Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Anggota Dewan Kerajaan


__ADS_3

"Sebenarnya tentang ikan ikan yang menjadi persoalan itu bisa kita selesaikan dengan beberapa hal Yang Mulia"kata Shine.


"Dengan cara apa Shine?"


"Keramba Yang Mulia. Memelihara ikan didalam keramba"


"Tolong jelaskan"pinta Landen.


"Bagi masyarakat benua barat, hal ini biasa dilakukan. Kita membuat sebuah kotak dengan kerangka kayu dan dinding dari jaring ikan. Dibagian atasnya kita pasang penutup yang bisa dibuka. Kira kira seperti ini" kata Shine sambil menggambar pada sebuah kertas tulis dan memberikannya pada Landen untuk dilihat.


Landen melihatnya dan memberikannya kepada Lucky. Mereka melihatnya secara bergiliran dan setuju jika itu ide yang bagus dan mudah dilakukan.


*****


Malam harinya di kediaman Landen


Mereka baru selesai makan bersama dan dilanjutkan dengan diskusi bersama.


"Paman Teo, menurut paman apakah perlu kita membentuk dewan kerajaan?"


"Tentu perlu putri. Sebuah kerajaan yang pemegang kuasa mutlak adalah raja, tetap harus ada dewan penasehat yang sah. Agar raja tidak sewenang wenang dalam mengambil keputusan."


"Jadi kira kira berapa jumlah yang cocok paman?"


" Jika di Gordon ada seratus orang, maka Lembah Angin saya kita cukup sekitar lima belas hingga dua puluh orang saja"


"Bagaimana menurut kakek?"


"Apa yang dibilang Teola kakek setuju. Bahkan dimasa lalu pun, dewan kerajaan telah ada. Hanya saja dulu jumlahnya cuma delapan orang. Empat orang dari keluarga Valley, satu orang Jendral, dan tiga orang dari leluhur masing masing kota. Hilton, Yuritz, dan Sky."


"Aku juga setuju ayah" sela Lucky. "Saat ini Lembah Angin, selain Hinom mempunyai delapan kota. Jika masing masing satu orang, maka sudah ada delapan anggota dewan. Dengan demikian, mereka akan merasa semakin ikut terlibat dalam kerajaan"lanjutnya


"Delapan orang... Kekurangannya dari mana kita ambil?"tanya Landen.


"Dari keluarga Valley saja kita ambil lima orang"kata Sofia.


"Bibi punya rekomendasi?"


"Menurutku kita bisa meminta keluarga inti Valley yang menjadi kepala balai pengobatan dibeberapa kota. Bagaimanapun juga, mereka sudah banyak memberikan kontribusi untuk lembah angin selama ini."


"Tapi itu cukup sulit sayang. Saat ini balai pengobatan tersebar lebih dari tiga puluh kota. Sedang kita hanya mengambil lima orang, nanti keluarga yang lain akan tersinggung"kata Landen.


"Tidak juga Landen. Memang balai pengobatan kita, lebih dari tiga puluh tempat. Tapi sebenarnya keluarga inti hanya delapan saja. Lainnya adalah keluarga cabang."sanggah nenek Eliz.

__ADS_1


"Ibumu benar Landen. Di kerajaan Fatma contohnya. Kita punya tiga balai pengobatan. Tapi sebenarnya hanya satu keluarga inti. Bukankah begitu Teola?"


"Benar tetua. Keluarga inti ada di kota Malwa, yaitu yang dipimpin ayahku Tanra Valley. Sementara yang ada dikota Muna, itu keluarga cabang yaitu bibi Mois dan yang dikota Baton itu bagian dari kota Malwa yang dipimpin adikku Trim Valley. Jadi yang menjadi anggota dewan cukup ayahku saja dan bibi serta adikku tidak mungkin mempersoalkan hal itu."


"Baiklah kita sudah mendapat enam belas orang. Dan semuanya dari masyarakat awam. Cukupkah?"


"Tidak yang mulia. Harus ada dari prajurit. Dua orang Jendral minimal"


"Tapi kita belum punya jendral. Lorine bisakah Shine diangkat menjadi jendral kerajaan Lembah Angin?"


"Maaf adik ipar. Reneisme, Shine dan keempat anggotanya tidak bisa diangkat jadi petugas kerajaan" potong Margaret sebelum Louisa sempat menjawab.


"Kenapa kakak? Apakah karena mereka harus mengawal Lorine?"


"Iya dan tidak"jawab Margaret."Iya, karena mereka memang dikhususkan ayah Bruswick untuk itu. Tidak karena jika diijinkanpun, untuk saat ini Kerajaan Lembah Angin tidak mampu membayar Upah mereka."


"Memang berapa upah mereka Lorine?"


