Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Serangan kedua


__ADS_3

Di rumah leluhur.


"Pesta Pertunangan Lark tinggal menghitung hari. Lima hari sebelum pesta pertunangan, kita sudah harus berangkat ke Malwa." kata kakek Franklin.


"Siapa saja yang berangkat ke Malwa kakek?" tanya Louisa.


"Kakek dan nenek, kau, Lucky, Sola, Norbert dan tentu saja Lark."


"Kenapa paman dan bibi tidak ikut? Kerajaan bukan kah bisa diurus paman Teola sewaktu kita ke Fatma"


"Sekali ini tidak bisa Louisa. Perdana menteri dari kerajaan Lite mengadakan kunjungan kemari. Ini merupakan kunjungan resmi dari kerajaan Lite ke Lembah Angin. Jadi tidak bisa diwakilkan"


"Sangat disayangkan Paman."


"Karenanya kami percayakan semua kepadamu dan kak Lucky."


"Bagaimana persiapan nya sejauh ini?"


"Untuk cendramata, ibumu sudah berjanji akan mengurus semuanya.. Sementara yang lainnya kereta kuda untuk membawa Puteri Revaline kemari sudah ayah urus" kata Jendral Lucky


"Bagaimana dengan tamu undangan? Apakah dari pihak kita tidak mengundang kerajaan tetangga?"tanya Louisa


"Ini hanya pesta pertunangan, bukan pernikahan. Lagi pula penyelenggara pesta bukan pihak kita. Tapi pihak istana Fatma. Jadi menurut kakek itu tidak perlu."


"Menurut paman juga seperti itu. Kita nanti mengundang kerajaan tetangga, jika kita mengadakan pesta pernikahan"


"Mungkin dari pihak kita nanti tambahan nya hanya keluarga saudara Tanra saja. Karenanya saat nanti tiba di Malwa, kita ke balai pengobatan dahulu. Dari sana kita buat persiapan sebelum pergi ke istana Fatma" jelas kakek Franklin.


"Lorine, menurutmu apakah kita perlu membawa pasukan khusus yang kalian latih untuk menjadi pengawal?" tanya jendral Lucky.


"Memang nya berapa banyak pengawal yang ayah inginkan?"


"Kita setidaknya membawa dua kereta kuda, dan satu kereta barang. Apakah dua puluh pengawal cukup?"


"Dua puluh pengawal...hmm... mungkin cukup ayah"


"Kenapa sepupu? Apakah ada sesuatu yang tidak kami ketahui?" tanya Lark cemas.


"Tenang saja sepupu. Aku hanya merasakan sebuah firasat jika kerajaan Lingkar Awan tidak akan tinggal diam. Jadi mungkin kita perlu bersiap"


"Sebenarnya apa persoalan mereka?"


"Apa bibi tidak memberitahu kan kepada sepupu Lark tentang Puteri Resta?"


"Tadinya kupikir tidak perlu Lorine"


"Memang nya kenapa dengan Puteri Resta?"


"Kamu mungkin tidak menyadari, jika ibu mendesak pertunangan mu dengan Puteri Revaline, karena mungkin kerajaan Lingkar Awan ada maksud tertentu padamu"

__ADS_1


"Maksudnya apa menantu?" tanya nenek Eliz.


"Sebenarnya, seminggu sebelum Lark mengadakan kunjungan ke kerajaan lain termasuk ke Fatma, ada sebuah surat dari dari ratu kerajaan Lingkar Awan"


"Apa hubungannya ibu?"


"Hubungan nya, Ratu kata nya ingin lebih mengenal kebudayaan kerajaan kita"


"Bukankah itu hal yang bagus, menantu"


"Sekilas terlihat bagus ibu. Tapi yang aneh, yang diutus datang adalah Puteri Resta. Apakah perlu seorang ibu mengutus anaknya belajar sesuatu dan kemudian mengajari ibunya?"


"Saya dan bibi berpikir kedatangan Puteri Resta tidak sesederhana itu, nenek. Teringat pergerakan kerajaan Lingkar Awan, termasuk apa yang dilakukan nya pada paman Sidney, pasti nya kedatangan Puteri Resta punya maksud tertentu"


"Ada apa rupanya dengan kerajaan Lingkar Awan? Apa hubungannya dengan keponakan Sidney?"tanya nenek Eliz bingung.


"Isteri ku, kamu pastilah ingat dengan pertemuan keluarga besar kita beberapa bulan yang lalu. Bagaimana Sidney berusaha mencari masalah dengan Lorine kita."


"Iya aku ingat. Bukankah itu hanya kerakusan Sidney semata?"


"Tidak nenek. Banyak hal dari apa yang disampaikan oleh paman Sidney waktu itu, tidak seharusnya dia ketahui. Bisa dikatakan itu adalah rahasia kerajaan Lembah Angin. Pertanyaan nya adalah dari mana paman Sidney mengetahui nya?"


"Maksud mu ada yang membocorkan informasi itu kepada nya?"


