Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Mimpi yang Aneh (2)


__ADS_3

Alangkah terkejutnya kepala desa Tov saat rombongan Louisa datang. Dengan ramah ia mempersilahkan mereka masuk. Tapi yang ikut masuk hanya Louisa dan Light, sementara yang lain menunggu diluar karena mereka memang tidak ingin berlama lama disana.


"Apa ada yang bisa saya bantu nyonya?"


"Kepala desa, perkenalkan nama saya Louisa. Saya perwakilan dari kerajaan. Kerajaan akan mengadakan sebuah proyek di bukit berbatu. Tapi bukit itu berbatasan dengan jalan menuju desa Gers. Apa ada jalan lain menuju desa Gers selain dari sisi bukit berbatu?"


"Ada nona, tapi tidak selebar jalan dari samping bukit. Bahkan sebenarnya lebih singkat, tapi tidak bisa dilalui kereta kuda, sehingga jalan dari samping bukit lebih sering digunakan"


"Jika melibatkan penduduk desa, apakah bisa jalan itu dilebarkan? Karena mungkin untuk wilayah sekitar bukit berbatu akan kita tutup berkaita denga proyek itu"


"Bisa saja nona. Tapi.." kata kepala desa ragu ragu.


"Mengenai biaya akan kerajaan bayarkan sesuai standard upah minimum untuk pekerja saat ini yaitu delapan koin perunggu perhari. Bagaimana?"


"Tentu saja nona. Jika demikian tentu tidak akan ada lagi masalah" kata kepala desa dengan gembira karena penduduk akan mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak.


"Jika begitu, masalah ini aku serahkan kepada kepala desa. Buat laporan kegiatan setiap harinya. Catat berapa berapa jumlah pekerja setiap hari, dan berapa meter jalan yang berhasil dikerjakan."


"Baik nona"


"Jika kalian bisa bekerja dengan baik, bila nanti proyek mulai berjalan mungkin penduduk bisa direkrut menjadi pekerja disana"


"Saya akan berusaha sebaik mungkin nona"


"Satu lagi kepala desa. Beberapa hari kedepan, beberapa orang prajurit akan datang. Tolong bantu mereka membuat rumah tempat tinggal . Dan cari lima orang perempuan yang bisa memasak untuk mereka setiap harinya."


"Akan saya kerjakan nona"


"Ini ada uang seratus koin perak. Kepala desa gunakan ini untuk biaya biaya yang digunakan. Nanti jika uangnya sudah habis dan saya belum datang, tolong beritahu kepada komandan prajurit agar mengabari saya."


"Baik nona"


"Kami segera pergi. Permisi"


"Terimakasih nona, hati hati dijalan. "


Rombongan itu kembali bergerak, bahkan kuda dipacu lebih kencang sekarang. Mereka ingin segera tiba di kota Hilton sebelum malam tiba..


Menjelang malam akhirnya rombongan itu tiba di kota Hilton. Segera mereka menuju penginapan.


Yang ada dipikiran mereka saat ini adalah membersihkan diri dan beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh, ditambah insiden yang dialami Louisa membuat mereja merasa lebih lelah.


Louisa sendiri setelah selesai membersihkan diri, duduk termenung disisi tempat tidurnya.


Pikirannya kembali kepada mimpi aneh yang dialaminya.

__ADS_1


"Jika itu hanya mimpi, mengapa semua terasa begitu nyata? Jika benar itu pernah terjadi, sebenarnya sudah berapa kali aku berenkarnasi?" batinnya.


"Semua serba membingungkan. Dan apa maksud langit memperlakukanku seperti ini?" gumamnya lagi.


Louisa mengangkat kakinya keatas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya serta mulai tertidur.


Sekali lagi ia mengalami mimpi yang aneh.


...Louisa yang sedang duduk disebuah bangku taman, tiba tiba didatangi seorang pria muda....


..."Sedang apa nyonya muda disini?" tanya pria itu....


..."Ini rumahku, kau yang mengapa disini? Tidak pantas bagimu mendatangi seorang perempuan saat suaminya tidak ditempat"...


..."Jangan terlalu galak nyonya. Sebentar lagi posisi anda akan digantikan sahabat baikku. Lagi pula mereka selama ini sudah bersama, hanya anda saja yang tidak menyadarinya"...


..."Apa maksudmu?"...


..."Ini akan menjadi alasan suamimu untuk menceraikanmu" katanya yang tiba tiba memeluk Louisa dan menciumnya....


