
"Cinta yang tulus leluhur. Ia sungguh sungguh mencintai rakyat Gordon. Iya...karena dialah ibu mereka.. Ibu yang kusingkirkan karena keegoisan dan kebodohan. Alangkah buruknya aku menjadi ayah kerajaan ini.. Ia bahkan memberikan dokumen rahasia kerajaan Lembah Angin untuk kugunakan sebagai acuan untuk bencana kemarau ini. Awalnya aku mengira ia melakukannya karena aku, Peter. Tapi baru kusadari, itu bukan karena aku. Tapi karena kerajaan ini, karena rakyat Gordon" katanya dengan wajah tertunduk, setitik air mata jatuh dari pelupuk matanya.
"Kau tidak seburuk itu. Jika tahu telah melakukan kesalahan, seperti yang kukatakan sebelumnya. Perbaikilah... Rakyat kerajaan ini bergantung kepadamu sebagai Raja mereka. Sebagai ayah mereka. Jika mereka bangga pernah memiliki seorang ibu yang hebat, yang bahkan setelah kepergiannya tetap menjadi pembicaraan rakyatmu. Buat jugalah agar suatu saat, mereka juga bangga memiliki ayah yang menyayangi mereka. Kukira kau tahu harus berbuat apa"
"Ia leluhur. Aku berjanji" katanya bertekad kuat.
"Baguslah. Sekarang istirahatlah. Hari hari ini, kita akan sangat sibuk. Jadi siapkan tenaga agar tetap prima"
"Baik leluhur"
"Oh ya, saat aku ke kota Alma aku mendapatkan pesan dari seorang anak muda. Katanya ia penggemar beratmu. Ia berpesan, jika kamu ada waktu, kamu harus datang ke kota Alma untuk melakukan latihan tanding dengannya "
"Latihan tanding?"
"Hmm... ia telah berlatih keprajuritan selama ini hanya agar bisa melakukan pertandingan denganmu. Jadi setelah semua persiapan kemarau berjalan lancar, luangkan waktumu datang kesana?"
"Berapa umurnya?"
"Menurut ibunya, delapan tahun lebih hampir sembilan tahun"
"Seumuran Autum. Tapi Autum bulan lalu sudah sembilan tahun. Apakah salah satu keluarga Valley?"
"Iya. Ia membantu Louisa di kota Alma.."
"Akan aku ingat leluhur. Mungkin sekalian mengunjungi Louisa dan keluarga Valley"
"Dan satu lagi.. Tuan Bruswick sudah ada di Hinom. Jika kau berkunjung ke kota Alma, sekalian kunjungi tuan Bruswick."
"Leluhur bertemu kakek Bruswick?"
"Iya. Ia datang ke kota Alma setelah tahu aku ada dikediaman Louisa."
"Beliau pasti marah padaku"
"Tidak juga.. Karenanya berusahalah lebih keras lagi jika kamu ingin kembali memenangkan hati Louisa"
"Aku berjanji leluhur. Aku pamit dahulu.." kata Peter
Sambil berjalan kembali ke istananya, ia setengah melamun bahkan tidak mendengar salam dari beberapa pelayan dan prajurit penjaga.
"Yang Mulia..."
__ADS_1
Ia tidak mendengar masih asik dengan lamunannya.
"Yang Mulia..." sekali ini disertai temukan ringan pada bahunya.
Ia sedikit tersentak kaget dan melihat Huber ada didepannya dengan cemas.
"Ada apa Huber?"
"Apakah Yang Mulia baik baik saja? Aku perhatikan dari jauh, sepertinya Yang Mulia berjalan sambil melamun"
"Aku sedang memikirkan sesuatu... Sudahlah besok saja kita bahas. Kau hendak beristirahat?"
"Iya setelah mengantar Yang Mulia kembali ke kamar"
"Tidak perlu Huber. Aku baik baik saja. Pergilah.." katanya sambil berjalan menuju kamarnya.
Dari kejauhan, Huber memperhatikan raja Peter dan setelah memastikan jika Raja Peter telah memasuki kamarnya, ia pergi dari sana.
.
.
Terlihat rombongan prajurit sekitar lima puluh orang mengawal satu kereta kuda mewah, satu kereta kuda yang lebih sederhana, dan satu kereta kuda dicat hitam. Sehingga membuat semakin jelas perbedaannya, satu satunya kesamaannya di setiap sisi kereta kuda ada lambang kerajaan Kite.
