
"Ada apa Kepala Kota? Apa anda mengenalnya, Kepala Kota ?" tanya Louisa
"Aku tidak begitu yakin, Tuan Puteri. Tapi aku mengenal seseorang dengan ciri ciri yang disebutkan Tuan Shine"
" Oh ya. Siapa dia?"
"Ia merupakan seorang pengawas tambang. Tapi seperti yang hamba katakan sebelumnya Tuan Puteri, itu masih dugaan saja"
"Cerita kan tentang orang itu" pinta Louisa
"Namanya Siton Boa. Dia merupakan orang lama pada tambang, bahkan sebelum tambang diambil alih pihak pemerintah kota. Karenanya saya mempercayai dia sebagai salah satu pengawas tambang. "
"Berarti sebelum Leak berubah menjadi kota kecil?"
"Benar, Tuan Putteri."
"Apakah pengambilan alih tambang oleh pemerintah kota merugikan dia?"
"Seharusnya tidak, Tuan Puteri. Sebab dari pengakuan pemilik tambang sebelumnya dan juga pengakuan nya sendiri, upah yang kita berikan jauh lebih baik dari pada sebelumnya "
"Jadi jika karena itu.... Apakah dia sudah menikah?"
"Sudah Tuan Puteri "
"Cerita kan tentang keluarganya "
"Dia punya seorang isteri dan tiga orang anak dan sudah menikah semua. Salah satu menantunya merupakan keluarga jauh dari istrinya, jadi sama-sama berasal dari Kerajaan Lingkar Awan. Sama seperti ibunya juga.."
"Tunggu dulu kepala kota. Anda bilang, ibunya Siton, istrinya, juga menantunya berasal dari Kerajaan Lingkar Awan ?"
"Benar Tuan Puteri. Memang nya kenapa Tuan Puteri ? Apakah ada masalah dengan itu?"
Louisa dan lainnya saling berpandangan pandangan dan tersenyum.
"Berarti memang dia pelakunya. Maaf kepala kota membuat anda bingung. Hanya saja kasus seperti ini sudah pernah terjadi di istana. "
" Tuan Putri, ada orang mengacau juga di istana?"
" Hampir seperti itu, info lainnya juga hampir sama, tetapi sedikit berbeda. Menggunakan orang yang mempunyai hubungan dengan kerajaan lingkar awan. Tetapi yang waktu itu, orangnya tidak tahu jika ia dimanfaatkan. Informasi yang anda berikan sudah cukup membantu Kepala kota. Nanti mohon bantuannya membawa kami menemuinya"
"Tentu Tuan Puteri. Saya akan segera mempersiapkan kuda agar kita segera berangkat ke pertambangan."
" Silahkan, Kepala kota."
Tidak berapa lama kuda-kuda melesat meninggalkan kota Leak menuju arah timur kota. Setelah menunggang kuda selama setengah jam, mereka pun sampai di kompleks pertambangan.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh seluruh pekerja. Setelah puas melihat-lihat Louisa meminta Kepala kota untuk memanggil orang yang bernama Siton Boa itu.
Orang itu datang dengan tergesa-gesa sambil sedikit berlari.
"Hormat pada Tuan putri."
__ADS_1
“Salam jumpa tuan Siton. Silakan duduk" kata Louisa
"Terima kasih Tuan Puteri" katanya dengan sedikit gelisah dimatanya.
Louisa hanya memandangnya, dan bertanya.
"Bagaimana pekerjaan Anda tuan? Apakah ada masalah?"
"Tidak ada masalah Tuan putri. Semuanya baik-baik saja"
"Apa anda tahu kenapa anda dipanggil?"
"Ampun Tuan Puteri hamba tidak tahu"
"Saya tidak suka berbasa-basi" kata Louisa. "Kukira ada tahu kondisi kota Leak tidak begitu bagus akhir-akhir ini" lanjutnya
"Iya hamba tahu Tuan Puteri. Terjadi sedikit kekacauan di kota sehingga jam malam terpaksa diberlakukan"
"Bagaimana dengan pertambangan?"
"Pertambangan beberapa kali di serang. Tetapi karena sekarang penjaga kuota ada disini keadaan tambang aman"
"Apakah anda tahu siapa yang melakukan penyerangan” tanya louisa
"Ampun Tuan Putri hamba tidak tahu” jawab Siton dengan semakin gugup.
"Jika anda tidak tahu mengapa anda begitu gugup?" desakan Louisa.
"Baiklah" kata Louisa sambil beranjak dari tempat itu menemui Kepala Kota dan berbincang dengannya.
