Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Berselisih Jalan


__ADS_3

Setelah mendapat kepastian dari keluarga kerajaan Fatma, Pangeran Lark segera mengirim kabar gembira itu ke Hinom.


Permaisuri Sofia yang sedang berbincang dengan Puteri Resta terkejut dengan kemunculan seekor burung di dekat jendela.


"Oh kau rupanya Kuriq. Mari kita lihat apa pesan tuanmu" kata permaisuri Sofia sambil melepaskan gulungan kertas kecil di kaki burung itu.


"Oh..kabar gembira. Sebentar Kuriq" kata permaisuri Sofia. Dia mengambil kertas kecil dari sakunya, dan segera menulis singkat dan menggulung serta mengikatnya pada kaki burung itu.


"Ini upahmu. Makanlah. Setelah itu segera jumpai tuanmu" katanya sambil memberikan sedikit biji bijian pada burung itu.


Dan benar saja, setelah makanannya selesai, burung itu segera terbang kembali.


Puteri Resta terpana melihat kejadian itu. Seumur hidup, baru sekali ini dia melihat burung yang mengerti apa yang dikatakan manusia.


"Permaisuri... itu tadi?"


"Itu burung pengirim pesan pangeran Lark. Katanya dia sedang di Fatma dan sedang membahas rencana pertunangannya dengan keluarga kerajaan"


Seketika luruhlah hati Puteri Resta. Tapi dia berusaha menata wajahnya agar tidak terlihat kesedihan dan amarahnya.


"Permaisuri, aku merasa kurang enak badan. Bisakah aku kembali kekamar?"


"Tentu Puteri. Apa perlu aku memanggil tabib?"


"Tidak perlu permaisuri. Sedikit istirahat, aku akan baik kembali" katanya.


"Jika begitu silahkan Puteri"


Puteri Resta segera berlalu dari sana menuju ke kamarnya. Begitu dia menghilang dari pandangan, permaisuri Sofia tersenyum puas.


Dia kembali menulis singkat dan memanggil burung pengirim pesan miliknya sendiri.


"Pergi ke desa Alma. Jumpai Puteri Lorine" perintahnya.


Seketika burung terbang dan kemudian menghilang dari pandangan.


*****


Di kamar Puteri Resta


"Tidak akan kubiarkan... aku bahkan belum bertemu dengannya. Hiks...hiks..." tangisnya sedih.


"Aku ingin segera kembali ke Kota Kapur Putih. Memberitahukan ibunda segalanya. Ibunda dan ayahanda pasti punya cara. "


"Tapi jika aku kembali sekarang, maka pangeran itu tidak akan pernah melihatku. Bagaimana mungkin ia bisa jatuh cinta padaku?" keluhnya lagi.


"Kerajaan ini, sudah diatur ayahanda dan ibunda untukku. Tidak akan kubiarkan orang lain memilikinya"

__ADS_1


*****


Keesokan sore saat jamuan minum teh.


"Permaisuri, sebenarnya kedatanganku ke kota Hinom salah satu alasannya adalah karena ingin bertemu Puteri Lorine. Sudah tiga Minggu aku berada disini, tapi aku sama sekali belum bertemu dengannya"


"Beliau sedang ada urusan di luar kota. Memangnya ada keperluan apa Puteri Resta ingin bertemu ananda Lorine?"


"Sebagai sesama Puteri, aku tentu ingin berbincang dengannya. Tentang segala hal. Pemerintahan, rakyat, keluarga, juga hidup perkawinan. Aku hanya merasa jika cara berpikirnya tidak sama dengan orang pada umumnya"


"Puteri Resta memang benar. Cara berpikir Puteri Lorine tidak seperti orang kebanyakan. Saat orang gila kekuasaan, ia malah memberikan kekuasaan kepada orang lain. Saat banyak orang perempuan ingin bermanja manja pada suaminya. Ia justru merelakan suaminya pada orang lain agar bisa memanjakan rakyatnya"


"Tapi bukankah ia masih turut campur dalam pemerintahan permaisuri?"


"Ia memang turut campur. Tapi ia bertindak bagai seorang ibu bagi kerajaan kami. Engkau pasti tahu Puteri, jika Yang Mulia Landen terlahir bukan sebagai calon raja. Hanya calon kepala distriks . Tapi Lorine memastikan, jika orang pilihannya adalah betul betul seorang raja."


"Maksud permaisuri?"


"Seperti yang kukatakan tadi. Ia bertindak seperti seorang ibu. Ia membimbing kami semua. Melatih kami dengan sungguh sungguh, dan dalam waktu yang singkat ananda Lorine bisa merubah cara pandang kami. Ia memenuhi segala keperluan kami"


"Mungkin banyak orang akan berkata 'mengapa bukan ia saja sekalian yang menjadi ratu, toh ia masih repot mengurus pemerintahan?'. Tapi menurutnya bukan itu prinsipnya."


"Sebenarnya aku juga berpikir demikian permaisuri. Mengapa bukan Puteri Lorine yang menjadi Ratu?"


