Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Perceraian dan permintaan (3)


__ADS_3

Louisa berjalan cepat menuju kediamannya. Ia tahu Reneisme pasti sudah tidak sabar menunggunya.


Benar saja, begitu memasuki ruangannya..


"Permaisuri, untung permaisuri segera pulang. Saya kira permaisuri lupa karena keasikan berbincang dengan Ibu Suri" kata Reneisme, mengingat kebiasaan permaisuri Lorine jika bertemu Ibu Suri Anita.


"Tentu aku mengingatnya ibu. Aku tidak mau mendengar ceramahmu sampai sore..."kata Louisa mengingat Reneisme akan memberikan ceramah yang panjang jika Lorine lupa akan janjinya sendiri. Bukan apa apa, tapi karena Reneisme yang akan bekerja membereskan segala kekacauan yang Lorine perbuat.


Louisa segera memasuki kamar mandi untuk berendam. Ia dibantu Reneisme menggosok punggungnya sampai bersih. Selesai mandi Louisa memakai gaun mewah yang telah disediakan Reneisme, walaupun sebenarnya Louisa lebih senang dengan pakaian yang lebih sederhana, tetapi saat keluar istana ia harus menjaga wibawanya sebagai seorang permaisuri kerajaan Gordon.


"Bagaimana tadi pertemuannya dengan ibu suri, yang mulia?"Tanya Reneisme sambil menyisir rambut Louisa dengan hati hati


"Berjalan baik ibu.."sahut Louisa.


"Apa yang mulia mendapat yang dicari?"


"Ah..ibu. Nanti malam kita bercerita. Sekarang kita berangkat dahulu. Tidak baik Arduchess Elisabet menunggu" kata Louisa.


"Ha ..ha... hamba sampai lupa permaisuri" kata Reneisme sambil tertawa.


Mereka berangkat ke kediaman Arduchess Elisabeth Wolfen dengan baik kereta kuda serta dikawal empat orang penjaga.


Setengah jam lamanya mereka diperjalanan sebelum tiba di tempat tujuan. Penjaga gerbang langsung membukakan gerbang begitu melihat kereta kuda istana datang mendekat. Setelah kereta kuda masuk beserta pengawalnya, penjaga langsung menutup kembali gerbang masuk.


Tepat didepan rumah kediaman Arduchess Elisabet Wolfen, kereta kuda berhenti. Perlahan Reneisme turun dari kereta, diikuti oleh Louisa.


Seorang kepala rumah tangga menanti mereka di depan pintu.


"Salam permaisuri Lorine Valley, hamba Jose kepala rumah tangga keluarga wolfen" katanya membungkukkan badannya dengan penuh hormat. "Kedatangan Yang Mulia sudah di tunggu Arduchess di taman belakang. Mari hamba tunjukkan jalannya"


Louisa dan Reneisme berjalan mengikuti kepala rumah tangga keluarga Wolfen itu.


"Selamat datang di kediamanku Permaisuri. Ampunkan orang tua ini, tidak bisa menjemput Yang Mulia di depan rumah. Kakiku sedang sakit Yang Mulia, terasa sakit berjalan" jelas Arduchess Elisabet Wolfen.


"Tidak mengapa Nyonya Elisabet. Justru saya yang telah merepotkan Nyonya dengan kedatangan saya kemari"

__ADS_1


"Orang tua ini, memang sudah lama ingin menjumpai Yang Mulia. Tapi sakit kakiku ini sungguh mengganggu aktivitasku. Jadi begitu mendapat


kabar bahwa Yang Mulia ingin berkunjung, tentu hamba sangat senang menerimanya"


Louisa tersenyum memandang Arduchess Elisabet Wolfen.


"Silahkan duduk Yang Mulia"


Makanan makanan di hidangkan. Louisa duduk satu meja dengan sang tuan rumah. Sementara Reneisme duduk di meja lain dengan kepala rumah tangga Jose dan penjaga yang mengawal Lorine duduk satu meja yang sama.


Louisa makan dengan pelan dan hikmat. Sesekali pandangannya memperhatikan makanan yang disantap sang Arduchess.


Selesai makan, Arduchess Elisabet Wolfen mengajak Louisa duduk disebuah gajebo. Setelah mereka duduk, Arduchess Elisabet Wolfen membaca mantra mengaktifkan formasi perlindungan yang melingkupi gajebo tersebut, sehingga pembicaraan mereka tidak bisa didengar orang dari luar gajebo.


"Boleh kulihat keadaan kaki anda Nyonya?" tanya Louisa


"Ampun Permaisuri, hamba tidak pantas" jawab Elisabet terkejut


"Tidak mengapa Nyonya. Aku pernah belajar sedikit ilmu pengobatan, walaupun tidak mendalaminya sampai mendapat gelar master. Aku hanya akan memeriksa saja, jika aku mampu akan kubantu. Jika tidak, mungkin dapat memberikan rekomendasi pengobatan untuk Nyonya" jelas Louisa


Louisa memeriksa kaki Arduchess Elisabet yang terlihat bengkak.


