
"Karena kau hanya penjahat kelas rendah, kau kuampuni. Jika tidak kau sudah kubunuh" kata Light .
"Algemas!!" rapal Light.
Seketika itu juga kedua tangan pemimpin penjahat itu terikat tali berwarna hitam.
Sementara itu, Shadow menghadapi keempat penyerangnya dengan santai. Bahkan terkesan bermain main. Setiap kali ia diserang ia hanya mengelak sambil tertawa.
Sikapnya itu membuat keempat penyerangnya sangat marah. Akhirnya mereka menyerang dengan membabi buta.
"Mati kau..."teriak salah seorang berbadan ceking dengan mengayunkan parangnya ke arah kaki Shadow.
Sementara yang seorang lagi mengayunkan parangnya kearah leher Shadow. Dan dua orang lainnya menyerang ke bagian perutnya dari arah kanan dan kiri.
Shadow melompat mundur, membuat dua orang yang menyerang dari sisi kanan dan kiri saling menebas satu sama lain.
Slash!!
Ahkkkk...teriak mereka bersamaan ketika parang temannya mengenai perutnya.
"Shadow, selesaikan.." teriak Light.
"Baik nyonya" jawab Shadow sambil mengedipkan mata.
Dia merapal mantera dan seketika keempat orang itu tumbang dan pingsan seolah terkena pukulan.
"Algemas" rapal Light dan seketika itu juga tangan keempat orang itu terikat tali.
"Kau sayang. Mengganggu waktuku bermain. Padahal aku masih ingin bermain main dengan mereka" kata Shadow.
"Malam makin larut. Jangan sampai ketua mencari kita. "
"Mau diapakan kesepuluh orang ini?"
"Tinggalkan saja disini. Kita laporkan ke pengawal kota, biar mereka yang tangani" kata Light.
Mendengar kata Light, beberapa orang begal yang masih sadar tersenyum mengira bisa melarikan diri sebelum pengawal kota datang.
"Jangan berpikir melarikan diri" kata Shadow.
Ia merapal mantera dan seketika semua penjahat itu tertidur.
"Luka tebasan parang itu masih mengeluarkan darah. Mereka bisa meninggal jika dibiarkan Light" kata Shadow.
Light mendekati kedua orang yang terkena parang.
Ia merapal mantera sambil menggerakkan tangannya diatas luka begal itu dan perlahan luka yang terbuka itu menutup dengan sendirinya.
"Oke. Selesai, saatnya kita pergi" kata Light.
Mereka pergi ke balai kota dimana merupakan pos pengawal kota. Dan mereka melaporkan semua yang terjadi.
Pengawal kota sangat terkejut. Karena kawanan begal ini telah cukup lama meresahkan masyarakat. Sasaran mereka pada umumnya adalah kaum pendatang.
Selama ini pengawal kota cukup kesulitan menangkap mereka, karena jumlah penjaga kota sendiri sangat terbatas. Dan setiap ada laporan terjadi, kelompok ini langsung menghilang.
__ADS_1
Setelah memberikan laporannya Shadow dan Light berencana kembali ke penginapan. Tapi disaat mereka keluar dari pos pengawal kota mereka bertemu dengan Shine yang hendak memanggil kusir karena mau pulang ke penginapan.
*****
Beberapa jam sebelumnya di kediaman kepala kota.
"Selamat datang di kediaman kami Tuan Puteri. Tuan dan nyonya mari silahkan masuk" sambut kepala kota dengan ramah.
Sebuah jamuan telah disiapkan kepala kota dengan baik.
Ia kemudian memperkenalkan semua anggota keluarganya.
Setelah selesai makan malam, dilanjutkan dengan pembicaraan tentang keadaan kerajaan Lembah Angin secara umum.
Sesaat sebelum pulang, Louisa meminta waktu untuk berbicara dengan putera kepala kota yang bernama Jackson Mike.
"Tuan muda Jackson, ini ada surat resmi dari kerajaan untuk anda. Silahkan dibaca karena aku menunggu jawaban dari anda. Jika anda tidak bersedia maka terpaksa aku harus mencari kandidat lain"
Jackson menerima gulungan surat itu dan membacanya. Raut wajahnya berubah ubah, ia memandang kearah wajah Louisa yang memakai cadar.
"Tuan Puteri, aku bersedia."
