
Malam itu kegembiraan pesta terlihat di kediaman leluhur Valley dan di istana Hinom. Pesta selamat datang kepada Tuan Bruswick dan nenek Eugine.
Lagi pula mereka telah lama pergi ke benua barat dan ini pesta pertama untuk mereka sejak Kerajaan Lembah Angin berdiri.
Bahkan Sola dan Norbert serta dua orang anak mereka turut datang dari kota Coco karena tahu kedatangan Tuan Bruswick.
Dan Lucio, tidak pernah lepas dari pangkuan Tuan Bruswick atau nenek Eugine. Sehingga ia betul betul merasa dimanjakan dan disayang dan tidak iri lagi melihat para sepupunya yang ada bersama ayah dan ibu mereka.
.
.
Sementara di Hinom ada pesta, di sebuah hutan di perbatasan Lembah Angin dan Gordon tampak tiga orang yang sedang duduk menyantap makan malam mereka.
Mereka adalah leluhur Kendrick Alexander, Hwak dan Lion. Dengan keahlian sebagai perapal yang hebat, mereka mampu menempuh jarak diatas rata-rata orang kebanyakan. Bahkan jika itu dibandingkan dengan Louisa dan anak buahnya.
Ditambah jalan yang mereka tempuh bukan jalan umum yang biasa dilalui orang, melainkan memotong jalan melalui hutan.
"Dengan kecepatan ini, besok malam kita sudah sampai di distrik enam. Besok lusa kita sudah sampai di perbatasan Gordon." kata leluhur Kendrick
"Semoga tidak ada halangan, Tuan." kata Tuan Lion.
"Tapi memang benar, Lembah Angin telah berubah menjadi kerajaan yang luar biasa, tuan. Hampir seluruh wilayah Lembah Angin sudah dikelilingi tembok perbatasan yang cukup tinggi dan tebal. Tinggal perbatasan dengan Gordon yang masih dalam tahap pembangunan. Dan diperkirakan selesai tahun depan." kata Hwak
"Iya, bahkan Gordon sudah ketinggalan jauh. Dan itu hanya beberapa tahun. Louisa memang bukan perempuan biasa, bahkan cara berpikirnya pun tidak seperti orang kebanyakan. Kukira sebelumnya jika beliau akan menjadi ratu di Lembah Angin, tapi malah mengangkat pamannya menjadi raja" timpal Lion
"Darah Bruswick mengalir kuat di tubuhnya. Kalian pasti mendengar alasan kepergian Tuan Bruswick yang lama tertahan di benua barat. Tidak ada satupun mau menjadi pimpinan, bukan karena tidak memiliki kemampuan tapi malas berurusan dengan administrasi yang panjang karena harus ikut aturan kerajaan tempat kediaman pusat mereka. Malas menghadiri terlalu banyak jamuan..ckk...ckk..." kata leluhur Kendrick
"Tapi mengangkat anak usia lima tahun menjadi pimpinan bukankah itu agak aneh tuan?"
"Tidak ada yang aneh. Itu sama saja seperti mengangkat seorang putera mahkota sedari bayi. Dengan usia yang masih muda, mereka sudah dibiasakan untuk jabatannya, jadi seiring waktu bayi itu berubah menjadi anak kecil, kemudian berubah lagi menjadi remaja, dan dewasa . Ketika itu tidak ada lagi penolakan di hatinya atas jabatannya. "
"Iya, seperti pangeran Lucio. Aku lihat dia belajar keras untuk pelatihan keprajuritannya. Dilatih langsung oleh Shine, yang bahkan tidak mengendurkan sedikitpun peraturannya meski ia tahu Lucio masih anak kecil. Jika melakukan kesalahan tetap memberikan hukuman" kata Hwak menanggapi
"Shine memang keras, tapi bukan tanpa belas kasih. Aku banyak bicara dengannya tentang latihan Lucio. Ia berkata, semua yang dijalaninya Lucio, dahulu telah lebih dahulu dijalani Louisa. Hanya saja fokus latihan Louisa waktu itu lebih besar ke arah rapalan, sedangkan Lucio lebih fokus pada latihan fisik dan pedang. Dan hukumannya juga sebenarnya disesuaikan dengan usia Lucio. Jadi kita tidak perlu cemas" kata Lion
"Yang dilakukan Shine sudah benar. Bagaimanapun Lucio adalah putera mahkota dan kelak akan menjadi raja. Sehingga kemampuan bela dirinya harus mumpuni agar kelak bisa menjadi pimpinan jika terjadi perang. Bukan lari ketakutan dan bersembunyi ketika ada musuh. Sudah malam ini kita beristirahat, agar besok ada tenaga melanjutkan perjalanan"
__ADS_1
"Baik tuan"
.
