
"Seperti apa sistem yang ingin paman lakukan untuk melibatkan masyarakat?"
"Salah satunya mungkin dari segi makanan yang dihidangkan. Nanti kita data semua rumah makan yang ada dikota Hinom. Dari setiap rumah makan mungkin kita minta menyediakan seratus porsi untuk setiap jamuan makan. Jika ada yang mampu menyediakan lebih banyak, harus melapor terlebih dahulu kepanitia perayaan. Dengan demikian semua salam terlibat"
"Itu ide yang bagus paman. Ada ide yang lain?" tanya Louisa
"Untuk cendramata yang akan diberikan kepada perwakilan kerajaan lain bagaimana? Apa kita bisa melakukan hal yang sama dengan soal hidangan?" tanya Landen
"Bisa saja paman. Tapi ada usulan untuk cendramata yang kita berikan bentuknya seperti apa?"
"Maaf sebelumnya. Kami kurang berpengalaman dengan hal itu. Nona kan sudah pernah menjadi permaisuri kerajaan Gordon, biasanya apa yang diberikan pihak istana untuk tamu penting sebagai cendramata?"
Louisa terdiam sejenak, mencoba mencari dari ingatan Lorine. Sedangkan mereka menunggu dengan terdiam menyangka Louisa marah dengan pernyataan Wills.
"Ada banyak jenis cendramata yang bisa diberikan. Biasanya cendramata itu merupakan ciri khas suatu daerah. Saya pernah menerima baju khas kerajaan Kite dalam suatu kunjungan kesana, atau sebuah patung kayu seorang gadis yang sedang menari dari kerajaan Mordan. Tapi saya biasanya memberikan daun teh terbaik dari Kota Agriba yang dikemas secara khusus dengan simbol kerajaan. Jadi apapun bisa. Sekarang tergantung dari kita, maunya seperti apa. Dan kita harus menentukan harga per item itu berapa" jelas Louisa.
"Aku tahu satu hal yang mugkin. Aku pernah diberikan seorang teman dari Hilton city. Ukiran dari batu. Katanya harganya tiga puluh koin perunggu. Menurutku itu cukup indah. Sebentar.." kata Lark memanggil seorang pelayan dan berbisik kepadanya.
Pelayan itu menganggukkan kepalanya kemudian pergi, dan tidak berapa lama ia kembali membawa sebuah batu sekuran piring yang telah diukir. Batu itu diukir dengan gambar bunga tulip. Terlihat sangat artistik dan indah.
Semua melihat ukiran itu dan setuju jika itu cocok dijadikan cendramata.
"Baiklah kita semua sudah sepakat tentang hal ini. Paman Landen, berapa banyak perwakilan kerajaan yang kita undang?" tanya Louisa.
"Tidak banyak Lorine. Hanya kerajaan yang berbatasan langsung dengan kita, dan selama ini sudah melakukan perdagangan dengan lembah angin. Jadi sementara ada empat kerajaan. Gordon, Malawa, Ellon Beach, dan Fatma. Atau ada tambahan?"
"Kukira itu sudah cukup paman. Nanti jika kerajaan sudah benar benar berdiri, baru kita menjalin kerja sama dengan kerajaan lainnya. Jika hanya empat perwakilan, kita bisa tambah satu macam lagi jika ada usul yang lain"
Semuanya diam dan saling melihat.
"Baiklah jika tidak ada lagi. Kita putuskan hanya ukiran batu. Untuk urusan itu kami percayakan padamu sepupu Lark."
"Baik" jawab Lark.
"Sekarang, pusat upacara akan dilaksanakan dimana?"
__ADS_1
"Di alun alun kota. Itu tempat berkumpul paling luas, ditambah di seberang jalan ada lapangan yang luas yang bisa dipakai masyarakat untuk membuka tenda makanan nantinya."
Mereka meneruskan pembicaraan itu sampai larut malam. Sofia terlihat sudah sangat mengantuk, nenek Eliz dan Sola sudah mengundurkan diri terlebih dahulu.
Setelah mencapai kesepakatan akhir, mereka membubarkan diri. Sesaat sebelum Reneisme dan Shine pergi Louisa memanggil mereka.
"Bu Ren, Shine aku ada tugas khusus untuk kalian berdua"
"Apa itu nona?" tanya Reneisme.
