Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Louisa dan Leluhur Kendrick Alexander


__ADS_3

Di kota Alma, kerajaan Lembah Angin


"Nyonya... ada tiga orang tua datang hendak menjumpai anda, nyonya" kata seorang pengawal yang menjaga gerbang masuk utama saat memasuki ruang kerja Louisa.


"Seperti apa tampilannya?" tanya Louisa.


"Seorang wanita berpakaian putih, seorang pria berpakaian hitam, dan terakhir berpakaian biru dengan rambut sudah putih semua serta menaiki seekor harimau putih"


"Apakah wanita dan pria berpakaian hitam itu sudah memasuki usia paruh baya?"


"Benar Nyonya"


"Dan pria berambut putih itu tampak sudah sangat sepuh?"


"Benar Nyonya"


"Dimana mereka sekarang?"


"Masih tertahan digerbang Nyonya"


"Ayo... mereka tamu yang sangat penting. Light, kau teruskan saja pekerjaanmu. Dan nanti pulang seperti biasa" kata Louisa sambil berlari keluar.


"Apakah orang tua itu sudah datang?" tanya Light setengah berteriak.


"Iya!" kata Louisa sambil berteriak juga dan menunggangi kudanya serta melaju cepat ke gerbang.


Belum sempat turun dari kuda ia sudah melihat ketiga orang yang dimaksud. Louisa tertawa di balik cadarnya, segera melompat dari kuda dan memberikan tali kekangnya kepada pengawal gerbang.


Setengah berlari ia memeluk perempuan berbaju putih itu.


"Nenek Hwak..." serunya bersemangat.


"Dasar anak bodoh. Panggil bibi.." jawabnya sambil mencium dahi Louisa.


"Bibi sehat?"


"Jika tidak sehat, tentu tidak disini. Ha...ha.. anak baik" katanya


"Kakek Lion" kata Louisa membungkukkan badannya.


"Lama tidak bertemu Lorine. Kamu semakin dewasa dan matang"


"Harus kakek"


"Ah... kalian berdua memang sama saja. Anak anak kurang ajar, pria tua ini selalu disapa belakangan" terdengar suara leluhur Kendrick Alexander


"Leluhur.. Apa kabar ?"


"Seperti yang anda lihat . Masih mampu berkelanjutan berkelana kesana kemari. "


"Mari kita ke kediamanku, biarkan aku menjamu kalian. Tapi jaraknya cukup jauh dari sini." kata Louisa sambil menunggangi kudanya kembali.


"Kami ikut saja"

__ADS_1


Berempat mereka menuju kediaman Louisa. Sesekali mereka bertemu para pekerja yang lewat dan menyapa mereka.


"Lahan pertanianmu ini sudah seperti kota kecil sendiri, Lorine"


"Benar bibi Hwak. Sebenarnya tadi lebih dekat jika kalian datang dari gerbang kecil untuk sampai di kediamanku. Karena gerbang utama digunakan untuk tamu bisnis dan umum, sementara gerbang kecil untuk tamu keluarga"


"Tak mengapa, kami tadi bertanya kepada penduduk kota. Ambil hikmahnya karena kami sekalian bisa melihat lihat keadaan lahan pertanianmu sambil jalan" katanya sambil melihat tanaman di sepanjang jalan.


Sekitar sepuluh menit kemudian mereka sampai di kediaman Louisa. Tapi bukannya masuk kedalam rumah, mereka bertiga malah berjalan mendekati danau yang tidak jauh dari kediaman Louisa. Louisa hanya tersenyum.


"Selamat datang Nyonya" sambut pelayan Jeni.


"Jeni, apa Lucio sudah kembali?" tanya Louisa


"Sudah Nyonya. Tuan muda sedang mandi "


"Tolong siapkan makan malam untuk tamu tamu kita. Kentang tumbuk, telur rebus, ayam bakar tanpa bumbu, serta sayuran rebus" kata Louisa


"Baik Nyonya. Hanya itu saja ?"


"Untuk yang lain seperti biasa saja. Juga siapkan tiga kamar untuk mereka" perintah Louisa


"Baik Nyonya " kata pelayan Jane sambil masuk kedalam rumah.


"Ha..ha... Lorine kau sangat pandai mencari tempat tinggal. Tempat yang sangat indah. Di depan ada danau tempat bersantai dan memancing ikan. Jangan katakan jika dibelakang ada kandang ayam dan bebek" kata leluhur Kendrick Alexander sambil bercanda.


"Tidak dibelakang leluhur, tapi disana." kata Louisa menunjukkan satu arah yang dikelilingi tembok setinggi dua meter. "Segala peternakan ada disana. Kami memelihara ayam, bebek, kambing, domba, dan hewan unggulan Lembah Angin yaitu sapi"


"Hebat... hebat... sangat hebat.. "


"Pergilah dengan tuan Kendrick saja, Lorine. Biarkan bibi dan Lion menikmati keindahan danau ini" kata Hwak dengan tujuan agar Louisa bisa bebas bicara dengan leluhur Kendrick.


Louisa cukup mengerti maksud Hwak.


"Mari leluhur. Bibi, kakek nanti ada pelayan yang mengantarkan makanan kecil dan minuman untuk kalian"


"Terima kasih Lorine "


Louisa membawa leluhur Kendrick masuk kedalam rumah.


"Silahkan leluhur" kata Louisa


Mereka duduk di ruang tamu, dimana telah tersedia aneka makanan kecil dan satu teko teh.


