
"Mari Puteri, kita ketempat berikutnya." kata permaisuri Sofia.
Walaupun Puteri Resta mengikuti permaisuri Sofia, tapi matanya masih melirik ke arah kawasan kediaman leluhur Valley.
"Aku yakin ada sesuatu disana yang disembunyikan kerajaan Lembah Angin. Aku akan mencari jalan kesana secara diam diam" batinnya.
Acara memperkenalkan istana Lembah Angin baru selesai menjelang sore. Karenanya Puteri Resta kembali ke kamarnya dan permaisuri Sofia melanjutkan aktifitasnya.
Saat menjelang makan malam, pelayan Mola mendatangi kamar Puteri Resta.
Tok...tok..
"Tuan Puteri, saya pelayan Mola. Bolehkah saya masuk?"
"Mari silahkan. Kebetulan aku memerlukan bantuan mu untuk menyisir rambutku"
"Rambut anda sangat indah" puji pelayan Mola.
"Terimakasih. Ada apa tadi pelayan Mola datang kemari?"
"Saya diperintahkan permaisuri untuk memanggil anda untuk makan malam"
"Baiklah kita berangkat sekarang" kata Puteri Resta tersenyum. Ia sudah membayangkan akan segera bertemu dengan pangeran Lark dan Puteri Lorine.
Pelayan Mola membawa Puteri Resta menuju ruang jamuan istana. Karena ini hari pertama Puteri Resta di istana Lemba Angin, pihak istana mengadakan jamuan makan resmi istana .
Di ruang perjamuan, terlihat para tamu sudah duduk ditempatnya masing masing.
Puteri Resta dan pelayan Mola menunggu sebentar didepan ruangan kedatangan Raja Landen dan Permaisuri Sofia.
"Salam Yang Mulia Raja Landen dan Permaisuri Sofia" sapa Puteri Resta.
"Salammu aku terima Puteri. Mari Puteri kita masuk" kata Raja Landen ramah.
Mereka memasuki ruang jamuan bersama. Saat kedatangan mereka diumumkan, semua tamu berdiri menundukkan badan memberikan hormat.
"Selamat datang di acara jamuan kerajaan. Adapun acara ini istana laksanakan untuk menyambut kedatangan Puteri Resta, Puteri dari kerajaan Lingkar Awan" kata Raja Landen selaku tuan rumah.
"Salam Tuan Puteri" kata para tamu serempak sambil memberi hormat.
"Karena semua telah hadir, dan makanan telah dihidangkan, mari silahkan dinikmati" kata Permaisuri Sofia.
Semua mulai menikmati hidangan masing masing. Walaupun Puteri Resta tersenyum selama acara berlangsung, tapi didalam hati ia sangat kesal karena tidak melihat dua orang yang ingin ditemuinya.
Selesai makanan habis disantap, para tamu satu persatu mulai pamit undur diri kepada raja Landen dan Permaisuri Sofia serta Puteri Resta.
Yang terakhir pamit adalah kepala perwakilan kerajaan Lingkar Awan untuk kerajaan Lembah Angin.
"Salam tuan Puteri. Saya Derto kepala perwakilan kerajaan Lingkar Awan untuk Kerajaan Lembah Angin. "
"Salam jumpa juga tuan Derto. Ayahanda titip salam untuk anda"
"Salam Yang Mulia saya terima tuan putri. Sampaikan salam saya kembali kepada beliau. Jika tuan Puteri ada waktu, datanglah ke kantor perwakilan kerajaan kita."
"Baik tuan Derto, jika nanti saya ada waktu luang saya akan datang"
__ADS_1
"Kami pamit tuan Puteri. Terimakasih untuk undangannya Yang Mulia, Permaisuri" kata tuan Derto.
"Sama tuan Derto"
Setelah semua tamu pergi, yang tertinggal diruang perjamuan hanya mereka bertiga.
"Bagaimana perjalanan anda kemari Puteri ?"
"Karena jaraknya cukup jauh, sedikit melelahkan Yang Mulia. Tapi pemandangan yang dilalui, sangat menyenangkan. Bisa dibilang ini adalah perjalanan terjauh yang pernah saya lakukan"
"Saya kagum kepada anda, mau belajar kebudayaan kerajaan lain.. Jika tadinya Puteri kami belum menikah, mungkin saya juga akan mengirim dia ke beberapa kerajaan agar bisa belajar kebudayaan yang berbeda."
"Maksud Yang Mulia, puteri Lorine?"
"Bukan Puteri Resta. Tapi Puteri Sola. Dia anak bungsu kami, dan sudah menikah"
"Oh ya?"
"Menikah dengan pangeran kerajaan mana Permaisuri?"
"Ha..ha... Bukan dengan seorang pangeran tuan Puteri.. Tapi anak kepala distrik dua"
"Setidaknya setara dengan seorang bangsawan" kata Puteri Resta.
