Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pengejaran (3)


__ADS_3

"Lorine, sudah ada petunjuk apa yang kalian peroleh?" tanya jendral Lucky.


"Sejauh ini belum ada yang begitu berarti ayah. Hanya saja anak panah yang digunakan untuk menyerang, kami seperti nya cukup mengenalnya. Tapi harus memastikan terlebih dahulu"


"Apakah anak panah tidak sama saja semua puteri Lorine?" tanya raja Tejza.


"Sebagian besar mungkin sama Yang Mulia. Tapi ada beberapa orang yang hanya menggunakan anak panah khas buatan mereka sendiri. Jadi di mana pun mereka bertempur, orang akan tahu jika itu adalah orang yang sama hanya dari anak panah yang digunakan."


"Jadi anak panah yang digunakan menurut kalian milik siapa?"


Lorine melihat kearah Shadow.


"Yang Mulia. Dari anak panah yang digunakan, ini milik kelompok Bear Arrow. Hanya saja kami masih sedikit bingung mengapa mereka ada disini "


"Maksudnya?"


"Yang Mulia, kelompok Bear Arrow berasal dari kerajaan Lite.."


"Jadi menurut kalian mengapa mereka disini?" tanya salah satu Jendral Kerajaan Fatma.


"Kemungkinan nya cuma satu. Mereka melarikan diri kemari, yang berarti disana mereka ada masalah disana"


"Tapi setahuku, di kota Malwa tidak ada organisasi bernama Arrow Bear"


"Justru itu yang hendak kami selidiki Jendral. Kemungkinan besar mereka masuk kedalam sebuah organisasi yang ada di kota Malwa ini. Tapi organisasi yang mana, kita belum tahu"


"Bagaimana keadaan ananda Reva?"


"Adik Reva terkena tiga anak panah ayahanda. Tapi tidak ada yang membahayakan nyawanya" kata Pangeran Lark.


"Kamu sendiri bagaimana nak Lark. "


"Aku terkena satu anak panah ayahanda"


"Apakah lukanya dalam?"


"Tenang saja ayahanda. Bekas lukanya sudah ditutup. Baik adik Reva maupun saya hanya perlu beristirahat dan meminum obat herbal agar segera pulih"


"Ditutup maksudnya?"


Pangeran Lark menyingsing kan lengan bajunya, sehingga sampai ke bekas luka "anak panah sebelumnya.


"Tapi ini hanya terlihat seperti bekas memar. Lukanya dimana? Yang kulihat darah di bajumu itu cukup banyak" kata Raja Tejza bingung.


"Lukanya sudah ditutup oleh nona Light Yang Mulia. Termasuk luka pada Puteri Revaline. Seperti yang dikatakan sepupu Lark, sekarang yang mereka perlukan hanya pemulihan saja."


"Syukur lah jika memang demikian. Jadi apa rencana Puteri Lorine selanjutnya?"


"Aku hendak menjumpai anak buahku yang melakukan pengejaran. Semoga ada informasi yang bisa kita dapatkan. Nanti malam saya akan kembali lagi Yang Mulia"


"Jika ada perkembangan atau butuh bantuan, tolong segera kabari saya puteri Lorine"


"Tentu Yang Mulia"


"Lorine..."


"Iya ayah"


"Ada yang bisa ayah bantu?"

__ADS_1


"Untuk saat ini belum ada ayah. Ayah jaga saja kakek dan nenek. Juga sepupu Lark, dia masih sedikit terkejut melihatnya darah"


"Hati hati"


"Iya ayah. Shadow ayo kita jemput Light."


"Baik ketua"


Keduanya meninggalkan ruang pertemuan itu. Setelah menjemput Light, tanpa menunggu lagi segera pergi ke gedung The power of night.


*****


Setelah Louisa dan Shadow keluar dari ruang pertemuan..


"Jendral Lucky, mengapa prajurit kalian tadi memanggil puteri Lorine dengan ketua? Bukannya tuan Puteri?"


"Maksud raja Tejza, Shadow? Dia bukanlah prajurit kerajaan Lembah Angin. Tapi anak buah pribadi Lorine"


"Maksud Anda Shadow? Shadow bukalah prajurit kerajaan Lembah Angin. Tapi anak buah pribadi Louisa"


******


Di depan gedung the power to night.


"Mari ketua..."


"Apa semua telah berkumpul?"


"Sudah ketua"


Mereka memasuki sebuah ruangan pertemuan. Didalam nya terdapat beberapa puluh orang menanti kedatangan Louisa.