"Bagi kami ia memang seorang Puteri kerajaan. Tapi bagi Gordon, ia adalah pemilik kerajaan Lembah Angin. Saat penandatanganan penyerahan kerajaan, sebenarnya ada perjanjian tertulis antara kerajaan Gordon dan Lembah Angin. Inti perjanjian itu adalah dalam jangka waktu yang telah disepakati, kerajaan Lembah Angin harus menunjukkan tanda tanda kemajuan setiap tahunnya. "


"Jika tidak, maka Gordon berhak mengambil kembali wilayah Lembah Angin."


"Apa? Mengapa kalian tidak keberatan dengan hal itu?"


"Lorine cukup percaya diri Puteri Resta. Karenanya ia memastikan segala usahanya tidak sia sia. Ia telah menghabiskan dana yang tidak terhitung jumlahnya untuk pembangunan kerajaan kami"


"Seberapa kaya ia permaisuri?"


"Aku tidak tahu Puteri Resta. Tapi ia mempunyai pengawal yang mendapat upah lima ribu koin emas setiap tahunnya. "


"Lima ribu koin emas? Upah tertinggi di kerajaan Lingkar Awan hanya tiga ribu koin emas setahun. Itu sangat besar. Tapi jika itu hanya satu orang, masih memungkinkan"


Permaisuri Sofia tersenyum.


"Tapi sayangnya bukan hanya satu orang Puteri. Yang ikut dengannya kemanapun ia pergi setidaknya lima orang. Belum lagi yang lain yang tidak aku ketahui"


"Apa mungkin Gordon masih membiayai hidupnya?"


"Setahuku sampai tahun kemarin Gordon masih punya tanggung jawab untuk kebutuhannya. Tapi tidak pernah diambilnya. Jadi yang pasti, kekayaan nya tidak berasal dari kerajaan Gordon"


"Pantas saja dia tidak membutuhkan seorang suami. Jika aku sekaya dia, mungkin aku juga tidak ingin menikah karena telah memiliki segalanya"

__ADS_1


"Menurutku tidak demikian juga Puteri Resta. Suami atau pasangan bukan hanya untuk kekayaan. Tapi juga partner yang dibutuhkan dalam hidup kita. Saling menerima dan saling melengkapi. Itulah hakikat sebuah perkawinan"


"Saling menerima dan saling melengkapi. Mungkin hal itu yang tidak ditemukan Puteri Lorine dalam perkawinannya dengan Raja Peter sehingga dia tidak mau menikah lagi" gumam Puteri Resta


"Mungkin yang Puteri katakan ada benarnya. Tapi seharusnya dia tidak memandang semua pria yang melamarnya punya sifat yang sama. Tapi apa daya, sampai sekarang belum ada yang bisa merubah keputusannya "


"Oh ya permaisuri. Besok saya akan pulang kembali ke Lingkar Awan. Sudah hampir satu bulan saya disini. Saya merindukan ibunnda Ratu"


"Tunggulah dua hari lagi. Tidak mungkin saya melepaskan Puteri Resta pulang tanpa membawa oleh oleh kepada Ratu. "


"Baiklah permaisuri"


*****


Keesokan paginya saat sarapan pagi.


"Yang Mulia, Permaisuri saya mohon pamit pulang siang ini ke Lingkar Awan"


"Tapi Puteri, bukankah janji kita besok Anda baru pulang? Apakah terjadi sesuatu?"


"Tidak juga permaisuri. Tapi tadi pagi datang surat dari ibunda Ratu. Beliau


meminta agar aku pulang secepatnya"


"Jika demikian, saya mengucapkan selamat jalan Puteri. Sampaikan salam saya kepada Yang Mulia Raja"


"Tentu nanti saya sampaikan Yang Mulia"


Setelah Puteri Resta kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan kepulangannya, permaisuri segera menyiapkan oleh oleh yang akan dibawa Puteri Resta.


Menjelang siang, dua buah kotak kayu yang di buat khusus dinaikkan kesebuah kereta kuda yang akan membawa pulang Puteri Resta ke kota Kapur Putih.


"Puteri, kotak pertama ini berisi hadiah untuk Ratu. Sementara kotak yang kedua untuk Puteri Resta sendiri. Didalamnya selain sutera terbaik, juga ada wangi wangian khas Lembah Angin dan rempah herbal penghilang lelah juga aneka herbal yang lain. Nanti Puteri bisa memeriksanya begitu sampai di kota Kapur Putih"


"Terimakasih Permaisuri Sofia. Saya berangkat dahulu. Sampaikan salam saya pada pangeran Lark dan Puteri Lorine.


"Pasti saya sampaikan"


Kereta kuda melaju meninggalkan istana Lembah Angin. Entah mengapa ada rasa enggan dihati Puteri Resta saat melewati gerbang istana.


"Mungkin aku sudah benar benar jatuh cinta pada kerajaan ini." batinnya.


Saat kereta kuda akan berbelok kearah kanan perempatan jalan, kereta kuda mereka berselisih jalan dengan rombongan orang berkuda yang mengawal sebuah kereta kuda dengan lambang kerajaan Lembah Angin.


Jendela kereta kuda yang terbuka menampilkan seorang pemuda berwajah tampan didalamnya yang duduk dengan tenang.


"Pangeran Lark..." gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2