
Saat tiba di Kota Gordon Empire, leluhur Kendrick Alexander mencari informasi terkait istana selama beberapa tahun terakhir. Dari sana lah ia tahu kalau Raja Peter telah menceraikan Permaisuri Lorine setelah pulang dari kerajaan Mordan dan membawa pulang seorang perempuan bernama Diana Cornor.
"Pengawal, panggil kemari ketiga selir kemari. Juga bawa gadis kecil tidak jelas itu kemari " perintahnya.
Kepala pengawal yang ada di pintu sedang berbincang dengan Lion segera memanggil dua prajurit rekannya untuk memanggil ketiga selir dengan membagi tugas. Ia sendiri berlari menuju kediaman selir utama Natasha.
.
.
Selir utama Natasha sedang mengajari selir Violet tentang administrasi umum, dengan harapan ia bisa mengatur keuangan kediamannya sendiri. Sehingga itu bisa meringankan beban Ibu suri Anita. Ia sendiri sudah beberapa tahun ini dipercaya ibu suri Anita untuk mengurus keuangan dan administrasi istananya.
"Jika adik Violet ada yang tidak mengerti bisa bertanya kembali padaku" jelasnya.
"Sebagian besar aku sudah mengerti kakak, mungkin bulan depan aku sudah bisa sendiri agar tidak lagi merepotkan ibu suri dan kakak"
Tok..tok..
"Selir utama diminta kehadirannya di istana leluhur sekarang juga!" teriak seorang prajurit di depan pintu.
"Istana leluhur? Kebetulan selir kedua Violet juga ada disini, apakah dia di undang juga ?" tanya selir utama Natasha.
"Oh.. benar Selir utama. Tadi prajurit yang berbeda pergi menjemput selir kedua Violet ke istananya" jawab prajurit itu.
"Ayo adik Violet, kita pergi. Tinggalkan saja dulu pekerjaanmu"
"Memangnya ada apa kakak? Ada apa di istana leluhur? Terus terang, aku tidak pernah menginjakkan kakiku kesana" katanya sedikit cemas.
"Tenang saja. Seharusnya leluhur tua Kendrick sudah kembali" jawab selir utama Natasha sambil berjalan.
"Leluhur tua Kendrick?"
"Iya.. aku pernah bertemu sekali dengan beliau saat masih kecil saat berkunjung dengan leluhurku. Beliau pergi meninggalkan istana, dan kabarnya mengelilingi seluruh benua. Jadi tidak ada yang tahu dimana posisinya"
"Seluruh benua? Sungguh perjalanan yang panjang.. Berapa usia beliau kakak?"
"Tidak ada yang tahu pastinya. Tapi yang jelas, diatas seratus tahun"
"Diatas seratus tahun? Bagaimana seorang pria sepuh sanggup mengelilingi seluruh benua?" gumam selir Violet.
"Jangan terlalu banyak berpikir. Saat kau melihatnya, baru kau akan mengerti. Beliau seolah tidak dimakan waktu. Bahkan aku yakin jika penampilan beliau sekarang tidak akan berbeda jauh dengan penampilan waktu bertemu denganku dulu" kata selir utama Natasha.
"Selir utama Natasha datang menghadap.."
"Selir kedua Violet datang menghadap "
terdengar teriakan prajurit penjaga.
"Masuk..." terdengar suara dari dalam. Pintu terbuka dan kedua selir masuk kedalam ruangan.
"Natasha Wolfen datang menghadap leluhur" kata selir utama Natasha membukkukkan badannya.
"Violet Edrian datang menghadap leluhur" kata selir kedua Violet ikut membungkukkan badan.
Leluhur Kendrick Alexander hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab.
__ADS_1
Tiba tiba mata selir Natasha terbeliak, wajahnya sangat terkejut melihat Raja Peter berlulut dilantai.
"Ada apa kakak?" tanya selir Violet.
Natasha menunjuk Raja Peter dengan dagunya. Selir kedua Violet terkejut.
"Kakak, kenapa Yang Mulia dihukum ?"
"Nanti kita bicarakan saat kembali"
"Tapi kasihan kakak.."
"Jika adik peduli, lebih baik tidak ikut campur. Jika tidak, Yang Mulia akan dihukum lebih berat."
"Dimana adik ketiga kalian?" tanya ibu suri Anita
"Menjawab ibu suri. Mungkin sebentar lagi datang. Kebetulan tadi, adik Violet sedang berkunjung ke istana saya. Jadi kami bisa datang bersama kemari" jawab selir utama Natasha
"Kita tunggu sebentar lagi" kata leluhur Kendrick
.
.
Di kediaman selir ketiga Diana.