"Bisa dibilang begitu."
"Puteri Lorine mengapa tidak ikut jamuan Permaisuri? Apa beliau tidak tinggal di istana?"
"Ananda Lorine sedang ada urusan keluar kota. Beliau memang tidak tinggal di Istana, tapi di rumah leluhur"
"Belum Puteri. Kami sudah membujuknya untuk menikah lagi. Menerima salah satu lamaran atau jika ia punya kekasih, mereka bisa menikah"
"Apakah beliau bersedia?"
"Tentu saja tidak. Jika disinggung mengenai perkawinan, ia hanya akan tertawa"
"Jadi apa maunya? Saya dengar beliaulah yang menyerahkan tampuk pimpinan kepada Yang Mulia. Apa lagi yang dikejarnya?"
"Kami juga tidak mengerti apa sebera maunya. Beliau hanya akan menjawab, jika seorang ibu tidak akan meninggalkan anaknya"
"Apa putri Lorine sudah punya anak?"
"Anak yang di maksudnya adalah kerajaan Lembah Angin itu sendiri dan beliaulah, ibu kerajaan"
"Apakah karena ia merasa sebagai ibu kerajaan, makanya beliau selalu mengambil keputusan sendiri?"
"Sebenarnya tidak ada keputusan sendiri sendiri puteri Resta. Tapi kami sudah berdiskusi terlebih dahulu"
"Sudahlah, hari sudah larut Puteri. Kita sebaiknya beristirahat. Apalagi anda tuan Puteri sudah menempuh perjalanan jauh" potong Permaisuri Sofia.
"Jika begitu, saya permisi Yang Mulia dan Permaisuri"
Setelah putri Resta kembali ke kamarnya, raja Landen juga Permaisuri beranjak dari ruangan itu.
Keesokan harinya, setelah sarapan Puteri Resta mengikuti pelatihan tingkat dasar untuk pengobatan. Dia cukup senang dengan hal ini, karena hal itu merupakan hal baru baginya.
__ADS_1
Sudah seminggu ia mengikuti pelatihan..Tapi ia belum juga bertemu dengan putera mahkota, membuat ia mulai ragu
" Jangan jangan mereka sengaja menyembunyikan pangeran Lark" pikirnya.
"Aku yakin, pengeran ada di kawasan terlarang. Makanya aku tidak diijinkan masuk kedalam sana" pikirnya lagi.
" Baiklah, aku akan pura pura tersesat dan masuk kedalam kawasan itu" batinnya lagi.
Keesokan harinya, sepulang mengikuti pelatihan, ia melaksanakan niatnya..
Mendekati kawasan dengan tembok yang sangat tinggi itu.
Di dekat gerbang, tindakannya dihentikan seorang prajurit penjaga.
"Maaf nona, anda tidak bisa masuk. Ini kawasan terlarang "
"Mengapa tidak bisa prajurit..?"
"Kawasan ini merupakan kediaman tetua keluarga Valley. Yang bukan anggota keluarga, tidak bisa masuk"
"Oh...maaf aku tidak tahu. Tapi itu kulihat ada beberapa anak muda di dalam.. mengapa mereka bisa ada didalam jika ini kawasan terlarang"
" Mereka merupakan anggota muda keluarga Valley dan peserta pelatihan pengobatan"
Mendengar itu Puteri Resta menjadi sedikit bersemangat.
"Tapi aku juga peserta pelatihan pengobatan. Jadi aku bisa masuk kan?"
"Maaf nona. Tetap tidak boleh, mungkin Anda benar anda peserta pelatihan pengobatan. Tapi saya yakin, anda peserta pengobatan tingkat dasar."
Tiba tiba dari jauh pelayan Mola datang memanggil.
"Tuan Puteri....tuan Puteri..."
Puteri Resta terkejut, dan membalikkan badan.
"Ada apa?"
"Aku sudah keliling mencari anda. Akhirnya ketemu juga. Kenapa anda disini?"
"Aku tadi jalan jalan, tapi tidak tahu arah. Sampai disini kulihat dibalik tembok ada bangunan megah, aku mau melihat seperti apa kira kira bangunannya"
"Kita pulang dahulu. Karena permaisuri mencari anda untuk minum teh. Sambil jalan saya akan cerita apa yang saya tahu. Bagaimana ?"
"Boleh..." katanya senang.
.
.
.
.,. Chapter yang penuh perjuangan untuk menyelesaikannya. Kenapa? Chapter yang dua hari baru selesai. Wkkk...wkkk..
...Kesehatan author tidak begitu baik dua hari ini, sementara pekerjaan real life sangat banyak. Mungkin karena terlalu lelah, author yang biasanya sambil tiduran menulis, dua hari ini selalu ketiduran dengan handphone nempel di muka. Wkk....wkkk...
__ADS_1
....Sebagai gantinya, author usahakan dua chapter hari ini. Selamat membaca.