
Keadaan sedikit kacau. Puteri Revaline bingung dengan keadaan sekitar. Prajurit pengawal segera bertindak mengamankan Puteri Revaline.
"Puteri, kita kembali ke istana"
"Memang nya ada apa?"
"Ada sedikit kekacauan disini. Untuk mengetahui kejadian yang tidak kita inginkan, sebaiknya kita menghindar dahulu"
"Tuan, maaf besok saya kembali lagi" kata Puteri Revaline kepada pemilik toko.
"Tidak apa apa tuan Puteri" kata pemilik toko yang mengerti ada kejadian tidak biasa di depan toko nya.
Puteri Revaline melihat sekitar dan mengetahui ada seorang yang terluka karena belati itu masih menancap di kakinya. Dan tidak ada orang berani mencabut nya.
"Penjaga, bawa orang yang terluka ke balai pengobatan terlebih dahulu. Setelah itu baru kita kembali ke istana"
"Baik tuan Puteri" jawab penjaga. Dua orang prajurit penjaga mengangkat korban ke atas kereta kuda, sementara dua orang lainnya mengawalnya Puteri Revaline.
Puteri Revaline membawa korban itu ke balai pengobatan yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat itu. Setelah memastikan semua nya beres, baru ia kembali ke istana.
******
Sementara itu perempuan cantik yang sebelumnya ingin membunuh puteri Revaline berlari secepat yang ia bisa. Nafasnya memburu, tapi ketakutannya membuat nya tidak dapat berhenti.
"Dasar Puteri sialan. Ini sudah kedua kalinya tugas ku digagalkan. Ternyata angka keberuntungan nya sangat tinggi" rutuknya sambil berlari.
Setelah memasuki jalan yang agak sepi, baru ia berhenti berlari dan berjalan lebih santai. Ia berjalan agak lama, sebelumnya memasuki sebuah toko alat-alat pertukangan.
"Selamat siang paman" tegurnya pada seorang pria yang menjaga toko.
"Siang nona Ken. Mau menghadap bos?" tanyanya ramah.
"Iya paman"
"Silahkan nona Ken, tuan muda Jun dan Brat juga ada didalam"
"Huh ...kedua orang itu. Aku masuk dulu paman"
Pria itu hanya menganggukkan kepalanya dan perempuan cantik itu membuka sebuah pintu dan berjalan masuk tidak lupa ia menutup pintu itu kembali.
Tujuannya adalah lantai dua bangunan toko itu. Sambil menaiki anak tangga, ia berpikir apa alasan yang akan digunakan nya agar tidak mendapat ledekan dari dua rekannya yang sudah ada di ruangan bos mereka.
Tap.. tap.. tap..
Terdengar suara langkah kaki nya. Dia berhenti di depan sebuah pintu ruangan. Setengah ragu, akhirnya ia mengetuk pintu.
Tok.. tok..
__ADS_1
"Masuk" terdengar suara dari balik pintu.
Perempuan cantik itu membuka pintu dan masuk.
"Salam tuan. Saya datang"
"Bagaimana tugas mu?" tanya seorang pria berpakaian serba coklat.
"Maafkan saya tuan. Saya gagal untuk kedua kalinya"
"Bagaimana bisa! Hanya membunuh seorang Putri berpengawal minim saja kamu tidak bisa? Apa kemampuanmu sudah menurun? "
"Dari awal saya sudah meminta pekerjaan itu tuan. Tapi anda malah memberikan nya kepada Ken. Tugas yang cocok untuk dia hanya merayu para tuan muda kalangan bangsawan." ejek salah seorang rekan kerja nya.
"Ha...ha... "sambut rekannya yang lain dengan tertawa.
Perempuan cantik itu diam menahan amarahnya. Dia mengepalkan tangannya dengan kuat.
Selama ini tugas tugas yang diberikan kepada nya memang hanya mencari berbagai informasi, diantaranya mengenai kalangan bangsawan.
Biasa tugas ini datang dari saingan bisnis atau rival mereka. Dia hanya perlu merayu para tuan muda bangsawan untuk menjalankan tugasnya. Membunuh putri Revaline memang merupakan tugas membunuh pertama nya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya pria berpakaian coklat itu.
Perempuan cantik itu kemudian menceritakan semua yang terjadi.
Lagi lagi kedua rekannya tertawa terbahak -bahak.
