Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Latihan Louisa


__ADS_3

"Tapi kenapa ibu? Apakah ada masalah?"


"Aduh...bagaimna ibu mengatakannya. Intinya kita kekurangan dana"


"Bukankah ayahannda raja bersedia menanggung biayanya? Bagaimana bisa begini?"


"Ayahanndamu memang bersedia mengeluarkan dana. Tapi lebih dari setengah dana dipotong oleh permaisuri." kata selir kedua dengan sedih.


"Mengapa permaisuri begitu tega melakukannya? Dia selalu seperti ini, selalu menggunakan setiap kesempatan untuk menekan kita. Ibu, aku akan melaporkan masalah ini kepada ayahannda."


"Jangan sayangku. Jika kau beritahukan ayahanndamu, ia pasti akan sangat marah. Mungkin dananya akan keluar banyak. Tapi setelah itu, hubungan kita dengan permaisuri tidak akan sama lagi. "


"Jadi apa yang ingin ibu lakukan mengatasi masalah ini?"


"Ini" kata sambil menunjukkan sebuah kotak perhiasan dan membukanya.


"Ibu, itu bukan nya pemberian kakek dan nenek"


"Benar. Ibu berniat untuk menjualnya. Semoga cukup untuk menutupi kekurangan dananya. Ibu yakin, kakekmu tidak akan keberatan jika itu untuk keperluan cucunya."


"Ibu tidak perlu melakukannya. Sebelum pulang ke Hinom, kak Lark menitipkan uang yang cukup banyak. Waktu itu aku sempat menolaknya, tapi kata kak Lark untuk berjaga jaga. Mungkin ia sudah menebak jika terjadi hal seperti ini. Tunggu sebentar aku ambil ke kamarku"


"Ibu ikut kekamarmu. Sebentar, ibu simpan kotak perhiasan ini terlebih dahulu" kata selir kedua.


Setelah menyimpan kotak perhiasan itu, keduanya berjalan menuju kamar puteri Reva.


Puteri Reva mengambil sekantong uang dari tempat penyimpanan dan menyerahkannya kepada selir kedua.


"Aku tidak pernah menghitung jumlahnya ibu. Dan kak Lark juga tidak pernah mengatakan jumlahnya. Jadi aku juga tidak tahu apakah cukup atau tidak"


"Dari pada menebak nebak, lebih baik kita hitung dahulu. Biar jika masih kurangpun, kita tahu jumlah kekurangannya."


"Sebentar ibu, aku kunci pintu terlebih dahulu"


Setelah menutup pintu kamar, puteri Reva dan selir kedua sibuk menghitung jumlah uang yang ada didalam kantong.


"Jumlahnya sangat banyak. Empat puluh ribu koin emas. Ditambah dua puluh ribu koin emas yang diberikan permaisuri, jumlahnya lebih dari cukup untuk sebuah pesta yang megah dan mewah"


*****


Di desa Alma.


"Nona, gudang di bagian timur telah selesai dibangun. Apa anda ingin memeriksanya?" tanya Ganta anak buah Louisa yang bertanggung jawab di bidang pembangunan.


"Baiklah. Nanti saya kesana. "


Louisa membangun banyak gudang untuk menyimpan hasil pertaniannya. Untuk saat ini, ia telah membangun puluhan gudang. Tapi ia takut jika itu belum cukup untuk persiapan bencana kemarau panjang yang akan datang.


Lahan pertanian Louisa telah ditata sedemikian, sehingga lahan pertanian itu sudah seperti kompleks pertanian dan permukiman yang luas.


Selain untuk lahan pertanian, juga ada dibuat kawasan terlarang untuk pekerja. Dimana kawasan itu dibatasi oleh tembok pembatas yang sangat tinggi. Didalam kompleks inilah tempat pelatihan dan tempat tinggal the power of night dan juga prajurit khusus kerajaan.


Sehingga tidak semua orang dapat melihat bagaimana cara pelatihan yang diberikan kepada mereka. Bagaimana pun mereka adalah rahasia Louisa dan kerajaan Lembah Angin.

__ADS_1


"Ketua, kita sudah bisa memulai latihan hari ini?" tanya Shadow yang tiba tiba muncul.


"Sebentar lagi saya akan keluar. Bagaimana latihan tuan muda Lucio?"


"Tuan muda sangat bersemangat ketua. Latihan yang diberikan senior Shine membuat tuan muda menjalani nya dengan gembira"


"Apa rupa nya latihannya hari ini?


"Intinya sebenarnya melatih lari tuan muda. Tapi cara yang dilakukan memang cocok untuk anak kecil. "


"Latihan apa itu?"


"Menangkap ayam, ketua. Senior Shine melepaskan lima ekor ayam. Tuan muda diminta menangkap mereka"


"Apakah dia berhasil?"