"Kapan leluhur tiba di Gordon Empire?"


"Sekitar dua minggu yang lalu. Tapi belum bisa langsung kemari menemuimu, harus membereskan kekacauan yang dibuat anak bodoh itu. Mengapa saat Peter menghianatimu, kamu tidak menghubungi leluhur ini Lorine?"


"Banyak hal yang menjadi pertimbangan leluhur. Lagi pula tanpa aku katakan kukira leluhur sudah tahu jika ada yang berubah denganku"


Leluhur Kendrick memandang Louisa dengan lewat dan menghela napas.


"Jadi kapan perubahan terjadi dari Lorine menjadi Louisa?"

__ADS_1


"Beberapa hari setelah Peter menceraikan Lorine. Ia begitu putus asa, dan bunuh diri. Aku tidak mengerti mengapa ia berpikiran pendek seperti itu"


"Itu bukan salahnya Louisa. Itu hanya merupakan takdir kalian, karena sudah saat ia juga kembali ke jamannya. Dan bagaimana Louisa tiba dikehidupan ketiga ini?"


"Aku ditembak kekasih dan juga rekan kerjaku, sehingga ditengah keputus asaan aku memilih untuk melompat kedalam jurang agar hasil penelitianku tidak direbut olehnya. Saat aku berpikir aku sudah mati, aku terbangun ditubuh Lorine" kata Louisa


"Segala kekacauan yang terjadi di kehidupan ketiga kalian ini merupakan konsekuensi dari keputusan yang Louisa ambil saat kehidupan kedua kalian"katz leluhur Kendrick


"Kehidupan ketiga? Bagiku merupakan kehidupan ke empat leluhur"


"Bukan. Kau salah Louisa, ini merupakan kehidupanmu yang ketiga. Sama seperti Peter"


"Aku tidak mengerti, leluhur "


"Apakah Louisa ingat dengan kehidupan keduamu?"


"Tidak semua tapi sebagian besar bisa kuingat, bahkan kehidupan pertama juga. "


"Jika kehidupan pertama, Louisa meninggal karena melompat kedalam jurang, katakan padaku bagaimana kehidupan kedua Louisa berakhir?"


"Aku tidak ingat"


"Mengapa begitu?"


"Aku tidak tahu. Mungkin aku berusaha melupakannya sebelumnya"


"Bukan. Karena sejatinya kehidupan keduamu berakhir, saat Louisa memilih melompat jurang setelah terkena tembakan itu"


"Jadi bagaimana aku beralih kemasa depan?"


"Dengan menjadi seorang perapal yang hebat, waktu itu Louisa merobek hukum ruang dan waktu. Tapi Segala sesuatu pasti ada konsekuensinya, dan Louisa berubah menjadi bayi kembali saat tiba dimasa depan dan melupakan segalanya"


"Adakah orang yang bisa melakukannya? Tapi seingatku, warna rambutku berbeda. "


"Ada beberapa orang yang bisa. Bahkan tanpa terjadi perubahan tubuh seperti yang dialami Louisa. Bahkan ada yang bisa kembali lagi kemari. Dan mengenai warna rambut, rambut asli Louisa berwarna agak kemerahan. Entah apa maksud pelukis sialan itu dengan merubah warna rambut pada lukisan."


"Pelukis itu.. Ya, aku sudah lama ingin mencari tahu. Bagaimana pelukis tua itu tiba disana.? Kata ibu suri Anita, yang melukis adalah pelukis bernama Picasso. Aku tadinya berencana setelah bencana kemarau berakhir, mencari keluarga Picasso di benua utara dan meminta penjelasan"


"Tidak perlu mencarinya. Karena kehadirannya dimasa depan, karena aku yang mengirimnya. Dan Louisa bilang pelukis tua? Hmm... berarti ia mengalami efek terbalik dengan Louisa. Louisa menjadi bayi dan dia menjadi tua.. Karena waktu kukirim, usianya baru dua puluh satu tahun"


"Apa? Dua puluh satu tahun? Tapi bagaimana beliau bisa kembali ke jaman sekarang ? Waktu itu, aku mencarinya keseluruh kota tapi tidak menemukannya... "


"Tentu saja tidak bisa menemukannya, karena waktu kunjungannya terbatas dan sudah habis. Jadi ia tertarik kembali ke ke tubuh aslinya."


"Berarti waktu itu bukan tubuh aslinya?"


"Bukan. Itu hanya tubuh bayangan semata. Tubuh aslinya tetap tinggal disini"


"Berarti semacam avatar. Itu sudah sangat hebat. Apakah leluhur bisa pergi juga?"


"Tidak. Tapi aku bisa memprediksi dimana posisi orang yang melompat hukum ruang dan waktu serta mengirim tubuh bayangan orang ke jaman tertentu. Juga mengirim seseorang pergi. Tapi dengan syarat, tidak mengubah apapun yang terjadi waktu itu. Sama seperti yang dilakukan pelukis itu, hanya melukis Louisa tapi tidak merubah apapun. Itu lebih seperti tugas mengamati sekitar, hanya melihat."


"Jika begitu, bagaimana pelukis itu bisa melukisku? Bukankah tugasnya hanya mengamati?"

__ADS_1


"Bukankah melukis juga merupakan tugas mengamati dan mengaplikasikan kedalam lukisan? Dan ia mampu mengubah warna rambut, dan membawa perlengkapan kerajaan itu karena pelukis Picasso sendiri seorang perapal hebat.."


__ADS_2