Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Puteri Resta (4)


__ADS_3

"Kawasan terlarang adalah kompleks kawasan istana kerajaan Lembah Angin jaman dahulu. Selain istana utama yang bangunannya merupakan bangunan terbesar, juga terdapat bangunan bangunan lainnya untuk para pekerja dan keluarga inti dan keluarga cabang Valley lainnya"


"Apa maksudnya keluarga inti dan keluarga cabang?"


"Keluarga inti merupakan keluarga utama Valley yang telah ada sejak jaman kerajaan Lembah Angin awal. Tapi yang dianggap sebagai kepala keluarga selalu anak laki laki tertua. Sedangkan sisanya dianggap sebagai keluarga cabang"


"Jadi berapa jumlah keluarga inti Valley?"


"Saya kurang tahu pastinya Puteri. Tapi kurang dari sepuluh keluarga utama. Sedangkan keluarga cabang itu sangat banyak."


"Jadi apakah mereka semua tinggal disana?"


"Tidak juga Puteri. Yang punya penghuni tetap, dari dahulu hanya bangunan utama. Sedangkan kediaman keluarga inti dan cabang hanya diisi ketika ada pertemuan keluarga besar."


"Tadi aku melihat anak muda didalam kompleks itu siapa?"


"Mereka baru datang sekitar seminggu. Semuanya merupakan anak anak keluarga Valley baik yang inti maupun yang cabang. Karena pelatihan pengobatan tingkat menengah dan tinggi akan segera dimulai"


"Apa semua orang bisa mengikuti pelatihan itu?"


"Tidak Puteri. Yang bisa mengikuti pelatihan pengobatan tingkat menengah dan tingkat tinggi hanya keluarga Valley saja"


"Pantas saja tadi prajurit itu tahu aku peserta pengobatan tingkat dasar." batin Puteri Resta


"Apa tidak ada cara mengikuti pelatihan itu jika bukan keluarga Valley?"


"Hanya ada satu cara Puteri. Melalui jalur perkawinan. Contohnya suami Puteri Sola, tuan muda Norbert. Beliau merupakan tabib tingkat menengah dan murid khusus tetua Franklin"


"Kalau Puteri Sola sendiri tingkat apa?"


"Puteri Sola sama dengan putera Mahkota sama sama tabib tingkat tinggi"


"Kalau Puteri Lorine?"


"Kalau Puteri Lorine saya kurang tahu Puteri."


"Selama saya disini mengapa saya tidak pernah bertemu putera mahkota?"


"Beliau sedang keluar kota dua hari sebelum kedatangan Anda Puteri"


"Kira kira kapan beliau kembali?"


"Saya kurang tahu Puteri. Tapi biasanya jika putera mahkota keluar kota, beliau akan kembali antara satu sampai dua bulan"


..."Lama sekali. Tidak mungkin aku selama itu disini hanya untuk menunggu" batinnya....


"Pelayan Mola, apakah putera mahkota sudah memiliki kekasih?"


"Saya kurang tahu Puteri. Hanya saja ada rumor, jika beberapa bangsawan dan raja kerajaan lain menawarkan Puteri mereka untuk di jodohkan dengan putera mahkota"

__ADS_1


"Ternyata bukan hanya Lingkar Awan yang menginginkannya pangeranku. Tapi siapapun itu, tidak akan kubiarkan mendekat. Hanya aku yang pantas menjadi permaisuri kerajaan ini" batinnya.


Tanpa terasa mereka sudah sampai ditaman belakang istana, dimana Permaisuri Sofia sudah menanti.


"Salam Permaisuri. Maaf saya terlambat" sapa Puteri Resta


"Tidak apa apa Puteri. Saya juga baru tiba. Silahkan duduk"


"Bagaimana menurut pendapat Puteri tentang pelatihan yang anda ikuti?"


"Semua sangat berguna untuk seorang perempuan permaisuri. Terutama untuk seorang calon ibu"


"Anda benar. Pelatihan yang anda ikuti memang dikhususkan remaja putri dan calon ibu muda. Itu semua merupakan tradisi dan kebudayaan yang telah berlaku di Lembah Angin secara turun temurun"


"Permaisuri, nanti malam saya hendak memenuhi undangan makan malam kepala perwakilan kerajaan Lingkar Awan"


"Silahkan tuan Puteri. Apakah pelayan Mola anda bawa?"


