Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pertarungan


__ADS_3

"Ketua, aku menemukan aura mereka. Berarti mereka belum terlalu jauh."


"Jika begitu, kita percepat lari kita"


"Bisakah ketua menggunakan mantera pelompat pohon?"


"Waktu di gunung Awan pernah mencoba, baiklah akan kucoba" kata Louisa.


Dia merapal mantera dan...


Syutt.... ia melompat kesebatang dahan kayu. Dan gerakan nya diikuti yang lain.


"Berhasil.." katanya.


"Bagus, jika begini kita bisa lebih cepat lagi" kata Shine.


Segera mereka melompat dari satu pohon ke pohon lainnya persis seperti monyet yang melompat dari dahan ke dahan.


Syutt...syutt ...


Satu jam melompat dari dahan ke dahan, akhirnya...


"Berhenti..." kata Shine


"Ada senior?" tanya Deep


"Lihat ke bawah. Sepertinya mereka baru beristirahat di bawah pohon itu. Biar kuperiksa..." kata Shine sambil melompat turun.


Tidak lama dia kembali melompat ke atas pohon.


"Perkiraanku, sekitar setengah jam. Berarti mereka belum jauh."


"Kita percepat langkah kita"


******


Ditempat lain..


"Tuan, mengapa aku merasa tekukku sedikit dingin? Seolah ada bahaya mendekati kita" kata Lidya


"Hutan ini aman. Tidak ada binatang buas, aku sudah sering melalui jalan ini"


"Tapi sebaiknya kita tetap waspada Zaine"


"Aku merasa ini bukan tentang binatang buas, tapi lebih mengerikan...."


"Jika begitu, percepat laju larimu." potong Zaine.


Baru saja ia mengatakan hal itu, tiba-tiba...


Syuttt...syuttt ..


Boom...


Sebatang pohon tumbang persis didepan mereka.


"Awas...! Menghindar...!!" teriaknya sambil melompat menghindari pohon yang hampir menimpa nya.


"Apa yang terjadi?" tanya Jhon Muel.


Tapi seketika mata nya terbelalak, saat melihat dua orang pria duduk di atas pohon yang baru tumbah itu.


"Brengsek... Apa maksud kalian menghadang jalan kami?"


"Kamu Zaine bukan? Kemana Loan Key?"

__ADS_1


"Apa urusannya dengan mu!" teriak Zaine


"Loan Key teman lama ku" jawab Deep dengan santai.


"Tidak mungkin..."


"Kira kira sepuluh tahun lalu kami pernah bertemu beberapa kali. Tadi nya kukira Bear Arrow masih dia yang pegang, jadi bisa menyelesaikan pertarungan kami yang belum selesai"


"Dia sudah mati, terkena panah pasukan elit kerajaan Kite tiga tahun yang lalu. Karena ia telah mati, bisakah tuan membiarkan kami lewat?" tanya Zaine sambil tersenyum.


"Maaf tuan dan nona, tapi kami tidak bisa melakukan nya. Sebaiknya kita kembali saja ke markas kalian. Disana sudah menunggu prajurit Fatma" kata Marco juga tersenyum.


"Jangan terlalu percaya diri. Kalian hanya berdua. Bagaimana mau menangkap kami? " kata Jhon Muel dengan sombong.


"Ber enam..." sahut Zaine.


"Enam?" kata Jhon Muel sambil melihat kebelakang, dan....


"Apa kabar profesor Jhon Muel? Anda terlihat lebih tua dari terakhir kali kita bertemu" kata Louisa mengejek.


"Ka...kau...Louisa...."


"Saatnya anda melunasi hutang profesor.."


"Ha...ha... jika sebelumnya aku bisa membunuhmu, kenapa sekarang tidak bisa. Zaine, bunuh mereka. Untuk dia, biar aku yang menyelesaikan nya" katanya sambil melihat kearah Louisa.


"Jangan gegabah tuan Jhon Muel. Kekuatan mereka tidak bisa pandang remeh." kata Zaine sambil melihat semua anggotanya, seketika mereka mengangguk. " Serang...!" teriak Zaine tiba tiba.


Boom...


Zaine melempar sebuah benda menyebabkan kabut tebal menutupi mereka.


"Parabrisa" rapal Shadow. Seketika angin menderu berputar melindungi Shadow, Louisa, Light dan Shine sehingga asap tebal tidak bisa menyentuh mereka.


dari dalam kabut. Saat penglihatan berkurang, itu akan sangat berbahaya.


Dari dalam kabut, Zaine berlari menyerang ke arah posisi Deep sebelumnya menggunakan kapak.