Dan salah seorang prajurit yang berada di barisan paling depan membawa bendera kerajaan Kite bersamanya. Ini menandakan jika kedatangan rombongan itu, merupakan kunjungan resmi kerajaan.
Iring iringan rombongan itu menarik perhatian penduduk kota disepanjang jalan yang mereka lewati.
Yang menarik perhatian penduduk sebenarnya adalah kereta kuda berwarna hitam itu. Karena kereta kuda berwarna hitam biasanya hanya digunakan untuk para tahanan atau orang meninggal.
"Mereka mau mengantarkan tahanan ya?" bisik yang satu kepada orang disebelahnya
"Menurutku bukan. Mungkin lebih menjemput tahanan. Bukankah baru baru ini pihak istana melakukan pembersihan, dan menangkap beberapa bandit yang menyusup di ibukota?" bantah yang lain.
"Kau benar. Dari berita yang beredar jika para bandit itu berasal dari Kerajaan lain. Mungkin kerajaan Kite salah satunya" bisik yang lain setuju
"Jika hanya bandit biasa tidak mungkin mendapat perhatian dari langsung dari istana kerajaan Kite. Mungkin para bandit ini buronan kerajaan Kite karena sebelumnya telah melakukan kejahatan besar disana yang melarikan diri kemari" bisik yang lain som tahu.
"Kerajaan Kite itu ada dimana sih?" tanya salah seorang yang dari tadi menjadi pendengar setia.
.
__ADS_1
.
Di istana Gordon
"Yang Mulia, Leluhur Tertinggi rombongan dari Kerajaan Kite telah sampai di istana dan sedang menunggu di alun alun istana raja" lapor prajurit penjaga
"Ayo leluhur, kita sambut mereka" kata Raja Peter yang sebelumnya sedang berdiskusi dengan leluhur Kendrick.
Keduanya bangkit dari posisi duduknya dan berjalan keluar. Huber juga serta merta berdiri dan hendak mengikuti tuannya.
"Kau mau kemana?" tanya raja Peter heran.
"Mengikuti Yang Mulia menyambut utusan kerajaan Kite" jawab Huber bersemangat.
"Tidak usah. Kau tetap bekerja. Pekerjaan kita sangat banyak, sebelum jamuan makan malam semua berkas yang ada diatas meja kita sudah harus selesai kau periksa. Atau kau tidak diijinkan menghadiri jamuan makan kerajaan" perintah raja Peter
"Baik Yang Mulia" kata Huber kembali ketempat duduknya.
Diluar istana, para prajurit Kite dengan sabar menunggu. Bahkan orang yang berada di kereta kuda belum turun menunggu kedatangan Tuan rumah.
"Yang Mulia Raja Peter telah tiba..."
"Yang Mulia Leluhur Tertinggi telah tiba.." seru seorang prajurit.
Mendengar seruan itu, orang yang berada di kereta kuda turun perlahan. Dari kereta mewah keluar pangeran kedua kerajaan Kite, pangeran Niko. Kemudian diikuti Count Desmo yang merupakan putera kedua Count Enland dan juga adalah ayah dari suami Diba Renzo. Dan terakhir Countess Rery yang merupakan isteri Count Desmo.
Sementara dari kereta kuda yang satu lagi, keluar dua orang perempuan berpakaian pelayan kerajaan Kite.
"Selamat datang di istana Gordon pangeran Niko." sambut Raja Peter
"Salam jumpa Yang Mulia Raja Peter, dan Yang Mulia Leluhur Kendrick. Perkenalkan ini adalah Count Desmo, putera kedua kakek Count Enland. Dan ini adalah Countess Rery isteri nya."
"Selamat datang di istana Gordon Count Desmo dan Countess Rery"
"Salam jumpa Yang Mulia Raja Peter "
"Mari kita berbincang didalam." kata Raja Peter sambil membawa tamu tamunya ke ruang tamu istana.
Tapi yang mengikuti masuk kedalam hanya pangeran Niko, Count Desmo beserta istrinya. Sedangkan kedua pelayan pergi mengikuti kepala pelayan untuk membantu memastikan kamar ketiga Tuan mereka sesuai dengan standar kamar untuk mereka.
Sedangkan para prajurit, selain sepuluh orang yang ditugaskan berjaga di depan istana bersama prajurit Gordon yang lainnya pergi beristirahat di barak prajurit yang telah dipersiapkan sebelumnya.
__ADS_1