
Setelah melewati pasar yang cukup ramai, rombongan kereta kuda itu akhirnya berhenti di depan sebuah rumah makan mewah. The Wind itulah nama salah satu rumah makan dan penginapan yang dikelola Margaret. Setelah Margaret dan lain turun dari kereta, kereta kereta kuda dan semua kuda pengawal langsung arahkan menuju belakang bangunan.
Louisa mengikuti ibunya memasuki rumah makan, yang langsung disambut ramah pelayan begitu tahu siapa yang datang.
"Nyonya, tuan selamat datang. Mari saya antar" katanya ramah. Manajer sudah memberi instruksi kepada semua pelayan, karena telah diberi kabar sebelumnya oleh Margaret bahwa mereka akan datang.
Mereka menuju sebuah bangunan lain dibelakang rumah makan. Bangunan itu merupakan rumah singgah yang dibuat untuk keluarga inti Valley jika menginap di kota Melfet. Di setiap kota besar dibuat bangunan serupa di belakang rumah makan, tapi untuk kota kecil seperti tempat mereka makan siang sebelumnya rumah singgah tidak dibuat.
Kota Melfet merupakan kota persinggahan banyak orang. Jika kita menuju kearah Utara, kita akan sampai di kerajaan Mordan setelah delapan hari perjalanan naik kereta kuda. Sedangkan jika kita kearah timur kita akan menuju kota Gems wilayah distriks empat.
Dan jika arah tenggara, kita akan menuju kota Agriweba yang merupakan kota tujuan rombongan itu selanjutnya.
Malam itu mereka menginap di kota Melfet. Saat hari masih gelap, rombongan itu kembali bersiap siap untuk bergerak. Hanya kali ini Margaret tidak ikut lagi dengan rombongan itu. Tujuan awalnya memang hanya ke kota Melfet untuk mengadakan pertemuan dengan beberapa manajer rumah makan yang ada dibeberapa kota kecil di sekitar Melfet.
"Ibu kami berangkat"kata Louisa sambil memeluk Margaret sekilas, ia telah kembali memakai cadarnya.
"Hati hati Lorine. Landen, Sofia aku titip putriku"
"Iya kakak. Kami akan menjaganya"
"Ren.."
"Iya nyonya"
"Kau paling mengenal putriku, tolong bantu ia menegakkan kembali kepalanya yang tertunduk"
"Pasti nyonya"
Mereka naik kereta kuda yang sedari tadi menunggu. Louisa naik kereta yang sama dengan Landen dan Sofia. Sedangkan Reneisme naik kekereta kuda yang satu lagi dengan pelayan Jen, serta dua pelayan yang dibawa Sofia. Sekarang lengkaplah iring iringan itu. Dua kereta kuda, sepuluh kereta pengangkut barang dan puluhan pengawal mengendarai kuda terlihat bergerak meninggalkan kota Melfet.
*****
Setelah menempuh perjalanan selama dua hari akhirnya mereka tiba di kota Agriweba. Suasana kota Agriweba hampir sama dengan kota Melfet. Seperti kota persinggahan pada umumnya untuk masuk ke distrik lain, kota ini sangat ramai. Jika kota Melfet kota pertukangan dan perhiasan, berbeda dengan kota Agriweba yang merupakan kota pertanian.
Wilayah distrik lima merupakan wilayah paling subur di kerajaan Gordon, dengan wilayah yang juga paling luas. Bisa dibilang distriks lima merupakan kekuatan utama non militer kerajaan Gordon. Setengah kebutuhan pangan kerajaan Gordon dipasok dari distrik lima.
Setelah sampai di penginapan mereka langsung membersihkan diri. Karena hari masih petang, Louisa berencana berjalan jalan dipasar dengan mengajak Reneisme dan pelayan Jen.
Sebelum pergi, tidak lupa Louisa berpamitan pada paman dan bibinya.
Tok..tok..tok...
__ADS_1
"Bibi Sofia.."panggil Louisa
"Masuk saja sayang... pintunya tidak dikunci"
Ceklek.. pintu dibuka Louisa.
Tampak Sofia sedang menyisir rambutnya dengan pelan.
"Ada apa Lorine sayang?" tanyanya.
"Bi, aku mau keluar dengan Ibu Ren juga pelayan lainnya. Bibi mau ikut?"
