
Semua terkejut dengan apa yang ditunjukkan Shadow. Ternyata kepiting dan kerang hijau. Mungkin di lembah angin itu sedikit asing, tapi jika di Gordon dan beberapa kerajaan lain itu merupakan hal yang biasa.
Dan wajar saja jika penduduk setempat merasa asing dengan hal itu.
"Menurut kalian, dari mana hewan hewan ini berasal?"tanya Light.
"Aku kurang tahu. Tapi agak aneh juga jika mereka tiba tiba ada, padahal sebelumnya kepiting dan kerang hijau tidak pernah ada disini" kata Reneisme.
"Menurutku sebenarnya tidak aneh. Tadikan kepala desa mengatakan danau ini terbentuk setelah gempa lima belas tahun yang lalu"
"Benar"
"Jadi mungkin gempa menyebabkan munculnya aliran air dari bawah tanah yang membawa telur telur kerang hijau dan anakan atau indukan kepiting kemari. Dan berkembang pesat disini"
"Apa yang dikatakan ketua ada benarnya. Sedangkan bagi masyarakat itu adalah sesuatu yang baru dan aneh"kata Marco.
"Tapi jika demikian, mungkin ini bisa jadi pemasukan tambahan bagi penduduk. Tapi bagaimanapun, harus ada pengaturan kepengurusan. Agar nantinya tidak menjadi persoalan baru"kata Louisa
"Tapi bukannya tanah ini yang mau dijual putri?"tanya Reneisme
__ADS_1
"Coba nanti kita tanya kepala desa dulu, dimana batas wilayahnya"kata Louisa.
Mereka duduk dirumput sambil melihat kearah danau. Kecuali Shadow yang menarik sebuah ranting yang menjulur kedalam danau. Begitu ranting ditarik, nampaklah kerang hijau bergerombol pada ranting sepanjang dua meter itu.
"Tuan putri.."panggil kepala desa yang datang bersama tiga orang lainnya.
"Perkenalkan ini istri hamba, Timla. Ini penduduk desa kami Try dan Loth"
"Salam tuan putri"kata mereka bersamaan.
Mereka menyerahkan ember kayu yang diminta Shadow.. Sebentar saja dua ember telah penuh dengan kerang kerang hijau.
Dan sekali lagi Shadow merapal mantra, dan menaburkan sesuatu berbentuk serbuk diatas air yang sedikit berlumpur. Tidak menunggu lama segera keluarlah kepiting kepiting dari dalam lobang lobang yang ada didalam lumpur.
"Bu Ren, duluan pergi dengan nyonya Timla. Nanti kami menyusul" kata Louisa.
"Baik putri"
*****
__ADS_1
Dua hari setelah kunjungan pertama itu, Louisa datang lagi untuk berembuk dengan kepala desa. Mereka membicarakan tentang pengelolaan lahan yang telah jadi Louisa beli.
Karena jumlah penduduk desa Alma tidak cukup untuk mengerjakan lahan itu, terpaksa kepala desa Alma meminta bantuan kedesa tetangga yang langsung diterima mereka dengan senang hati.
Bagaimanapun dengan adanya pekerjaan yang ditawarkan Louisa, sudah sangat membantu mereka untuk mendapat penghasilan tanpa harus jauh dari desa mereka.
Dua minggu kemudian lahan seluas lima hektar telah siap untuk ditanami. Tinggal menunggu bibit yang telah dipesan Louisa sebelumnya.
Dan sekarang sambil menunggu bibit yang akan datang, ia juga tengah mempersiapkan lahan untuk ditanami kedelai dan kentang juga aneka tanaman yang selama ini diperoleh dari Agriba.
Untuk setiap lima hektar lahan yang siap ditanami, Louisa mempercayakan pada sepuluh orang pekerja.
Karena memerlukan pekerja yang banyak dengan lahan yang luasnya mencapai ratusan hektar, selain membangun rumah tinggal untuk dirinya dan pelayan yang dibawanya dari kota Hinom, Louisa juga membangun barak untuk tempat tinggal pekerjanya.
Untuk pemupukan agar tanahnya menjadi subur, Louisa memanfaatkan kotoran sapi yang terdapat dikandang kandang sapi desa, sebelum memelihara sapi sendiri.
Louisa juga membuat pagar yang membatasi lahan miliknya dengan lahan milik masyarakat, agar dikemudian hari tidak ada masalah yang mungkin terjadi.
Didepan pagar dibuat papan yang bertuliskan Pertanian dan Peternakan Louisa Valley. Louisa sengaja menggunakan nama Louisa agar tidak ada penduduk yang menyangkut pautkan lahan miliknya pribadi dengan milik kerajaan. Bahkan ia sudah memperingatkan kepala desa dan juga isteri dan dua orang warga yang sempat bertemu dengannya sewaktu pertama kali datang, agar menjaga kerahasiaan namanya. Sehingga semua pekerjanya hanya mengetahui namanya sebagai nona Louisa Valley.
__ADS_1
Dua bulan kemudian, lahan yang sebelumnya ditumbuhi rumput, sekarang ditumbuhi tanaman kentang dan jagung yang tumbuh subur. Juga ada kedelai serta berbagai tanaman lainnya.
Melihat pertanian yang di rencanakan nya berhasil dengan cukup baik, membuat Louisa semakin percaya diri untuk melaksanakan program pertaniannya keseluruhan kerajaan Lembah Angin.