
Acara penyerahan hadiah itu berlangsung dengan meriah dan dihadiri oleh kerabat istana saja. Terlihat raja Tejza begitu gembira dengan hantaran hadiah yang dibawa dari Lembah Angin.
Disisi lain, permaisuri Lila walaupun hadir dan sesekali tersenyum, tapi jelas terlihat wajahnya tidak senang sedikitpun melihat banyaknya hadiah yang dibawa untuk puteri Revaline.
Wajah tidak senang nya sempat terlihat oleh Louisa, tapi mendiamkan nya saja. Selesai acara serah terima hadiah, acara dilanjutkan dengan jamuan makan.
Saat jamuan..
"Light, coba selidiki apa yang terjadi di istana ini. Aku menangkap ketidaksukaan dari permaisuri Lila" kata Louisa kepada Light.
"Baik puteri"
Light memisahkan diri. Sementara Louisa sendiri duduk ditempat yang telah disediakan untuknya.
"Salam Puteri Lorine. Saya putera mahkota Steven Tejza"
"Salam jumpa Pangeran"
"Bisakah kita berbincang sejenak?"
"Tentu"
Pangeran Steven duduk di sebelah Louisa.
"Sudah lama saya ingin berbincang dengan anda. Saat saya ke Hinom beberapa bulan yang lalu, anda tidak di istana. Jadi baru sekarang bisa bertemu dengan anda"
"Mungkin saya sedang keluar kota waktu itu pangeran. Memang nya apa yang ingin anda bahas dengan saya?"
"Hanya sekedar tukar pendapat saja tuan puteri"
"Mengenai apa?"
"Tentu saja mengenai kemajuan kerajaan. Siapapun pasti kagum dengan pencapaian yang dilakukan kerajaan Lembah Angin. Hanya dalam beberapa tahun, anda dapat membawa kemajuan yang sangat pesat. Yang mungkin hanya bisa dicapai kerajaan lain dalam waktu puluhan tahun. Apa yang menjadi kuncinya Puteri?"
"Pangeran terlalu memuji. Itu semua bukan pencapaian saya pribadi. Dan sebenarnya tidak ada sesuatu yang khusus pangeran. Semua kerajaan dapat melakukan nya. Saya tentu tidak dapat melakukan nya sendiri. Semua aspek harus dilibatkan, mulai dari pihak istana, distrik sampai buruh kasar. Jika satu pihak saja ada yang kurang, tentu akan mempengaruhi hasil akhir"
"Kerajaan Fatma juga melakukan hal itu puteri. Tapi mengapa menurut saya, hasil yang kami peroleh tidak sebesar yang kami harapkan. Bahkan ada kecenderungan ada perlambatan perkembangan. Dimana letak kesalahannya?"
"Mungkin cara pandang pangeran yang salah"
"Hah... maksudnya?"
"Kerajaan Lembah Angin masih dalam tahap pengembangan. Jadi sekecil apapun kemajuan akan langsung terlihat. Sedangkan kerajaan Fatma, keadaannya sudah sangat stabil. Sudah menjadi kan sektor perdagangan sebagai penghasilan utama kerajaan. Jadi jika perkembangan nya bukan sesuatu yang sangat besar, tidak akan terlalu terlihat kepermukaan"
__ADS_1
Mereka berbincang cukup lama sampai puteri mahkota Mindra datang menghampiri mereka dan mengajak putera mahkota Steven pergi.
Setelah kepergian nya, Light datang dan duduk disamping Louisa.
"Bagaimana?"
"Menurut pelayan disini, permaisuri Lila memang tidak begitu akur dengan kedua madu nya. Bahkan aku memperoleh beberapa informasi rahasia. Tapi sebaiknya tidak kita bicarakan disini puteri."
"Ada lagi?"
"Menurut senior Shine, tingkah selir ketiga dan Puteri ketiga juga agak aneh. Selesai serah terima hadiah tadi, Puteri ketiga langsung keluar istana. Deep pergi mengikuti nya"
"Sebenarnya semua itu bukan urusan kita asalkan tidak mengganggu Puteri Revaline dan juga acara pertunangan lusa."
"Memang benar puteri, tapi rahasia yang kudapat sedikit banyak berkaitan dengan puteri Revaline"
"Baiklah nanti kita bahas setelah acara selesai"
*****
Ditempat lain
"Kenapa sampai sekarang ia masih hidup! Aku sudah membayar kalian cukup banyak!" teriak pseorang gadis kepada pria berbaju coklat.
