Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Cerita Masa Lalu (2)


__ADS_3

"Tuan muda Peter dihukum oleh ayah Louisa. Walaupun harta peninggalan Louisa diberikan semua kepada Peter, tetapi ia diusir dari kota kami. Saat aku sudah sembuh dari luka lukaku, aku mendapat kabar jika ia pergi ketempat yang jauh. Tidak tahu kemana"


"Satu yang mengganjal dihatiku, mengapa tuan Jhon Muel memanggil senior Shine dengan panggilan tuan muda?"


"Karena ia anak salah satu bangsawan, juga merupakan orang kepercayaan kepala kota"


*****


Sementara itu Louisa yang tengah pingsan dibawa kemimpi yang aneh. Bukan, mungkin sebuah ingatan masa lalunya.


"Louisa, cepat turun. Nanti kamu jatuh..." teriak seorang anak laki-laki pada seorang gadis kecil yang sedang memanjat pohon.


"Aku belum dapat apel besarnya kak." teriak gadis kecil itu dari atas pohon.


"Turun saja dulu, nanti kak Maxim yang mengambilnya"


"Iya aku turun sekarang. Tapi ingat kakak sudah berjanji mengambil untuk Louisa"


"Louisa jangan melom...pat. Aaaakkkhh" teriaknya kesakitan saat gadis kecil itu melompat dari atas pohon dan kakinya tanpa sengaja menendang bahu laki laki kecil itu membuatnya terjungkal kebelakang dan jatuh.


"Kak...maafkan Louisa. Kakak tidak terluka kan?"


Ingatan itu kembali membawanya ke waktu yang berbeda. Kali ini terlihat dua remaja duduk disebuah taman.


"Kenapa Louisa terlihat bersedih?"


"Kakak Maxim sekarang jarang menemani Louisa"


"Bukankah ada Peter yang menemani Louisa?"


"Aku tidak mau Peter. Aku mau kak Maxim.." kata Gadis itu merajuk.


"Kakak sekarang harus mengikuti ayahmu belajar tentang pemerintahan. Lagi pula Peter adalah tunanganmu, sudah sewajarnya jika Louisa menghabiskan waktu lebih banyak dengannya"


"Tapi aku tidak mau Peter... Aku mau kak Maxim...hiks... hiks...Kak Maxim jahat, tidak sayang Louisa lagi. Hiks...hiks..." kata gadis kecil itu sambil berlari meninggalkan anak laki laki itu.


Waktu kembali berputar. Disebuah ruangan pesta pernikahan.


"Selamat untuk kalian berdua. Peter aku titip Louisa padamu. Jagalah dia dengan baik" kata pria muda yang dulunya merupakan laki laki kecil dulu.


"Terimakasih kak Maxim. Aku pasti menjaganya dengan baik" jawab pengantin pria itu.


"Louisa, berbahagialah dengan suamimu"

__ADS_1


"Tentu kak Maxim" jawab pengantin perempuan itu yang tak lain adalah gadis kecil itu. "Bolehkah aku memeluk kak Maxim untuk terakhir kalinya?" lanjutnya sambil memandang pengantin pria.


"Dia kakakmu, tentu saja boleh" jawab pengantin pria itu.


Ketika pengantin wanita itu memeluk pria muda itu, ia berbisik.


"Jika nanti nya dia menghianati ku, aku akan pergi meninggalkan dunia ini. Karena tidak ada lagi tempat untuk orang seperti ku, perempuan yang bahkan tidak diinginkan satu satunya sahabatnya" kata pengantin wanita itu sambil melepaskan pelukannya.


Pria muda itu terkejut. Ia memandang wajah pengantin wanita itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Louisa...." katanya pelan.


"Kakak tenang saja, Peter pasti akan membahagiakan ku" kata pengantin wanita itu lagi.


Waktu berputar sangat cepat. Tanpa terasa mereka telah menikah selama tiga tahun.


Selama kurun waktu itu, wanita muda itu perlahan jatuh cinta pada suaminya. Mencintai nya dengan sepenuh hati.


Walaupun tiga tahun perkawinan belum ada keturunan, tapi mereka sangat berbahagia. Sampai suatu hari seorang sepupu wanita itu datang berkunjung. Diawal awal kedatangan nya masih mencari wanita muda itu, tapi belakangan secara sembunyi sembunyi mencari suami wanita muda itu.


*Suatu waktu disebuah taman.