"Kalian sudah mendengar jika yang menjadi raja adalah paman Landen, dan yang menjadi putra mahkota adalah Lark. Karenanya aku meminta kalian berdua melatih mereka agar mereka sungguh sungguh siap menjadi raja.. "
"Pelatihan seperti apa yang ketua inginkan?"
"Ibu Ren, tentang tata cara hidup seorang raja. Mulai dari kebiasaan sehari hari yang harus dilakukan, juga tata cara menghadapi tamu kenegaraan. Intinya etika hidup seorang raja. Sedangkan permaisuri, biar aku sendiri yang akan melatihnya. Dan tambahan, bawa pelayan Jen bersama ibu. Agar dia bisa membantu ibu"
"Baik nona"
"Paman Maxim, aku ingin paman melatih ketahanan tubuh mereka. Sebenarnya aku juga ingin melatih ketahanan tubuhku. Tapi itu nanti saja. Untuk sementara utamakan paman Landen dan Lark. Dan pilih dua orang anggota the powet of light untuk menjadi pengawal pribadi mereka dan kelak penjadi pelatih pribadi mereka juga"
"Baik ketua"
"Baik ketua. Kami permisi"
Setelah keduanya menghilang dibalik pintu, Louisa segera masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.
*****
Pagi harinya, suasana dikediaman leluhur terlihat tenang.
Dimeja makan terlihat Louisa, nenek Eliz dan kakek Franklin sedang menikmati sarapan paginya.
"Apa ayahmu akan datang pada upacara peresmian nanti?"
"Seharusnya kek. Tapi aku tidak tahu jika tiba tiba ada perubahan"
__ADS_1
"Kenapa ayahmu tidak membantu disini, jika ia tidak mau menjadi raja setidaknya ia bisa menjadi jendral disini. Kamu kan cukup bisa menilai kwalitas para penjaga kita. Masih jauh dari kwalitas seorang prajurit"
"Aku sudah menyampaikan hal itu kepada ayah kakek, tapi mungkin kita harus menunggu sedikit lama. Karena ayah harus mencari penggantinya terlebih dahulu jika ingin keluar. "
"Ternyata banyak benar peraturanya , bahkan cuma untuk berhenti saja susah"celetuk nenek Eliz.
"Memang ribet nek, tapi setiap peraturan yang dibuat berfungsi me lindungi kepentingan istana"
Tiba tiba seorang pelayan datang.
"Nona, didepan ada tuan Deep dan tiga orang temannya ingin bertemu anda." "Apakah kepala pengawal juga sudah datang?"
"Belum nona. "
"Oh . Baiklah, suruh mereka duduk di ruang tamu. Aku akan segera datang"
"Baik nona"
*****
Sepuluh menit kemudian Louisa menemui tamunya. Disana juga telah hadir kepala pengawal.
"Nona...."sapa mereka serentak .
"Ada sedikit hal yang hendak aku bahas dengan kalian. Ini mengenai kesiapan pengawal dan pengamanan untuk upacara penetapan nanti. Kepala pengawal, berapa jumlah pengawal kita?"
"Hanya dua ratus orang nona"
"Itu sangat jauh dari kata kurang. Deep bagaimana pendapatmu?"
"Kita harus merekrut pengawal secepatnya dan melatihnya. Mungkin hasilnya masih akan sangat jauh dari harapan nona. Tapi itu hal yang harus kita usahakan"
"Aku juga berpikir sama nona" kata Marco menimpali . "Kelihatannya memang akan repot, tapi sebagai sebuah kerajaan baru, itu akan sangat berguna. Juga kwalitas penjaga yang sudah ada harus ditingkatkan lagi."
"Jika soal pelatih aku siap nona"kata Shadow. "Tapi yang jadi persoalan sebenarnya, setelah upacara selesai akan kita kemanakan semua pegawal pengawal itu? Belum lagi soal gaji mereka"
__ADS_1
"Soal penempatan mereka setelah upacara, sebagian akan kita tempatkan di perbatasan, sebagian lagi mereka kita jadikan pengawal dibeberapa kota. Tentang gaji, yang ditempatkan di perbatasan akan menjadi prajurit kerajaan tentu menjadi tanggungan kerajaan, sementara yang menjadi pengawal kota, akan menjadi tanggungan kota yang dikawalnya.
>