Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Perceraian dan permintaan (2)


__ADS_3

Kereta kuda yang mereka tumpangi bergerak cepat. Sekitar lima belas menit kemudian, mereka akhirnya tiba di kediaman orang tua permaisuri Lorine.


Didepan rumah kedatangan mereka telah ditunggu Jendral Lucky dan istrinya Margaret Bruswick. Reneisme turun dari kereta kemudian diikuti Louisa.


"Rumah yang megah"batinnya


"Selamat datang kembali di rumah putriku" kata Jendral Lucky sambil merentangkan tangannya.


"Ayah, Ibu.." kata Louisa memberi membungkkan tubuhnya memberi hormat, kemudian memeluk jendral Lucky dan Margaret bergantian.


"Mari kita masuk ke dalam"kata Margaret.


Merekapun makan malam bersama. Lorine Valley merupakan anak tunggal Lucky dan Margaret. Sehingga bukan hanya mereka berdua, tapi seluruh keluarga besar Valley sangat menyayangi Lorine.


Sedang bagi Louisa sendiri, ini merupakan suasana keluarga yang sangat dirindukannya mengingat ia tidak pernah mengenal orang tua kandungnya. Ia hanya salah satu anak angkat dari sebuah keluarga yang memang mengasuh beberapa anak yatim piatu dan terlantar.


Selesai makan mereka pindah ke sebuah ruangan, dimana hanya mereka bertiga di dalamnya dengan pintu yang sengaja ditutup agar tidak ada yang mencuri dengar pembicaraan mereka.


"Putriku...ayah telah mendengar berita tentang perceraian mu. Apakah benar?"kata Lucky yang duduk disebelah kanan Louisa.


"Berita itu memang benar ayah, ibu. Maaf sudah membuat kalian semua kwatir tentang hal itu"


"Ceritakan putriku. Apa yang sebenarnya terjadi? Setahu ibu, paduka raja sangat mencintaimu"


"Ayah, ibu, paduka ingin menikah lagi. Itu alasan sebenarnya, dan ia bahkan telah menyembunyikan seorang perempuan bernama Diana Cornor. "


"Apa!! Bagaimana mungkin paduka raja tega melakukan itu!! Suamiku, cari bukti perselingkuhan raja, maka ia tidak akan bisa menceraikan putri kita "teriak Margaret marah


"Sayang sabarlah. Dengarkan dulu penjelasan putri kita. Lorine, jadi apa rencanamu sekarang?"


"Ayah, ibu. Aku tahu, aku dapat menekan raja dengan hal itu. Tapi itu tidak akan membuat hubunganku dengan paduka raja lebih baik, bahkan mungkin lebih buruk. Apa lagi itu pasti akan menyeret nama lain yang tak bersalah. Ditambah kenyataan tak terbantahkan, aku belum mampu memberi paduka keturunan"

__ADS_1


"Jadi kamu akan menerimanya begitu saja putriku?"


"Iya ayah, ibu. Aku akan menerima perceraian ini. Aku sudah memikirkannya baik baik. Aku menjumpai ayah dan ibu hendak merundingkan tentang permintaan yang harus kusampaikan waktu putus cerai"


"Apa yang hendak Lorine minta?"


"Ayah, ibu. Mungkin permintaanku akan sedikit aneh dan beresiko menurut ayah dan ibu. Karena ini menyangkut orang banyak.."


"Maksud ananda ini mengenai wilayah kerajaan kah?"


"Benar ayah. Aku telah membaca sejarah tentang masuknya distrik sembilan menjadi bagian kerajaan Gordon. Aku ingin distrik sembilan kembali menjadi kerajaan Lembah Angin"


"Berarti lepas dari kerajaan Gordon, begitu kah putriku?"


Louisa menganggukkan kepalanya.


"Kamu sendiri tahu keadaan distrik sembilan Lorine. Akan sangat sulit bertahan jika bukan karena bantuan dari kerajaan Gordon. Hampir semua bahan pangan kecuali daging, dipasok dari kota Agriba. " kata Lucky keberatan.