"Sebenarnya bibi mau sayang. Tapi pamanmu ada undangan makan malam dengan kepala kota . Jika bibi tidak ikut, bibi takut pamanmu akan minum anggur terlalu banyak. Sedangkan besok, pagi pagi benar kita sudah berangkat. Tidak apa apakan sayang?"
"Aku mengerti bibi.. jika begitu aku pergi dulu bibi"
"Ingat sayang, pulangnya jangan terlalu malam. Pakai cadarmu, dan bawa paling tidak lima orang pengawal"
"Baik bibi. Aku berangkat"
Louisa turun menuju lantai satu dimana Reneisme dan pelayan sudah menunggunya.
"Iya Jen. Bu Ren, pengawal sudah ada ibu panggil untuk menemani kita?"
"Sudah nona. Ada enam orang, mereka menunggu diluar"
"Baik kita berangkat"
Mereka berlima berjalan keluar dari penginapan. Dan benar diluar telah menunggu enam orang pengawal.
Melihat Louisa sudah keluar, keenam pengawal itu datang mendekat dan memberi hormat.
"Salam nona.."
Louisa hanya menganggukkan kepalanya.
"Bagi dua, tiga orang berjalan didepan kami, tiga lainnya di belakang kami. Ingat menjaga jarak sekitar delapan meter agar tidak menjadi perhatian orang banyak" instruksi Reneisme.
"Baik Nyonya" jawab mereka serempak.
Mereka akhirnya bergerak. Louisa melihat lihat jualan pedagang sambil menikmati suasana kota Agriweba. Dua tahun yang lalu ia pernah ke kota Agriba, yang merupakan ibu kota distriks lima. Dan suasananya juga hampir mirip dengan kota Agriweba.
__ADS_1
Disepanjang jalan orang menjual hasil pertanian. Mulai dari buah segar, sampai sayuran. Ada juga yang menjual aneka bibit tanaman, dan disinilah mereka berhenti.
"Selamat datang di toko kami , Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?"tanya seorang pelayan ramah.
"Kami mau melihat lihat dulu."jawab Louisa
"Silahkan Nyonya"
"Bisa anda terangkan tentang bibit bibit yang ada di rak ini?" tanya Louisa sambil menunjuk salah satu rak.
Pelayan itu kemudian menjelaskan semua bibit tanaman yang ada pada rak tersebut. Louisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti akan penjelasan pelayan itu.
"Jika saya mau memesan, tapi dikirim untuk dua bulan lagi apakah bisa?"
"Bisa Nyonya, tapi lebih jelasnya anda bisa membicarakannya dengan manajer toko kami. Saya akan memberitahukan manajer, kalian bisa duduk dulu di sana" katanya menunjuk kursi panjang yang sepertinya ditujukan untuk pembeli yang menunggu pesanan mereka.
Sementara Louisa dan para pelayannya duduk, pelayan toko itu pergi menuju kesebuah ruangan. Dan tidak lama kemudian dia kembali.
"Nyonya, manajer ingin bertemu anda diruangannya. Mari saya antar"
Louisa dan Reneisme berjalan mengikuti pelayan itu ke sebuah ruangan.
"Silahkan duduk Nyonya" kata seorang pria tua yang duduk didepan sebuah meja.
"Perkenalkan saya Cardo, manajer toko ini. Tadi pelayan saya mengatakan anda ingin memesan bibit tanaman, tapi dikirim untuk dua bulan lagi. Apa benar Nyonya?"
"Benar tuan Cardo. Semua jenis bibit tanaman yang ada di rak hijau hendak saya pesan. Tapi saya ingin bibit ini baru di kirim dua bulan dari sekarang."
"Kemana saya mengirimnya?"
"Ke Hinom city. Apakah bisa?"
"Bisa Nyonya. Ini daftar bibit tanaman yang ada di rak hijau. Silahkan anda tulis jumlah yang anda inginkan."
Louisa mengisi jumlah yang diinginkannya. Dan kepada siapa bibit itu dikirimkan. Kepala toko memeriksanya agak sedikit terkejut dengan jumlah yang dibuat Louisa.
"Anda yakin dengan jumlah ini Nyonya?"
"Apakah ada masalah?"
>
__ADS_1