"Dua kali lebih besar dari upah ayah sebagai jendral di Gordon, paman. " jawab Louisa.


"Apa...??"semua terkejut.


Jika upah Lucky sebagai jendral sudah sangat besar bagi mereka, bagaimana lagi dengan upah pengawal Lorine itu?


"Lorine, ayah masih bertugas di Gordon. Tidak mungkin ayah menerima jabatan itu"sela Lucky yang tahu maksud putrinya ini.


"Kenapa tidak sayang. Kau hanya bertugas enam bulan lagi. Adik ipar, kakakmu satu." kata Margaret.


Lucky hanya pasrah melihat Margaret.


"Satu orang lagi, anak buahku saja paman. Namanya Arsen, berasal dari kota Count. Ia salah satu kaptenku. Ia memiliki kemampuan yang hebat, juga pemimpin yang dihormati anak buahnya. Selain sebagai pelatih untuk calon prajurit kerajaan disini, Ia pernah jadi tim pelatih di departement pertahanan Gordon."


"Iya, aku kira dia memang cocok untuk jabatan itu" timpal Lucky.


"Tapi bagaimana dengan upahnya? Upah anak buahmu mengerikan Lorine"kata Sofia


"Ha...ha.. Bibi ini. Kenapa aku merekomendasikan Count, karena ia berbeda. Sejak mengetahui aku kembali ke Lembah Angin dan membawa beberapa anggotaku, Jendral Besar Niko ingin merekrutnya menjadi Kapten di Gordon. Tapi dia tidak mau, dia memutuskan tetap mengikutiku. Saat kutanya mengapa, ia mengatakan ingin mengabdi untuk Lembah Angin. Walaupun penghasilannya lebih kecil, aku yakin ia akan senang hati menerimanya. Aku sendiri yang akan memberitahukannya" kata Louisa sambil tersenyum.


"Delapan belas orang. Apakah sudah cukup Teola?"tanya kakek Franklin.


"Dua orang lagi tetua"


"Siapa lagi yang pantas?"tanya nenek Eliz.

__ADS_1


"Tentu saja Tetua Franklin dan jangan lupakan yang membuat Kerajaan Lembah Angin berdiri kembali. Putri Lorine"jawab Teola mantap.


"Iya benar."kata Lark yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.


"Jadi satu lagi yang harus kita bahas. Kepala departement?" kata Louisa


"Iya benar. Kita harus mengubahnya menjadi menteri. Juga ada lagi yang kita lupakan. Kepala distrik satu.. Siapa yang kita angkat?"


"Jika Lark bagaimana?"tanya Margaret.


"Tidak bisa ibu. Ia putera mahkota, saat ini ia masih belajar untuk menjadi pengganti raja. "


"Kita bisa memilihnya dari salah satu wakil kepala departement atau... kepala pengawal Xerze. Ia cukup tahu administrasi, mengenal baik seluruh wilayah distriks satu."kata Landen


"Baik kita putuskan paman Xerze. Ia orang yang bertanggung jawab. "kata Lark.


Mereka masih meneruskan diskusi itu sampai larut malam. Begitu banyak yang harus mereka bahas, termasuk pengangkatan Teola menjadi tangan kanan Landen sekaligus kepala balai pelatihan kerajaan. Pendirian gedung balai kota yang baru, untuk distrik satu. Juga renovasi kediaman Landen menjadi istana Kerajaan Lembah Angin.


*****


Hari ketiga setelah perayaan.


"Hati hati ibu dan ayah dijalan. Ingat ayah, aku tunggu disini enam bulan lagi." kata Louisa saat Margaret dan Lucky akan kembali ke Gordon.


"Iya. Kami pasti pulang. Jaga kesehatanmu, ingat kandunganmu. Bagaimanapun seorang anak tetaplah berharga"kata Lucky.


"Pasti ayah. Sampaikan salamku kepada ibu suri. Katakan aku sudah memaafkannya. Dan jangan lupa suratku untuk Peter."


"Kukira kau tidak mau membalasnya" kata Margaret.


"Sebuah persahabatan tidak bisa ditolak ibu. Apa lagi sebuah bantuan.." kata Louisa tersenyum.


"Memangnya dia menawarkan bantuan apa?"


"Ada saja... nanti juga ibu tahu"


"Dasar anak nakal, sengaja buat ibu penasaran. Kami berangkat" kata Margaret sambil naik ke atas kereta kuda.


"Selamat tinggal putri.."kata menteri Tyson


"Selamat jalan paman. Selamat sampai ditujuan"balas Louisa


Perlahan rombongan itu bergerak meninggalkan kediaman keluhur dan akhirnya hilang dari pandangan.

__ADS_1


__ADS_2