"Aku tahu ayah, ibu. Aku tahu... Aku juga tahu, kalo penghasilan dari rumah makan dan penginapan yang Ibu kelola dibeberapa kota hampir seluruhnya digunakan untuk membantu distrik sembilan. Bahkan toko herbal yang dikelola keluarga besar Valley, juga melakukan hal serupa. Tapi justru karena itulah aku ingin distrik sembilan lepas dari kerajaan Gordon"


"Putriku, kami jadi tidak mengerti yang kau pikirkan"


"Selama ini bisa dibilang distrik sembilan bisa bertahan karena bantuan dari pihak luar, walaupun itu masih keluarga Valley. Tapi intinya bukan karena penghasilan distrik sembilan sendiri. Karenanya aku punya rencana membuat Lembah Angin mandiri secara pangan"


Lucky dan Margaret saling berpandangan.


"Lorine, Lembah Angin adalah daerah yang kurus akan humus. Tidak cocok untuk pertanian. Jangan bandingkan dengan kota Agriba di distrik lima. Walaupun sama sama berada di wilayah pegunungan, tapi keadaannya berbeda bagai bumi dengan langit"


Melihat keraguan Ayah dan ibu nya, Louisa tersenyum. Ia sudah memperkirakan reaksi kedua orang tua dari Lorine tersebut.


"Aku sudah memperhitungkan semuanya, termasuk solusi untuk tanah yang kurus akan humus ayah, ibu. Lagi pula ini memang harus kita lakukan."kata Louisa

__ADS_1


"Apa ayah dan ibu pernah mendengar tentang bencana kemarau panjang yang pernah melanda benua tengah sekitar kurang dari dua ratus tahun yang lalu?" tanyanya


Lucky menggeleng pelan.. Sementara Margaret ragu


"Ibu rasanya pernah mendengar dari salah seorang leluhur keluarga Bruswick. Tapi ibu tidak begitu ingat, karena saat leluhur bercerita ibu masih sangat kecil sekitar enam atau tujuh tahun"


" Kalau tidak salah, leluhur mengatakan pernah terjadi kemarau yang sangat panjang membuat bencana kelaparan terjadi hampir di seluruh wilayah benua tengah"


"Benar. Itu yang kumaksud ibu. Dari sebuah catatan pada perkamen tua di istana, disebutkan kemarau panjang akan terjadi setiap dua ratus tahun sekali. Menurut catatan terakhir, kemarau akan mulai terjadi lagi sekitar dua belas sampai lima belas tahun lagi."


"Jadi jika itu terjadi, akankah distrik sembilan bertahan jika hanya mengharapkan bantuan dari luar? Dan seberapa kuatkah Gordon menanggung seluruh wilayah kerajaan? Seberapa pentingkah distrik sembilan bagi kerajaan Gordon?"


Lucky dan Margaret terdiam, pikiran mereka akhirnya terbuka. Mereka mulai mengerti maksud dari Lorine. Kalau itu terjadi, distrik sembilan tidak akan di pedulikan karena hanya akan dianggap sebagai beban kerajaan Gordon.


"Jika memang demikian, lakukan apa yang menurutmu baik putriku. Ayah dan ibumu selalu mendukungmu dan biar ayah juga yang akan menyampaikan ini hal ini kepada pamanmu Lander serta seluruh keluarga besar"


"Untuk keluarga besar, jangan dulu disampaikan ayah. Tunggu putus cerai selesai dulu. Setelah semua jelas, dan permintaanku di penuhi dan disahkan balai pengadilan, baru adakan pertemuan keluarga besar Valley"


"Aku setuju dengan putri kita suamiku. Nanti malah terjadi kericuhan yang tidak perlu di keluarga besar"


"Jika menurut istriku juga demikian, aku akan mengikuti"


"Ayah, ibu malam telah jauh. Aku pamit undur diri pulang ke istana dahulu"


"Tidakkah kamu menginap disini putriku? Biar ibu siapkan kamar untukmu. Besok pagi baru kembali ke istana" bujuk Margaret yang merasa berat melepas Lorine pergi.


"Bagaimanapun juga aku masih terikat dengan peraturan istana, ibu. Dan aku hanya ijin untuk berkunjung. Lagi pula besok ada hal yang harus kuurus ibu"jawab Louisa yang berjalan keluar sambil menggandeng tangan Margaret.


Jendral Lucky dan Reneisme berjalan dibelakang mereka sambil membicarakan keadaan istana.


Sebelum naik ke atas kereta kuda Luisa teringat akan sesuatu

__ADS_1


"Ibu, apa ibu tahu tentang selir agung Louisa Balley?"


__ADS_2