"Tidak usah. Saya hanya minta tolong pengawalan dari prajurit kerajaan Lembah Angin. Karena pengawal yang saya bawa, semua berada di kediaman kepala perwakilan"


"Nanti saya siapkan. Apakah anda dikembali keistana atau bermalam disana?"


"Saya kembali ke istana Permaisuri. Karena kata pelatih tadi, besok akan k pelatihan pengobatan tingkat dasar. Saya tidak mau terlambat"


"Jika demikian, Puteri Resta sudah bisa bersiap. Agar nanti tidak terlambat pergi keacara jamuan. Saya juga segera menyiapkan prajurit pengawal untuk anda"


Puteri Resta bergegas pergi ke kamarnya. Segera ia mengambil sebuah kertas tulis dan kuas.


Sebenarnya tidak ada undangan jamuan


makan malam. Tapi ia ingin mengirimkan surat ke Kota Kapur Putih melalui kepala perwakilan kerajaan Lingkar Awan.


..."Salam hormat kepada ibunda Ratu. Ananda sudah lebih seminggu berada di kota Hinom, tepatnya di istana kerajaan Lembah Angin....


...Tapi incaran kita tidak ditempat. Sudah terbang dua hari sebelum ananda tiba dan tidak tahu kapan kembali ke sarang....


...Mohon petunjuk....


...Salam ananda...


...Puteri Resta."...


Ia segera menggulung suratnya dan memberi segel.


Kemudian dia bersiap untuk pergi.


******


Empat hari kemudian saat jamuan minum teh di sore hari.

__ADS_1


"Salam Permaisuri. Salan Puteri Resta." kata seorang pelayan datang menghadap.


"Ada apa pelayan?" tanya permaisuri Sofia.


"Ada surat kepada Puteri Resta, Permaisuri"


"Silahkan"


"Ini surat untuk anda tuan Puteri."


"Terimakasih"


"Dari ibunda Ratu" gumamnya. "Saya permisi dulu Permaisuri, barangkali ada hal penting yang ingin disampaikan bunda Ratu" kata puteri Resta.


"Silahkan Puteri." jawab Permaisuri.


Puteri Resta bergegas kembali kekamar. Tidak sabar ia membuka surat dari ibundanya.


..."Salam Ananda....


...Ibunda harap ananda bersabar menanti sampai waktu perjanjian kita berakhir. Jika waktu perjanjian berakhir dan dia belum kesarang, segeralah kembali....


...Kita akan menyusun rencana ulang....


...Jaga diri baik baik....


...Salam...


...bunda Ratu....


"Baiklah... dari pada menduga duga. Mungkin ada baiknya aku bertanya langsung kepada permaisuri Sofia." gumamnya dan segera membersihkan diri.


*****


Tiga tujuh hari berlalu.


Sudah hampir tiga Minggu Puteri Resta berada di istana Lembah Angin. Tapi tidak ada tanda tanda kepulangan pangeran Lark atau Puteri Lorine.


Ini membuat puteri Resta mulai frustasi.


Jika sebelumnya ia berusaha untuk menjaga gengsinya untuk seminimal mungkin bertanya tentang pangeran Lark, sekali ini ketika jamuan minum teh di sore hari ia bertanya langsung kepada Permaisuri Sofia.


"Permaisuri, saya sudah tiga Minggu ada disini. Tapi saya tidak pernah melihat pangeran Lark. Apa beliau tidak ada?"


"Pangeran Lark sedang ada tugas keluar kerajaan. Ia mengunjungi beberapa kerajaan tetangga. Terakhir mungkin singgah di kerajaan Fatma mengunjungi Puteri Reva untuk membicarakan pertunangan mereka" kata Permaisuri Sofia tenang.


"Pertunangan?" tanya Puteri Resta tanpa sadar.


"Iya. Mereka sudah menjalin hubungan setahun terakhir. Karena menurut kami tidak perlu berlama lama lagi, sudah saatnya mereka bertunangan. Jika putri Reva setuju, mungkin tahun depan mereka bisa menikah"

__ADS_1


__ADS_2