Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Surat Untuk Raja Peter


__ADS_3

"Ketua..."kata anggota the power of night bersama sama saat melihat Louisa datang.


"Bagaimana keadaan pimpinan mereka?"


"Sudah sadar ketua..Tapi dia tidak bisa bangun"


"Dengan jatuhnya setinggi itu, tidak mati saja sudah suatu keuntungan. Apa lagi bisa sadar dalam beberapa jam. Padahal perkiraanku paling tidak ia akan pingsan tiga hari" jawab kepala pengawal.


"Ketahanan tubuhnya patut dipuji" jawab pengawal yang lain.


"Dimana dia?"tanya Louisa mengedarkan pandangannya.


"Disana ketua, yang tidur didekat pohon. Dia tidak bisa duduk, tulang punggungnya sepertinya retak"


Louisa berjalan mendekati pimpinan bandit itu bersama Shine.


"Jawab pertanyaanku, jika kau ingin aku berikan obat mengurangi sakitmu"


"I..iyaaa Nyonya" katanya pelan nyaris berbisik.


"Siapa namamu?"


"Cruiss"


"Sang pemotong?"


"Iya"


"Dimana Scream? Dia pimpinan kalian bukan?"


"Sudah mati Nyonya."


"Siapa yang membunuhnya?"


"Dia terluka parah saat bertempur dengan seorang jendral di perbatasan Mordan. Saat kami melarikan diri, dia tewas karena kami tidak bisa mengobatinya sebab kami dikejar terus oleh prajurit kedua kerajaan."


"Jadi kalian melarikan diri kemari?"


"Benar"


"Sudah berapa lama, dan berapa jumlah kalian yang tersisa"


"Kami sudah disini sekitar sebulan setengah. Jumlah kami hanya delapan puluh lima orang yang tersisa."

__ADS_1


"Ok. Satu pertanyaan terakhir, kamu tahu nama jendral yang melukai Scream?"


"Kalau aku tidak salah jendral Lucky, Nyonya"


"Hemm.. Light beri dia obat penghilang rasa sakit. Aku tidak mau dia mati. Dia akan jadi hadiahku untuk ayah" kata Louisa sebelum pergi.


Setelah Louisa pergi, Light yang mengobati Cruiss tertawa.


"Kasihan benar nasibmu Cruiss. Lepas dari ayahnya malah bertemu anaknya"


"Maksud anda?"


"Kalian salah sasaran, hendak merampok rombongan ketua the power of night."


"Apa? Tidak mungkin, bukankah ketua the power of night seorang pria bernama Hendrikus?Dan aku tidak melihatnya disini"


"Begitulah setidaknya yang orang tahu, tapi kuberi tahu anda yang sebuah rahasia. Ketua Hendrikus hanyalah wakil ketua satu didalam kelompok kami, ketua yang sebenarnya adalah perempuan tadi. Dan dia adalah putri satu satunya jendral Lucky"


". ..!!????. Benar benar sial nasibku. Jika begitu, berarti semua anggotaku yang dihutan sudah mati" kata Cruiss dengan nada sedih yang tahu akan reputasi the power of night.


*****


Di depan api unggun


"Lorine, paman masih tidak mengerti kenapa raja Peter memerlukan bantuan kerajaan Mordan?'" kata Landen yang kesal karena tidak kunjung menemukan jawaban pertanyaannya.


"Oh begitu ternyata. Dan tidak mungkin salah satu pihak memasuki kerajaan lain tanpa ijin dari pihak yang berkuasa, jika tidak ingin terjadi konflik antar kerajaan. Apalagi membawa pihak militer kerajaan, nanti malah dianggap mau menyerang kerajaan lain. Paman sekarang mengerti"


"Aku istirahat dulu, paman juga istirahat. Besok pagi kita harus melanjutkan perjalanan lagi"


Louisa berjalan ke arah salah satu tenda dimana Sofia, dan para pelayan beristirahat. Ketika melihat Reneisme, Louisa mendekat sejenak memeriksa keadaannya.


"Beliau bisa tertidur pulas, artinya keadaannya baik baik saja" gumamnya.


Ia merebahkan tubuhnya disamping Sofia, dimana telah digelar sebuah kasur lipat yang memang ditujukan untuk dirinya.


*****


Pagi datang. Sinar matahari muncul disela sela pepohonan. Rencana mereka yang akan berangkat sebelum matahari terbit sedikit terlambat. Karena mereka harus membawa bandit Cruiss yang tidak bisa berjalan.


