
Setahun kemudian
"Lucio, jangan lari. Pelan saja jalannya" teriak Margaret.
"Mama..." kata bocah lelaki itu mengejar kereta kuda yang baru tiba.
Louisa yang baru tiba dari kota Riack, langsung bergegas turun dari kereta kuda saat melihat puteranya sudah berlari kearah kereta kuda.
"Tuan muda jangan lari lari nanti jatuh" kata Louisa sambil menggendong Lucio.
"Nggak ah...Cio." jawab bocah itu.
"Rindu sama mama?"
"Nggak ah.."
"Semua yang ditanya cuma dijawab nggak ah.. bilang rindu" kata Louisa sambil menggelitik Lucio.
"Haha..haha... teteh.." katanya mengatakan geli.
Begitulah kebiasaan Louisa dan puteranya jika baru pulang dari perjalanan. Karena puteranya masih sangat kecil, Lucio dititipkan pada Margaret dan nenek Eliz yang menjaganya dengan senang hati.
Segala sesuatu yang direncanakan Louisa telah berjalan dengan baik. Untuk distrik satu sendiri telah dipecah menjadi dua distrik, dimana distrik satu dengan ibukota tetap di kota Hinom yang meliputi wilayah Hinom, Hilton, dan Sky.
Sementara distrik empat meliputi wilayah Riack dan Yuritz. Selama setahun terakhir, juga berdiri kota kota dan desa desa baru..
Hal ini dikarenakan perkembangan kerajaan Lembah Angin yang sangat baik, membuat banyak penduduk yang sebelumnya merantau ke kerajaan lain memutuskan kembali ke Lembah Angin dan membuat desa desa yang baru.
Sehingga desa desa yang sebelumnya sudah ada, berkembang menjadi kota kota kecil.
Untuk tahun kedua ini, hasil produksi pertanian untuk distrik satu dan empat sudah bisa mencukupi kebutuhan distrik masing masing, bahkan sudah bisa mensuplai daerah lain walaupun masih terbatas.
Sementara distrik dua hampir tujuh puluh persen kebutuhannya telah tercukupi sehingga hanya sekitar dua puluh lima persen bantuan dari distrik lain.
Tentu saja ini suatu prestasi yang membanggakan Louisa dan Kerajaan Lembah Angin. Dan hal ini menjadi perbincangan kerajaan kerajaan lain terutama yang ada disekitar kerajaan Lembah Angin .
__ADS_1
"Lucio, sama nenek dahulu ya.. Mama mau ketemu kakek raja dulu" kata Louisa
"Enggak ah.. Ikut" kata Lucio tidak mau melepaskan pelukannya dari Louisa.
"Boleh ...tapi nanti tidak boleh rewel ya"
"Enggak ah.."
Louisa menggendong Lucio menuju istana. Kedatangannya disambut gembira Raja Landen dan permaisuri Sofia yang kebetulan berada diruangan raja.
"Halo pangeran Lucio. Main sama nenek permaisuri yuk" ajak Permaisuri Sofia.
"Manis?"
"Iya... kita mengambil manisan."
Lucio langsung mengarahkan tangannya kepada Permaisuri Sofia minta digendong.
"Mama...tata" katanya dengan suara menggemaskan.
"Bagaimana keadaan Riack?" tanya Raja Landen.
"Mereka sudah mulai membangun pos pos penyimpanan paman. Mungkin tiga bulan ini، sudah bisa digunakan"
"Terus apa rencanamu selanjutnya."
"Antusiasme masyarakat untuk bertani cukup tinggi, aku yakin paman untuk tahun depan kita sudah surplus pangan. Yang harus kita pastikan ada dua hal paman.Pertama bahwa semua hasil pertanian kita, bisa ditampung kerajaan. Dan kedua, jaminan harga. "
"Apa idemu tentang itu..?"
"Aku sudah pernah berdiskusi dengan menteri pertanian kita tentang hal ini, dan kami mengambil satu kesimpulan. Kita harus membuat koperasi pertanian"
"Apa maksudnya koperasi pertanian Lorine?"
"Artinya semua hasil pertanian penduduk harus dijual ke koperasi. Setiap pedagang yang hendak membeli hasil pertanian, mereka bisa membelinya ke koperasi. Dengan pengontrolan demikian, semua harga diseluruh kerajaan Lembah Angin akan sama"
__ADS_1
"Baiklah..Aku setuju, nanti tinggal membuat surat keputusan tentang hal itu. Sekarang bagaimana dengan perbaikan jalan kerajaan?"
"Apa Paman menteri belum melapor?"
"Saat ini beliau sedang ke kota Hilton.. Dia hanya mengirim pesan tentang pekerjaan perbaikan jalan."
"Baiklah. Aku memang ada rencana pergi ke wilayah Hilton. Sekalian nanti melihat pekerjaan paman Zake"
*****
Seminggu kemudian..
Tampak lima orang menaiki kuda mendekati kota Hilton. Kelima orang itu berhenti pada sebuah tenda dipinggir jalan persis di luar tembok kota.
Louisa turun dari kudanya, dan memasuki tenda.
"Paman Zake..."
"Tuan Puteri.. maaf semuanya masih kacau"
"Karena itulah saya datang, karena saya merasa sepertinya paman mengalami sedikit kesulitan"
"Tuan Puteri, ada beberapa persoalan yang saya hadapi. Beberapa kali saya mengirim pesan kepada Yang Mulia Raja Landen, tapi belum tanggapan yang berarti"
"Persoalan apa itu paman"
"Begini Puteri, selain jalan kerajaan saya juga sedang mengerjakan beberapa proyek perbaikan jalan daerah. Untuk jalan kerajaan sendiri tidak ada masalah berarti. Tapi di perbaikan jalan daerah banyak terjadi kekacauan disana sini"
"Kenapa bisa begitu paman?"
"Untuk jalan daerah, yang membiayai tentu daerah yang bersangkutan. Tapi karena ada beberapa warga minta ganti rugi yang lumayan sebagai ganti tanah atau rumah mereka terkena imbas perbaikan dan pelebaran jalan."
"Bukankah itu hal yang wajar paman?"
"Tapi karena saya membayar ganti rugi, beberapa petinggi di kota Hilton malah menuduh saya melakukan tindakan korupsi"
__ADS_1