"Ini kemungkinan rematik atau asam urat. Tidak mengherankan jika melihat dari pola makan nya"


@"Nyonya, coba nanti parut jahe. Hasil 1parutan kemudian peras dan hasil perasan endapkan. Endapan ini campurkan dengan sedikit minyak zaitun, dan balurkan kebagian yang sakit. Ini akan sedikit mengurangi rasa sakitnya."⁶


"Hamba akan mencobanya permaisuri. Terimakasih banyak. "


" Sama sama Nyonya dan kurangi makan jeroan dan makanan bersantan. I


tu akan memicu rasa sakitnya"terang Louisa lagi


"Baiklah Nyonya. Aku tidak akan basa basi lagi. Nyonya pasti sudah mendapat kabar tentang putus ceraiku dengan Paduka Yang Mulia. Dan kedatanganku berkenaan dengan hal itu"


"Apa ada yang bisa hamba bantu Permaisuri? Terus terang, hamba merasa ini adalah keputusan terburuk yang telah diambil Paduka Raja"

__ADS_1


"Tentu aku yakin Nyonya dapat membantuku, makanya aku meminta tolong pada Nyonya. Tentang baik atau buruknya keputusan Paduka Raja Peter kita tidak pernah tahu Nyonya. Biarlah langit yang akan menjawabnya" kata Louisa berusaha bijaksana.


"Permaisuri anda begitu tulus hati bahkan dalam situasi terdesak sekalipun. Bantuan apa iyang dapat hamba berikan Permaisuri?"


"Setelah gelar permaisuri dicabut, tentu Paduka Raja akan mengambil satu orang atau lebih menjadi selirnya. Jadi aku meminta, tolong ajukan putrimu Natasya menjadi seorang selir"


"Kenapa harus putriku Permaisuri? Dan belum tentu Paduka Raja akan menerimanya"


"Karena menurutku putrimu memiliki kwalifikasi yang sangat baik dan juga aku tidak mau bila perempuan dari luar Gordon apalagi dengan status yang tidak jelas menguasai istana. Mengenai diterima atau tidak, aku akan mengaturnya sehingga tidak ada alasan bagi Paduka untuk menolaknya"kata Louisa dan dalam hati Louisa sudah menyusun rencananya


"Dari perkataan permaisuri, sepertinya ada rahasia tersendiri yang menjadi penyebab perceraian permaisuri dengan Paduka Raja. Baiklah... Hamba akan menyampaikannya kepada putri hamba permintaan Permaisuri. Apa dimasa depan, Permaisuri tidak ada keinginan untuk kembali kepada Paduka? Bukankah hal itu masih memungkinkan. Ampunkan hamba jika lancang Permaisuri"


"Benar Nyonya, memang ada sebuah rahasia. Seiring waktu rahasia itu akan terbongkar sendiri. Tapi jikapun suatu hari nanti aku akan kembali mengambil posisiku kembali, maka selamanya Natasya akan kuanggap sebagai saudara Perempuanku. Dia tidak akan pernah kusingkirkan dari sisi Paduka. Karena bukan dia penyebab perceraianku dengan Paduka Yang Mulia."


"Jadi apa rencana Permaisuri setelah putus cerai"


"Aku akan pergi ke Hinom City Nyonya. Memulai kehidupan baru disana.."kata Louisa dengan pandangan sedikit menerawang jauh.


"Apa Permaisuri akan mengambil alih Hinom city?"


" Tidak Nyonya, Hinom city tetap dipimpin paman Landen. Aku mungkin hanya akan membantu sedikit, dan membuka usaha baru disana"


Mereka berbincang sampai sore hari. Setelah senja mulai menyapa, Louisa segera pamit undur diri pada Arduchess Elisabet Wolfen.


*****


Di atas kereta kuda..


"Ibu Ren, kita jalan jalan dulu ke pasar sebelum pulang ke istana."


" Baik Permaisuri"


Mereka menikmati sore itu sambil berjalan jalan di pasar. Tapi Louisa tidak turun dari kereta untuk menghindari kerumunan. Bukan bermaksud sombong , tapi jika ia turun dari kereta, bisa dipastikan masyarakat yang melihatnya akan berbondong bondong untuk sekedar memberikan salam penghormatan padanya. Dan ia takut akan menimbulkan keributan yang tidak perlu.


Biasanya Lorine jika ingin berjalan jalan atau membeli sesuatu di pasar, maka ia akan melakukan penyamaran sehingga orang orang tidak akan mengenalinya sebagai permaisuri mereka.

__ADS_1


Puas melihat lihat keadaan pasar, mereka akhirnya pulang ke istana.


__ADS_2