Ia sengaja menyerang Deep, karena merasa Deeplah yang terkuat diantara mereka berenam. Alangkah terkejutnya dia, Deep tidak lagi ada ditempat itu.


" Kau pikir kami tertipu dengan trik sampahmu. Shadow, bersihkan!" teriak Deep.


"Vento Forte" rapal Shadow.


Seketika entah dari datang nya, angin kuat berhembus meniup habis semua kabut yang sebelumnya menutupi tempat itu.


"Hah... bagaimana bisa. Trik kabut tidak bisa, terpaksa berharap langsung. Toh kami masih diuntungkan dengan jumlah yang banyak" pikir Zaine.


"Kami tidak akan kalah walaupun tanpa trik. Hiat..." teriak nya sambil mengangkat kembali kapaknya mengarahkannya kepada Deep.


Deep hanya melompat ke sana kemari sambil mengejek Zaine.


"Tidak kena... Tidak pantas jadi ketua. Kau tidak memiliki setengahpun kekuatan Loan Key"


"Bangsat. Haaaah... Kau seperti monyet melompat kesana kemari. Kalau berani lawan aku, jangan hanya menghindar!" teriak Zaine dengan marah, karena tidak sekalipun serangan nya kena sasaran.


Sementara itu, Marco menghadapi dua orang sekaligus.


"Hiat...." katanya melompat sambil menerjang kesalah satu lawannya.


Lawannya melompat menghindari terjangan Marco. Tapi malang tanpa sengaja ia justru menabrak rekannya. Rekannya yang tidak siap, langsung terjatuh karena tidak bisa menghindar.


"Sialan kau... " teriaknya marah kepada Marco.


"Jangan menyalahkanku, salahkan dirimu sendiri yang bodoh justru mencelakai teman mu sendiri"

__ADS_1


"Berani mengatakan aku bodoh... mati..!" kata nya sambil menyabetkan pedangnya kepada Marco.


"Kemarilah..." kata Marco mengulurkan sebelah tangannya. Tubuhnya sendiri tidak bergerak dari tempatnya, dia hanya menggeser posisi kakinya.


******


Light berhadapan dengan Lidya.


Lidya pengguna panah. Jadi dia melawan Light dari jarak jauh.


Slab....slab...


Sudah puluhan anak panah diarahkan kepada Light. Tapi tidak satupun mengenai nya.


"Jika begini terus menerus, aku akan kehabisan anak panah. Sialnya, aku yang dijuluki pemanah beruang bahkan tidak berkutik dibuatnya. Aku harus memikirkan cara agar panah tepat mengenai sasaran" batin Lidya


Light sendiri juga tidak bisa mendekati Lidya.


"Sial, mantera pengunci tidak bisa kulakukan. Jaraknya terlalu jauh. Aku harus mencoba mendekat" batin Light.


******


"Bunuh...!"teriak seorang pria sambil mengayunkan pedangnya kepada Shadow.


Gerakannya diikuti oleh dua temannya yang lain.


"Subir Alto" rapal Shadow.


Seketika tubuhnya terangkat keatas.


"Sialan turun kau!" teriak pria itu tidak terima.


"Tak ada gunanya kau berteriak Gun. Ini yang harus kau lakukan" kata rekannya sambil menarik busur panah nya, dan...


Wuss...


Anah panah dilepaskan menuju Shadow. Kedua temannya tadi juga tidak mau ketinggalan. Ia juga meraih anak panahnya dan menarik busurnya .


Wuss...wuss..


Kembali dua anak panah meluncur dengan cepat ke arah Shadow diikuti oleh anak panah lainnya.


*****


"Lebih baik kalian menyerah..." kata Shine "selagi aku bermurah hati." lanjutnya.


"Kita tidak tahu sebelum mencobanya. Jangan terlalu sombong..."


"Jika sudah mencoba, tidak ada kata ampun lagi. Aku berikan kalian waktu satu menit untuk berpikir"


"Tidak akan. Hiat..." katanya sambil menebaskan pedangnya ke arah Shine.


Mereka menyerang dari arah depan dan belakang secara bergantian...


*****


"Kabut tadi hasil karyamu bukan?" tanya Louisa pada Jhon Muel selagi mereka berhadap hadapan.


"Iya... Mengapa kau turut campur dalam masalah puteri Revaline?"


"Menurutmu...?"


"Oh, aku lupa tentang pangeran itu.. Iya itu kesalahan yang tidak disengaja..."


"Jadi maksud mu saat kau membunuhku demi hasil penelitian ku, itu juga sebuah kesalahan yang tidak disengaja? "tanya Louisa tajam.

__ADS_1


__ADS_2