panjang sebelum meninggal" katanya dengan sedih
"Yah... itu memang benua terekstrim. Aku berpetualang kesana sepuluh tahun yang lalu. Dan sama seperti ayahmu, aku juga sakit untuk waktu yang lama dan terpaksa istirahat untuk waktu yang lama. Padahal aku hanya dua bulan disana"
"Ayah terlalu memaksakan diri. Beliau mengelilingi benua itu selama hampir tiga tahun, padahal sudah merasakan ada yang tidak benar dengan tubuhnya"
"Paling tidak, impian seumur hidupnya sudah terlaksana"
"Iya. Beliau mengatakan jika ia tidak menyesal sedikitpun dengan apa yang terjadi kepadanya."
Mereka terdiam sejenak kedalam pikiran masing masing, mengenang seorang sahabat dan ayah.
"Oh ya, ada apa maksud kedatangan paman kemari selain ingin menjumpai Ayah tadinya?"
"Haih.. ada sedikit masalah di istana Gordon. Menurut petunjuk yang kudapat, ini ada hubungannya dengan istana Tapis"
"Katakan saja, paman"
"Di istana kami, ada seorang perempuan yang diangkat menjadi selir ketiga bernama Diana Cornor. Perempuan itu katanya tidak sengaja bertemu dengan Peter di hutan Tosca kerajaan Mordan sekitar sembilan tahun yang lalu saat kunjungan kerajaan Raja Peter ke istana Mordan"
"Itulah awal perceraian Raja Peter dengan Permaisuri Lorine waktu itu"
"Iya. Aku memang mendengar kabar tentang perceraian mereka, dan Permaisuri Lorine mendirikan kembali kerajaan Lembah Angin setelahnya. Tapi aku tidak tahu hal yang mendasari perceraian itu"
"Tentu saja hal memalukan seperti itu ditutupi Clould dengan alasan kemandulan Permaisuri Lorine. Bahkan bertahun tahun, aku juga tidak tahu. Aku tahu baru beberapa waktu ini setelah kembali ke istana bahwa mereka sudah bercerai."
"Bagaimana bisa paman"
"Kamu tahu aku seorang petualang. Setelah sakit sepulang dari benua Selatan, aku menyepi di pegunungan beberapa tahun terakhir. Jadi tidak tahu berita yang ada diistana."
"Jadi sekarang masalahnya apa paman?"
"Perempuan itu melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Autum. Seperti namanya rambut anak perempuan itu berwarna coklat kemerahan dan fitur wajahnya sedikitpun tidak ada kemiripan dengan Peter maupun ibunya artinya tidak ada darah keturunan Henry ada padanya. Dan menurut informanku, sebenarnya waktu itu Peter dijebak oleh perempuan itu tapi Peter tidak menyadarinya. Dan walaupun tahu ia dijebak setelah melihat kelahiran anak perempuan itu, Peter mendiamkan saja masalah itu karena besarnya keinginannya memiliki seorang putera atau Puteri "
"Berambut coklat kemerahan berarti berasal dari.." kata Raja Clould terhenti ketika menyadari sesuatu
__ADS_1
"Iya.. dan aku juga mendengar jika kalian mencari buronan seorang perempuan bernama Diba Rejo"
Raja Clould terkejut, dan memandang leluhur Kendrick dengan serius.