Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Surat Peter


__ADS_3

"Menurut kakekmu seperti itu sayang. Tapi ibu juga tidak mengingat apapun tentang kehidupan ibu sebelumnya"


"Akupun tidak mengetahui kehidupanku sewaktu menjadi selir agung ibu. Tapi bagaimana caranya kakek tahu?"


"Katanya kita berdua memiliki tanda lahir yang sama persis dengan kehidupan kita sebelumnya. Ibu ada di belakang telinga, kamu ada dipunggung."


"Tanda lahir ibu seperti gambar sebuah kapal, sedangkan tanda lahirmu gambar sebuah bintang dengan titik kecil ditengahnya. Bintang itu menunjukkan kejayaan atau kesuksesan, sedangkan titik kecil itu adalah kutukan yang menyertainya."


"Mengapa ibu tidak pernah bercerita sebelumnya? Bahkan waktu itu, sewaktu aku bertanya tentang Louisa Balley Sang Selir Agung?"


"Ibu sendiri waktu itu tidak begitu yakin akan cerita tentang hubungan ibu dengan selir agung. Jadi apa yang harus ibu ceritakan?"


",Jadi kapan ibu mulai yakin?"


"Tadi saat kamu memberitahukan tentang kehamilanmu"


"Apa hubungannya ibu?"


"Ini berkaitan dengan ramalan itu Louisa. Dikatakan oleh kakekmu, jika dalam ramalan itu dikatakan dua hal. Pertama aura kedua akan muncul kepermukaan setelah yang pertama hancur oleh keputusasaan. Yang kedua buah, baru akan terlihat setelah ranting yang dipotong, ditanam ditempat lain sehingga menimbulkan penyesalan pohon utama"


"Jadi maksud ibu?"


"Setelah kamu bercerai, baru ketahuan kamu membawa anak pergi. Dan setelah anak lahir, baru diketahui oleh raja Peter kamu mempunyai seorang putera. Dan saat itu, penyesalan yang terbesar sekalipun tidak akan berguna. Ohya, ayahmu tadi memberikan surat dari Peter. Apa isinya?"


"Belum kubaca ibu. Nanti saja.. Ibu, bagaimana keluarga Bruswick tahu semua tentang Louisa Balley, belum lagi hubungannya dengan keluarga Gili serta keluarga Maxim. Semuanya membuatku semakin bingung.."


"Ibu juga kurang tahu dengan jelas, tapi yang pasti di rumah keluarga Bruswick di benua barat, saat ibu masih belum menikah dengan ayahmu, ibu pernah ditunjukkan ruang penyimpanan benda benda serta surat peninggalan Louisa Balley. Hanya saja, dulu ibu tidak begitu tertarik dengan itu semua. Mungkin suatu hari nanti gak itu harus berkunjung kesana"


"Kalau keluarga Gili dan Maxim?"


"Kamu tanya saja pada mereka berdua?"


"Ibu Ren sudah ku tanya, tapi jawabannya tidak memuaskan. Dia hanya mengatakan keluarga mereka merupakan pelayan setia Louisa Balley. Kalau Shine, dia bilang tidak tahu apa apa tentang Louisa Balley. Dia hanya tahu keluarga Bruswick"


"Mungkin nanti bisa kamu tanyakan pada kakek Bruswick jika b beliau sudah kembali. Untuk sementara, biarlah seperti ini dahulu. Hari sudah malam, istirahatlah. Ibu juga ingin beristirahat. Besok kita b berbincang kembali"


"Selamat m malam putriku"


"Selamat malam ibu"

__ADS_1


Pembicaraan panjang itu pun akhirnya selesai. Sofia kembali kekamarnya, sementara Louisa terdiam sejenak. Merenungi pembicaraannya dengan Margaret.


"Berarti kematian Lorine sebenarnya sudah ditentukan. Dan sepertinya kematianku sebelumnya juga telah ditentukan. Ataukah keduanya saling berhubungan?"gumamnya pelan.


"Oh surat Peter. Dimana kuletakkan ya?"katanya sambil mencari diantara tumpukan kertas.


"Ini dia. Hanya gulungam biasa, hanya segel pribadi, bukan kerajaan."


Louisa merobek segelnya, dan membuka gulungan surat itu.


...Salam sejahtera kepada Arduchess Lorine Bruswick Valley....


...Adapun tujuan surat ini, Aku meminta maaf karena tidak bisa datang keacara peresmian Kerajaan Lembah Angin....


...Bukan karena terlalu sibuk, tetapi karena aku tidak memiliki muka bertemu dengan keluarga besar Valley....