"Terimakasih. Silahkan duduk" kata Louisa.


Semua yang hadir akhirnya duduk.


"Deep... bagaimana situasi nya? Ada perkembangan?"


"Saya berhasil menangkap salah seorang ketua. Menurutnya, ia hanyalah pasukan pengalihan. Pasukan dibagi tiga kelompok. Penyerang sebanyak sepuluh orang, pengalihan sebanyak sepuluh orang dan lima orang lagi pembuka jalan untuk melarikan diri"


"Mereka dari organisasi mana?"


"Arrow Bear. Tapi disini mereka dibawah naungan Organisasi Serikat Pekerja Sorka."


"Apa?"


" Tapi menurut pengakuannya seperti itu ketua."


"Jhon Muel....!!"kata Louisa geram.


"Peachu...!"


"Saya ketua.."


"Apakah kau tidak mengenalnya?"


"Tidak ketua. Menurut pendapat saya, keberadaan tim pembunuh bayaran di Serikat Pekerja Sorka sengaja dipisahkan Jhon Muel. Artinya keberadaan mereka tidak diketahui semua orang, termasuk anggota serikat pekerja Sorka sendiri."


"Saya setuju dengan yang disampaikan Peachu, ketua. Mungkin inilah tim rahasia yang dibuat oleh John Muel."

__ADS_1


"Marco dimana?"


"Belum kembali, ketua."


"Shine, apa kamu sudah menyelidiki serikat pekerja Sorka?"


"Sudah ketua. Tapi sepertinya yang disampaikan Peachu dan Simon, markas pembunuh bayaran mereka bukan berada di kota Malwa. Pasti ditempatkan diluar kota"


"Kira-kira berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencari keberadaan markas mereka, Shine?"


"Dua sampai lima hari ketua"


"Kita tidak punya waktu sebanyak itu. Bagaimana dengan keberadaan isterinya?"


"Menurut pekerja di gedung serikat, Dia tidak terlihat sejak tiga hari yang lalu"


"Ini yang kuatir kan. Dia tahu jika tetap berada di kota Malwa, maka dia akan diburu. Karenanya dia sudah menyiapkan jalur pelarian ke kota atau mungkin Kekerajaan lain"


"Dari kota Malwa, ke kota mana yang terdekat?"


"Kota Ding ketua. Sekitar tiga jam perjalanan naik kereta kuda"


"Kalau kekerajaan lain?"


"Ke kota Kirey, kerajaan Yard dua hari perjalanan. Dan satu lagi ke kota Turin, kerajaan Lingkar Awan dua setengah hari perjalanan kereta kuda."


"Yard dan Lingkar Awan ya..."


"Kenapa ketua?" tanya Shadow


"Apa ketua sepemikiran denganku?" tanya Shine memandang Louisa.


"Kurasa. Tapi untuk kita harus mencari bukti dulu, baru bisa membuat pernyataan. Ini menyangkut hubungan tiga kerajaan. Aku memang tidak takut berperang dengan mereka, tapi kita tetap harus membuat persiapan yang matang"


"Sekarang prioritas kita menangkap Jhon Muel dan kelompoknya."


Mereka berdiskusi cukup lama langkah apa yang akan mereka ambil.


Pintu ruang pertemuan tiba tiba terbuka.


Marco datang dengan tampang yang lusuh. Ia menarik sebuah kursi.


"Ramai sekali disini. Mana makanan dan minuman untuk ku. Aku sangat lapar dan haus"


"Ini hanya ada kudapan ringan senior. Dan ini minuman nya" kata Simon menyodorkan kepada Marco


"Ada hasilnya?"


"Umm...ada...ketua. Aku sangat lelah...ummm...mengejar mereka" katanya dengan mulut penuh.


"Telan dahulu makanan mu baru berbicara! Tidak jelas entah apa yang kau katakan" kata Light.


"Kak Light, semakin lama kakak semakin mirip Nyonya Ren. Gluk..gluk.."katanya sambil menghabiskan minuman nya.


"Oke. Sudah habis"


"Sekarang bicaralah."


"Saat aku melakukan pengejaran sampai di batas kota aku tidak bisa menemukan mereka. Tapi masih bisa mencium aura mereka. Dengan aura mereka, aku terus lari sekitar dua kilometer ke arah selatan. Dari kejauhan aku bisa melihat sekelompok orang menunggangi kuda lurus ke arah selatan. Jadi aku memutuskan untuk mengikutinya"

__ADS_1


__ADS_2