Akhirnya sebuah kereta barang dibongkar ulang dan bebannya dibagi pada kereta barang yang lain agar bisa digunakan untuk membawa bandit Cruiss dan para bandit lainnya yang terluka parah sehingga kesulitan berjalan kaki.


Hari telah lewat siang ketika mereka tiba dikota Meoya, kota terakhir sebelum memasuki perbatasan dengan Lembah Angin.

__ADS_1


Rombongan berhenti didepan rumah makan milik Margaret. Setelah Sofia turun dari kereta, Louisa dan Landen meneruskan perjalanan ke balai kota bersama beberapa pengawal untuk menyerahkan para bandit.


Kedatangan mereka disambut sendiri oleh kepala kota Wills yang telah diberitahukan sebelumnya oleh Deep yang berangkat terlebih dahulu dari rombongan.


"Selamat datang Dutch Landen dan Arduchess Lorine. Mari masuk, kita bicara didalam. Pengawal!! Bawa para tahanan kepenjara" perintahnya.


Pengawal membawa para bandit ke penjara yang berada dibelakang balai kota. Sementara Landen dan Louisa mengikuti kepala kota Wills masuk kedalam balai kota.


"Silahkan duduk Dutch dan Arduchess"


"Terimakasih tuan Wills. Langsung saja tuan, selain untuk menyerahkan lima belas bandit tadi kami juga mau melaporkan bahwa di Long Forest, kira kira setengah hari perjalanan jauhnya kami meninggalkan dua puluh mayat para bandit. Ditambah lima belas kilometer dari lokasi itu, masuk kedalam hutan ada lima puluh mayat para bandit. Tolong tuan Wills mengurusnya."


"Sebanyak itukah Arduchess?"


"Iya benar tuan. Kelompok ini dikenal dengan nama Morcego Pleto atau kelelawar hitam. Mereka merupakan buruan kerajaan Gordon dan Mordan. Sebelumnya mereka ada diperbatasan kedua negara, tapi karena diburu prajurit mereka melarikan diri kemari."


"Terimakasih Arduchess. Kami sebenarnya sudah menerima beberapa laporan akan penyerangan mereka dan sudah mengirim surat permintaan bantuan kepada pihak kerajaan. Mungkin tiga lagi mereka baru tiba. Dan mengenai mayat mayat itu, aku akan memerintahkan anak buahku untuk mengurusnya."


"Oh ya tuan, bisa minta dua kertas tulis dan pena?"


"Ini Arduchess."


Louisa menulis sebentar, kemudian menggulungnya. Dia mengambil materei dari sakunya, dan memateri kedua gulungan surat itu.


"Tuan, jika aku menitipkan surat ini melalui kurir anda berapa lama surat ini akan sampai di Gordon Empire?"


"Dua hari maksimal tiga harip Arduchess. Karena memakai sistem estafet. Kurir yang berangkat dari Meoya tidak akan berhenti berkuda sampai di Agriweba. Di Agriweba kurir akan berganti, dan begitu surat sampai, kurir kedua akan langsung berangkat sampai tiba di Gordon Empire."


"Jika begitu, aku titip kedua surat ini. Tolong berikan kepada Jendral Lucky. Dan kami pamit"


"Baik Arduchess. Akan segera kami kirimkan. Sekali lagi terimakasih Arduchess Lorine dan Dutch Landen"


Mereka keluar dari balai kota dengan diantar kepala kota Wills.


Setelah mereka pergi, kepala kota langsung memanggil kurir untuk mengantar surat dan anak buahnya untuk mengurus mayat para bandit.


*****


Sementara di rumah makan, Landen, Louisa dan beberapa pengawal menikmati makanan mereka yang tertunda karena harus menyerahkan para bandit terlebih dahulu.


"Paman lihat tadi ada dua surat yang kau tulis. Tapi mengapa keduanya kau kirim untuk ayahmu?"


"Satunya lagi untuk Raja Peter paman. Biar ayah saja menyerahkannya. Karena isinya sedikit sindiran kepada Raja. Jika kurir yang menyerahkannya, aku takut raja akan menganggap nya sebagai ejekan yang serius" kata Louisa tersenyum membayangkan isi suratnya.

__ADS_1


"Memang apa yang kau tulis?Jangan membawa masalah kepada ayahmu Lorine"


>


__ADS_2