.
Pagi pagi masih di hutan perbatasan Lembah Angin dan Gordon.
"Tuan, apakah kita langsung menuju kerajaan Kite?"
"Tidak. Kita akan berhenti sejenak di kota Kunlun, kerajaan Mordan. Ada seseorang yang perlu kita jumpai disana."
"Baik tuan"
Sekali lagi ketiga orang itu bergerak, mereka hanya berhenti sejenak untuk minum, makan atau tidur didalam hari. Setelah itu kembali melanjutkan perjalanan.
Bergerak terus menerus, sehingga tiga hari kemudian mereka akhirnya di pinggiran kota Kunlun. Setelah melewati gerbang kita dan membayar pajak masuk kota yang berlaku di kerajaan Mordan, mereka memasuki kota dengan perlahan.
"Tuan, maaf mengganggu. Apakah anda tahu kedai teh Waesa?" tanya Hwak menghentikan seorang pria yang sedang berjalan.
"Terima kasih Tuan" kata Hwak dengan sopan.
"Sama sama "
Mereka melanjutkan perjalanan sesuai petunjuk pria tadi, dan benar saja akhirnya mereka menemukan kedai teh itu dengan mudah.
Kedai itu cukup ramai ternyata, dan kedatangan mereka disambut seorang pelayan.
"Selamat datang tuan dan Nyonya. Untuk berapa orang?" tanyanya
"Tiga orang. Kami menginginkan teh Chamomile, teh putih, serta teh hijau masing masing lima teko. Lengkap dengan madu dan makanan pendamping masing masing lima porsi" kata leluhur Kendrick membuat Lion dan Hwak terkejut.
"Oh.. silahkan naik ke lantai tiga, Tuan. Nanti akan ada pelayan yang melayani anda disana." kata pelayan itu.
"Bisa minta tolong berikan daging panggang setengah matang untuk Harimau ku, dan rumput untuk kuda kuda itu?" tanyanya lagi.
"Tentu tuan" kata pelayan itu sambil melirik Tiger yang berbaring malas disamping kuda tunggangan Lion dan Hwak.
__ADS_1
Lion memberikan dua keping emas kepada pelayan itu yang langsung bersemangat mengerjakan permintaan mereka.
"Mengapa tuan memesan sangat banyak?" tanya Hwak heran.
"Itu kode yang diberikan Louisa untuk bertemu informannya" jawab leluhur Kendrick
"Oh.."
Mereka naik ke lantai tiga kedai teh itu. Sekali lagi kedatangan mereka disambut seorang pelayan yang membawa mereka ke ruang pribadi.
"Silahkan duduk tuan dan Nyonya. Mau teh panas atau teh dingin?"
"Teh dingin sembilan tahun yang lalu" jawab leluhur Kendrick.
"Buatan siapa?"
"Mawar hitam dari Lembah yang jauh"
"Ditunggu" kata pelayan itu kemudian pergi dari ruangan.
"Apakah itu semua adalah kode sandi?" tanya Hwak lagi
"Iya. Teh dingin artinya informasi lama. Mawar hitam dari Lembah yang jauh, itu nama Louisa"
Tidak berapa lama seorang pria awal empat puluhan datang memasuki ruangan. Di belakangnya seorang pelayan membawa sebuah nampan dengan satu teko teh dan makanan ringan diatasnya.
Setelah meletakkan nampan, pelayan pergi keluar ruangan dan menutup pintu dengan perlahan.
"Perkenalkan saya Muesa, salah satu anak buah Mawar hitam. Jika saya boleh bertanya, apa hubungan anda dengan beliau?" tanya pria itu dengan hormat.
"Tuan Muesa, perkenalkan saya Kendrick Alexander dari Gordon. Saya..."
"Selamat datang di kedai teh saya leluhur tinggi. Mawar hitam sudah memberikan informasi tentang kemungkinan kedatangan anda." kata Tuan Muesa memotong Kalimat leluhur Kendrick dan memberikan penghormatan layaknya seseorang yang perlu dihormati.
"Louisa sudah memperkirakan kedatangan saya?"
"Hmm.. iya leluhur. Kira kira delapan tahun yang lalu. Waktu itu beliau mengirim pesan, hanya dua orang yang akan datang atas nama beliau. Satu nama anda, dan satu lagi raja Peter"
__ADS_1