Sepeninggal Louisa.
"Tuan Siton. Terus terang saja, saya tidak punya kesabaran yang sama dengan Puteri Lorine. Jadi harap kerja sama anda" kata Deep mengantisipasi.
"Apa yang Tuan-tuan inginkan ?"
"Siapa yang meminta anda membuat kekacauan di kota Leak?"
"Hamba...hamba tidak melakukan itu"
"Kami sudah bicara dengan orang orang yang ada di tahanan kota. Semua asumsi mengarah kepada anda sebagai pemberi misi dan penyedia dana."
"Itu..itu tidak mungkin tuan!"
"Kami telah menyelidiki keluarga anda. Ibu anda, isteri serta menantu anda berasal dari Kerajaan Lingkar Awan, bukan?"
"Itu benar Tuan."
"Apakah mereka berasal dari keluarga yang sama?"
"Tidak Tuan. Ibuku bernama Lexa. Beliau berasal dari keluarga pedagang biasa. Walaupun beliau berasal dari Kerajaan Lingkar Awan, tapi ibuku hampir menghabiskan hidupnya di kota Leak ini berdagang dengan kakeknya."
__ADS_1
"Isterimu?"
"Isteriku juga sama. Ia ikut orang tuanya berdagang dikota Leak ini. Karena itulah kami bertemu"
"Bagaimana dengan menantumu?"
"Hamba punya dua orang putra dan satu orang putri. Ketiganya sudah menikah. Putera pertama Ryne menikahi gadis dari desa sebelah dan tinggal disana. Puteriku Mea ikut suaminya ke kota Urb. Dan puteraku yang satu lagi bernama Pine menikahi seorang gadis dari Kerajaan Lingkar Awan bernama Rea"
"Apa nama belakang Rea ini?"
"Mitt"
Deep mengejutkan keningnya sejenak.
"Apa ada informasi tentang itu?" tanya Shine
"Aku tidak begitu yakin senior. Menurut perkiraanku itu bukanlah nama aslinya. Apakah perawakan putera anda bernama Pine ini, mirip anda?"
"Iya...Sangat mirip. Banyak orang bilang kami seperti saudara kembar, hanya saja saya lebih tua. Kalau kedua saudaranya lebih mirip isteri saya."
"Tapi kami dengar kabar jika menantu anda ini masih keluarga isteri anda."
"Tidak benar Tuan. Mungkin orang berpikir begitu karena sekilas wajah mereka hampir mirip. Tapi tidak ada hubungan kekerabatan sama sekali sebelumnya "
"Dimana sekarang Pine tinggal?"
"Mereka suami istri sering melakukan perjalanan. Jadi tidak ada tempat tinggal yang tetap"
"Apa pekerjaan mereka ?"
"Pedagang keliling Tuan. Menantu saya itu sangat pandai berdagang. Setiap kali pulang selalu membawa uang yang banyak dan memberi hadiah kepada isteri dan ibu saya"
"Apa yang mereka jual?"
"Saya kurang tahu soal itu Tuan. Dan saya juga tidak pernah bertanya detailnya. Hanya saja mereka cerita jika dagangan mereka selalu laris"
"Dimana sekarang posisi mereka?"
"Mereka pergi sekitar dua minggu yang lalu ke kota Score. Jadi aku tidak tahu sekarang apakah masih disana atau sudah pindah"
"Kota Score... Perkiraan kita benar"
"Maaf Tuan tuan. Apa sebenarnya yang terjadi ?" tanya Tuan Siton
"Jika perkiraan kami benar, putera andalah yang merekrut orang orang yang membuat kekacauan disini. Dan sepertinya status menantu anda tidaklah sesederhana kelihatannya. Dia memanfaatkan putera anda untuk menghindari kecurigaan kepadanya"
"Jika itu benar, apa yang akan terjadi pada puteraku?"
"Kami harus menangkapnya sebelum kekacauan yang mereka sebarkan lebih besar lagi. Dan membawanya kepengadilan Kerajaan untuk kejahatannya. "
"Demi langit dan nenek moyang..... apa yang kau lakukan Pine? Kau menggali kuburanmu sendiri, nak" kata Tuan Siton sambil menjambak rambutnya sendiri terlihat frustasi.
__ADS_1
"Tuan, tidak bisakah puteraku mendapat keringanan? Kumohon Tuan... Jika perlu hukum saja aku. Aku yang tidak berusaha menjadi ayah." kata Tuan Siton dengan wajah memelas.