"Jika demikian aku tidak perlu mencari calon wakil menteri pertanian dan peternakan lagi. Datanglah ke ibu kota Hinom seminggu lagi. "
"Baik tuan Puteri. Bolehkan aku memberitahukan kabar ini kepada semua anggota keluarga yang lain?"
"Tentu."
Akhirnya Jackson memberitahukan kabar itu kepada seluruh anggota keluarga kepala kota. Kepala kota yang telah mengetahui sebelumnya tersenyum dan memberi selamat kepada puteranya.
"Iya"
Shine keluar dari kediaman kepala kota menuju belakang bangunan itu. Tapi tanpa sengaja ia melihat Shadow dan Light baru keluar dari pos pengawal kota.
"Ada apa? Bukannya kalian tadi makan malam keluar?"
s"Benar senior. Tapi saat keluar dari rumah makan kami bertemu beberapa teman yang mengajak bermain main" kata Shadow.
"Jadi kalian tinggalkan dimana teman kalian itu?"
"Dijalan tempat kami bertemu. Tapi sekarang sudah dijemput pengawal kota"
"Ada berapa orang?"
"Sepuluh orang senior"
"Baiklah.. Kami juga sudah mau kembali ke penginapan. Aku memanggil kusir kereta"
"Biar aku saja senior" kata Shadow menawarkan diri.
"Jika begitu kami tunggu di kediaman kepala kota. Ayo Light"
Shadow pergi memanggil kusir kereta, sementara Shine dan Light kembali ke kediaman kepala kota.
Louisa yang melihat Shine datang bersama Light agak bingung dan memandang Light meminta penjelasan.
__ADS_1
"Tadi mereka bertemu beberapa teman, sekarang temannya sedang dijemput pengawal kota"jelas Shine.
"Shadow?"
"Memanggil kusir kereta ketua"
"Light, bagaimana kemampuan mereka?"
"Untuk ukuran menjadi pengawal kota kota mereka cukup dipoles sedikit, terutama tentang tata krama dan kesopanan. Untuk menjadi prajurit kerajaan, kukira sedikit usaha dan disiplin mungkin masih bisa ketua"
"Aku akan bicara dengan kepala kota" kata Louisa.
Louisa mendekati kepala kota.
"Tuan Mike, hari semakin malam. Kami pamit undur diri dulu. "
"Iiiya.. tuan Puteri. Maaf saya jadi terbawa suasana dengan keluarga saya tentang pengangkatan putera pertama saya"
" Putera kedua anda dimana tuan Mike. Setelah selesai makan tadi, saya tidak melihatnya lagi"
"Maaf tuan Puteri, putera kedua saya Jeremy kesehatannya kurang begitu baik. Dia sering sesak napas jika terlalu lelah"
"Sudah dibawa ke tabib?"
"Sudah tuan Puteri. Kami sudah membawa juga kebalai pengobatan, tapi efeknya hanya bekerja jika ia meminum obat. Jika ia lupa meminumnya, maka ia akan langsung sesak kembali."
Louisa terdiam terdiam sejenak.
"Bisakah tuan menunjukkan dimana dia? Biar kami lihat keadaannya"
"Mari tuan Puteri"
"Anak buah saya saja. Light ikut dengan tuan Mike. Shine tolong temani"
"Mari nyonya, tuan."
Light dan Shadow mengikuti kepala kota Mike memasuki sebuah kamar.
Sekitar lima belas menit kemudian mereka kembali keluar.
"Bagaimana Light?"
"Beberapa urat nadinya terjadi penyumbatan ketua. Saya hanya bisa menstabilkan keadaannya. Tapi jika mau menyembuhkannya kita harus membawanya ke Hinom"
"Maksudmu hanya kakek yang bisa mengobatinya?"
"Benar ketua. Jika tuan besar Franklin yang menanganinya, saya yakin tuan muda Jeremy bisa sembuh"
"Anda sudah mendengarnya tuan Mike dan nyonya. Besok kami berencana kembali ke ibu kota. Jika anda percaya, putera anda bisa ikut dengan kami. Nanti saya sendiri yang akan berbicara dengan kakek Franklin. Bagaimana?"
Kepala kota Mike memandang isterinya yang menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih tuan Puteri. Kami tentu setuju, tapi tuan Puteri ijinkan seorang pelayan ikut dengannya. Agar nanti disana ada yang mengurus segala keperluannya."
"Tidak masalah tuan Mike. Selain itu, besok kami mau membawa sepuluh orang tawanan ke ibukota"
__ADS_1