...Seorang pria muda lainnya tiba tiba datang ketaman itu dan berpura pura marah....


..."Aku mencarimu kemana mana... ternyata kau sedang berdua dengan selingkuhanmu disini..!"...


..."Brengsek kau!" teriak Louisa sambil mendorong pria muda yang pertama....


..."Aku melihatnya sendiri Louisa. Ternyata apa yang dikatakan Marry benar. Kau tidak setia, mulai saat ini aku menceraikanmu!" kata pria itu kemudian pergi dari sana....


..."Suamiku...Marry? Kau menuduhku selingkuh, tapi kaulah yang selingkuh. Dan kau..." katanya menunjuk pria muda yang pertama datang. "Aku akan membalasmu, tidak dikehidupan ini, tapi juga dikehidupan yang akan datang"...


Tiba tiba Louisa tersentak bangun. Pipinya terasa basah, ternyata ia menangis seperti didalam mimpinya.


"Kejadian mimpi ini sepertinya terjadi sebelum mimpi yang kualami sewaktu di goa. Dan wajah kedua pria itu sepertinya...Peter dan Jhon Muel??" seru Louisa tanpa sadar.


"Apakah itu benar benar nyata, ataukah hanya alam bawah sadarku tentang penghianatan keduanya?"


"Siapakah yang bisa kutanya tentang hal ini? Kakek Bruswick? Beliau belum pulang juga dari benua barat."


Louisa akhirnya memutuskan keluar kamarnya untuk makan malam. Tampak Light dan Shadow sedang makan berdua. Saat melihat kedatangan Louisa, mereka melambaikan tangan.


"Ketua, kukira tidur sampai pagi dan melewatkan makan malam. Aku baru berencana membangunkan ketua untuk makan" kata Light.


"Aku ketiduran. Mana yang lain?"


"Sudah selesai makan ketua. Kata senior Shine, kita akan berangkat pulang pagi pagi benar" kata Shadow.

__ADS_1


Seorang pelayan datang membawa makanan pesanan Louisa.


Setelah menghabiskan makanannya Louisa memutuskan kembali beristirahat.


Saat akan memejankan matanya..


Tok..tok...tok..


"Siapa?"


"Light ketua. Bisakah saya masuk?"


"Sebentar.." kata Louisa dan membuka pintu serta mempersilahkan Light masuk.


"Ada apa Light?"


"Aku melihat ketua sepertinya memiliki masalah. Bisakah ketua menceritakannya? Mungkin aku bisa membantu"


"Aku mengalami mimpi aneh Light. Saat pingsan di goa dan saat tadi tertidur" kata Louisa kemudian menceritakan semua mimpi yang dialaminya.


"Itu bukan mimpi ketua. Tapi ingatan.."


"Jika benar demikian, sudah berapa kalikah aku berenkarnasi?"


"Aku tidak tahu ketua. Tapi dari semua renkarnasi yang anda alami, persoalannya semua sama. Penghianatan. Dan orang orang yang terlibat dalam kehidupan anda juga memiliki hubungan satu sama lain"


"Jadi apa yang harus aku lakukan Light?"


"Seperti permintaan ibu anda diingatan anda sebelumnya. Merelakannya dan semoga hal baik akan mengikuti anda"


Louisa terdiam sejenak.


"Peter...aku telah merelakannya dan ketidaktahuannya akan kehadiran puteranya sudah merupakan hukuman dariku untuknya. Jhon Muel, aku ingin memberinya sedikit pelajaran agar jangan suka memanfaatkan orang lain. Tapi itu nanti saja."


"Baiklah aku akan membantu nona untu tidur nyenyak malam ini" kata Light. Ia merapal mantera dan menyentuh dahi Louisa dan seketika pikiran Louisa menjadi begitu tenang.


"Ketua aku juga akan beristirahat, kunci pintunya" katanya sambil keluar kamar Louisa.


Louisa mengunci pintu kamar dan tidur.


Pagi pagi benar, semua rombongan telah bersiap di depan penginapan. Ketika Louisa keluar, Marco menuntun kuda Louisa.


"Ini ketua" katanya sambil menyerahkan tali kekang kuda.


"Terimakasih" kata Louis menaiki kudanya.

__ADS_1


"Semua sudah siap? Kita berangkat" kata Shine.


Seketika kuda berlari meninggalkan kota Hilton kembali ke Hinom.


__ADS_2