"Maafkan saya tuan. Saya panik saat melihat belati saya justru mengenai orang yang salah"
"Rekanmu benar. Kau tidak cocok untuk tugas itu. "
"Tapi..."
"Ini tugas baru untuk mu. " kata nya sambil memberikan sebuah gulungan surat kepada perempuan cantik itu.
"Siap tuan. Segera saya selesaikan dengan baik. Saya permisi..." katanya kemudian keluar dari ruangan itu.
"Jun, tugas itu kau ambil alih. Selesaikan secepatnya, batas kita hanya minggu ini."
"Baik tuan. "
"Jika begitu pergi lah"
Kedua orang segera berlalu dari ruangan itu. Setelah pintu tertutup kembali...
"Bagaimana pendapat mu sayang?" tanya pria itu pada seorang wanita yang dari tadi hanya diam saja dan sibuk menulis sesuatu.
__ADS_1
"Jun juga akan gagal. Batalkan saja permintaan Puteri ke tiga. Ini sudah kedua kalinya. Sepertinya ada penjaga bayangan yang melindungi Puteri Revaline"
"Kenapa kau berpikiran seperti itu? Rasanya pihak istana tidak akan melakukan itu."
"Jika menurut tebakan ku, bukan pihak istana Fatma yang mengirimkan mereka. tapi pihak calon tunangannya yang mengirimkan mereka. Bahkan aku tidak yakin jika Puteri Revaline tahu jika ada orang yang melindungi nya dari balik bayangan"
"Itu mungkin saja. Tapi jika itu benar, berarti kerajaan Lembah Angin benar benar sepenuh hati menginginkan Puteri Revaline"
"Kerajaan Lembah Angin?"
"Iya. Kenapa?"
"Tarik mundur Jun. Atau kita akan diburu"
"Kenapa kau ketakutan begitu sayang? Kita adalah bandit Api. Tidak ada yang membuat kita takut"
"Aku lama tinggal di Gordon sebelum bergabung kemari. Disana ada sebuah organisasi yang kedudukannya lebih menakutkan dari prajurit kerajaan bagi pelaku kejahatan seperti kita. Namanya The power of night"
"Bukankah organisasi itu juga sudah ada di kota Malwa ini?"
"Benar. Itu adalah organisasi yang sama. Karena aku kenal dengan seseorang yang bekerja didalam nya, aku tahu pemimpin utama organisasi itu adalah mantan permaisuri Gordon yang sekarang lebih kita kenal sebagai Puteri Lorine"
"Bagaimana mungkin?"
"Orang yang tidak tahu mungkin akan mengira jika yang menjadi ketua adalah Hendrikus. Tapi orang yang memimpin sebenarnya adalah putri Lorine. Dan ia tidak pernah melepaskan musuh musuhnya"
"Kau yakin sayang?"
"Sangat yakin. Tapi karena Ken sudah sempat bekerja, jangan kembali kan dana putri ketiga. Kata kan saja kenyataan nya kepada nya"
"Akan aku laksanakan jika isteri ku yang meminta"
******
Ditempat lain di kota Malwa
Jhon Muel masuk ke gedung serikat pekerja Sorka dengan langkah santai. Melihat kedatangan nya beberapa pekerja menyapanya dengan ramah.
"Apa ada terjadi sesuatu selama aku pergi?" tanyanya pada kepala gedung.
"Tidak tuan. Semua berjalan seperti biasa. Hanya saja pelanggan kita makin hari semakin sepi. Jika kedaan terus menerus seperti ini, lama lama pekerja kita akan kekurangan pekerjaan" keluhnya.
"Kedatangan the power of night benar benar menekan usaha kita. Nanti saya pikirkan solusinya. Sudah, terus kan lagi pekerjaan mu" katanya sambil berjalan.
"Baik tuan" kata penuh hormat.
"Oh ya, nanti suruh Sony dan Vaio ke ruangan saya" perintah nya lagi.
__ADS_1
"Segera tuan" jawab kepala gedung
..."Serikat pekerja Sorka sudah berdiri selama puluhan tahun. Tapi baru kali ini mengalami keterpurukan yang sangat parah. Ini semua karena Jhon Muel tidak mengindahkan larangan tetua, agar jangan pernah menyakiti hati Nona Mayi. Dan sekarang kutukan tetua sudah mulai berlaku. Tampak nya usaha ini akan mengalami kehancuran" batinnya sedih...