Louisa yang sedang duduk disebuah bangku taman, tiba tiba didatangi seorang pria muda.


"Ini rumahku, kau yang mengapa disini? Tidak pantas bagimu mendatangi seorang perempuan saat suaminya tidak ditempat"


"Jangan terlalu galak nyonya. Sebentar lagi posisi anda akan digantikan sahabat baikku. Lagi pula mereka selama ini sudah bersama, hanya anda saja yang tidak menyadarinya"


"Apa maksudmu?"


"Ini akan menjadi alasan suamimu untuk menceraikanmu" katanya yang tiba tiba memeluk Louisa dan menciumnya.


Seorang pria muda lainnya tiba tiba datang ketaman itu dan berpura pura marah.


"Aku mencarimu kemana mana... ternyata kau sedang berdua dengan selingkuhanmu disini..!"


"Brengsek kau!" teriak Louisa sambil mendorong pria muda yang pertama.


"Suamiku...itu tidak benar. Pria ini yang kurang ajar. Tiba tiba datang dan memelukku.." kata Louisa dengan menangis.


"Aku melihatnya sendiri Louisa. Ternyata apa yang dikatakan Marry benar. Kau tidak setia, mulai saat ini aku menceraikanmu!" kata pria itu kemudian pergi dari sana.


"Suamiku...Marry? Kau menuduhku selingkuh, tapi kaulah yang selingkuh. Dan kau..." katanya menunjuk pria muda yang pertama datang.

__ADS_1


"Aku akan membalasmu, tidak dikehidupan ini, tapi dikehidupan yang akan datang"katanya sambil meninggalkan pria itu*.


Waktu kembali berputar.


Hingga suatu waktu ditepi sebuah tebing terjal.


..."Louisa, tolonglah nak. Ibu mohon, jangan menyerah"...


..."Maafkan Louisa ibu.. Aku tidak bisa menerimanya. Ia menuduhku berselingkuh dengan pria brengsek itu . Dan wanita sialan itu menyebarkannya ke masyarakat. Padahal mereka bekerja sama, pria brengsek itu sahabat wanita sialan itu"...


..."Ia melakukannya untuk membuatmu malu. Tapi lambat laun orang orang pasti menyadarinya"...


..."Semua sudah terlambat ibu. Aku tidak mau lagi. Suamiku sebenarnya tahu ibu, jika itu hanyalah kebohongan. Tapi ia pura pura tidak tahu untuk menutupi perselingkuhannya dengan wanita sialan itu"...


..."Nak, dengarkan kata peramal itu. Kau harus merelakannya agar kau bisa bahagia"...


..."Tidak ibu, dikehidupan yang akan datang akan kubalas perbuatan mereka semua. Itu sumpahku demi langit dan bumi" kata wanita itu sambil melompat kearah tebing....


..."Louisa!! Kau harus merelakannya!!"teriak wanita paruh baya itu....


Louisa tersentak bangun dari pingsannya. Ia memandang sekeliling, mengumpulkan kembali kesadaran nya.


Ia kembali teringat serangan nya kepada Jhon Muel.


"Ketua, syukurlah anda sudah bangun" kata Light yang pertama kali sadar jika Louisa sudah bangun.


"Jhon Muel, apakah ia sudah mati?"


"Tidak ketua. Ia diselamatkan Shadow didetik terakhir tinju raksasa ketua menyentuh nya"


"Syukurlah...jika tidak akan sulit mendapatkan informasi lainnya"


"Apa anda yakin ia akan mau membuka siapa penyandang dananya?"


"Tidak. Ia tidak akan mengatakan nya. Ia akan lebih memilih dihukum mati oleh raja Tejza daripada berbicara. Lagipula aku sudah tahu siapa penyandang dana nya. Tapi untuk sementara kita harus menahan diri, sampai kerajaan Lembah Angin benar benar siap untuk berperang"


"Apa anda yakin penyandang dana nya pangeran Hurex?"


"Aku tidak mengatakan nya, tapi kalian sendiri bisa menyimpulkan nya"


"Jadi informasi apa yang anda harapkan dari Jhon Muel? Apa ketua mengingat sesuatu?" pancing Light


"Aku memang mengingat sesuatu. Tapi untuk saat ini aku belum ingin membicarakan nya" kata Louisa sambil matanya memandang Shine.

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku melupakan mu, kak Maxim? Apakah kau sendiri mengingatku?" batinnya sendu mengingat mimpi nya.


__ADS_2