...Lorine, saat menerima suratmu terdahulu baru benar benar kusadari segala kesalahanku padamu. Kamu yang telah menyerahkan sepenuhnya hidupmu untuk mendukung aku, justru kubalas dengan penghianatanku. Maafkan aku Lorine....


...Dulu saat kita masih bersama, pernah kamu meminta untuk memperbaiki infrastruktur jalan di distrik sembilan. Tapi aku selalu menundanya, karena kukira kita memiliki waktu yang lama. Karena saat ini hubungan kita sudah berbeda, tidak mungkin aku membantu atas nama kerajaan Gordon. Itu akan menyalahi aturan, juga menyinggung Lembah Angin. Karenanya, ijinkan aku membantu secara pribadi. Akan kukirim sejumlah orang yang bisa membantumu melakukan pembenahan jalan. Dan biayanya, biar menjadi tanggunganku....


...***Soal distrik dua puluh, aku tidak bermaksud melemparkan tanggung jawab kepadamu. Tapi aku memberikannya kepada Lembah Angin karena akses terdekat menuju distrik dua puluh adalah distrik delapan. Mereka berbatasan darat secara langsung....


...Jika menurutmu itu melempar tanggung jawab karena masih banyaknya kekacauan disana, maka sekali lagi aku meminta maaf***....


...Aku hanya berharap, hubungan kita tidak benar benar terputus Lorine. Dan jangan pernah mengatakan lagi, jika Lorine yang kukenal telah mati karena itu sangat menyakitkan hatiku. Bagaimanapun, nama Lorine Brucwick Valley akan selalu ada dihatiku. Karenana Ijinkan aku sekali lagi mengulurkan tangan, dan kali ini atas nama persahabatan....


...Maafkan aku atas semua keegoisanku, dan terimakasih untuk semua pengorbananmu untukku dan kerajaan Gordon....


...Salam hormat terdalamku...


...Peter...


Louisa menghela napas.


"Jika ikatan takdir itu adalah benar, mengapa begitu gampang kau melupakanku? Apakah sama sepertiku, kau juga tidak mengingat apapun tentang kehidupan kita sebelumnya? Dan mengapa takdir mempermainkan ku?"


Louisa kelelahan sendiri dan akhirnya tertidur lelap bahkan dengan kaki masih menggantung ditempat tidur.


*****

__ADS_1


Pagi harinya


Tok..tok..


Tak ada jawaban dari dalam kamar.


Kreekkk....


Pintu kamar dibuka dengan perlahan. Terlihat Reneisme memasuki kamar Louisa. Ia sedikit terkejut melihat Louisa yang tidur bahkan tanpa menggunakan selimut.


"Bagaimana ia bisa tidur nyenyak dengan keadaan seperti itu?"gumamnya.


Ia kemudian menyibak tirai jendela kamar, kemudian membuka jendela membiarkan udara pagi memasuki kamar.


"Nona... bangun. Sudah pagi.. tidak biasanya Anda terlambat bangun seperti ini. Ayo bangun..."


"Ibu Ren, aku masih mengantuk. Aku tidur larut. Sepuluh menit lagi ya..."kata Louisa dengan mata masih terpejam.


"Tidak bisa nona. Tadi menteri Willi datang, katanya saudaranya dari Sky city sudah datang dan membawa pesanan nona. Belum lagi perwakilan dari beberapa kerajaan mungkin akan tiba hari ini."


"Apa? Ibu bilang apa tadi?" tiba tiba Louisa bangun.


"Tadi menteri Willi datang mencari Nona. Katanya..."


"Aku bangun segera. "potong Louisa. "Bantu aku memilihkan baju, ibu. Aku mandi dulu..."


"Semangat sekali mendengar pesanannya tiba. Memangnya apa yang dipesannya dari saudara Willi?"gumam Reneisme sambil mengambil baju yang akan Louisa pakai.


Louisa mandi dengan sangat cepat. Tidak seperti biasa yang berlama lama berendam.


"Ibu, mana bajunya?"


"Ini nona. Mari saya bantu.."


"Ibu, apakah yang lain sudah sarapan?"


"Sudah nona. Selesai sarapan, tadi Nyonya Margaret pergi menjumpai permaisuri Sofia. Sedangkan tuan besar dan tuan Lucky pergi dengan putera mahkota Lark. Nyonya besar pergi ke pasar, tadinya mau mengajak nona. Tapi karena nona belum bangun, terpaksa ditinggal."


"Bu, bolehkah aku sarapannya nanti saja? Setelah menemui menteri Willi?"

__ADS_1


"Tidak bisa nona. Nyonya besar tadi sudah mengingatkan, Anda harus sarapan terlebih dahulu. Jika tidak anda boleh kemana mana"


__ADS_2