"Tuan muda Lucio berhasil menangkap tiga ekor setelah dua jam. Latihan terpaksa dihentikan karena senior Reneisme datang dan marah"


"Ibu Ren kenapa marah? Bukankah waktu latihan Lucio tiga jam bersama Shine?"


"Karena tuan muda sangat kotor. Mengejar ayam membuat nya sering kali jatuh. Tentu saja pakaian dan tubuh tuan muda Lucio menjadi kotor."


"Jadi ibu Ren membawa Lucio untuk mandi?"


"Iya ketua"


"Sangat ibu Ren. Seharusnya aku tadi ikut melihat Lucio berlatih." kata Louisa sambil tersenyum membayangkan kelucuan puteranya menangkap ayam.


"Jadi ayam ayam itu sudah dikembalikan kekandang?"


"Kenapa di masak?"


"Kata tuan muda, itu hasil buruannya. Biar dimakan ketua katanya"


"Ha...ha... Baiklah kita pergi berlatih sekarang"


"Kita berlatih di lapangan selatan ya ketua"


"Mengapa tidak ditempat biasa Shadow?"


"Terlalu ramai ketua. Sementara latihan ini sedikit lebih berbahaya daripada biasanya."


"Bukannya merapal mantera seperti biasanya?"


"Iya ketua. Tapi saya dan Light sepakat menaikkan tingkat latihan. Takutnya jika kontrol ketua kurang, akan melukai orang lain"


"Oke"


Louisa dan Shadow mengambil kuda, dan menunggangi nya. Gedung utama yang digunakan Louisa untuk keperluan administrasi, berada di gerbang besar.


Gerbang ini bisa diakses oleh semua pekerja dan tamu lahan pertanian.


Sementara gerbang kecil yang berada di dekat kediaman Louisa, merupakan bagian dari kawasan terlarang dan hanya bisa dimasuki oleh orang orang tertentu.

__ADS_1


Kuda melaju dengan kecepatan sedang memasuki kawasan terlarang, dan selanjutnyal memasuki lapangan latihan selatan.


Disana telah menunggu Light dan Marco. Saat melihat kedatangan Louisa dan Shadow, keduanya langsung menyongsong.


Louisa melompat turun dari kudanya.


"Baik. Latihan apa kita hari ini?"


"Ada dua sesi latihan. Pertama pertahanan diri terhadap serangan musuh. Ketua pernah mempelajari ny sewaktu kita di Gordon. Coba ketua mencobanya dulu"


Louisa mulai merapal mantra. Sebentar kemudian pusaran Angin mengelilingi tubuhnya.


"Marco, coba serang" perintah Shadow.


"Baik"


Marco mengeluarkan pedang dari balik punggung nya. Kemudian mulai menyerang Louisa.


Saat pedang diarahkan ke pada Louisa, pedang seolah membentur benda yang sangat keras. Padahal itu hanya pusaran angin saja. Tangan Marco sampai bergetar sedikit.


"Marco lebih cepat!" perintah Shadow.


Marco bergerak lebih cepat. Tapi secepat apapun gerakannya, tapi Marco tidak bisa menembus pertahanan Louisa.


"Cukup! Marco istirahat" kata Shadow.


Louisa juga berhenti membaca mantra, dan seketika pusaran angin yang mengitarinya juga menghilang.


"Berarti untuk melindungi diri sendiri anda sudah sangat bagus, ketua. Bahkan ini lebih kuat dari pada waktu kita di Gordon."


"Terimakasih Shadow"


"Selanjutnya kita meningkat kan tahap perlindungannya. Melindungi orang lain bersama anda. Light, kamu berdiri disamping ketua. Aku akan menyerang. Ketua harus bisa memperluas jangkauan pusaran angin nya"


"Baik kita mulai"


Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya Louisa berhasil memperluas jangkauan pusaran angin yang dibuat nya.


Setelah Louisa berhasil, Shadow menyerang Louisa untuk mencoba ketahanan pusaran anginnya serta mencari celah yang mungkin dari tekhnik itu.


Setelah yakin semua telah sempurna, latihan di tingkat kan lagi menjadi lebih sulit


"Bisakah ketua membuat dua pusaran angin yang berbeda? Yang satu untuk melindungi ketua, sementara yang satunya lagi melindungi Light"


"Akan kucoba" kata Louisa. Ia kemudian kembali merapal mantra. Ternyata ini lebih sulit dari yang dipikirkan nya.


Setelah berulang ulang, Louisa hanya bisa melindungi diri nya sendiri. Sementara pusatan angin yang mengitari Light, terbentuk sebentar kemudian langsung hilang.


Proses ini menghabiskan waktu berjam-jam, tapi Louisa tetap gagal melakukan nya. Dan ini sungguh menghabiskan banyak energi nya.


"Shadow, seperti nya aku gagal.."


.

__ADS_1


..


... Jangan lupa like dan comment ya.


__ADS_2