Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Dihadang Bandit (1)


__ADS_3

"Apakah ada yang salah?"


"Bukan salah Nyonya. Tapi jumlah ini sangat banyak. Jika yang dipesan untuk wilayah pertanian, saya tidak heran. Tapi jika untuk Hinom city, saya jadi agak sedikit heran. Sebab Lembah Angin terkenal dengan tanah yang kurus. Maaf sebelumnya Nyonya, jika saya lancang"


"Oh. Tidak mengapa tuan. Ini memang untuk lembah angin dan jika semua berjalan lancar, saya berniat memesan bibit yang lain juga. Tapi untuk sementara cukup yang ini terlebih dahulu."


"Baiklah, saya akan menghitung jumlah biaya termasuk biaya pengiriman yang harus Nyonya bayar"


Pria itu sibuk menghitung dan tidak lama kemudian menyerahkan sebuah kertas kepada Louisa.


"Ini Nyonya, silahkan dilihat lagi. Karena Nyonya memesan dalam jumlah yang banyak kami memberi potongan sebesar lima belas persen"


Louisa memeriksa kertas itu sejenak sebelum menyerahkannya kepada Reneisme.


"Menurutku sudah cocok. Tapi bagaimana pendapatmu ibu Ren?"


"Sudah pas Nona" katanya sambil mengembalikan kertas itu kembali untuk ditandatangani oleh Louisa.


"Ibu saja yang tandatangani. Ini kubuat atas nama ibu Ren" kata Louisa.


Reneisme agak terkejut sedikit, tapi kemudian ia mengangguk tanda mengerti maksud Louisa yang tidak ingin dikenali oleh tuan Cardo sebagai mantan permaisuri kerajaan Gordon.


Ia mengambil surat pesanan itu, kemudian menandatanganinya.


"Sesuai surat ini, saya akan membayar setengah dari harga pesanan dan setengah lagi saat barang saya terima. Bukankah begitu tuan?" tanya Louisa


"Benar Nyonya"


Louisa kemudian menyerahkan sebuah kantong berisi sejumlah uang yang sesuai dengan jumlah yang harus dibayarnya.


"Silahkan tuan hitung kembali uangnya"


Tuan Cardo mengambil kantong berisi uang itu kemudian menghitungnya.


"Sudah pas Nyonya. Ini surat salinan pemesanannya. Masih ada yang bisa saya bantu lagi?"


"Sudah cukup tuan"


"Mari saya antar Nyonya keluar" katanya dengan sopan.


Mereka bertiga keluar dari ruangan itu. Melihat Louisa dan Reneisme sudah keluar, ketiga pelayan ya yang mengikuti Louisa langsung berdiri dari tempat duduknya.


Ketika mereka keluar dari toko tersebut, salah seorang pengawal menjumpai Louisa dan memberikan secarik kertas kecil kepadanya.


"Nona, dari Shine" katanya singkat sebelum kembali pergi dan menjaga jarak dari Louisa.


Louisa melihat catatan dikertas kecil itu dan tersenyum.

__ADS_1


"Bu Ren, ajak yang lain ke warung makan itu" katanya menunjuk sebuah warung yang tidak jauh dari tempat mereka. "Kita akan makan malam disana. Aku mau beli cemilan untuk dijalan besok. Nanti aku menyusul" katanya.


"Baik nona" katanya tanpa membantah karena ia tahu sebenarnya nona nya mau menjumpai seseorang.


Reneisme mengajak pelayan Jen dan dua pelayan lainnya warung yang telah ditunjuk Louisa sebelumnya.


Sementara Louisa berjalan kesebuah toko makanan ringan dengan pengawal yang masih mengikutinya dari jarak tertentu.


"Pak ini berapa harganya?" katanya menunjuk manisan apel.


"Satu mangkuk kecil dua koin perunggu, nyonya. Semua harganya sama" jawab penjual.


"Kalau begitu, tolong bungkus masing masing satu mangkuk sebanyak dua belas bungkus ya"


"Tapi ini ada sepuluh jenis manisan. Maksud nyonya kesepuluh jenisnya?"


"Benar tuan"


Dengan wajah gembira tuan pemilik toko segera sibuk, karena jarang orang membeli sebanyak Louisa. Seorang berpakaian hitam mendekati toko itu juga.


"Tuan, tolong bungkus manisannya masing masing satu mangkuk kecil" katanya.


"Sebentar tuan. Nyonya ini sudah memesan terlebih dahulu, setelah pesanannya selesai, segera saya bungkuskan pesanan anda"


"Baik saya tunggu"


"Apa yang ingin kau kabarkan Shine?" tanya Louisa pada orang dibelahnya.


