
"Memang benar nona. Jika merasa kerja keras kita sebanding dengan apa yang kita terima, kita tentu lebih semangat dalam mengerjakan sesuatu."
"Benar paman. Oh ya paman, besok aku mengirim sesuatu kemari. Paman diskusikan dengan kepala departement pendapatan dan pajak untuk penanganannya."
"Baik nona"
"Aku permisi paman"
Louisa keluar dari balai kota, berjalan menuju kediaman Landen yang ada di sebelah balai kota.
"Selamat siang nona."sapa seorang pengawal yang berjaga.
"Selamat siang paman"
"Hendak bertemu tuan Landen?"
"Tidak paman, mau menemui bibi Sofia."
"Biasanya Nyonya ada ditaman belakang dengan nona muda Sola"
"Terima kasih paman. Aku masuk dulu"
"Silahkan Nona"
Louisa berjalan masuk kedalam rumah itu. Dan berpikir jika untuk ukuran sebuah istana kediaman Landen tergolong masih kecil. Kediaman itu hanya seperti rumah besar yang terdiri dari dua puluh kamar. Dengan beberapa bangunan kecil dibelakang yang berfungsi sebagai gudang dan kamar pelayan. Bahkan kediaman Lucky di kota Gordon mempunyai ukuran yang sedikit lebih besar.
Tapi untuk membangun istana lagi, rasanya belum waktunya ditengah keuangan lembah angin yang sangat memprihatinkan. Bahkan jumlah uang simpanan Louisa jauh lebih banyak dari jumlah kas Lembah Angin.
"Kakak sepupu.."panggil Sola ketika melihat Louisa datang.
"Dimana bibi?"
"Bersama ayah dan kakak Lark didalam" katanya sambil menunjukkan sebuah ruangan." Ternyata bibi Ren galak ya kak. Kakak Lark beberapa kali dimarahi. Untung aku tidak ikut, jika tidak bisa bisa gawat. Pasti selalu kena marah"
"Ayo masuk" ajak Louisa.
"Kak Lorine, aku kan tidak ikut belajar. Untuk apa ikutan masuk"
"Tapi tadi malam Sola bilang mau jadi permaisuri. "goda Louisa
"Tidak jadi kakak. Jadi nyonya muda kota Choco saja sudah cukup"
"Ayolah pelajaran etika kerajaan sangat di perlukan. Kelak setelah paman disahkan menjadi raja, otomatis kamu juga menjadi putri. Jadi kan mu juga harus belajar sedikit"
"Tapi kakak.... aku tidak mau di marahi bibi Ren"
"Ya sudah tunggu di sini. Kakak masuk sebentar"
Tok.. tok...
"Nona..."
"Bagaimana pelajarannya ibu?"
"Dari angka satu sampai sepuluh, Yang Mulia Landen mendapat angka delapan, Permaisuri Sofia dan Putra Mahkota mendapat nilai tujuh"
"Baiklah masih hari pertama, besok harus lebih baik lagi. Besok masukkan putri Sola kedalam pelatihan juga."
"Baik nona. Untuk hari ini cukup sampai disini dulu Yang Mulia. Pangeran Lark, tolong diingat kembali dan baca buku yang telah hamba berikan. Karena kelak andalah wajah lembah angin di mata kerajaan lain."
"Baik guru Ren.."
__ADS_1
"Bibi Sofia, nanti setelah jamuan minum teh tolong datang kerumah leluhur. Aku permisi dahulu. Ayo ibu Ren, Jen"
"Baik nona.."
"Sola ayo kerumah leluhur."
"Nanti saja kak, aku datang bersama ibu."
"Jika begitu kakak pergi duluan"
*****
Di perjalanan.
"Ibu Ren, kotak kotak penyimpananku ditempatkan dimana?"
"Di rumah leluhur nona, di bagian gudang. Nona hendak mengambil sesuatu?"
"Iya Bu. Tadi aku memeriksa catatan keuangan, kondisinya sungguh memprihatinkan. Bahkan dengan tambahan pemasukan dari semua keluarga Valley di luar kerajaan, keadaan keuangan benar benar payah. Dan tanpa bantuan dari luar, lembah angin benar benar bangkrut."
"Jadi maksud nona seperti apa?"
"Aku akan memberikan sedikit bantuan untuk modal awal kerajaan ini berdiri. Tapi semua pengeluaran harus benar benar jelas."