"Setahuku kalian sangat profesional.Tapi membunuh puteri berpengawal lemah saja kalian tidak mampu"
"Puteri ketiga salah. Kami melakukan percobaan sebanyak tiga kali dengan dua agen yang berbeda. Dan keduanya gagal. Saat agen pertama gagal sebanyak dua kali, kami pikir agen kami yang lemah. Jadi kami mengganti lagi orangnya. Tapi agen kedua kami hampir terbunuh saat bertugas"
"Bagaimana mungkin!! "
"Mungkin anda tidak tahu tuan puteri, jika puteri Revaline mempunyai pengawal bayangan yang selalu melindunginya"
"Tidak mungkin. Kecuali ayahanda raja dan putera Mahkota, istana tidak pernah mempunyai pengawal bayangan."
"Anda benar tuan puteri.Tapi apa pernah anda a pikirkan jika yang mengirimkan pengawal bayangan itu adalah pangeran Lark calon tunangannya?"
Seketika puteri Novaline tersadar. Hal ini tidak ada dalam perhitungan nya.
"Bahkan jika anda menambah dananya puteri, saya tidak akan berani melakukan nya lagi"
"Kenapa...?"
" Karena kami sebelumnya telah diancam saat melakukan penyerangan ketiga. Selain anggota kami dihajar sampai luka luka, penjaga bayangan itu juga mengancam organisasi kami secara langsung. Jika kami berani melakukan nya lagi, organisasi kami akan dihancurkan. Dan itu tidak sebanding puteri Novaline"
__ADS_1
"Sehebat itu kah?"tanya puteri Novaline tak berdaya. "Dia mendapatkan segala nya.. hadiah yang mereka berikan sangat banyak.. Seharusnya itu semua adalah untuk ku. Hiks...hiks..."
Perempuan yang berada di ruangan itu berjalan mendekati puteri Novaline. Memeluk nya sekilas.
"Puteri, jangan menginginkan sesuatu yang bukan milik kita. Lakukan yang terbaik, dan yakinlah kita juga pasti mendapat kan sesuatu yang terbaik. Coba lah belajar dari sifat puteri Revaline. Beliau tidak pernah perhitungan dengan segala sesuatu, ramah terhadap siapa pun. Aku yakin puteri Novaline juga bisa. Bagaimana?"
"Hiks...hiks.... Terimakasih. Baru sekali ini aku mendapat nasehat seperti ini. Diistana, kami selalu penuh persaingan. Apalagi permaisuri selalu membandingkan kami satu sama lain. Membuat ku gelap mata saat mendengar ejekan puteri Serly. Aku akan meminta maaf pada puteri Revaline"
"Itu sangat bagus. Jadi jika suatu saat ada yang membocorkan rencana Puteri Novaline sebelumnya untuk menjatuhkan anda, puteri Revaline pasti akan membela anda"
"Terimakasih. Aku pulang dahulu."
"Hati hati dijalan tuan Puteri."
Puteri Novaline berjalan kearah pintu, sebelum melangkah keluar ia kembali membalikkan badannya.
"Mulai saat ini, aku akan memanggil kalian paman dan bibi. Maukah kalian menjadikan ku keponakan?"
Keduanya terkejut, tapi sesaat kemudian setelah keduanya saling pandang.
"Tentu. Novaline adalah keponakan kami. Datang lah kapan saja."
"Terimakasih paman, bibi. Novaline pulang dahulu. Jangan lupa datang saat pesta pertunangan kak Reva. Katakan aku yang mengundang kalian"
"Pasti kami akan datang" jawab keduanya.
Setelah Puteri Novaline menghilang dari balik pintu.
"Dia sebenarnya baik. Mungkin tekanan diistana memang terlalu besar untuk nya. " kata pria berbaju coklat.
"Aku memang mendengar selintingan kabar jika permaisuri Lila memperlakukan para puteri berbeda satu sama lain. Bahkan untuk pesta pertunangan Puteri Revaline ini, ia tidak mau membantu sama sekali"
"Biarkan saja. Itu bukan urusan kita. Bagaimana dengan permintaan bangsawan A kemarin? Siapa yang cocok melakukan nya?"
Sesaay kemudian kedua kembali sibuk dengan pekerjaan mereka.
*****
Di gedung serikat pekerja Sorka.
"Dia telah lolos dua kali. Pastikan yang ketiga ini harus berhasil."
"Jadi kapan kita bergerak tuan?"
__ADS_1
"Sehari setelah pertunangan. Saat ia melakukan acara lepas bunga. Saat itu kita akan bergerak"