"Ada dua hal ketua. Pertama tentang Diana Cornor. Dia bukan penduduk kerajaan Mordan, tapi berasal dari Kerajaan Lite di benua barat. "


"Ok. Untuk sementara hentikan dulu penyelidikannya."


"Kedua berhubungan dengan perjalanan ketua menuju Hinom city."


"Kenapa?"


"Beberapa hari yang lalu ada pedagang keliling yang melapor telah dirampok sekelompok bandit di Long Forest. Tapi sepertinnya mereka melakukannya dengan acak."


"Artinya mereka tidak memilih target??"


"Benar ketua. Sebab pedagang yang mereka rampok sebelumnya hanyalah pedagang biasa dengan lima orang pengawal dan seminggu yang lalu ada juga kejadian serupa. Dan yang mereka rampok adalah petani yang hendak pergi menjual hasil pertaniannya"


"Sudah ada dugaan kelompok mana yang jadi pelakunya?"


"Belum ketua. Sebab sebelumnya tidak pernah terjadi perampokan wilayah ini. Apa perlu kami ikut rombongan ketua?"


"Tidak usah Shine. Tapi kawal dengan menjaga jarak, bagaimanapun pengawal yang kubawa merupakan anggota The Power of Night juga. Bila mereka terdesak baru kalian bertindak"

__ADS_1


"Baik ketua"


Bersamaan dengan terhentinya pembicaraan mereka pesanan Louisa juga selesai.


"Ini Nyonya. Semuanya dua ratus empat puluh koin perunggu."


Louisa memberikan tiga koin perak, karena satu koin perak setara dengan seratus koin perunggu.


"Sekalian dengan pesanan tuan ini, kembaliannya ambil saja" kata Louisa


"Terimakasih Nyonya"


Louisa segera pergi menuju warung makan dimana Reneisme dan lainnya telah menunggu.


Setelah ia duduk, keenam pengawalnya juga ikut masuk dan duduk dimeja yang berbeda. Louisa memberikan manisan yang tadi dibelinya kepada Reneisme untuk dibagi nanti, setelah ia memisahkan dua bagian untuk dirinya sendiri dan untuk bibi Sofia.


Selesai makan malam, mereka segera kembali ke penginapan. Di depan penginapan, Reneisme memberikan manisan yang tadi dibeli Louisa ke pada pengawal yang tadi mengikuti mereka.


*****


Pagi pagi benar mereka sudah bergerak pergi meninggalkan kota Agriweba. Diatas kereta Louisa mengeluarkan manisan yang dia beli makan sebelumnya dan memberikannya kepada Sofia.


"Ini bibi aneka manisan, tadi malam aku membelinya"


"Ini banyak sekali Lorine"


"Perjalanan kita masih sangat panjang. Jadi aku sengaja membeli agak banyak"


Mereka memakan manisan itu sambil berbincang untuk menghilangkan rasa bosan. Setelah menempuh perjalanan selama setengah hari, mereka beristirahat untuk makan siang di sebuah kota kecil.


Green forest city demikian kota itu disebut dan merupakan kota terakhir sebelum memasuki kawasan Long Forest. Dan seperti namanya Long Forest atau hutan panjang, tidak ada pemukiman penduduk disepanjang perjalanan kecuali hutan. Karenanya mereka mempersiapkan bekal makanan untuk dua hari, sebab biasanya akan memerlukan waktu satu setengah sampai dua hari baru bisa keluar dari kawasan hutan.


Sebelum memasuki kawasan hutan Louisa mengumpulkan semua rombongannya dan menyampaikan kabar dari Shine sebelumnya. Dan meminta mereka semua untuk berhati hati.


Saat malam tiba mereka mendirikan tenda untuk beristirahat. Dan pengawal melakukan giliran jaga untuk mengawasi keadaan.


Pagi datang dan mereka melanjutkan kembali perjalanan. Menjelang gelap ketika mereka mencari tempat untuk mendirikan tenda kembali tiba tiba kereta berhenti.


"Ada apa? Disini kita mendirikan tenda?"tanya Landen kepada kepala pengawal yang mengendarai kuda di samping kereta.


"Bukan tuan. Di depan ada kayu roboh menghalangi jalan" jawab kepala pengawal itu.


"Hati hati. Itu jebakan. Peringatkan rombongan agar lebih waspada" seru Louisa karena dari ingatan Lorine Louisa tahu para bandit sering melakukan trik yang serupa.


"Baik nona" jawab kepala pengawal.


Ketika ia bergerak menuju kebarisan pengawal yang ada dibarisan paling depan, sekitar lima puluh meter didepan mereka tampaklah sepuluh orang berdiri menghalangi jalan. Dan jelaslah, jika apa yang Louisa katakan sebelumnya benar. Kayu roboh itu adalah jebakan..

__ADS_1


__ADS_2