"Terserah nona. Oh ya, tadi pagi ada surat dari Climb."
"Itu berita baik. Suruh dia mengirim ke Hendrikus. Biar nanti Hendrikus yang mengirim kemari. Tapi undang dia kemari."
"Baik nona. Nanti aku tulis suratnya nona. "
"Jen, nanti setelah makan siang temui aku."
"Baik nona."
*****
"Tok...tok...
"Siapa?"
"Saya nona, Jen"
"Sebentar Jen."
Louisa menggambil sebuah sarung tangan dan melangkah ke pintu.
"Ayo Jen. Ibu Ren sangat sibuk. Jadi kamu yang akan menjadi asistenku. Kamu harus belajar mengikuti ritme kerjaku."
"Baik nona."
"Kamu berasal dari daerah mana Jen?"
"Aku besar di Gordon Empire nona. Keluargaku adalah salah satu korban kebakaran tiga setengah tahun yang lalu yang mendapat pertolongan dari nona. Ayahku diobati tabib Kurd sampai sembuh sehingga beliau bisa bekerja kembali."
"Jadi keluargamu asli keturunan Gordon?"
"Tidak nona, ayah berasal dari Rock city ibu dari kota Hilton. Beliau berdua dulunya bekerja pada seorang pedagang di Gordon Empire. Sekarang adikku yang menggantikan posisi mereka"
"Jadi apa mereka tidak keberatan kamu ikut kemari denganku?"
"Tidak Nona. Justru mereka sangat senang. Saat ini aku ingin mengumpulkan uang dari upah yang nona beri untuk membeli sebuah rumah untuk mereka di Hilton city."
__ADS_1
"Kamu anak yang baik Jen. Ayo, ini gudangnya."
"Tapi pintunya tertutup nona"
"Ini kuncinya, tadi sudah aku minta kepada nenek Eliz."
Louisa membuka pintu gudang itu, dan masuk kedalamnya. Louisa memeriksa setiap catatan yang terdapat pada kotak kotak itu. Walau setiap catatan hanya berupa sandi yang dibuat Reneisme, tapi Louisa dapat mengerti apa maksudnya.
"Yang ini. Bantu aku mengangkatnya Jen."
"Ini sangat berat Nona."
"Tentu."
"Tolong panggil seorang penjaga kemari"
"Sebentar Nona"
Jen berjalan cepat kearah depan rumah leluhur. Dan kembali dengan seorang pria berumur tiga puluhan.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?"
"Tentu ada. Siapa namamu?"
"Jorge nona."
"Baik Jorge. Tolong angkatkan kotak ini kedalam kamarku. Hati hati ini cukup berat."
"Baik nona"
Dengan hati hati Jorge mengangkat kotak itu ke kamar yang ditunjukkan Louisa. Dan Louisa serta Jen mengikuti nya dari belakang setelah menutup kembali pintu gudang.
"Letakkan dimana nona?"
"Dilantai saja Jorge. Kamu sudah menikah?"
"Belum nona. Masih mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan."
"Berarti kamu sudah mempunyai calon istri?"
"Belum juga nona."
"Ha..ha... Kalau kakakku ini bagaimana? Sudah memenuhi kriteria isteri idaman belum?" tanya Louisa sambil menunjuk Jen.
"Nona..."kata Jen dengan muka bersemu merah karena malu.
"Sangat memenuhi syarat nona. Tapi saya kumpulkan dulu uangnya, baru nanti saya lamar nona."
"Ha...ha... terimakasih Jorge"
"Saya permisi nona"
Setelah Jorge menghilang dibalik pintu,
"Maaf Jen. Saya hanya prihatin dengan semua perempuan yang melayani saya. Ibu Ren, Light, dan beberapa anggota perempuan saya yang lain tidak ada yang menikah. Saya hanya tidak mau itu terjadi juga padamu"
"Tidak mengapa nona, lagi pula penjaga tadi cukup tampan" kata Jen malu malu.
"Ha...ha... Jika kamu menyukainya nanti saya bilang pada nenek Eliz untuk mengurusnya"
"Ah nona ini. Jangan.. nanti saya malu. Jika penjaga tadi benar menyukai saya, maka biarkan ia berusaha sendiri nona"
__ADS_1
"Baiklah jika itu maumu. Tolong pergi jumpai nenek, minta sebuah kotak penyimpanan dengan ukuran kira kira setengah dari kotak ini. Nanti tolong bawa kemari ya.."
"Baik nona..."