
Pagi hari di rumah leluhur
"Ingat pesan nenek Lorine. Perjalanan mu ke Lake Blue dilakukan besok saja, jika memang ada persoalan di lahan pertanian. Lagi pula kamu sedang hamil, kasihan nanti anakmu jika terlalu letih"
"Iya nek, Lorine mengerti."utu
"Ren, pastikan apa yang kusampaikan tadi dilaksanakan Lorine"
"Iya nyonya besar. Kami berangkat "
Kereta kuda itu melaju perlahan meninggalkan Hinom city. Menjelang siang mereka tiba desa Alma. Louisa memutuskan singgah terlebih dahulu ke rumah kepala desa.
Kepala desa langsung keluar menyambut mereka, saat mendengar suara kereta kuda mendekati rumahnya.
"Selamat datang nona Louisa. "
"Salam jumpa kembali kepala desa. "
"Mari nona Louisa. Kita duduk didalam"
Louisa, Reneisme, dan Shine mengikuti kepala desa memasuki rumah.
"Maaf sebelumnya kepala desa, jika karena lahan pertanian saya anda jadi terkena masalah."
"Jangan berkata begitu nona. Dengan adanya lahan pertanian Anda didesa ini, sungguh membawa banyak keuntungan bagi desa ini. Jalan sudah anda perbaiki, penduduk mendapat pekerjaan dengan penghasilan setara jika bekerja di kota. Dibandingkan dengan semua itu, masalah proposal itu tidak begitu berarti."
"Anda terlalu melebihkan kepala desa. Apakah setelah ancamannya kemarin, desa ada mengalami gangguan?"
"Sejauh ini tidak ada nona. Tapi saya mendengar dari tuan Brandy jika lahan pertanian diserang sekelompok orang.."
"Menurut Brandy memang demikian kepala desa. Karena itu setelah ini, kami ingin memeriksanya apakah memang pelakunya orang atau binatang hutan."
__ADS_1
"Betul itu nona."
"Oh iya, kami tidak bisa berlama lama disini. Jika nanti tuan Peachu datang lagi, tolong sampaikan pesanku kepala desa, agar dia datang langsung ke pertanian."
"Baik nona"
"Jika begitu, kami pamit dahulu"
******
Dilahan pertanian Louisa.
"Bagaimana Shine?"
"Sepertinya pendapat Brandy benar ketua. Tadi aku dan Marco mencoba memeriksa kembali blok lima yang diserang. Di batas lahan pertanian kita dengan hutan, ternyata ada jalan setapak menuju hutan."jawab Shine
"Tadi saya mencoba bertanya pada penduduk yang menggembalakan sapi tentang jalan itu. Katanya jalan itu selain dipakai penduduk untuk masuk kedalam hutan, juga merupakan jalan pintas ke desa sebelah. Dan selama ini, tidak pernah melihat adanya binatang hutan disekitar jalan itu" lanjut Marco.
"Kita tidak bisa langsung mengambil kesimpulan seperti itu juga Nyonya. Bisa juga sebenarnya dari desa Alma sendiri. "
"Shadow dan Light dimana? Kenapa tidak ikut kalian, bukannya tadi pergi bersama?"
"Shadow dan Light pergi kedesa sebelah mencari informasi ketua. Mungkin sebentar lagi mereka sudah kembali"
"Itu mereka sudah datang ketua"
Tidak berapa lama Shadow dan Light akhirnya sampai.
"Ketua, Senior"kata mereka serempak.
"Bagaimana? Kalian menemukan sesuatu?"
__ADS_1
Shadow dan Light saling berpandangan satu sama lain.
"Kami menemukan sebuah infomasi yang cukup menarik ketua"kata Shadow
"Informasi apa itu?"
"Dugaan kita tentang keterlibatan organisasi pekerja Sorka mungkin kurang tepat. Atau tidak tepat sama sekali. Karena kami mendapat informasi yang sebelumnya tidak kita ketahui"
"Ini tentang hubungan desa Alma dengan desa Akna."
"Maksudnya?" tanya Louisa sedikit bingung.
"Ternyata hubungan kedua desa tidak begitu baik. Dan sepertinya pekerja kita tidak ada satu pun berasal dari desa
Akna. Tentang hal ini mungkin bisa kita cek dari daftar pekerja kita" jawab Light.
Reneisme memeriksa daftar semua pekerja.
Sebab setiap ada pekerja baru yang masuk, harus menunjukkan tanda pengenal masing masing dan datanya ditulis ke dalam sebuah buku.
"Benar, tidak ada Nona. Tidak seorangpun" kata Reneisme
"Mungkin kita bisa bertanya pada kepala desa mengenai hal ini. Jadi maksud kalian, pelaku perusakan merupakan penduduk desa Akna? Apa begitu?"
"Tepat sekali ketua. Mereka sengaja melakukannya agar kita menuduh penduduk desa Alma sebagai pelakunya. Dan akhirnya kita meninggalkan desa Alma atau sekedar mempersulit mereka."
"Ha..ha... tapi yang kita tuduh justru organisasi Sorka karena telah mengancam kepala desa sebelumnya. Ha...ha.." tawa Marco
"Ketawamu.."kata Reneisme tidak senang melihat Marco.
"Ah...nyonya Ren. Jangan marah. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ketua? " kata Marco tanpa merasa bersalah.
__ADS_1