"Autum cepat sedikit. Jangan sampai kita ditunggu" kata selir Diana
"Iya bunda.. makanya Autum tadi bilang tidak usah ganti baju. Bunda sih minta ganti baju segala" protesnya .
Mereka berjalan tergesa-gesa menuju istana leluhur yang letaknya cukup jauh dari kediaman mereka.
Tok.. tok..
"Selir ketiga Diana Cornor datang menghadap"
"Puteri Autum Henry datang menggadap"
lagi terdengar teriakan prajurit penjaga pintu.
"Masuk!" dan sekali lagi pintu istana terbuka.
Selir Diana dan Puteri Autum masuk dan berdiri disamping selir Natasha dan selir Violet.
"Selir Diana Cornor datang menghadap leluhur " Kata selir ketiga Diana
"Puteri Autum Henry datang menghadap leluhur" kata Puteri Autum
"Hilangkan nama Henry dari gadis kecil itu" kata leluhur Kendrick
"Leluhur, Autum adalah puteriku.." kata Raja Peter
"Tidak ada darah keturunan Henry ada padanya." katanya dengan wajah dingin.
"Tapi aku sangat menyayangimu, leluhur."
__ADS_1
"Ganti surat lahirnya. Beri nama Cornor dibelakang namanya, ia ikut nama keluarga ibunya" kata leluhur Kendrick tidak mau berkompromi.
Wajah Diana menjadi pucat. Ada amarah didalam dadanya. Ia melihat kearah ibu suri.
"Pasti wanita tua itu yang telah sengaja memancing amarah leluhur" batinnya
"Jawab pertanyaan ku Peter. Apakah kau tahu jika anak gadis itu bukan keturunan Henry?"
"Bagiku ia tetaplah Puteriku, leluhur."
"Jawab saja pertanyaanku Peter!"
"Iya, aku tahu leluhur. Tapi aku sangat menyayangimu seperti puteriku sendiri, leluhur"
Prank..
Teko teh dibanding dengan keras persis dimuka Raj Peter.
"Jadi katakan padaku anak bodoh, apakah kau tau jika kau telah dijebak oleh perempuan itu!" katanya sambil menunjuk Diana.
"Ampun leluhur, aku tidak merasa dijebak leluhur" jawab Raja Peter dengan lemah.
Walaupun ia tahu ia telah dijebak sebelumnya tapi ia sangat mengenal kepribadian leluhur Kendrick. Jika ia mengaku dijebak atau di bohongi hanya satu nasib Diana, yakni hukuman mati. Jadi ia memilih melindunginya.
"Jadi kau memilih wanita ini dari pada cicit menantu pilihanku? Kau memilih merawat anak orang lain, dari pada puteramu sendiri. Katakan padaku Peter..!!"
"Tapi aku belum punya putera sendiri leluhur. Seandainya aku memilikinya, aku tidak akan melakukan kesalahan ini" katanya dengan lemas.
Bertahun tahun, tapi masih teringat dipelupuk matanya mata kecewa Lorine. Ditambah surat terakhirnya mengatakan dia bukanlah lagi Lorine.
"Pengawal!"
Dua orang prajurit datang memasuki ruangan.
"Bawa wanita ini kembali ke istananya. Sampai nanti ada keputusan tentang puterinya, ia dikenakan tahanan rumah. Ia dilarang keluar dari istananya!"
"Leluhur... Ampunilah aku... Aku tidak bermaksud menjebak Yang Mulia..." kata Diana Cornor menghiba.
"Diamlah wanita. Kau sudah mendapat hukuman yang sangat ringan dibanding kesalahanmu. Jika saja aku tidak mengenal jiwamu, tentu kau sudah ku hukum mati!"
Kedua prajurit segera membawa selir Diana dan Puteri Autum keluar.
Selir utama Natasha dan selir Violet terdiam. Ibu suri hanya menghela napas berat. Raja Peter pucat.
"Natasha Wolfen... mulai sekarang ambil alih urusan harem dari mertuamu. Anita sudah tua, sudah saatnya ia beristirahat."
Selir utama Natasha melihat kearah ibu suri Anita yang mengangguk kepadanya.
"Baik leluhur" jawab selir utama Natasha
"Selir Violet, aku tahu seperti apa didikan keluarga Edrian. Aku tidak menyalahkanmu, tetapi berusahalah belajar dari kakakmu. Agar pelan pelan kamu bisa membantu kakakmu"
"Baik leluhur"
"Aku sudah melihatnya kalian berdua, kembalilah terlebih dahulu. Kau juga Anita, jangan terus merasa bersalah. Kau juga kembali, tinggalkan saja anak bodoh ini sendiri. Banyak hal yang harus kami bahas.."
__ADS_1
"Baik leluhur"