
"Sehari setelah pertunangan. Saat ia melakukan acara lepas bunga. Saat itu kita akan bergerak"
"Berapa orang yang bergerak tuan Jhon Muel?"
"Semua anggota. Tim A menjadi eksekutor, tim B pengalihan, tim C siapkan jalur pelarian. Berhasil ataupun tidak, setelah penyerangan kita semua lari ke hutan kabut. "
"Apakah mereka tidak akan mengejar kita dihutan kabut tuan?"
"Memang nya berapa banyak yang tahan berada di hutan kabut? Lagi pula itu untuk sementara saja. Setelah itu, di hutan kabut kita akan menyusun rencana selanjutnya."
"Tuan, ada satu yang membuat aku bingung?"
"Apa itu?"
"Mengapa anda rela mempertaruhkan segalanya untuk tugas ini?"
"Jika kita ingin mendapatkan tangkapan ikan yang lebih besar, kita juga harus memasang umpan yang lebih besar"
"Semoga semua ini benar benar sepadan tuan"
*******
Di istana Fatma, kamar Louisa.
"Sudah ada laporan dari Deep?"
"Sudah ketua. Katanya Puteri ketiga pergi ke markas bandit api. "
"Bandit Api? Bagaimana kekuatan nya?"
"Dari informasi yang diperoleh Deep, mungkin ukuran sedang ketua"
"Terus, informasi apa yang tadinya kamu sebut berhubungan dengan permaisuri Lila?"
"Peraturan di kerajaan Fatma sedikit berbeda mengenai pengangkatan seorang permaisuri. Yang berhak diangkat menjadi permaisuri adalah isteri yang melahirkan putera pertama bagi bagi raja. Bukan isteri pertama yang dinikahi raja"
"Jadi permaisuri Lila bukan isteri pertama raja Tejza?"
"Bukan ketua. Tapi selir kedua atau ibu dari Puteri Revaline. Saat itu yang lebih dahulu hamil adalah selir kedua. Tapi saat memasuki kehamilan bulan keempat, selir kedua keguguran. Ada sebuah informasi yang mengatakan jika keguguran yang dialami selir kedua bukanlah kecelakaan, tapi karena diracun. Tebak siapa pelakunya?"
"Permaisuri Lila?"
"Benar ketua. Semua yang berhubungan dengan hal itu tiba tiba menghilang begitu saja. Tapi kuat dugaan jika semuanya telah dibunuh, termasuk penyedia racun."
"Apa hal itu tidak pernah diselidiki pihak istana Fatma?"
__ADS_1
"Pernah ketua. Tapi menemukan jalan buntu karena semua saksi yang berkaitan dengan kejadian tiba tiba menghilang."
"Jika demikian kamu dapat dari mana informasi ini? Pasti hal seperti tidak bisa diketahui oleh sembarang orang"
"Ada seorang pelayan menjalin kasih dengan seorang murid bekas tabib istana. Tabib inilah yang dulu pernah merawat selir kedua saat beliau keguguran. Dia selamat karena saat pembunuh yang diperintahkan permaisuri untuk membunuh nya ternyata sepupu adiknya sendiri. Sepupu adik iparnya inilah yang menyembunyikan selama ini. "
"Tapi jika hanya seorang saksi mungkin agak sulit bagi puteri Revaline membawa permaisuri kepengadilan. Perlu setidaknya satu orang lagi"
"Ada satu orang lagi ketua. Tapi belum diketahui dimana keberadaan nya. Menurut pelayan yang menceritakannya, orang itu merupakan perantara permaisuri Lila dengan pembuat racun. Ia sedang keluar kota saat banyaknya orang tiba tiba menghilang. Saat mendengar kabar itu, ia memutuskan untuk bersembunyi di kota lain"
"Jika orang itu bisa ditemukan, baru bisa menyeret permaisuri ke pengadilan. Tapi kita akan bertindak setelah mendengar pendapat Puteri Revaline. Bagaimana pun ini masalah istana Fatma. Jika Puteri Revaline membutuhkan kita, baru kita bisa membantu. Jika tidak, tetap kita tidak bisa mencampuri masalah ini"
"Kapan rencana ketua memberitahukan masalah ini kepada puteri Revaline?"
"Setelah pesta pertunangan. Tapi jika menilai situasi diistana Fatma, kita harus waspada selama acara pertunangan besok. Sampaikan juga pada yang lain"
"Baik ketua"
*******
Di kediaman puteri Revaline
Tok...tok...
"Siapa?"