"Benar nenek. Setelah kami selidiki, ternyata dalang dari semua itu adalah kerajaan Lingkar Awan. Mereka memanfaatkan salah satu orang kepercayaan paman Willi Donzen, dengan menikahi salah satu putri nya. Dari sana mereka mendapatkan informasi itu"


"Aku ingat itu. Apakah yang kamu maksud orang yang kalian pindah kan ke distrik satu?"


"Berarti menantunya orang Lingkar Awan?"


"Benar ibu."


"Terus apa hubungannya dengan keponakan Sidney?"


"Saya dan Lorine sendiri yang mempertanyakan hal itu kepada Sidney, ibu. Ternyata, ia dijanjikan akan menjadi tabib istana Kapur Putih dan putra nya Nest ditunangkan dengan puteri Willow jika mereka berhasil mendapatkan tambang di desa Tuck"


"Nest? Bukankah ia ikut pelatihan tabib tingkat tinggi?" tanya Kakek Franklin.


"Benar kakek. Saat Nest datang, ia memberikan surat yang dititipkan paman Sidney. Kata paman Sidney, perjanjian menjadi tabib istana itu telah dibatalkan. Termasuk pertunangan Nest dan Puteri Willow"


"Jadi dimana sekarang posisi Sidney?"


"Aku mengirimnya ke distrik tiga, menjadi kepada balai pengobatan disana nenek" jawab Lark.


"Syukurlah jika begitu. Terus bagaimana kalian tahu jika kedatangan Puteri Resta ada maksud tersembunyi?"


"Sebenarnya, sebelum kedatangan surat dari Ratu Lingkar Awan, ada surat pembatalan kedatangan pangeran Hurex untuk membahas kerja sama dua kerajaan. Baru datang surat tentang kedatangan Puteri Resta. Bukankah itu sedikit aneh, setelah aku menolak lamaran pangeran Hurex beberapa kali?"


"Jadi ananda Lorine berpikir jika maksud mereka mengirim Puteri Resta, untuk menggoda Lark. Aku juga berpendapat sama. Dan kami yakin mereka tidak akan berhenti begitu saja. Dengan mengumumkan pertunangan Lark dan Puteri Revaline, setidaknya mereka perlu berpikir ulang untuk rencana mereka"

__ADS_1


"Jika demikian, aku punya kekuatiran baru Lorine. Bagaimana jika mereka menyerang Puteri Revaline? Kita tahu, keprajuritan kerajaan Fatma tidak begitu kuat" kata raja Landen


"Tenang saja paman. Aku sudah mengatur nya"


"Maksud saudara sepupu?"


"Aku sudah menempatkan beberapa pengawal bayangan untuk Puteri Revaline. Seharusnya tidak ada masalah" kata Louisa. "Setidaknya mereka belum ada melaporkan tindakan penyerangan" batin Louisa.


"Syukurlah jika begitu. Tapi siapa yang mengawalnya disana?"


"Aku punya beberapa anak buah yang bekerja di Malwa. Walaupun kemampuan mereka tidak sebagus anggotaku yang disini, tapi aku yakin untuk tugas itu mereka pasti mampu" kata Louisa.


"Jika begitu tidak ada yang perlu kita kuatir kan lagi. Tinggal mencari baju yang akan dipakai Lark saat pesta pertunangan"


"Itu sudah disiapkan menantumu ibu. Tinggal menunggu Margaret pulang, dan bantu dia memilih hadiah cendramata yang dibawa ke Malwa" kata jendral Lucky.


Karena hari sudah larut malam, mereka menyudahi pembicaraan dan pergi beristirahat.


*******


Berapa hari kemudian di kota Malwa.


"Kain ini sangat bagus, berapa harganya tuan?"


"Untuk Puteri kita kasih potongan harga. Cukup bayar dua keping perak saja"


"Potongan harga apanya, biasanya juga cuma satu setengah keping perak" potong pelayan Puteri Revaline.


" Yang satu setengah keping perak bahannya berbeda nona. Tunggu sebentar saya ambilkan" kata pemilik toko sambil masuk ke bagian dalam toko.


Seorang perempuan cantik tiba tiba datang, dan berdiri tidak jauh dari Puteri Revaline. Dia juga seolah olah sedang memilih kain yang ada.


Sambil percaya diri dia berjalan mendekat ke arah Puteri Revaline. Tak ada yang tahu apa yang disembunyikan di balik lengan bajunya.


Saat ia bersiap melakukan sesuatu ke Puteri Revaline, tiba tiba seorang pria yang membawa kotak besar menabrak nya dengan keras. Membuat bukan hanya dirinya yang jatuh, tapi belati kecil yang tadinya disembunyikan di balik lengan bajunya terlempar ke arah salah seorang pengunjung di toko kain.


"Aah...kakiku..." teriaknya mengundang perhatian semua orang.


Perempuan itu panik, seketika bangun dari posisi jatuhnya dan melarikan diri..


"Ada apa?" kata pria yang membawa kotak tadi seolah olah bingung dengan apa yang terjadi.


.


.


..


..

__ADS_1


... jangan lupa like dan comment ya


__ADS_2