"Tentu. Masuk lah"
Seorang pelayan membukakan pintu untuk puteri Novaline.
"Salam kakak"
"Mari adik, duduk. Ada apa datang saat malam kekediaman ku?"
"Ada yang ingin kubicarakan dengan kakak. Bisakah kita bicara berdua saja?"
"Tentu. Pelayan tunggu diluar"
"Baik tuan Puteri"
Kedua pelayan Puteri Revaline keluar dari ruangan, dan menutup pintu.
"Nah, sekarang tinggal kita berdua. Ada yang ingin adik Novaline sampaikan?"
Tiba tiba Puteri Novaline berdiri dari posisi duduk nya. Tapi tidak lama kemudian, dia berlutut dihadapan Puteri Revaline.
__ADS_1
"Kakak maafkan aku. Aku telah berbuat salah kepada kakak" katanya dengan wajah penuh penyesalan. Kepalanya menunduk, tidak berani menatap kepada puteri Revaline.
"Adik, apa yang kau lakukan? Duduk! Jangan berlutut dihadapan ku. Itu tidak pantas"
"Tapi aku telah membuat kesalahan yang sangat besar kepada kakak. Hiks...hiks..aku sangat menyesal. Hiks...hiks.."
"Duduklah. Selama segala sesuatu masih bisa dibicarakan, aku tentu memaafkan mu." katanya membimbing puteri Novaline kembali ketempat duduknya.
"Nah, cerita kan padaku. Apa yang telah adik lakukan"
Puteri Novaline mulai bercerita, mulai dari pembicaraan dengan Puteri Serly yang merendahkannya, sampai rencana pembunuhan yang dilakukan nya.
"Maafkan aku. Aku terlalu gelap mata saat mendengar kata kata puteri Serly"
"Seharusnya kau tahu sifat Puteri Serly seperti apa. Mengapa kau masih mengambil hati? Siapa bilang jika adikku ini tidak bisa melampaui kakak kakak nya. Tapi ingat adik, harta dan kekuasaan bukan yang terpenting dalam kehidupan ini. Hati yang tenang dan damai, itulah yang paling utama. Itu harta yang tidak bisa dibeli dengan apapun iuga"
"Kakak aku mengerti. Aku akan memperbaiki diri, aku berjanji"
"Nah, ini baru adikku. Setelah pertunangan, aku akan pergi ikut kakak iparmu ke Hinom. Aku titip ibu selir kedua padamu ya"
"Tentu kakak. Selama aku masih didalam istana, aku akan menjaga ibu selir kedua"
"Terimakasih. Sebentar. Mungkin setelah acara pertunangan besok, kesempatan kita berbincang akan semakin sedikit. Ini ada sedikit hadiah untukmu."
"Apa ini kakak?"
"Bukalah"
"Sebuah kalung yang sangat cantik. Kakak dari mana memperoleh nya?"
"Sebenarnya ini salah satu hadiah dari kerajaan Lembah Angin."
"Bukankah hadiah hadiah itu diserahkan kepada ibu selir kedua untuk menyimpan nya dan baru akan dibagi setelah acara pertunangan selesai ?"
"Benar. Tapi ada satu kotak khusus, yang ditujukan untuk ku membagi sendiri. Dan adik ketiga merupakan orang pertama yang aku bagi."
"Terimakasih kakak"
"Sudah malam. Pulang lah kekediaman mu, aku juga mau beristirahat. Besok pagi harus bangun sangat pagi"
"Jika begitu aku undur diri kak"
Puteri Novaline pulang kekediaman nya sendiri. Ada kelegaan dihatinya setelah meminta maaf kepada puteri Revaline.
Sementara itu di kediaman puteri Revaline.
__ADS_1
"Mengapa tuan Puteri begitu saja memaafkan nya? Apa yang telah dilakukan nya adalah hal yang sangat jahat. Jika berita itu sampai jatuh ketelinga Yang Mulia Raja Tejza, mungkin dia akan dihukum mati atau dibuang ke istana pengasingan"
"Saat kau merangkul musuh mu, bukankah kau juga mendapat kan seorang teman baru? Lagi pula, aku segera pergi ke Lembah Angin. Aku butuh lebih banyak orang untuk menjaga ibuku. Semua kita tentu tahu, apa saja yang bisa dilakukan permaisuri untuk menjatuhkan lawannya. Sayangnya, saat ini dia masih berada diatas angin. Belum ada yang bisa menjangkau nya walaupun sudah mencium aroma kebusukannya disana sini" katanya dengan risau.